Keamanan Siber di Era Kebebasan Informasi 

Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan Senin 26 Jan 2026, 20:28 WIB
Ilustrasi teknologi digital di sekitar anak-anak saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

Ilustrasi teknologi digital di sekitar anak-anak saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

Ditulis oleh: Muhammad Ali Khadim

Beberapa tahun terakhir, digitalisasi yang terjadi seluruh sektor kehidupan, tidak diikuti dengan skill dan pemahaman masyarakat yang memadai, terutama masalah dampak negatif dari digitalisasi atau sisi keamanan siber. Kehadiran ahli IT dan tenaga profesional di bidang cyber security, tidak sebanding dengan para pengguna IT itu sendiri, infrastruktur keamanan yang layak dan bisa menjaga keagamaan pun belum begitu merata. Tidak heran kalau seringkali terjadi kejahatan cyber yang merugikan konsumen, baik itu di lembaga keuangan, industri, dan pelayanan publik. 

Kesenjangan antara perkembangan pesat digital dengan kesiapan keamanan sebagai dampak negatif dari kehadiran digital mengakibatkan bahaya yang semakin besar, sehingga potensi kerugian akibat kehadiran siber terus bertambah, tidak hanya secara finansial, data pribadi, masyarakat pun menjadi menurun kepercayaannya pada berbagai aplikasi yang berbau digital. Seperti banyak nasabah tiba-tiba kehilangan sejumlah uang yang tidak sedikit, padahal tidak melakukan transaksi. Pensiunan yang uang pensiunnya hilang, dan masih banyak kasus-kasus lainnya. 

Memang harus diakui dengan perkembangan teknologi informasi pada era digital saat ini, begitu memanjakan para penggunanya. Masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat dalam beraktivitas, terutama urusan transfer data. Namun dibalik fasilitas kemudahan, tersimpan ancaman besar yang merusak keamanan siber. Aksi peretasan, pengambilan data tanpa izin, dan distribusi perangkat perusak semakin tidak terkontrol. Orang jahat semakin kreatif membuat aplikasi yang bisa merugikan orang lain. Kejahatan sekarang tidak merusak fisik namun bisa merusak psikis dan harta benda. Kejahatan cyber bisa merugikan siapa pun, tidak hanya perorangan, korporasi, bahkan institusi pemerintah.

Mengingat banyaknya kegiatan yang sudah bergantung pada digital, penjagaan keamanan data menjadi prioritas utama. Seluruh aktivitas digital menghasilkan informasi yang rentan disalahgunakan apabila tidak mendapat pemahaman dan perlindungan yang bagus. Oleh karenanya, segera mengedukasi masyarakat untuk lebih berhati-hati, dan terus meningkatkan keamanan siber mulai dari perangkat komputer, infrastruktur jaringan, dan informasi dari digital yang berusaha menipu dan mengancam. Tanpa proteksi yang cukup, kebocoran informasi dan kegagalan sistem dapat terjadi serta menimbulkan dampak kerugian yang besar.

Ilustrasi teknologi canggih masa kini. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi teknologi canggih masa kini. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Ada beragam ancaman keamanan cyber, mulai dari malware, yakni aplikasi berbahaya yang mampu merusak sistem atau mengambil data secara ilegal. Kemudian ada phishing, yaitu teknik penipuan untuk memperoleh informasi sensitif seperti password dan data personal pengguna. Ancaman lain yang cukup meresahkan adalah ransomware, di mana informasi dienkripsi oleh pelaku, dan hanya dapat diakses kembali setelah korban membayar tebusan. Serangan DDoS pun kerap terjadi di masyarakat, yakni serangan yang melumpuhkan layanan digital karena server dibanjiri lalu lintas data palsu.

Baca Juga: Perundungan Siber pada Remaja dan Perlindungan Hukum bagi Korban

Terjadinya kejahatan cyber tidak lepas dari kelalaian manusia sebagai penggunanya. Manusia seringkali menggunakan password yang sederhana, dan mudah ditebak oleh orang lain, yang akhirnya data-data rahasianya begitu mudah diakses. Literasi teknologi yang kurang. Tidak sedikit masyarakat yang tertipu dengan berbagai bujuk rayu melalui wa dan lain sebagainya, yang mengharuskan mengirimkan sejumlah uang agar bisa mendapatkan bonus dan lain sebagainya. 

Di samping itu adanya peningkatan keamanan siber di industri, juga perlu adanya pendidikan dan pelatihan mengenai cyber security, agar ada peningkatan literasi cyber, sehingga bisa mengantisipasi berbagai ancaman di ranah digital. Pemerintah juga harus mendukung dengan membuat berbagai kebijakan dan program dalam rangka menyelamatkan masyarakat dari kejahatan digital. Bagaimana pun perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perkembangan literasi terhadap teknologi, yang ditopang dengan regulasi-regulasi yang menyelamatkan para penggunanya. (*)

Penulis adalah mahasiswa Teknik Informatika UIN Bandung.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)