Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Keamanan Siber di Era Kebebasan Informasi 

Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan Senin 26 Jan 2026, 20:28 WIB
Ilustrasi teknologi digital di sekitar anak-anak saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

Ilustrasi teknologi digital di sekitar anak-anak saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)

Ditulis oleh: Muhammad Ali Khadim

Beberapa tahun terakhir, digitalisasi yang terjadi seluruh sektor kehidupan, tidak diikuti dengan skill dan pemahaman masyarakat yang memadai, terutama masalah dampak negatif dari digitalisasi atau sisi keamanan siber. Kehadiran ahli IT dan tenaga profesional di bidang cyber security, tidak sebanding dengan para pengguna IT itu sendiri, infrastruktur keamanan yang layak dan bisa menjaga keagamaan pun belum begitu merata. Tidak heran kalau seringkali terjadi kejahatan cyber yang merugikan konsumen, baik itu di lembaga keuangan, industri, dan pelayanan publik. 

Kesenjangan antara perkembangan pesat digital dengan kesiapan keamanan sebagai dampak negatif dari kehadiran digital mengakibatkan bahaya yang semakin besar, sehingga potensi kerugian akibat kehadiran siber terus bertambah, tidak hanya secara finansial, data pribadi, masyarakat pun menjadi menurun kepercayaannya pada berbagai aplikasi yang berbau digital. Seperti banyak nasabah tiba-tiba kehilangan sejumlah uang yang tidak sedikit, padahal tidak melakukan transaksi. Pensiunan yang uang pensiunnya hilang, dan masih banyak kasus-kasus lainnya. 

Memang harus diakui dengan perkembangan teknologi informasi pada era digital saat ini, begitu memanjakan para penggunanya. Masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat dalam beraktivitas, terutama urusan transfer data. Namun dibalik fasilitas kemudahan, tersimpan ancaman besar yang merusak keamanan siber. Aksi peretasan, pengambilan data tanpa izin, dan distribusi perangkat perusak semakin tidak terkontrol. Orang jahat semakin kreatif membuat aplikasi yang bisa merugikan orang lain. Kejahatan sekarang tidak merusak fisik namun bisa merusak psikis dan harta benda. Kejahatan cyber bisa merugikan siapa pun, tidak hanya perorangan, korporasi, bahkan institusi pemerintah.

Mengingat banyaknya kegiatan yang sudah bergantung pada digital, penjagaan keamanan data menjadi prioritas utama. Seluruh aktivitas digital menghasilkan informasi yang rentan disalahgunakan apabila tidak mendapat pemahaman dan perlindungan yang bagus. Oleh karenanya, segera mengedukasi masyarakat untuk lebih berhati-hati, dan terus meningkatkan keamanan siber mulai dari perangkat komputer, infrastruktur jaringan, dan informasi dari digital yang berusaha menipu dan mengancam. Tanpa proteksi yang cukup, kebocoran informasi dan kegagalan sistem dapat terjadi serta menimbulkan dampak kerugian yang besar.

Ilustrasi teknologi canggih masa kini. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi teknologi canggih masa kini. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Ada beragam ancaman keamanan cyber, mulai dari malware, yakni aplikasi berbahaya yang mampu merusak sistem atau mengambil data secara ilegal. Kemudian ada phishing, yaitu teknik penipuan untuk memperoleh informasi sensitif seperti password dan data personal pengguna. Ancaman lain yang cukup meresahkan adalah ransomware, di mana informasi dienkripsi oleh pelaku, dan hanya dapat diakses kembali setelah korban membayar tebusan. Serangan DDoS pun kerap terjadi di masyarakat, yakni serangan yang melumpuhkan layanan digital karena server dibanjiri lalu lintas data palsu.

Baca Juga: Perundungan Siber pada Remaja dan Perlindungan Hukum bagi Korban

Terjadinya kejahatan cyber tidak lepas dari kelalaian manusia sebagai penggunanya. Manusia seringkali menggunakan password yang sederhana, dan mudah ditebak oleh orang lain, yang akhirnya data-data rahasianya begitu mudah diakses. Literasi teknologi yang kurang. Tidak sedikit masyarakat yang tertipu dengan berbagai bujuk rayu melalui wa dan lain sebagainya, yang mengharuskan mengirimkan sejumlah uang agar bisa mendapatkan bonus dan lain sebagainya. 

Di samping itu adanya peningkatan keamanan siber di industri, juga perlu adanya pendidikan dan pelatihan mengenai cyber security, agar ada peningkatan literasi cyber, sehingga bisa mengantisipasi berbagai ancaman di ranah digital. Pemerintah juga harus mendukung dengan membuat berbagai kebijakan dan program dalam rangka menyelamatkan masyarakat dari kejahatan digital. Bagaimana pun perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perkembangan literasi terhadap teknologi, yang ditopang dengan regulasi-regulasi yang menyelamatkan para penggunanya. (*)

Penulis adalah mahasiswa Teknik Informatika UIN Bandung.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)