Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)

Ada kenikmatan tersendiri ketika membuka lembar demi lembar surat kabar lawas. Aroma kertas yang mulai menguning, tinta cetak yang memudar, serta tata letak yang padat seolah mengajak pembaca kembali ke zamannya. Bagi para kolektor surat kabar tua, setiap halaman bukan sekadar kumpulan berita, melainkan serpihan sejarah yang merekam denyut kehidupan bangsa.

Salah satu koleksi yang menarik untuk ditelusuri adalah Harian Berita Yudha. Lembaran koran yang kini telah berusia 56 tahun itu menjadi jendela untuk melihat wajah pers Indonesia pada awal era Orde Baru, ketika surat kabar masih menjadi sumber informasi utama masyarakat.

Di bagian paling atas halaman depan Berita Yudha terpampang slogan "Untuk Mempertinggi Ketahanan Perdjuangan Nasional Indonesia." Kalimat tersebut mencerminkan semangat yang diusung Berita Yudha, sebuah harian yang dikenal memiliki kedekatan dengan lingkungan Angkatan Darat. Nama Yudha sendiri dipilih oleh Jenderal Ahmad Yani. Dalam pengertiannya, yudha bukan sekadar berarti peperangan, melainkan perjuangan demi kepentingan bangsa dan negara.

Melihat halaman mukanya, pembaca langsung disuguhi karakter khas surat kabar era 1970-an. Hampir seluruh ruang dipenuhi kolom-kolom rapat, judul-judul besar, serta foto hitam putih sebagai pelengkap berita. Nyaris tidak ada ruang kosong. Berbeda dengan koran modern yang lebih lapang dan penuh warna, setiap sentimeter halaman dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi sebanyak mungkin.

Berita utama bertanggal 5 Agustus 1970, terbitan 56 tahun itu mengangkat isu administrasi negara dengan judul "Presiden Diduga Tak Luput dari Wajib Isi Daftar Rahasia." Isinya berkaitan dengan kewajiban penyampaian daftar kekayaan pejabat negara. Menariknya, isu transparansi penyelenggara negara ternyata telah menjadi perhatian sejak lebih dari setengah abad silam.

Di sisi kanan halaman terpampang berita kriminal bertajuk "Alat Negara Gulung Komplotan yang Menculik Direktur 'Bentul'" yang dilengkapi foto para tersangka. Penyajiannya memperlihatkan bagaimana media pada masa itu menonjolkan keberhasilan aparat keamanan dalam mengungkap kasus-kasus besar.

Berita Yudha juga memberi ruang cukup luas bagi perkembangan internasional. Di bagian bawah halaman terdapat laporan "Menelusuri Kegiatan Perang di Vietnam", konflik yang kala itu menjadi perhatian dunia. Pada halaman yang sama dimuat pula berita "Mesir Usir Diam-diam 15 Gerilyawan Palestina", menandakan bahwa dinamika Timur Tengah telah lama menjadi konsumsi pembaca Indonesia.

Di sela-sela berita utama hadir pula rubrik opini, berita singkat, dan beragam iklan yang memperkaya isi koran. Tata letak seperti ini menjadi ciri khas pers cetak pada zamannya, ketika bobot informasi lebih diutamakan daripada tampilan visual.

Menarik pula menengok kolom redaksi yang bukan sekadar memuat daftar nama, melainkan menggambarkan organisasi pers yang tertata rapi. Harian Berita Yudha diterbitkan oleh Jajasan Yudha Press yang berdiri sejak 9 Februari 1965.

Pada edisi ini, M. Nawawi Alif menjabat sebagai Pemimpin Redaksi sekaligus Penanggung Jawab. Ia didampingi para Wakil Pemimpin Redaksi, yakni Moh. Moedasir, H. Joso B. Soetjono, dan Winotoparartho. Dewan Redaksi diperkuat sejumlah tokoh beserta belasan anggota redaksi yang bertugas melakukan peliputan dan penyuntingan berita.

Tercantumnya nama wartawan foto Soe'aib Sj. menunjukkan bahwa dokumentasi visual telah menjadi bagian penting dalam penyajian berita. Kini, susunan redaksi tersebut menjadi bagian dari sejarah pers Indonesia sekaligus penghormatan kepada para insan media yang bekerja di balik setiap penerbitan Berita Yudha.

Halaman muka surat kabar Berita Yudha, edisi 5 Agustus 1970, yang kini telah berusia 56 tahun dan menjadi salah satu arsip berharga sejarah pers Indonesia. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Halaman muka surat kabar Berita Yudha, edisi 5 Agustus 1970, yang kini telah berusia 56 tahun dan menjadi salah satu arsip berharga sejarah pers Indonesia. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)

Salah satu kolom yang menarik perhatian adalah Kurs Valuta Asing (VA). Data yang bersumber dari Money Changer PT Sinar Irawan Jakarta mencatat kurs Dolar Amerika Serikat sebesar Rp379 (beli) dan Rp383 (jual).

Selain dolar AS, tercatat pula Poundsterling Inggris di kisaran Rp895–Rp905, Dolar Singapura Rp123–Rp124,50, Gulden Belanda Rp103–Rp105, Deutsche Mark Rp102–Rp105, serta Dolar Hong Kong Rp62,20–Rp63,20.

Angka-angka tersebut menjadi gambaran kondisi ekonomi Indonesia pada awal dekade 1970-an, ketika pemerintah Orde Baru berupaya menata kembali perekonomian nasional setelah melewati masa inflasi tinggi pada pertengahan 1960-an. Kini, nilai Rp383 untuk satu dolar Amerika Serikat menjadi penanda betapa panjang perjalanan nilai rupiah selama lebih dari setengah abad.

Halaman hiburan Berita Yudha menghadirkan nostalgia yang tak kalah menarik. Sebuah iklan besar mengumumkan pemutaran film Help! (1965), film musikal-komedi yang dibintangi grup legendaris The Beatles.

Pada awal Agustus 1970, masyarakat Jakarta mendapat kesempatan menyaksikan aksi John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr di layar lebar. Nama The Beatles ketika itu telah mendunia melalui lagu-lagu seperti Help!, Ticket to Ride, Yesterday, dan You've Got to Hide Your Love Away.

Iklan tersebut menyebutnya sebagai "film drama musikal yang luar biasa" dan "film yang paling menggemparkan dari vocal group musik pop yang paling termasyhur di seluruh penjuru dunia." Kalimat promosi itu mencerminkan besarnya gelombang Beatlemania yang melanda dunia pada dekade 1960-an.

Film Help! berkisah tentang Ringo Starr yang tanpa sengaja menjadi sasaran pengejaran sebuah sekte misterius karena mengenakan cincin sakral. Dari situlah petualangan penuh humor, aksi, dan musik dimulai.

Film ini diputar di tiga bioskop bergengsi Jakarta, yakni Star Theatre, Gloria Theatre, dan New Royal Theatre, dengan harga tiket berkisar Rp200 hingga Rp275. Jadwal pertunjukan yang mencapai tiga kali sehari menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film tersebut.

Bagi pencinta sejarah media, halaman muka Berita Yudha lebih dari sekadar arsip pemberitaan. Dari selembar koran saja, kita dapat membaca denyut politik nasional, perkembangan ekonomi, dinamika internasional, dunia hiburan, hingga gaya jurnalistik yang berkembang pada masanya.

Pada era ketika televisi belum menjangkau seluruh pelosok negeri dan internet masih jauh dari bayangan, surat kabar menjadi jendela utama masyarakat untuk melihat dunia. Setiap pagi, lembaran koran hadir sebagai teman setia yang menghubungkan pembaca dengan berbagai peristiwa di dalam maupun luar negeri.

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah. Ia bukan hanya menyimpan berita, tetapi juga memelihara memori kolektif bangsa. Membacanya hari ini serasa melakukan perjalanan waktu, kembali ke sebuah masa ketika setiap berita disusun dengan huruf timah, dicetak dengan penuh ketelitian, lalu menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah Indonesia.

Setiap lembar surat kabar lama bukan sekadar benda koleksi, melainkan kapsul waktu yang menyimpan cerita, gagasan, dan semangat zamannya. Melalui Berita Yudha, kita diajak memahami bahwa sejarah tidak hanya hidup di buku-buku, tetapi juga pada halaman-halaman surat kabar yang pernah hadir di tangan masyarakat dan menjadi saksi perjalanan bangsa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:21

Potensi Hutan Babakan Siliwangi Bandung sebagai Destinasi Wisata

Bandung menjadi salah satu kota yang masih memiliki hutan kota. Hutan Babakan Siliwangi Bandung berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, selain penyeimbang udara bersih dari polusi.

Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:09

Karhutla dan Kabut Asap Menjadi Berita Utama Surat Kabar Daerah-Nasional hingga Internasional

Besarnya perhatian terhadap bencana ekologis tercermin dari pemberitaan berbagai surat kabar daerah, nasional, hingga internasional.

Sejumlah surat kabar daerah yang menyoroti peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 19:08

Dari Papua ke Jawa Barat: Karhutla dan Peran Warga Bandung

Dari karhutla Papua hingga kejadian di Bandung, mari jaga lingkungan lewat 4 langkah sederhana pencegahan kebakaran di sekitar rumah.

Ilustrasi kebakaran hutan di Papua. (Sumber: AI Generator | Foto: Ilustrasi AI)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 18:23

Hanya Sepekan: Asap Karhutla Kembali Penuhi Langit Palangkaraya

Baru saja genap sepekan langit Palangka Raya bersih karena sudah turun hujan. Namun kabar baik tersebut tidak berlangsung lama setelah pembakaran hutan kembali terjadi.

Asap Karhutla kembali penuhi langit Palangkaraya. (Sumber: Instagram| info.kalteng)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 17:25

10 Netizen Terpilih Oktober 2026: Menangkap Isu Hujan, Bencana, dan Wajah Kota Bandung

10 penulis terbaik Ayo Netizen Oktober 2026 diumumkan. Dari isu hujan dan bencana hingga wajah kota Bandung, total hadiah Rp1,5 juta.

Banjir yang menggenangi Jalan Raya Pluto, Margahayu, Kota Bandung, Rabu 14 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 16:45

Apakah Buku Fisik Mulai Menjadi Bagian dari Masa Lalu?

Analisis kebiasaan membaca digital mahasiswa Indonesia beserta tiga keterbatasan data yang perlu dicermati sebelum menyimpulkan nasib buku cetak.

Contoh buku fisik berjudul Pride and Prejudice karya Jane Austen. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Dila Ananda Pratama)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 13:57

Menemukan Manisnya Ketan Susu Bang Zul, Hidden Gem Kuliner di Ujung Berung

Ketan Susu Bang Zul, salah satu hidden gem kuliner di Ujung Berung, Bandung. Sajian ketan susu dengan beragam topping, menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur yang menggugah selera.

Ketan Susu Bang Zul. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 12:24

Éling ka Wiwitan, Sadar ka Wekasan: Membangun Bandung Tangguh Bencana

Kota tangguh bencana tidak dibangun ketika bencana datang, melainkan jauh sebelumnya melalui kesadaran mengenali risiko dan keberanian melakukan mitigasi.

Pembangunan kota harus dimulai dengan kesadaran bersama terhadap risiko bencana. (Sumber: pexels | Foto: alfian light)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 11:11

Lagu ‘Halo-Halo Bandung’ Kala Persib Tandang di Negeri Orang

Tanpa harus merencanakan sebuah pertunjukan kebudayaan, para bobotoh Persib membawa salah satu simbol sejarah Bandung ke hadapan publik internasional.

Pemain Persib merayakan kemenangan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 07:57

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor: Merawat Welas Asih dari Jalanan

Di tengah rezim yang sewenang-wenang, Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor kembali menyatukan suara korban yang diabaikan dan menjaga nyala welas asih sebagai napas panjang perlawanan di jalanan.

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor di Braga, 29 Agustus 2026 (Foto: Iqa Kinanti Nandakasih)
Mitra 04 Nov 2026, 20:29

Dari 475 Pendaftar, 35 Jurnalis Terpilih Raih Beasiswa S2 BRI Fellowship Journalism 2026

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026.

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026. (Sumber: Dok. BRI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 19:59

Setelah Kedua Arca Kebun Binatang Ditemukan, Lantas Apa dan Bagaimana?

Berbulan-bulan lamanya kita seolah sibuk mencari, lalu apa? Kenapa kita mencari? Apa yang kita cari? Apa bedanya saat "hilang" dan saat sudah ditemukan jika perlakuan terhadapnya tak banyak berubah?

(Ilustrasi Arca) Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:40

Bagaimana Album Tigapagi Menjaga Nyala Ingatan Kolektif di Nusantara Dharma Book Festival 7.0

Di hadapan Indonesia yang kian karut-marut, penampilan Tigapagi di NDBF 7.0 menjadi ruang merawat akal sehat dan luka sejarah, mengajak kita menatap trauma tanpa kehilangan harapan untuk bertahan.

Penampilan Tigapagi pada malam penutupan Nusantara Dharma Book Festival 7.0 (Sumber: NDBF 7.0 | Foto: Tim dokumentasi NDBF 7.0)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:11

Bandung dan Hujannya yang Selalu Bikin Was-Was

Bandung di musim hujan memang memberikan kesegaran udara tapi selalu menunjukkan was-was karena menyebabkan banjir dan potensi kehilangan nyawa.

Kondisi  Langit Bandung menjelang Hujan di Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 15:19

Review Film The Love Hypothesis: Film Rom-com Kampus yang Menguji Cinta

Review film The Love Hypothesis yang memadukan pola fake dating dan grumpy x sunshine dengan latar akademik. Meski alurnya mudah ditebak, kedekatan tokohnya tetap menghibur.

Poster Film The Love Hypothesis. (Sumber: Primevideo)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 14:12

Jabar Juara Judol, Sungguh Memprihatinkan dan Mencemaskan

Besarnya jumlah pemain judol di Jabar semakin terasa ketika melihat duit yang terlibat. Sepanjang tahun 2024, ditaksir deposit judol di Jabar mencapai Rp5,97 triliun.

Ilustrasi judi online. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:39

Ironi-Ironi dalam Nikah Siri

Refleksi pernikahan siri di Indonesia.

irono-Ironi dalam Nikah Siri (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:15

Istilah Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Pelajari istilah besar guncangan gempa bumi dalam Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta. Temukan kekayaan kosakata tradisional untuk tingkatan getaran bencana alam kuno Nusantara di sini!

Gempa Bumi Dahsyat (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)