Tanpa Kantor, Tanpa Redaksi Besar: Cerita Wartawan Lawas Bangun Homeless Media

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Jumat 30 Jan 2026, 08:27 WIB
Ahmad Taopik, pendiri akun homeless media @beritabandungraya_com. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Ahmad Taopik, pendiri akun homeless media @beritabandungraya_com. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di era digital, kehadiran media tidak lagi selalu identik dengan gedung kantor megah atau portal berita yang rumit. Tren homeless media—media yang hidup dan bertumbuh di platform media sosial—kian menjamur. Salah satunya adalah akun Instagram @beritabandungraya_com, sebuah platform yang lahir dari tangan wartawan yang telah berkiprah sejak 2011, Ahmad Taopik.

Bagi Taopik, jurnalis yang telah malang melintang selama 15 tahun dengan pengalaman di koran cetak hingga televisi lokal, membangun @beritabandungraya_com sejak November 2024 menjadi caranya menciptakan “ruang bermain” yang lebih personal. Bersama rekannya, Raka, ia menjalankan media ini dengan format yang sangat ramping: hanya dua orang.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga

Memilah Viralitas di Layar Instagram

Sebagai homeless media yang berfokus di Instagram, Taopik dituntut jeli membedakan karakter konten. Baginya, tidak semua informasi harus masuk ke feed. Ada strategi kurasi yang dijalankan demi menjaga kualitas dan engagement.

“Ada berita yang masuk ke online, ada yang cukup di medsos saja. Kalau yang isunya lagi kuat, seperti longsor, itu masuk ke portal. Tapi kalau yang receh-receh, video lucu yang viewers-nya wah, sudah kita ambil buat di medsos (Instagram) saja,” jelas Taopik.

Meski tetap mengejar traffic melalui konten viral, Taopik menerapkan filter yang ketat. Keunikan @beritabandungraya_com terletak pada prinsip “Good News is Good News”. Di tengah tren konten yang kerap menyudutkan pihak tertentu demi angka penonton, ia memilih jalur berbeda.

“Kontennya itu, pertama, tidak menyudutkan orang. Aku menjaga itu. Kita juga tidak terlalu mengejar isu-isu sensitif. Karena kalau aku mau ‘hajar-menghajar’, ada di media sebelah (tempat kerja utama), ada ruangnya sendiri,” tambahnya, menekankan pentingnya etika meski bermain di platform media sosial.

Tampilan instagram BeritaBandungRaya_com. (Sumber: BeritaBandungRaya_com)
Tampilan instagram BeritaBandungRaya_com. (Sumber: BeritaBandungRaya_com)

Baca Juga: Saat Homeless Media jadi Rujukan Warga, Cerita di Balik Admin Akun Instagram info.sekeloa

Jurnalisme “Barter” dan Tantangan Dua Personel

Mengelola media sosial hanya berdua tentu bukan perkara mudah. Pembagian tugas dilakukan tegas: Taopik fokus pada penulisan dan relasi, sementara Raka menjadi motor penggerak visual sebagai content creator. Namun, keterbatasan sumber daya manusia kerap menjadi tantangan.

“Tantangannya, kita cuma berdua. Kadang dua-duanya sama-sama sibuk, jadi kurang memantau media sosial dan akhirnya ketinggalan momentum,” ungkap Taopik jujur.

Keterbatasan ini pula yang membuatnya enggan membuka kanal laporan warga secara terbuka. Ia khawatir respons yang lambat (slow response) justru dapat merusak kredibilitas merek yang sedang dibangun.

Menariknya, sebagai media independen yang masih merangkak, @beritabandungraya_com menerapkan sistem ekonomi yang fleksibel. Selain memiliki rate card untuk unggahan feed atau story dengan kisaran Rp100.000 hingga Rp200.000, mereka juga kerap menggunakan sistem barter.

“Kadang ada yang barter juga. Jadi sistemnya bukan bayar pakai uang, tapi ditukar dengan produk,” kata Taopik.

Baca Juga: Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Baca Juga: Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Strategi “Dua Bendera” di Lapangan

Keunikan lain dari @beritabandungraya_com terletak pada strategi branding Ahmad Taopik. Ia memanfaatkan posisinya sebagai wartawan di media besar untuk memperkenalkan “bayi” medianya kepada sesama media, perusahaan, hingga instansi pemerintahan di Bandung.

“Kalau ada undangan liputan dari media tempat aku kerja, aku ajak juga tim dari @beritabandungraya_com. Tapi aku konfirmasi dulu, supaya tidak seronok. Respons humas-humas di Kota Bandung sejauh ini bagus. Mereka tidak mempermasalahkan aku dari media apa, karena relasinya sudah terbentuk,” pungkasnya.

Melalui langkah-langkah gerilya yang santun dan pengelolaan konten Instagram yang terkurasi, Ahmad Taopik membuktikan bahwa jejak langkah wartawan lawas tetap relevan di dunia homeless media. Baginya, @beritabandungraya_com bukan sekadar platform digital, melainkan etalase informasi yang positif dan menyenangkan bagi warga Bandung.

News Update

Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)