Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Devian Yusam, pengelola akun media sosial Info_Coblong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Devian Yusam, pengelola akun media sosial Info_Coblong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Bagi warga Kecamatan Coblong, media bukan lagi sekadar soal berita nasional atau isu besar kota. Yang lebih dibutuhkan justru informasi tentang lingkungan terdekat mereka sendiri: aktivitas usaha kecil, persoalan fasilitas umum, hingga kejadian-kejadian yang berdampak langsung pada keseharian. Kebutuhan itulah yang sejak 2019 dijawab oleh Info Coblong, sebuah media berbasis media sosial yang tumbuh dari interaksi langsung dengan warga dan bertahan berkat kepercayaan yang dibangun dari waktu ke waktu.

Berangkat dari kegelisahan melihat banyaknya aktivitas usaha kecil dan persoalan warga yang kerap luput dari perhatian, Info Coblong lahir tanpa kantor, tanpa struktur redaksi formal, dan tanpa payung lembaga. Akun ini dikelola secara mandiri oleh Devian Yusam (41), yang sejak awal aktif di lingkungan kepemudaan dan organisasi kewilayahan di Coblong.

Tampilan akun instagram Info_Coblong. (Sumber: Info_Coblong)
Tampilan akun instagram Info_Coblong. (Sumber: Info_Coblong)

“Awalnya saya lihat di Coblong ini banyak UMKM, banyak PKL, tapi nggak semuanya punya media sosial. Akhirnya saya bantu lewat Info Coblong,” ujar Devian.

Seiring waktu, Info Coblong tidak hanya menjadi etalase promosi usaha warga. Akun ini berkembang menjadi ruang berbagi informasi kebencanaan, kriminalitas, hingga keluhan keseharian warga. Banjir, jalan rusak, hingga laporan lampu penerangan yang mati kerap muncul di lini masa Info Coblong, bersumber langsung dari warga sekitar.

Kepercayaan warga menjadi modal utama. Tak jarang, aduan pertama justru masuk melalui pesan langsung Instagram Info Coblong, bukan ke kanal resmi pemerintah. Posisi ini menempatkan Info Coblong di persimpangan: menjadi penampung keluhan sekaligus menjaga agar persoalan warga tidak memicu konflik baru.

“Kita sering ingetin warga, jangan langsung diviralin. Mediasi dulu sama RT atau RW. Kalau mau diposting, harus siap jadi sumber,” kata Devian.

Pilihan itu diambil bukan tanpa risiko. Sebagai media yang tidak memiliki badan hukum, kekhawatiran terhadap jerat Undang-Undang ITE kerap menghantui. Devian mengakui, posisi sebagai “media tanpa rumah” membuat perlindungan hukum menjadi samar ketika berhadapan dengan komplain atau tekanan.

“Kalau ada yang keberatan sama postingan, kita bingung berlindung ke siapa. Itu yang paling dikhawatirkan,” ujarnya.

Meski demikian, selama enam tahun berjalan, Info Coblong justru membangun relasi yang cukup dekat dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas warga hingga aparat kewilayahan. Hubungan ini terjalin bukan karena kedekatan formal, melainkan karena konsistensi menyampaikan informasi dari lapangan.

Dalam praktiknya, Info Coblong juga memilih jalur yang berhati-hati dalam urusan promosi. UMKM rumahan dipromosikan secara gratis, sementara kerja sama berbayar dilakukan secara selektif. Prinsipnya sederhana: membantu usaha lokal tanpa membebani atau menciptakan kesan transaksional berlebihan.

Devian berharap Info Coblong mendapat pengakuan yang lebih jelas sebagai mitra wilayah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Devian berharap Info Coblong mendapat pengakuan yang lebih jelas sebagai mitra wilayah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Kita nggak mau kesannya datang buat minta-minta. Kalau mau konten, kirim konsepnya, kita bantu,” kata Devian.

Ke depan, harapan Devian terbilang sederhana. Ia ingin Info Coblong memiliki pengakuan yang lebih jelas sebagai mitra kewilayahan, termasuk identitas resmi agar aktivitas peliputan dapat dilakukan dengan rasa aman.

“Pengen punya ID, setidaknya diakui kecamatan. Biar kalau liputan, warga juga tahu kita ini siapa,” ujarnya.

Di tengah riuhnya media dan tuntutan algoritma, Info Coblong memilih bertahan dengan cara yang mungkin terdengar kuno: membangun kepercayaan secara perlahan. Bukan soal seberapa viral sebuah unggahan, melainkan seberapa jauh informasi itu benar-benar sampai dan berguna bagi warga.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.