Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)

Sungguh ironis jika sentra kerajinan rakyat tidak memiliki lagi pasar yang bisa memudahkan untuk transaksi. Perajin tidak berdaya menghadapi serbuan barang impor. Pemerintah jangan retorika kosong melompong, harus bersungguh-sungguh dengan langkah yang konkrit untuk segera menyelamatkan sentra kerajinan rakyat. Agar usaha rakyat itu tidak hilang ditelan waktu.

Kementerian Koperasi perlu membangun pasar-pasar produk kerajinan lokal yang selama ini tergerus produk impor yang masuk secara resmi maupun ilegal. Aneka macam kerajinan lokal mestinya dikembangkan untuk maju bersama dalam asosiasi gabungan koperasi.

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor. Salah satu produk kerajinan yang berbasis pohon bambu sebetulnya memiliki nilai ekonomi yang luar biasa dan memiliki nilai tambah yang tinggi jika mendapat sentuhan teknologi dan aspek desain industri dan estetika.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan bahwa Tasikmalaya sebagai contoh peradaban tata ruang masa lalu yang memiliki peradaban bambu dan ekonomi kerakyatan sejak dulu. Bahkan Tasikmalaya juga sebagai Kota Koperasi, karena kongres koperasi pertama diselenggarakan di kota ini.

Kewajiban Memakai Alat dan Perabot dari Bambu

Untuk membangkitkan peradaban bambu perlu langkah konkrit. Salah satunya adalah kewajiban bagi instansi pemerintah dan sekolah untuk menggunakan bambu sebagai perabot atau alat sehari-hari. Penggunaan kardus dan plastik untuk makanan saat pertemuan atau acara jamuan, saatnya diganti dengan besek yang berasal dari anyaman bambu, tanaman andong atau serat alam lainnya. Apalagi penggunaan hal tersebut sangat ramah lingkungan.

Sangat keterlaluan jika pengadaan pustaka mainan di sekolah PAUD dan taman-kanak menggunakan mainan impor dari plastik. Mestinya mainan anak dan alat edukasi berbasis bahan baku lokal yang berasal dari bambu dan serat alam.

KDM mesti tegas dan konsisten, bahwa jajaran kantor pemerintah harus menggunakan besek dan perabot makan dari bambu atau kayu. Atau gerabah tanah liat. Begitu juga pengadaan atau belanja alat pendidikan mesti menggunakan produk dari perajin. Dilarang keras menggunakan produk impor yang berbasis plastik dan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan.

Perlu reinventing menjadikan Tasikmalaya dan daerah lain di Jawa Barat memiliki gabungan koperasi perajin berbasis bambu dan serat alam.

Sentra Kerajinan Tusuk Sate di Kampung Randukurung, Kabupaten Bandung. (Foto: Restu Nugraha)
Sentra Kerajinan Tusuk Sate di Kampung Randukurung, Kabupaten Bandung. (Foto: Restu Nugraha)

Perlu budidaya tanaman bambu oleh rakyat secara benar. Agar kualitas bambu dan proses produksi kerajinan memiliki desain yang bagus. Untuk ini perlu melibatkan perguruan tinggi atau pendidikan vokasi yang memiliki kompetensi desain produk.

Apalagi pada saat ini sudah ada teknologi pengolahan bambu menjadi material atau batang bio komposit. Kekuatan batang atau balok bio komposit dari serat pohon bambu ini lebih kuat dan tahan cuaca melebihi kayu jati.

Mesin-mesin produksi untuk membuat bio komposit dari serat pohon bambu perlu ini diadakan di sentra-sentra kerajinan bambu dan dikelola oleh koperasi.

Kursus Desain dan Teknologi Produksi untuk Perajin

Indonesia pernah menempati posisi peringkat ke-12 dunia terkait dengan ekspor produk kerajinan. Namun kini merosot akibat serbuan produk impor, khususnya dari Cina. Hal itu sangat ironis, mengingat Indonesia memiliki potensi sumber daya dan keanekaragaman budaya yang luar biasa. Dengan faktor itu semestinya bisa menempati lima besar eksportir kerajinan dunia.

Meskipun pameran kerajinan sering diselenggarakan dengan upacara yang megah, antara lain penyelenggaraan Inacraft dari tahun ketahun, namun pemerintah pusat dan daerah kurang memiliki strategi dan langkah yang tepat untuk menyelamatkan dan mengembangkan sentra-sentra kerajinan di daerah.

Mestinya Inacraft dan event yang serupa tidak hanya pameran dagang semata, tetapi juga menjadi forum untuk mencari cara bagaimana mentransformasikan sentra kerajinan di daerah agar survive dan mampu bersaing. Forum tersebut diharapkan juga bisa memperbaiki proses kreativitas dan metode produksi yang lebih baik.

Para kepala daerah diharapkan segera membenahi pasar hasil kerajinan yang kiosnya kini banyak yang dalam kondisi menyedihkan. Kini banyak pasar kerajinan di daerah yang kosong dan tidak terurus. Usaha kepala daerah untuk mengatasi pasar kerajinan membutuhkan perombakan teknis bangunan dan sarana pendukung. Sehingga memudahkan masyarakat jika mendatangi kios kerajinan.

Kondisi kios kerajinan yang kumuh dan sepi disebabkan oleh tidak adanya pengaturan klaster perdagangan yang baik. Akibatnya terjadi degradasi suatu produk, stagnasi promosi dan terpuruknya daya saing. Sudah saatnya pemerintah daerah mentransformasikan sentra kerajinan. Sehingga bisa menjadi semacam pameran kerajinan atau handicraft trade fair yang berlangsung setiap hari.

Transformasi pasar kerajinan sebaiknya disertai regulasi atau Undang-Undang yang keberadaannya mampu melindungi perdagangan domestik secara proporsional khususnya di pasar. Selain itu menghilangkan monopoli dan oligopoli yang merugikan rakyat banyak. Salah satu poin penting dalam UU Perdagangan adalah terkait dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Terkait dengan SNI, pasar bisa menjadi sarana penguatan dan sosialisasi. Betapa pentingnya membudayakan standar mutu mengingat arus produk dan jasa di negeri ini semakin tidak terkendali, khususnya produk impor yang sering bermasalah terkait dengan mutu dan menimbulkan berbagai masalah sampingan lain. Pasar merupakan entitas yang efektif untuk membendung serbuan produk impor dengan penerapan SNI.

Untuk memperkuat positioning pasar kerajinan menjadi destinasi wisata dibutuhkan acara kebudayaan. Pentingnya pasar kerajinan dikaitkan dengan pengembangan infrastruktur kota.

Kini para pengrajin masih mengalami keprihatinan. Pasalnya pemerintah daerah kurang melindungi dan memberikan insentif kepada produk kerajinan lokal. Kurangnya agenda aksi yang konkrit di lapangan dan mencarikan solusi teknis terhadap masalah usaha kerajinan.

Perlu memberikan pengetahuan praktis terkait dengan aspek desain industri kepada para pengrajin. Peran strategis desain industri adalah menciptakan dan menerapkan solusi desain terhadap permasalahan yang timbul terkait dengan mutu dan daya saing. Pada prinsipnya desain industri adalah kolaborasi antara teknologi mekanik dengan seni. Desainer industri mempelajari fungsi praktis dan bentuk serta relasi antara produk dengan penggunanya.

Kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu dan produktivitas produk kerajinan perlu ditingkatkan dan terpadu dengan elemen pasar. Betapa memprihatinkan kondisi entitas kerajinan di negeri ini. Sampai-sampai para pengrajin bambu lokal pun kini terlibas oleh anyaman sintetis dari Tiongkok. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)