Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

6 menit baca
Badiatul Muchlisin Asti
Ditulis oleh Badiatul Muchlisin Asti diterbitkan
Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)

Memahami kuliner bukan sekadar soal mengecap rasa di ujung lidah, melainkan membaca artefak budaya yang merekam jejak migrasi dan asimilasi manusia. Di tanah Pasundan, kehadiran komunitas Arab telah memahat identitas sosio-kuliner yang mendalam. Makanan di sini menjadi jembatan sejarah yang menghubungkan pesisir utara hingga dataran tinggi Jawa Barat dengan tanah Hadramaut di Yaman dan Baghdad di Irak.

Narasi besar ini bermula di Cirebon melalui sosok Syarif Abdurrachman, putra Sultan Maulana Sulaeman dari Baghdad. Catatan sejarah menyebutkan bahwa beliau datang untuk berguru kepada Sunan Gunung Jati, yang kemudian memerintahkannya untuk bermukim di kawasan Panjunan. Dari titik inilah, komunitas tersebut meluas hingga ke daerah Jagabayan. Di Jagabayan, masyarakat keturunan Arab membangun fondasi ekonomi yang khas, mayoritas sebagai penjual minyak wangi dan pengelola toko buku, yang hingga kini masih menjadi penanda identitas kawasan tersebut.

Proses asimilasi terjadi secara organik; para imigran pria dari Hadramaut yang datang tanpa membawa istri kemudian menikahi wanita setempat. Fenomena ini menciptakan profil demografis baru yang harmonis, di mana tradisi Timur Tengah melebur lembut dengan kearifan lokal Sunda. Akar sejarah di Cirebon inilah yang kemudian menjadi premis bagi terbentuknya kantong-kantong permukiman Arab yang lebih formal dan terstruktur di wilayah Bogor melalui kebijakan kolonial.

Bogor: Episentrum Empang dan Warisan Wijkstelsel 1835

Kawasan Empang di Bogor Selatan berdiri sebagai monumen hidup kebijakan Wijkstelsel tahun 1835, sebuah regulasi kolonial yang mengelompokkan premukiman berdasarkan etnis. Wilayah yang dulunya bernama Sukahati ini bertransformasi menjadi pusat gravitasi budaya Arab di Bogor. Pusat aktivitas ekonominya berada di Pasar Kambing dekat alun-alun. Kualitas hidangan di sini selalu terjaga karena pasokan kambingnya diambil langsung dari peternak Ciampea dan Cihideung.

Diversifikasi usaha di Empang sangat kaya, mencerminkan kebutuhan spiritual dan estetika. Mulai dari perlengkapan ibadah hingga biang parfum "gaul" bermerek internasional serta wewangian klasik seperti Hajar Aswat, Kasturi, Seribu Bunga, hingga Malaikat Subuh. Namun, daya tarik utamanya tetaplah pada barisan destinasi kuliner yang menawarkan rasa autentik.

Tabel Perbandingan Destinasi Kuliner Utama di Bogor

Nama Destinasi

Menu Andalan

Karakteristik dan Keunikan

Sate Gate

Sate Kambing, Nasi Kebuli, Marag, Martabak Mesir

Menggunakan istilah "Gate" (bahasa Sunda gaul berarti "enak sekali"). Menjadi titik kumpul favorit warga keturunan Arab setempat.

Sate Pak Rebing

Sate Kambing, Sop Kambing, Gule

Legenda yang berdiri sejak 1980-an di dalam gang. Sate empuk dengan bumbu kacang yang khas, meski bumbunya cenderung tawar untuk menonjolkan rasa daging.

RM. Balad

Nasi Kebuli Kambing/Ayam

Presentasi apik dengan taburan bawang goreng melimpah, didampingi olahan daging kambing dan rendang sapi yang gurih.

Ali Baba

Masakan Timur Tengah dan Shisha

Populer di kalangan anak muda sejak dibuka pertengahan 2008. Keunikannya terletak pada variasi shisha rasa Ice Cappuccino.

Mid East Restaurant

Nasi Briani, Kapsah, Mendi

Konsep homey dengan ruang privat dan kolam ikan. Menyajikan Teh Adeni yang kaya akan rempah penghangat tubuh.

Peran Empang sebagai pusat tradisional ini kemudian menjadi kompas bagi pergeseran tren kuliner Arab menuju wilayah dataran tinggi yang lebih komersial di kawasan Puncak.

Fenomena Warung Kaleng: Transformasi Sosio-Kuliner di Puncak dan Cisarua

Nasi biyani. (Sumber: Pexels | Foto: Julia Filirovska)
Nasi biyani. (Sumber: Pexels | Foto: Julia Filirovska)

Melintasi jalur Cisarua, kita akan menemukan enklave budaya yang distingtif di Desa Sampay, Sindang Subur, dan Tugu Selatan. Kawasan yang dikenal dengan nama "Warung Kaleng" ini telah bermutasi menjadi "Kampung Arab" modern. Dominasi budaya ini begitu kuat sehingga papan nama toko dan petunjuk jalan ditulis dalam alfabet Arab, bahkan banyak penduduk lokal yang kini fasih berkomunikasi dalam bahasa Arab.

Dinamika kawasan ini sangat dipengaruhi oleh kunjungan musiman wisatawan Timur Tengah, terutama antara bulan Maret hingga Juni saat musim panas di negara asal mereka mencapai puncaknya. Kehadiran massal ini membawa dampak sosial yang kompleks, termasuk fenomena "kawin kontrak" atau nikah siri yang menjadi rahasia umum di wilayah tersebut.

Secara gastronomi, Puncak menawarkan spesialisasi yang mendalam. Restoran Ya Hala, yang berada di bawah manajemen yang sama dengan Restoran Hadramaut di Jakarta (est. 1998), menyajikan keautentikan melalui Chicken Mahmar dan Fattoush. Sementara itu, Royal Aljazeerah yang dibuka tahun 2012 memperkenalkan hidangan seperti Muttabal (pasta terong yang dicocol dengan roti Hobus) dan Laham Magalgal.

Bagi pencari kudapan ringan, Habibi Cafe mempopulerkan Roti Pisang Madu sebagai penyeimbang rasa rempah yang kuat. Popularitas Puncak ini pada akhirnya merambah ke pusat urban yang lebih progresif seperti Bandung.

Bandung: Modernitas dan Adaptasi Kuliner Timur Tengah di Paris van Java

Di Bandung, kuliner Arab mengalami rekontekstualisasi untuk memenuhi standar gaya hidup urban yang sadar kesehatan. Restoran Qahwa di Jalan Progo, yang mulai beroperasi pada November 2011, menjadi pelopor dalam strategi ini. Mereka tidak hanya menyasar pecinta kuliner umum, tetapi secara cerdas membidik segmentasi pasar calon jemaah umrah, haji, dan instansi pemerintah.

Standar kualitas yang diterapkan di Bandung sangat tinggi, terutama dalam pengolahan daging kambing. Mereka hanya menggunakan kambing muda di bawah usia 5 bulan. Untuk memastikan daging bebas dari "aroma prengus" yang tajam dan memiliki tekstur lembut, kambing yang telah dipotong digantung terbalik agar darahnya mengalir tuntas, serta diproses tanpa melalui pencucian air yang bisa merusak aroma alami daging.

Inovasi lainnya terlihat dari penggunaan beras Abukas yang rendah karbohidrat (sekitar 15%) dan sajian Smoothies Kurma sebagai minuman favorit yang segar. Secara estetika, interior restoran di Bandung seringkali dihiasi ornamen Pakistan yang eksklusif, dibuat langsung secara manual (hand-made) dari bulu domba, memberikan sentuhan kemewahan di tengah alunan pertunjukan belly dance yang memeriahkan suasana akhir pekan.

Sayangnya, sejak 31 Desember 2023 restoran ini tercatat tutup permanen di beberapa direktori peta. Belum ada informasi resmi mengenai pembukaan kembali atau kepindahan alamat baru.

Fakta Menarik dan Elemen Pendukung Kebudayaan Arab

Menikmati sajian Arab di Jawa Barat bukan cuma soal urusan lidah, melainkan sebuah pengalaman sensoris yang utuh. Di kawasan sejuk seperti Cisarua, kehangatan Teh Adeni—dengan racikan kapulaga, kayu manis, cengkih, dan susu—hadir sebagai penawar dingin. Suasana makin lengkap dengan riuhnya budaya shisha sebagai sarana bersosialisasi, yang kini ragam rasanya terus bertransformasi dari buah-buahan klasik hingga Bubble Gum dan Ice Cappuccino.

Nuansa khas Timur Tengah ini kian kental lewat arsitektur dan tata ruangnya. Gaya lesehan berpajang karpet tebal serta bantal penyangga punggung menghadirkan kenyamanan tersendiri. Bahkan, beberapa bangunan sengaja mengadopsi elemen estetika tenda haji, seperti atap putih ikonik pada Masjid Muqsith.

Di balik layar, keberadaan toko-toko seperti Toko Dini atau Abu Dawood menjadi urat nadi kehidupan komunitas ini. Dari beras Basmati, bumbu instan, hingga air zamzam dan madu impor, semuanya didatangkan langsung dari Timur Tengah. Bahan-bahan yang dulunya asing ini kini berakulturasi halus, bahkan menjelma jadi kebutuhan harian warga lokal.

Jejak kuliner Arab di Tatar Sunda pun sukses bermutasi—dari yang awalnya sekadar penawar rindu komunitas migran, kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Jawa Barat. Kuncinya ada pada fleksibilitas; menjaga autentisitas tradisi di koridor bersejarah seperti Cirebon dan Empang, sembari membuka diri pada adaptasi komersial yang dinamis di Puncak dan Bandung.

Pada akhirnya, kuliner membuktikan dirinya sebagai media asimilasi yang paling cair. Dari jejak sejarah Syarif Abdurrachman di Panjunan hingga gurihnya sate gate di Jalan Empang, ini adalah kisah tentang bagaimana satu kebudayaan bertahan dengan cara memperkaya kebudayaan lain. Di tengah gempuran modernisasi, merawat narasi dan kualitas rasa ini adalah modal utama agar warisan kuliner Arab di Jawa Barat terus hidup melintasi generasi. (*)

Referensi:

  • Ulung, Gagas dan Deerona. 2014. Jejak Kuliner Arab di Pulau Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)