Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

5 menit baca
Badiatul Muchlisin Asti
Ditulis oleh Badiatul Muchlisin Asti diterbitkan
Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)

Setelah membahas lima hidangan ikonik di Bagian 1—seperti gurihnya batagor hingga kehangatan empal gentong—perjalanan kuliner kita di tanah Pasundan masih berlanjut. Karakteristik sajian Sunda tidak hanya berkisar pada olahan gorengan dan santan, tetapi juga merayakan kesegaran bahan mentah, aroma dedaunan, hingga sajian berkuah kaya kolagen.

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

6. Sayur Asem: Keseimbangan Rasa Asam dan Segar

Sayur asem adalah salah satu sup sayuran paling ikonik di Indonesia yang merayakan rasa asam jawa sebagai elemen pembeda utama. Di Jawa Barat, hidangan ini menonjol karena profil rasanya yang bersih dan tajam, memberikan sensasi menyegarkan yang seketika membangkitkan selera makan.

Hidangan ini merangkum kekayaan hasil bumi Tatar Sunda dalam satu kuali. Kombinasi nangka muda dan labu siam memberikan tekstur yang lembut, sementara biji dan daun melinjo menghadirkan sentuhan rasa pahit yang elegan. Kehadiran jagung manis, kacang panjang, dan kacang tanah makin melengkapi hidangan ini dengan variasi tekstur renyah serta cita rasa manis alami.

Keunggulan sayur asem terletak pada versatilitasnya; ia bisa menjadi hidangan pembuka yang membangkitkan palet lidah atau menjadi pendamping wajib bagi lauk gorengan dan sambal. Dalam tradisi jamuan Sunda, sayur asem hampir selalu hadir sebagai elemen penyegar dalam paket penyajian nasi timbel.

7. Nasi Timbel: Estetika Aroma dalam Balutan Daun Pisang

Nasi timbel adalah potret kesederhanaan gaya hidup masyarakat Jawa Barat yang menghargai harmoni dengan alam. Hidangan ini membuktikan bahwa nasi putih biasa dapat naik kelas melalui perlakuan yang tepat dan pemilihan pembungkus alami.

Inti dari estetika nasi timbel terletak pada penggunaan daun pisang untuk membungkus nasi panas yang dipadatkan. Teknik tradisional ini memiliki fungsi ganda, yaitu menjaga kehangatan nasi secara alami (retensi suhu) sekaligus memberikan infusi aroma. Uap panas dari nasi akan memicu pelepasan minyak alami pada daun pisang, sehingga menghasilkan aroma tanah (earthy) yang lembut dan memberikan dimensi wangi yang semakin meningkatkan kelezatannya.

Penyajiannya merupakan sebuah simfoni rasa yang lengkap, biasanya didampingi oleh sambal terasi yang tajam, ikan asin, ayam goreng, serta lalapan segar. Keseimbangan antara rasa pedas, gurih, dan kesegaran sayuran mentah inilah yang menjadikan nasi timbel sebagai favorit di berbagai warung makan tradisional. Penggunaan daun pisang sebagai pengikat aroma pada nasi timbel memiliki kemiripan filosofis dan teknis dengan metode pengukusan pada pepes ikan.

8. Pepes Ikan: Teknik Pengukusan Aromatik Sunda

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)

Teknik pepes adalah mahakarya pengolahan makanan sehat dari Jawa Barat. Dengan mengandalkan uap panas untuk memasak bahan di dalam bungkusan daun pisang, teknik ini berhasil mengunci kelembapan, nutrisi, dan seluruh esensi bumbu tanpa membutuhkan minyak berlebih.

Proses pembuatan pepes ikan dimulai dengan marinasi ikan—seperti mas atau nila—menggunakan bumbu halus yang kaya rempah, terdiri dari kunyit, kemiri, lengkuas, dan jahe. Dalam bungkusan ini, peran daun salam sangat vital untuk membangun profil aroma herba yang kuat sekaligus efektif menetralisir aroma amis alami pada ikan.

Untuk menghasilkan pepes ikan yang sempurna, proses memasak biasanya melewati dua tahapan utama. Tahap pertama adalah pengukusan yang bertujuan mematangkan daging ikan hingga bertekstur lembut dan memastikan bumbu meresap sempurna hingga ke tulang. Setelah itu, dilanjutkan dengan tahap pemanggangan opsional di atas bara api guna memberikan efek char pada daun pisang, sehingga aromanya yang khas dapat meresap ke dalam daging sebagai sentuhan akhir yang memikat.

Jika pepes mengandalkan kekuatan bumbu matang, kuliner Sunda juga memiliki sisi lain yang merayakan kemurnian bahan melalui karedok.

9. Karedok: Integritas Bahan Mentah dan Saus Kacang

Karedok adalah salad mentah paling autentik di Indonesia yang mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga integritas nutrisi. Berbeda dengan gado-gado yang menggunakan sayuran rebus, karedok sepenuhnya mengandalkan sayuran mentah segar seperti kacang panjang, tauge, terong hijau bulat, mentimun, dan kemangi.

Saus kacangnya memiliki karakter yang kuat, dipadukan dengan bawang putih atau terasi sebagai pengatur rasa. Dari perspektif gastronomi lokal, penggunaan kencur adalah kunci utama yang memberikan profil aroma khas Sunda yang tak tergantikan. Perpaduan antara kacang tanah goreng, gula merah, dan cabai menciptakan saus yang kental dan gurih, membungkus setiap irisan sayuran segar dengan sempurna.

Bagi masyarakat Sunda, karedok adalah menu harian yang memberikan kesegaran instan. Kontras yang ditawarkan oleh kesegaran karedok ini sering kali menjadi pendamping yang menarik bagi hidangan berkuah kental dan kaya kolagen seperti mi kocok.

10. Mi Kocok: Harmoni Tekstur Mi dan Kaldu Kolagen

Mi kocok merupakan ikon kuliner jalanan Bandung yang namanya berasal dari teknik preparasinya. Kata "Kocok" merujuk pada proses menggoyang-goyangkan mi dan tauge di dalam wadah logam berlubang dalam air panas agar mencapai tingkat kematangan dan kelembutan yang pas sebelum disiram kuah.

Kekuatan utama hidangan ini terletak pada kaldunya yang bening namun memiliki kedalaman rasa umami yang luar biasa. Cita rasa yang kuat tersebut didapatkan dari hasil rebusan intens tulang dan sumsum sapi.

Selain kuahnya yang gurih, mi kocok menawarkan petualangan tekstur yang mewah melalui beragam isiannya. Hidangan ini menggunakan mi kuning gepeng yang kenyal sebagai fondasi utama, dipadukan dengan kikil yang lembut dan kaya kolagen. Sebagai penyempurna, hadir pula sumsum sapi yang seringkali disajikan langsung dari tulangnya untuk memberikan dimensi rasa gurih dan creamy.

Untuk menyeimbangkan kekayaan rasa lemak tersebut, kucuran jeruk nipis dan sambal adalah elemen wajib yang memberikan kesegaran. Ini adalah hidangan yang menenangkan, terutama saat dinikmati di tengah udara sejuk kota Bandung.

Kuliner Jawa Barat sebagai Aset Budaya Global

Kesepuluh hidangan yang diulas dalam dua seri artikel ini bukan sekadar daftar pemuas lapar, melainkan narasi panjang tentang kreativitas, sejarah, dan nilai-nilai sosial masyarakat Tatar Sunda. Dari teknik pengolahan kuno menggunakan kuali tanah liat hingga inovasi modern kudapan tapioka, kuliner Jawa Barat membuktikan kemampuannya untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Di tengah gempuran globalisasi, apresiasi terhadap kuliner tradisional menjadi benteng pertahanan identitas budaya. Visi Taste Atlas dalam mempromosikan kebanggaan lokal selayaknya kita sambut dengan komitmen untuk terus melestarikan warisan gastronomi ini—memastikan bahwa cita rasa Sunda tetap menggema, baik di dapur rumah kita maupun di panggung kuliner dunia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Nov 2026, 10:22

Jangan Sepelekan Buah Sukun

Saat ini pohon Sukun di Kota Bandung sedang berbuah sementara pohon-pohonnya tersebar dan berada di pinggir jalan, raya,, di tempat-tempat umum dan perkantoran.

Buah sukun. (Sumber: Pexels | Foto: Quang Nguyen Vinh)
Ayo Netizen 06 Nov 2026, 08:49

Ngopi Tahun 1980-an

Banyak warung kopi sederhana yang menjadi tempat mangkal untuk menikmati secangkir kopi tubruk di Kota Bandung pada dekade tahun 1980-an.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:21

Potensi Hutan Babakan Siliwangi Bandung sebagai Destinasi Wisata

Bandung menjadi salah satu kota yang masih memiliki hutan kota. Hutan Babakan Siliwangi Bandung berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, selain penyeimbang udara bersih dari polusi.

Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:09

Karhutla dan Kabut Asap Menjadi Berita Utama Surat Kabar Daerah-Nasional hingga Internasional

Besarnya perhatian terhadap bencana ekologis tercermin dari pemberitaan berbagai surat kabar daerah, nasional, hingga internasional.

Sejumlah surat kabar daerah yang menyoroti peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 19:08

Dari Papua ke Jawa Barat: Karhutla dan Peran Warga Bandung

Dari karhutla Papua hingga kejadian di Bandung, mari jaga lingkungan lewat 4 langkah sederhana pencegahan kebakaran di sekitar rumah.

Ilustrasi kebakaran hutan di Papua. (Sumber: AI Generator | Foto: Ilustrasi AI)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 18:23

Hanya Sepekan: Asap Karhutla Kembali Penuhi Langit Palangkaraya

Baru saja genap sepekan langit Palangka Raya bersih karena sudah turun hujan. Namun kabar baik tersebut tidak berlangsung lama setelah pembakaran hutan kembali terjadi.

Asap Karhutla kembali penuhi langit Palangkaraya. (Sumber: Instagram| info.kalteng)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 17:25

10 Netizen Terpilih Oktober 2026: Menangkap Isu Hujan, Bencana, dan Wajah Kota Bandung

10 penulis terbaik Ayo Netizen Oktober 2026 diumumkan. Dari isu hujan dan bencana hingga wajah kota Bandung, total hadiah Rp1,5 juta.

Banjir yang menggenangi Jalan Raya Pluto, Margahayu, Kota Bandung, Rabu 14 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 16:45

Apakah Buku Fisik Mulai Menjadi Bagian dari Masa Lalu?

Analisis kebiasaan membaca digital mahasiswa Indonesia beserta tiga keterbatasan data yang perlu dicermati sebelum menyimpulkan nasib buku cetak.

Contoh buku fisik berjudul Pride and Prejudice karya Jane Austen. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Dila Ananda Pratama)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 13:57

Menemukan Manisnya Ketan Susu Bang Zul, Hidden Gem Kuliner di Ujung Berung

Ketan Susu Bang Zul, salah satu hidden gem kuliner di Ujung Berung, Bandung. Sajian ketan susu dengan beragam topping, menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur yang menggugah selera.

Ketan Susu Bang Zul. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 12:24

Éling ka Wiwitan, Sadar ka Wekasan: Membangun Bandung Tangguh Bencana

Kota tangguh bencana tidak dibangun ketika bencana datang, melainkan jauh sebelumnya melalui kesadaran mengenali risiko dan keberanian melakukan mitigasi.

Pembangunan kota harus dimulai dengan kesadaran bersama terhadap risiko bencana. (Sumber: pexels | Foto: alfian light)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 11:11

Lagu ‘Halo-Halo Bandung’ Kala Persib Tandang di Negeri Orang

Tanpa harus merencanakan sebuah pertunjukan kebudayaan, para bobotoh Persib membawa salah satu simbol sejarah Bandung ke hadapan publik internasional.

Pemain Persib merayakan kemenangan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 07:57

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor: Merawat Welas Asih dari Jalanan

Di tengah rezim yang sewenang-wenang, Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor kembali menyatukan suara korban yang diabaikan dan menjaga nyala welas asih sebagai napas panjang perlawanan di jalanan.

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor di Braga, 29 Agustus 2026 (Foto: Iqa Kinanti Nandakasih)
Mitra 04 Nov 2026, 20:29

Dari 475 Pendaftar, 35 Jurnalis Terpilih Raih Beasiswa S2 BRI Fellowship Journalism 2026

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026.

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026. (Sumber: Dok. BRI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 19:59

Setelah Kedua Arca Kebun Binatang Ditemukan, Lantas Apa dan Bagaimana?

Berbulan-bulan lamanya kita seolah sibuk mencari, lalu apa? Kenapa kita mencari? Apa yang kita cari? Apa bedanya saat "hilang" dan saat sudah ditemukan jika perlakuan terhadapnya tak banyak berubah?

(Ilustrasi Arca) Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:40

Bagaimana Album Tigapagi Menjaga Nyala Ingatan Kolektif di Nusantara Dharma Book Festival 7.0

Di hadapan Indonesia yang kian karut-marut, penampilan Tigapagi di NDBF 7.0 menjadi ruang merawat akal sehat dan luka sejarah, mengajak kita menatap trauma tanpa kehilangan harapan untuk bertahan.

Penampilan Tigapagi pada malam penutupan Nusantara Dharma Book Festival 7.0 (Sumber: NDBF 7.0 | Foto: Tim dokumentasi NDBF 7.0)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:11

Bandung dan Hujannya yang Selalu Bikin Was-Was

Bandung di musim hujan memang memberikan kesegaran udara tapi selalu menunjukkan was-was karena menyebabkan banjir dan potensi kehilangan nyawa.

Kondisi  Langit Bandung menjelang Hujan di Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 15:19

Review Film The Love Hypothesis: Film Rom-com Kampus yang Menguji Cinta

Review film The Love Hypothesis yang memadukan pola fake dating dan grumpy x sunshine dengan latar akademik. Meski alurnya mudah ditebak, kedekatan tokohnya tetap menghibur.

Poster Film The Love Hypothesis. (Sumber: Primevideo)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 14:12

Jabar Juara Judol, Sungguh Memprihatinkan dan Mencemaskan

Besarnya jumlah pemain judol di Jabar semakin terasa ketika melihat duit yang terlibat. Sepanjang tahun 2024, ditaksir deposit judol di Jabar mencapai Rp5,97 triliun.

Ilustrasi judi online. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:39

Ironi-Ironi dalam Nikah Siri

Refleksi pernikahan siri di Indonesia.

irono-Ironi dalam Nikah Siri (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:15

Istilah Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Pelajari istilah besar guncangan gempa bumi dalam Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta. Temukan kekayaan kosakata tradisional untuk tingkatan getaran bencana alam kuno Nusantara di sini!

Gempa Bumi Dahsyat (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)