Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

6 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)

Bandung Raya, yang dikelilingi oleh pegunungan indah, menyimpan potensi bahaya geologi yang besar. Di balik pesona alamnya yang menakjubkan, terdapat ancaman nyata dari aktivitas vulkanik aktif. Letusan gunung berapi di wilayah ini dapat terjadi kapan saja. Hal tersebut berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan merusak infrastruktur penting secara masif.

Keberadaan Gunung Tangkubanparahu dan sesar aktif menjadi sumber risiko utama bagi masyarakat. Sejarah mencatat bahwa aktivitas vulkanik di kawasan ini memiliki daya hancur yang sangat luar biasa. Masih banyak warga lokal maupun wisatawan yang belum sepenuhnya menyadari besarnya risiko bencana ini. Akibatnya, tingkat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat masih tergolong sangat rendah.

Artikel ini hadir untuk mengupas tuntas karakteristik dan dampak ngeri dari ancaman vulkanik. Melalui pemahaman yang mendalam mengenai mitigasi bencana, kita dapat menekan risiko kerugian materiil. Mari kita tingkatkan kewaspadaan bersama demi keselamatan masa depan wilayah Bandung Raya. Selamat membaca dan mari peduli terhadap keselamatan lingkungan sekitar kita.

Bahaya Utama dari Letusan Gunung Berapi

Bahaya utama dari letusan gunung berapi dibagi menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan waktu terjadinya, yaitu bahaya primer (langsung saat letusan) dan bahaya sekunder (setelah atau saat letusan akibat material luar).

Bahaya Primer (langsung saat letusan)

  1. lontaran material pijar, batuan pijar dan bom vulkanik yang dilontarkan secara eksplosif dari kawah dan membahayakan area di sekitar pusat aktivitas.
  2. awan panas (piroklastik), campuran material vulkanik (batuan, abu, lava) dan gas bersuhu sangat tinggi (300–700°C) yang mengalir menuruni lereng dengan kecepatan tinggi (>70 km/jam), sangat mematikan dan merusak apa saja yang dilewatinya.
  3. lava (leleran magma), magma cair bersuhu sangat tinggi yang keluar ke permukaan bumi, membakar dan merusak infrastruktur serta vegetasi di jalur alirannya.
  4. gas beracun, pelepasan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO₂), hidrogen sulfida (H₂S) dan hidrogen klorida (HCl) dari dalam perut bumi yang dapat mengancam pernapasan.

Bahaya Sekunder (susulan/dampak lanjutan)

  1. hujan abu vulkanik pekat, material halus berukuran mikroskopis yang mengandung silika tajam. Abu ini dapat merusak atap bangunan, mencemari sumber air bersih, mengganggu pernapasan serta melumpuhkan jalur penerbangan
  2. banjir lahar dingin, campuran air hujan, abu dan material vulkanik di lereng yang mengalir deras menyusuri sungai-sungai, menghanyutkan jembatan, rumah dan fasilitas umum.
  3. tsunami dan longsor, letusan bawah laut atau runtuhnya tubuh gunung akibat aktivitas vulkanik dapat memicu gelombang tsunami atau longsoran puing besar.
  4. kelaparan dan lumpuhnya ekonomi, abu tebal yang menutupi ribuan hektar sawah merusak tanaman padi dan menyebabkan ancaman kelaparan serta krisis ekonomi jangka panjang bagi ratusan ribu pengungsi.

Sebagai contoh: tinggi kolom abu letusan Gunung Galunggung yang mencapai 31 hingga 35 kilometer menjadi ancaman mematikan bagi transportasi udara. Partikel mikro gelas vulkanik pada abu dapat meleleh di dalam mesin jet dan mematikan turbin seketika. Peristiwa terkenal terjadi saat pesawat British Airways Penerbangan 9 (1982) mengalami mati mesin total di udara setelah tidak sengaja menembus awan abu Galunggung, diikuti insiden serupa oleh Singapore Airlines.

Penyakit dan Gangguan Kesehatan Akibat dari Letusan Gunung Berapi

Penyakit utama akibat debu atau abu vulkanik meliputi gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), bronkitis, asma hingga silikosis dan iritasi mata.

Dampak Kontak Fisik Luar (paling cepat terjadi)

  1. konjungtivitis/iritasi mata, peradangan atau rasa perih dan merah pada mata karena gesekan partikel debu.
  2. iritasi kulit, kulit kemerahan, gatal atau dermatitis akibat kontak langsung dengan debu.

Gangguan Saluran Pernapasan Akut (jangka pendek)

  1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), penyakit paling umum akibat partikel debu halus yang masuk ke hidung dan tenggorokan.
  2. bronkitis akut, peradangan pada saluran bronkus yang membawa udara ke paru-paru.
  3. asma, penyakit saluran napas yang mudah kambuh atau memburuk saat menghirup debu vulkanik.

Penyakit Paru-Paru Kronis (paparan jangka panjang)

  1. silikosis, kerusakan paru-paru akibat paparan debu silika dalam jangka panjang.
  2. Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis, penyakit paru akibat inhalasi debu vulkanik atau silika.

Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis, adalah kata yang diciptakan oleh presiden National Puzzlers' League saat itu, Everett M. Smith, sebagai sinonim untuk penyakit yang dikenal sebagai silikosis. Ini adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris yang diterbitkan dalam kamus Oxford Dictionaries, yang mendefinisikannya sebagai "kata panjang buatan yang berarti penyakit paru-paru yang disebabkan oleh menghirup debu vulkanik yang sangat halus"

Silikosis adalah suatu bentuk penyakit paru akibat kerja yang disebabkan oleh menghirup debu silika kristalin atau abu silika dan ditandai dengan peradangan dan jaringan parut berupa lesi nodular di lobus atas paru-paru. Ini adalah jenis pneumokoniosis dan dikenal di Inggris sebagai paru-paru hitam. Kata pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis diciptakan pada 23 Februari 1935.

Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis adalah kata terpanjang dalam bahasa Inggris. Kata tersebut dapat dianalisis seperti ini:

  1. Pneumono, dari Bahasa Yunani Kuno (pneúmōn) yang berarti paru-paru
  2. ultra, dari Bahasa Latin, yang berarti melampaui
  3. micro dan scopic, dari Bahasa Yunani Kuno, yang berarti tampak kecil, mengacu pada kehalusan partikel
  4. silico-, dari Bahasa Latin, silikon, mengacu pada debu silikat
  5. volcano, dari Bahasa Latin, mengacu pada debu vulkanik
  6. coni, dari Bahasa Yunani Kuno (kónis) yang berarti debu
  7. -osis, dari Bahasa Yunani Kuno, akhiran untuk menunjukkan kondisi medis

Daftar Nama Gunung Berapi di Jawa Barat dan Banten

Bandung Raya

  1. Gunung Malabar (2.343 mdpl) – stratovulkano, gunung berapi nonaktif/purba
  2. Gunung Patuha (2.434 mdpl) – stratovulkano, gunung berapi aktif/istirahat (Tipe B)
  3. Gunung Tangkubanparahu (2.084 mdpl) – stratovulkano, gunung berapi aktif (Tipe A)
  4. Gunung Wayang (2.198 mdpl) – kubah lava, gunung berapi aktif/istirahat (Tipe B)
  5. Gunung Windu (2.182 mdpl) – kubah lava, gunung berapi aktif/istirahat (Tipe B)

Di Luar Bandung Raya

Banten

  1. Gunung Karang (1.778 mdpl) – stratovulkano
  2. Gunung Krakatau (813 mdpl) – kaldera
  3. Gunung Pulosari (1.346 mdpl) – stratovulkano

Bogor – Cianjur - Sukabumi

  1. Gunung Gede (2.958 mdpl) – stratovulkano
  2. Gunung Kendang (2.608 mdpl) – stratovulkano
  3. Gunung Kiaraberes Gagak (1.511 mdpl) – stratovulkano
  4. Gunung Pangrango (3.019 mdpl) – stratovulkano non aktif
  5. Gunung Perbakti (1.699 mdpl) – stratovulkano
  6. Gunung Salak (2.211 mdpl) – stratovulkano

Garut

  1. Gunung Guntur (2.249 mdpl) – kompleks
  2. Gunung Kamojang (1.730 mdpl) – gunung berapi aktif/istirahat (Tipe B)
  3. Gunung Karahabodas (1.155 mdpl) – fumarol
  4. Gunung Talagabodas (2.201 mdpl) – stratovulkano

Tasikmalaya

  1. Gunung Galunggung (2.168 mdpl) – stratovulkano

Kuningan - Majalengka

  1. Gunung Ciremai (3.078 mdpl) – stratovulkano

Sumedang

  1. Gunung Tampomas (1.684 mdpl) – stratovulkano

Kesadaran dan kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman letusan gunung berapi di Bandung Raya. Kita tidak bisa memprediksi secara pasti kapan bencana besar akan melanda wilayah ini. Oleh karena itu, edukasi mengenai mitigasi harus terus digalakkan secara konsisten kepada seluruh lapisan masyarakat demi meminimalkan risiko korban jiwa.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun sistem mitigasi yang tangguh. Penyediaan jalur evakuasi yang jelas serta simulasi bencana berkala merupakan langkah konkret yang harus segera dioptimalkan. Jangan sampai keindahan alam Bandung membuat kita terlena dan melupakan potensi bahaya yang mengintai di bawah permukaan bumi.

Mari jadikan pengetahuan dari artikel ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan bersama. Menjaga keselamatan diri dan keluarga adalah tanggung jawab kolektif yang tidak boleh diabaikan. Semoga Bandung Raya selalu aman, lestari dan warganya semakin siap menghadapi segala tantangan alam di masa depan yang tidak terduga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)