Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

4 menit baca
Mulki Alifa Hakim
Ditulis oleh Mulki Alifa Hakim diterbitkan
ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)

Stoisisme menjadi salah satu filosofi yang banyak dibicarakan belakangan ini, terutama di kalangan Gen Z. Salah satu alasannya adalah karena filosofi ini membantu kita menghadapi tekanan kehidupan, mulai dari masalah pekerjaan, perkuliahan, hingga hubungan sosial. Stoisisme mengajak kita memahami bahwa tidak semua hal berjalan sesuai keinginan dan tidak semuanya berada dalam kendali kita. Alih-alih larut dalam kemarahan, kesedihan, atau kekecewaan, kita diajak belajar menyikapi keadaan dengan lebih bijaksana.

Sejarah Singkat tentang Stoicisme

Stoisisme merupakan aliran filsafat yang berasal dari Yunani Kuno dan berkembang sekitar abad ketiga sebelum Masehi. Filosofi ini kemudian semakin dikenal melalui pemikiran sejumlah tokoh, seperti Epictetus, Seneca, dan Marcus Aurelius.

Ketiganya memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda. Epictetus pernah hidup sebagai budak sebelum akhirnya dikenal sebagai seorang filsuf. Seneca merupakan filsuf sekaligus penulis yang pernah menjadi penasihat Kaisar Romawi. Sementara itu, Marcus Aurelius adalah seorang kaisar Romawi yang juga dikenal melalui catatan pemikirannya tentang kehidupan dan cara mengendalikan diri.

Meski memiliki latar belakang yang berbeda, ketiga tokoh tersebut dikenal melalui pemikiran mereka tentang bagaimana manusia menghadapi kehidupan.

Prinsip dasar dalam stoicisme

Salah satu prinsip penting dalam stoisisme adalah dichotomy of control, yaitu membedakan hal-hal yang berada dalam kendali kita dan hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Kita bisa mengendalikan usaha yang kita lakukan, keputusan yang kita ambil, serta bagaimana kita merespons suatu keadaan. Namun, kita tidak bisa sepenuhnya mengendalikan pendapat orang lain, hasil akhir dari setiap usaha, atau kejadian yang sudah telanjur terjadi.

Misalnya, ketika mendapatkan nilai ujian yang tidak sesuai harapan, kita mungkin merasa kecewa karena sudah belajar dengan sungguh-sungguh. Perasaan itu wajar. Namun, setelah hasilnya keluar, kita tidak bisa mengubah nilai tersebut hanya dengan terus menyesalinya. Hal yang masih bisa kita lakukan adalah mengevaluasi cara  belajar, memahami kesalahan, dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk ujian berikutnya.

Salah satu hal yang sering kali menjadi perhatian kita adalah penampilan diri, di media sosial, kita sering menjumpai standar “good looking” tertentu yang membuat seseorang merasa penampilannya kurang menarik hanya karena tidak sesuai dengan standar tersebut, kita tidak bisa menentukan apa yang orang lain nilai kepada kita, tetapi bukan berarti kita harus terus-menerus mengubah diri demi mendapatkan pengakuan dari mereka. Pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang bagaimana masyarakat memandang kita, tetapi juga tentang bagaimana kita memandang dan menghargai diri sendiri. Kita boleh berusaha merawat diri dan memperbaiki penampilan, tetapi jangan sampai penilaian orang lain menjadi satu-satunya alasan kita merasa berharga. Dalam hal ini, Stoicism mengajak kita untuk lebih fokus pada hal yang bisa kita kendalikan, termasuk cara kita memperlakukan diri sendiri dan bagaimana kita menyikapi pendapat orang lain.

Meski sering dikaitkan dengan ketenangan, stoisisme bukan berarti kita menyembunyikan perasaan setiap kali menghadapi masalah. Merasa sedih setelah mengalami kegagalan, marah ketika diperlakukan tidak adil, atau cemas menghadapi masa depan merupakan hal yang manusiawi.

Yang perlu dipelajari adalah bagaimana menghadapi perasaan tersebut tanpa membiarkannya mengambil alih seluruh keputusan kita. Kita bisa memberi waktu kepada diri sendiri untuk merasa sedih, mengambil jeda ketika sedang marah, atau membicarakan masalah dengan orang yang dipercaya saat merasa kewalahan.

Stoicism juga menekankan pentingnya menerima kenyataan. Dalam hidup, tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana.

Prinsip lain dalam Stoicism adalah bahwa kebahagiaan tidak semestinya hanya bergantung pada kekayaan, barang yang dimiliki, atau pengakuan dari orang lain. Memiliki materi dan menikmati kenyamanan hidup bukanlah sesuatu yang salah. Namun, masalah bisa muncul ketika kita menjadikan semua itu sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan dan keberhasilan.

Kita mungkin pernah merasa ingin membeli barang tertentu karena sedang populer, merasa tertinggal ketika melihat pencapaian orang lain di media sosial, atau merasa hidup kita kurang berhasil karena belum memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain. Tanpa disadari, kebiasaan membandingkan diri seperti ini bisa membuat kita terus merasa kurang, meskipun sebenarnya kita sudah memiliki banyak hal yang patut disyukuri.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari

Stoicism bisa diterapkan ketika kita merasa khawatir tentang masa depan. Terkadang, kita terlalu sibuk memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi hingga lupa bahwa ada hal-hal yang bisa kita usahakan mulai dari sekarang. Daripada terus-menerus mencemaskan apa yang akan terjadi, kita bisa berfokus melakukan yang terbaik untuk mencapai masa depan yang kita inginkan.

Pada akhirnya, Stoisisme bukan tentang menghilangkan semua emosi atau membuat hidup selalu berjalan sesuai keinginan. Filosofi ini mengajak kita untuk memahami perasaan, menerima hal-hal yang tidak bisa diubah, dan tetap berusaha melakukan apa yang masih berada dalam kendali kita. Sebab, menjalani hidup dengan bijaksana bukan berarti mengendalikan segala sesuatu, melainkan mengetahui kapan harus berusaha dan kapan harus menerima. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)