Filsafat Seni Islam

3 menit baca
Iwan Yuswandi
Ditulis oleh Iwan Yuswandi diterbitkan
Ilustrasi karya seni yang islami. (Sumber: Pexels/Andreea Ch)
Ilustrasi karya seni yang islami. (Sumber: Pexels/Andreea Ch)

Kursi dan meja-meja di sudut kafe yang terbuka tampak basah diguyur hujan lebat. Bukit-bukit yang biasanya tampak memukau dari tempat kami duduk, perlahan mulai gelap dan berkabut. Tiba-tiba kawanku menunjuk pada sebuah patung yang diletakkan di sudut datar, di antara pertemuan dua tangga yang membentuk huruf L.

Patung itu terbuat dari kayu tua berbentuk wajah manusia, khas patung primitif dari Nusantara. Kawanku merasa bahwa patung itu sedikit menakutkan, ekspresinya seperti mengandung aura mistis. Ditambah penerangan lampu di sudut tangga lebih redup dibanding yang lainnya.

Bicara soal patung, saya teringat sebuah buku yang baru saja selesai dibaca. Buku itu berjudul Filsafat Seni Islam, yang ditulis oleh Fahruddin Faiz terbitan Mizan Pustaka. Buku itu mengajak kita melihat seni dari sudut pandang Islam. Penulis menyuguhkan empat tokoh intelektual Islam level dunia yang masih relevan: Ismail Raji al-Faruqi (1921–1986), Seyyed Hossein Nasr (1933–sekarang), Muhammad Iqbal (1877–1938), dan Hazrat Inayat Khan (1882–1927).

Ismail Raji al-Faruqi dan Seyyed Hossein Nasr bicara tentang konsekuensi ketauhidan seorang muslim sebagai pondasi bagi para pelaku seni. Seni harus menjadi jalan bagi seorang muslim untuk mencapai keimanan. Intinya, baik dan buruknya sebuah karya seni itu bukan pada medianya, tapi pada tujuannya. Ini berlaku pada semua bidang seni, baik musik, tari, rupa, teater, dan lain sebagainya.

Kalau al-Faruqi dan Nasr menekankan pondasi ketauhidan, lain lagi dengan Muhammad Iqbal. Ia seolah ingin menegaskan bahwa seni lukis modern itu seharusnya lahir dari dunia Islam. Sebab dalam Islam ada larangan untuk menggambar bentuk-bentuk realis, terutama patung. Menurut Iqbal, aturan itu justru merupakan kesempatan bagi para pelaku seni untuk mencari bentuk-bentuk non-realis (anti-mimesis) dalam mengekspresikan diri.

Bentuk-bentuk non-realis inilah yang dianggap lebih mampu menjangkau ranah-ranah spiritual yang tak terjangkau, sebagaimana tujuan utama seni Islam. Seni Islam harus menjadi jembatan dari sesuatu yang rumit dan dogmatis menjadi lebih sederhana dan punya fungsi kebermanfaatan.

Bukankah aliran Kubisme yang digagas oleh Pablo Picasso (1881–1973) sangat relevan dengan apa yang ditafsirkan oleh Iqbal? Picasso sedang mengkritik zamannya di masa modern awal, ketika dampak Revolusi Industri gelombang kedua membentuk perilaku orang seperti robot. Di sini tampak jelas bahwa seni bisa lahir dari keterbatasan, sekaligus menjadi kritik sosial yang kuat.

Instalasi seni WOT BATU. (Sumber: Wikimedia Commons/Christinetoelle)
Instalasi seni WOT BATU. (Sumber: Wikimedia Commons/Christinetoelle)

Di tanah air, kita punya perupa andal, Sunaryo. Kita bisa melihat karya instalasi WOT BATU—sebuah taman dengan konsep masa lalu dan masa kini. WOT BATU adalah sebuah karya instalasi yang lepas dari bentuk-bentuk mimesis, konsep berhenti sejenak dari keriuhan kehidupan modern.

Di sebelah kanan taman instalasi merupakan taman batu yang menggambarkan asal-muasal peradaban manusia. Sementara, sebelah kiri adalah bangunan modern dengan media kaca sebagai simbol kehidupan modern. Inilah seni yang punya kebermanfaatan sekaligus bisa menghadirkan pengalaman batin yang sulit dijelaskan.

Tokoh terakhir adalah Hazrat Inayat Khan. Ia lahir dari keluarga muslim yang juga berdarah seni, terutama musik. Sehingga Inayat Khan lebih tertarik pada musik sebagai jalan menuju kehidupan spiritualnya. Menurut Inayat Khan, alam semesta adalah sebuah orkestrasi musik dalam konsep makrokosmos. Begitupun dengan manusia, juga merupakan orkestrasi musik dalam konsep mikrokosmos.

Alam semesta adalah orkestrasi musik alam yang menciptakan harmoni dan keseimbangan. Sehingga jika ada satu saja unsur alam yang terganggu, maka orkestrasi alam akan terganggu. Banjir, longsor, angin, kebakaran hutan adalah dampak dari terganggunya harmoni dari orkestrasi alam.

Baca Juga: Seni Menggunakan Huruf Miring dalam Bahasa Indonesia

Begitupun jika tubuh kita sakit, itu artinya harmoni dalam orkestrasi tubuh kita terganggu. Cobalah rasakan detak jantung kita yang teratur, jika ritmenya terganggu maka kita akan menderita sakit yang disebut aritmia. Detak jantung menjadi tidak teratur, tidak sesuai ritme ketukan seperti halnya musik.

Menurut Inayat Khan, musik adalah seni yang tidak bisa dilihat wujudnya; ia masuk melewati telinga lalu masuk ke dalam hati. Untuk itu, musik lebih masuk akal bisa mewakili perasaan yang tidak terwakilkan oleh bentuk apa pun. Bukankah Tuhan juga sesuatu yang tidak bisa disamakan dengan bentuk apa pun? Tetapi semua itu perlu syarat level kemampuan kita untuk mendengarkan getaran-getaran musikal dalam diri kita maupun di alam semesta. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)