Menilai Pendidikan Barak ala Dedi Mulyadi dari Konsep Murobbi Islam

4 menit baca
Habib Fauzan Syah
Ditulis oleh Habib Fauzan Syah diterbitkan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Pendidikan barak ala Dedi Mulyadi sedang populer di bahas belakangan. Sudah pasti ada pro dan kontra. Namun bagaimana konsep tersebut dari sudut pandang Islam?

Pendidikan dalam Bahasa Arab adalah tarbiyah. Sedangkan tarbiyah dalam Kamus Mu'Jam Al-Ghoni memiliki Arti رَبَّى وَلَدَهُ تَرْبِيةً عِلْمِيَّةً: Ia mendidik anaknya secara ilmiah; mengajarinya, membesarkannya dengan pendidikan ilmiah, mendisiplinkannya.

Pendidikan anak adalah amanah besar dalam Islam. Tugas ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga masyarakat dan lingkungan.

Mendidik anak mencakup pembinaan akhlak, pengembangan potensi diri, serta penanaman nilai-nilai agama sejak usia dini.

Salah satu bentuk pendidikan yang belakangan ini dibahas adalah pendidikan dengan pendekatan barak militer. Pendekatan ini mengusung nilai kedisiplinan dan ketangguhan. Namun, apakah sesuai dengan ajaran Islam? Dan bagaimana peran murobbi dalam pendekatan semacam ini?

Pendidikan Anak dalam Islam

Islam sangat menekankan pentingnya pendidikan sejak dini. Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas orang-orang yang berada dalam pengawasannya. Dalam hadis disebutkan:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."

(HR. Bukhari, no. 893; Muslim, no. 1829)

Hadis ini menjadi dasar utama dalam tanggung jawab pendidikan, khususnya pada anak-anak. Anak adalah amanah yang harus dibimbing dengan penuh kesungguhan, kelembutan, dan perhatian. Konsep murobbi dalam Islam lebih luas dari sekadar pengajar—dia adalah pendidik yang membentuk kepribadian dan akhlak anak secara menyeluruh.

Barak Militer sebagai Metode Pendidikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah baju putih). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah baju putih). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Konteks ini terkait dengan gaya pendidikan yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat kini. Barak militer sebagai tempat pembinaan fisik dan mental sering dikaitkan dengan disiplin, kepatuhan, dan kekuatan mental. Beberapa lembaga pendidikan mencoba menerapkan pendekatan militer ini kepada anak-anak untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Dalam prakteknya, anak-anak dibentuk untuk taat aturan, bangun pagi, disiplin waktu, dan menjalani kegiatan fisik secara teratur.

Namun, pendekatan ini menuai pro dan kontra. Di satu sisi, barak militer dapat menanamkan kedisiplinan yang kuat. Namun di sisi lain, pendekatan keras berisiko mematikan kreativitas dan menekan psikologis anak, terutama jika tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Islam mengakui pentingnya kedisiplinan, tetapi juga menekankan kasih sayang. Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّ اللهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ

"Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan."

(HR. Bukhari, no. 6024; Muslim, no. 2165)

Dari hadis ini, kita memahami bahwa pendidikan tidak boleh hanya menekankan kerasnya disiplin, tetapi harus disertai kelembutan dan perhatian terhadap kondisi emosional anak.

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Peran Murobbi dalam Pendidikan Militer

Dalam Islam, murobbi adalah sosok pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai, membimbing akhlak, dan menjadi teladan. Pendidikan dengan pendekatan barak militer bisa diterima jika prinsip-prinsip tarbiyah Islamiyah tetap dijalankan. Seorang murobbi di lingkungan militer harus menjadi teladan dalam kesabaran, akhlak, dan pemahaman atas fitrah anak.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

(HR. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, no. 273; dishahihkan oleh Al-Albani)

Hadis ini menegaskan bahwa misi utama pendidikan adalah pembentukan akhlak. Seorang murobbi harus mampu menghadirkan suasana pendidikan yang membentuk karakter anak, bukan sekadar memaksa ketaatan.

Baca Juga: Cara Baru Menulis di Ayobandung.id, Tak Perlu Kirim Tulisan ke Email

Pendidikan Holistik: Fisik, Akal, dan Ruhani

Islam mengajarkan pendidikan yang menyentuh semua aspek kehidupan anak—jasmani, akal, dan rohani. Mendidik hanya dari sisi fisik dan kedisiplinan tidak cukup. Barak militer bisa digunakan sebagai alat untuk memperkuat karakter jika tetap menjaga keseimbangan unsur-unsur pendidikan lainnya.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

"Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat mereka berusia tujuh tahun. Dan pukullah mereka (dengan cara mendidik, bukan menyakiti) bila tidak mau shalat saat berusia sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka."

(HR. Abu Dawud, no. 495; Ahmad, no. 6650)

Hadis ini menunjukkan bahwa metode pendidikan berbeda tergantung usia. Disiplin diperkenalkan secara bertahap, bukan dengan cara ekstrem sejak dini. Maka, pendekatan militer untuk anak-anak harus mempertimbangkan usia dan kesiapan mental mereka.

Keseimbangan Disiplin dan Kasih Sayang

Pelajar SMA di barak militer Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Pelajar SMA di barak militer Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)

Konsep murobbi adalah figur yang seimbang antara ketegasan dan kasih sayang. Anak-anak butuh bimbingan yang tegas, tetapi juga penuh cinta. Barak militer bisa memberikan pelatihan mental dan fisik, namun tidak boleh menggantikan peran murobbi sejati yang membentuk batin dan jiwa anak.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ

"Barang siapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi."

(HR. Bukhari, no. 5997; Muslim, no. 2319)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang adalah inti dari pendidikan Islam. Mendidik dengan kekerasan atau tekanan berlebihan bisa menghilangkan fitrah cinta dalam hati anak.

Pendidikan anak melalui pendekatan barak militer dapat diterima dalam Islam selama memenuhi prinsip tarbiyah Islamiyah, yaitu keseimbangan antara disiplin, akhlak, dan kasih sayang. Pendidikan tidak boleh hanya fokus pada aspek fisik dan ketaatan formal. Islam menekankan peran murobbi yang membimbing anak sesuai usia, dengan pemahaman psikologis dan ruhani yang dalam. (*)

Artikel ini dibuat sekadar menyampaikan pandangan terkait pendidikan anak melalui barak militer. Bukan untuk menghasut apa lagi memecah belah, sedikit pun tidak ada narasi seperti itu.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)