Cara Baru Menulis di Ayobandung.id, Tak Perlu Kirim Tulisan ke Email

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Ayobandung.id menyediakan fitur baru untuk penulis di kanal AYO NETIZEN. (Sumber: Pexels/Christina Morillo)
Ayobandung.id menyediakan fitur baru untuk penulis di kanal AYO NETIZEN. (Sumber: Pexels/Christina Morillo)

AYOBANDUNG.ID -- Kamu yang gemar menulis kini mendapat kemudahan untuk menerbitkan karya di Ayobandung.id.

Setiap harinya tim redaksi Ayobandung.id menerima banyak tulisan dari pembaca untuk kemudian diterbitkan di kanal AYO NETIZEN.

Sebagai apresiasi, Ayobandung.id pun memberikan total hadiah Rp1,5 juta untuk enam tulisan orisinal terbaik.

Jika sebelumnya kamu harus mengirim tulisan dan syarat-syarat pelengkap melalui surel atau email, kini kamu dapat langsung menulis di dashboard khusus.

Silakan buka tab baru sembari mengikuti tutorial di bawah ini. Boleh memakai laptop/PC ataupun gawai (ponsel pintar/tablet)

Mendaftar Akun dengan laptop/PC

1. Log in

Buka situs Ayobandung.id di tab baru peramban. Lalu:

  • Klik tanda akun > klik "Log in"

2. Daftar Akun

Untuk daftar akun di Ayobandung.id, kamu dapat melalui dua cara:

  • "Cara 1" dengan langsung masuk memakai akun Google
  • "Cara 2" dengan mendaftar lewat email

Cara 1: Mendaftar dengan Akun Google

Langsung klik perintah di atas "Login with Google".

Pun kamu dapat klik "Sign up" terlebih dahulu, kemudian pilih "Register with Google".

Klik akun Google yang ingin didaftarkan.

Setelah memilih akun Google, klik lanjutkan. Kamu akan diarahkan ke dasboard penulis.

Cara 2: Mendaftar dengan Email

Jika kamu ingin mendaftar dengan email, terlebih dahulu klik "Sign up".

Setelah itu lengkap kolom-kolom yang tersedia:

  • Nama depan dan belakang
  • alamat surel
  • Buat password dan confirm

Lalu klik "Sign Up".

Kamu akan mendapatkan pemberitahuan tersebut. Silakan cek email.

Sekarang kamu hanya perlu klik "Verifikasi Sekarang". Kemudian kamu akan diarahkan ke Dasboard penulis.

Mendaftar dengan Ponsel Pintar/Tablet

Proses mendaftar akun Ayobandung.id dengan gawai hampir mirip dengan PC/laptop. Hanya saja, ada beberapa tampilan yang berbeda di halaman pembuka.

Untuk mendaftar, klik terlebih dahulu tombol "Menu" di bagian kanan atas.

Lantas klik "Login".

Setelahnya kamu dapat mengikuti panduan mendaftar sebagaimana penjelasan untuk PC/laptop. Baik menggunakan akun Google ataupun dengan surel. Tampilannya tidak jauh berbeda.

Selesaikan dan kamu akan kembali ke halaman pembuka Ayobandung.id. Namamu akan muncul sebagai bukti pendaftaran telah behasil.

Sampai di sini kamu telah berhasil mendaftarkan akun, lewat PC/laptop dan gawai. Namun, kamu hanya dapat berkomentar, belum bisa menulis artikel.

Untuk berkontribusi, kamu perlu mendaftar dulu sebagai penulis Ayobandung.id.

Daftar sebagai Penulis Ayobandung.id

Meski tampilan situs di PC/laptop dan smartphone/tablet beda tata letak, tapi kolom-kolom yang disediakan masih sama. Jadi mudah dipahami.

Silakan isi dahulu profil akunmu di Ayobandung.id. Unggah foto yang keren sampai ulasan singkat "Bio" yang mantap.

Lalu klik "Register Now" agar kamu dapat mengisi form resmi sebagai calon penulis Ayobandung.id.

Karena Ayobandung.id senantiasa memberikan apresiasi rutin per bulan untuk penulis, kamu perlu melengkapi data diri resmi, seperti nomor NPWP sampai mengunggah KTP.

Ini untuk persyaratan jika kamu memenangkan total hadiah Rp1,5 juta sebagai penulis di kanal AYO NETIZEN.

Setelah kamu telah melengkapi persyaratan dan klik "Submit", tim redaksi akan memantaunya. Jika kamu memenuhi syarat, makan akan muncul notifikasi "Appropved" sebagai penulis.

Mulai Menulis lewat Smartphone ataupun Laptop

Sekarang kamu sudah terdaftar sebagai penulis Ayobandung.id. Langkah selanjutnya ialah memulai petualanganmu di dunia aksara.

Di gawai, tampilannya seperti di atas. Kamu cukup mengetuk tombol "Profile". Lalu nanti akan muncul pilihan menu "Article".

Pada Menu "Article" Kemudian klik "New Article" untuk mulai menulis.

Silakan menulis dengan mengisi semua kolom sesuai perintah di atas. Selesai menulis? Klik tombol "Save" di bagian kiri paling bawah.

Ingat, untuk mengirim artikel agar ditinjau seleksi oleh editor Ayobandung.id, pastikan statusnya "Send to REVIEW".

Kamu sekarang telah selesai menulis. Tapi bagaimana nasib tulisanmu? Apakah dimuat? Apakah Ditolak? Apakah harus direvisi?

Kamu dapat memantau status tulisanmu di menu "Article". Setiap tahapan dari redaksi Ayobandung.id akan muncul di notifikasi. Bila tulisanmu telah dimuat dapat terlihat status "Publish" akan bertambah.

Kamu pun dapat meninjau di situs Ayobandung.id, apakah tulisanmu muncul di halaman utama pun kanal AYO NETIZEN.

Selain itu, kamu dapat mengklik namamu sebagai penulis untuk melihat tampilan foto dan daftar tulisan yang telah dimuat. Jika ada kendala, pertanyaan, dan laporan lainnya seputar kanal AYO NETIZEN, sila mengirim surel ke [email protected].

Selamat berkarya!

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)