Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Kamu Dapat Berbagi Cerita tentang Bandung Raya ke AYO NETIZEN

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Selasa 29 Apr 2025, 09:22 WIB
Kini kamu bisa membagikan karyamu untuk dimuat Ayobandung.id. (Foto: Aris Abdulsalam)

Kini kamu bisa membagikan karyamu untuk dimuat Ayobandung.id. (Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID - Menulis bukanlah sekadar basa-basi yang tak perlu. Apalagi cuma formalitas menempelkan huruf-huruf dan menyusun kata tanpa mau tahu apa maknanya. Tidak seperti itu.

Kami tahu, bahkan mengerti, bagi kamu yang masih suka menulis indah dengan pikiran sendiri (walau fitur-fitur artificial intelligence (AI) sudah sangat memanjakan kamu dan bisa bikin artikel pula) ini adalah cara kamu bereksitensi.

Kamu tak sudi mengakui karya AI sebagai tulisanmu, karena ini bukan sekadar formalitas menyusun utas. Berada di urutan pertama dalam piramida kebutuhan manusia, menulis adalah cara kamu mengaktualisasikan diri.

Hasil tulisan kamu bukan tentang sebagus apa, tapi bagaimana kamu bisa memahami dunia yang begitu sibuk dalam kepalamu itu lewat tulisanmu.

"Kamu berpikir, maka kamu menulis," lebih kurang seperti itu.

Jadi, bila kamu suka menulis opini, perjalanan, kuliner, gaya hidup, sejarah, ataupun cerita unik tentang Bandung Raya, kini kamu bisa membagikan karyamu ke Ayobandung.id lewat kanal Ayo Netizen.

Biar kamu tak bingung ke mana harus mengirim dan bagaimana caranya, kami uraikan lengkap panduan lengkapnya.

Silakan baca panduan lengkap ini dan bagikan karyamu di kanal Ayo Netizen. (Foto: Aris Abdulsalam)

Ketentuan Teknis

1. Artikel dikirim dalam lampiran file MS Word

2. Panjang tulisan minimal 1.000 karakter (termasuk spasi)

3. Sertakan foto atau ilustrasi pendukung (lampirkan terpisah, jangan di dalam file MS Word)

4. Cantumkan keterangan yang mendeskripsikan isi foto (tulis di bagian akhir artikel atau di badan email setelah data diri)

Contoh Keterangan Foto 1: Petugas menemukan dua ekor tando (tupai terbang) yang mati di Kawah Putih, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa, 8 Oktober 2019. (Kavin Faza)

5. Lalu, isi hal-hal berikut di badan email:

  • Nama lengkap
  • Foto diri (tulis nama file yang berbeda dengan foto/ilustrasi artikel)
  • Biodata singkat (maksimal tiga kalimat)
  • Nomor WhatsApp
  • Scan/foto KTP

6. Kirim ke email: [email protected]

7. Subjek email: Netizen-Judul Karya-Nama Penulis

Contoh: Netizen-Lima Makanan Super Pedas Asli Bandung-Ananda Faza.

Ketentuan Konten

1. Tulisan mengandung nilai berita, cerita, peristiwa, atau opini tentang Bandung Raya

2. Karya orisinal, bukan plagiat, dan bukan hasil AI

3. Jika mengutip referensi lain, cantumkan sumber (sertakan link jika dari situs daring)

4. Foto dan video karya sendiri, maksimal 10 MB per file.

5. Jika mengirim foto dan video dari referensi lain, cantumkan sumber (sertakan link jika dari situs daring)

6. Dilarang mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, atau pelanggaran Hak Cipta

7. Gaya penulisan bebas, asalkan tetap santun dan sesuai UU ITE.

Ketentuan Lain

1. Karya belum pernah dipublikasikan di media cetak atau digital mana pun

2. Redaksi berhak mengedit judul, kategori, atau tampilan tanpa mengubah substansi

3. Redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum atas karya kiriman

4. Konten bisa dihapus atau tidak ditayangkan sesuai kebijakan redaksi

5. Netizen boleh mengirimkan karya sebanyak-banyaknya. Seleksi dilakukan oleh tim redaksi

Bila kamu masih ragu atau bingung tentang ketentuan yang dipaparkan ini, tak perlu sungkan untuk bertanya saat mengirim tulisan ke email [email protected]. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)