Kamu Dapat Berbagi Cerita tentang Bandung Raya ke AYO NETIZEN

2 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Kini kamu bisa membagikan karyamu untuk dimuat Ayobandung.id. (Foto: Aris Abdulsalam)
Kini kamu bisa membagikan karyamu untuk dimuat Ayobandung.id. (Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID - Menulis bukanlah sekadar basa-basi yang tak perlu. Apalagi cuma formalitas menempelkan huruf-huruf dan menyusun kata tanpa mau tahu apa maknanya. Tidak seperti itu.

Kami tahu, bahkan mengerti, bagi kamu yang masih suka menulis indah dengan pikiran sendiri (walau fitur-fitur artificial intelligence (AI) sudah sangat memanjakan kamu dan bisa bikin artikel pula) ini adalah cara kamu bereksitensi.

Kamu tak sudi mengakui karya AI sebagai tulisanmu, karena ini bukan sekadar formalitas menyusun utas. Berada di urutan pertama dalam piramida kebutuhan manusia, menulis adalah cara kamu mengaktualisasikan diri.

Hasil tulisan kamu bukan tentang sebagus apa, tapi bagaimana kamu bisa memahami dunia yang begitu sibuk dalam kepalamu itu lewat tulisanmu.

"Kamu berpikir, maka kamu menulis," lebih kurang seperti itu.

Jadi, bila kamu suka menulis opini, perjalanan, kuliner, gaya hidup, sejarah, ataupun cerita unik tentang Bandung Raya, kini kamu bisa membagikan karyamu ke Ayobandung.id lewat kanal Ayo Netizen.

Biar kamu tak bingung ke mana harus mengirim dan bagaimana caranya, kami uraikan lengkap panduan lengkapnya.

Silakan baca panduan lengkap ini dan bagikan karyamu di kanal Ayo Netizen. (Foto: Aris Abdulsalam)

Ketentuan Teknis

1. Artikel dikirim dalam lampiran file MS Word

2. Panjang tulisan minimal 1.000 karakter (termasuk spasi)

3. Sertakan foto atau ilustrasi pendukung (lampirkan terpisah, jangan di dalam file MS Word)

4. Cantumkan keterangan yang mendeskripsikan isi foto (tulis di bagian akhir artikel atau di badan email setelah data diri)

Contoh Keterangan Foto 1: Petugas menemukan dua ekor tando (tupai terbang) yang mati di Kawah Putih, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Selasa, 8 Oktober 2019. (Kavin Faza)

5. Lalu, isi hal-hal berikut di badan email:

  • Nama lengkap
  • Foto diri (tulis nama file yang berbeda dengan foto/ilustrasi artikel)
  • Biodata singkat (maksimal tiga kalimat)
  • Nomor WhatsApp
  • Scan/foto KTP

6. Kirim ke email: [email protected]

7. Subjek email: Netizen-Judul Karya-Nama Penulis

Contoh: Netizen-Lima Makanan Super Pedas Asli Bandung-Ananda Faza.

Ketentuan Konten

1. Tulisan mengandung nilai berita, cerita, peristiwa, atau opini tentang Bandung Raya

2. Karya orisinal, bukan plagiat, dan bukan hasil AI

3. Jika mengutip referensi lain, cantumkan sumber (sertakan link jika dari situs daring)

4. Foto dan video karya sendiri, maksimal 10 MB per file.

5. Jika mengirim foto dan video dari referensi lain, cantumkan sumber (sertakan link jika dari situs daring)

6. Dilarang mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, atau pelanggaran Hak Cipta

7. Gaya penulisan bebas, asalkan tetap santun dan sesuai UU ITE.

Ketentuan Lain

1. Karya belum pernah dipublikasikan di media cetak atau digital mana pun

2. Redaksi berhak mengedit judul, kategori, atau tampilan tanpa mengubah substansi

3. Redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum atas karya kiriman

4. Konten bisa dihapus atau tidak ditayangkan sesuai kebijakan redaksi

5. Netizen boleh mengirimkan karya sebanyak-banyaknya. Seleksi dilakukan oleh tim redaksi

Bila kamu masih ragu atau bingung tentang ketentuan yang dipaparkan ini, tak perlu sungkan untuk bertanya saat mengirim tulisan ke email [email protected]. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)