Seni Menggunakan Huruf Miring dalam Bahasa Indonesia

2 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Panduan elegan menggunakan huruf miring secara tepat untuk penulis modern. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Panduan elegan menggunakan huruf miring secara tepat untuk penulis modern. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

AYOBANDUNG.ID Dalam dunia penulisan bahasa Indonesia, huruf miring bukan sekadar gaya tipografi yang memberikan sentuhan visual.

Lebih dari itu, penggunaan huruf miring merupakan sebuah kaidah ejaan yang memiliki aturan tegas dan fungsi yang sangat spesifik.

Berdasarkan pedoman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, terdapat tiga kategori utama yang wajib dipahami setiap penulis kala memakai huruf miring; dan dua kategori pengecualian yang tidak perlu memakai huruf miring.

1. Menandai Karya Kreatif dan Media Massa

Dalam kaidah ini, huruf miring dapat dipakai untuk menandai:

  • Judul buku
  • Judul film
  • Judul album musik
  • Judul acara televisi
  • Judul siniar (podcast)
  • Judul lakon teater
  • Nama media massa
  • Daftar pustaka

Contoh Penerapan:

  • "Saya sudah membaca buku Salah Asuhan karangan Abdoel Moeis"
  • "Majalah Poedjangga Baroe menggelorakan semangat kebangsaan"
  • "Berita itu muncul dalam surat kabar Cakrawala"
  • "Sinetron Keluarga Cemara sudah ditayangkan belasan episode"
  • "Film Habibie dan Ainun diangkat dari kisah nyata"
  • "Album Simfoni Merdeka Belajar diluncurkan Menteri Pendidikan"
  • "Siniar Celetuk Bahasa mengangkat tema kebahasaan"

Dalam Daftar Pustaka:

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2018. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Kelima. Cetakan Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

2. Memberikan Penekanan dan Kekhususan

  • Menegaskan huruf tertentu
  • Mengkhususkan bagian kata
  • Menekankan kata spesifik
  • Menonjolkan kelompok kata dalam kalimat

Contoh:

  • "Huruf terakhir kata abad adalah d"
  • "Imbuhan ber- pada kata berjasa bermakna 'memiliki'"
  • "Dalam bab ini tidak dibahas penggunaan tanda baca"
  • "Buatlah kalimat dengan ungkapan lepas tangan!"

3. Menandai Bahasa Asing dan Bahasa Daerah

Pada hal ini, kategori yang ditulis miring ialah:

  • Kata atau frasa bahasa daerah
  • Istilah bahasa asing
  • Nama ilmiah (Latin)
  • Ungkapan filosofis asing
  • Semboyan dalam bahasa daerah

Contoh Penerapan:

Bahasa Daerah:

  • "Kita perlu memperhitungkan rencana agar tidak malapeh awo"
  • "Ungkapan tut wuri handayani merupakan semboyan pendidikan"

Bahasa Asing:

  • "Nama ilmiah buah manggis adalah Garcinia mangostana"
  • "Weltanschauung bermakna 'pandangan dunia'"
  • "Istilah men sana in corpore sano sering digunakan dalam olahraga"
Menulis huruf miring di atas kertas. (Sumber: Pexels/MART PRODUCTION)
Menulis huruf miring di atas kertas. (Sumber: Pexels/MART PRODUCTION)

Pengecualian Penting

Dalam penerapannya, tidak semua kata/frasa yang ditulis dengan bahasa daerah/asing harus menggunakan huruf miring. Pun dengan nama orang dan merek, masuk dalam pengecualian.

Yang Tidak Ditulis Miring:

  • Nama orang dalam bahasa asing/daerah
  • Nama lembaga dalam bahasa asing/daerah
  • Nama organisasi dalam bahasa asing/daerah
  • Merek dagang dalam bahasa asing/daerah

Contoh:

  • McDonald's (merek dagang)
  • Harvard University (nama lembaga)
  • Soekarno (nama orang)
Contoh penggunaan huruf miring. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Contoh penggunaan huruf miring. (Sumber: Pexels/Pixabay)

Catatan Teknis

Seiring perkembangan teknologi, cara memakai huruf miring sudah tak repot seperti dahulu. Pemakai laptop dan ponsel pintar kini mudah sekali menerapkannya.

Kendati begitu, penggunaanya masih diterapkan pula pada teknologi lawas yang masih dipakai hingga sekarang, seperti pada mesin tik ataupun dengan tulisan tangan.

Memakai Huruf Miring Era Digital vs Manual:

  • Komputer: Gunakan fitur huruf miring langsung
  • Tulisan tangan/mesin tik: Tandai dengan garis bawah tunggal (seperti ini)

Tips Praktis:

  • Konsisten dalam penggunaan
  • Perhatikan konteks kalimat
  • Jangan berlebihan menggunakan huruf miring
  • Pastikan tetap mudah dibaca

Silakan mencoba dan jangan ragu bereksplorasi dalam penggunaan huruf miring. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)