Mencicipi Cita Rasa Bakmi Ayam Madu di Sudut Kota Bandung

Arini Nabila Ramadhani
Ditulis oleh Arini Nabila Ramadhani diterbitkan Selasa 16 Des 2025, 18:55 WIB
Bakmi OBC toping ayam madu dan panggang, Jl. Rancabentang I No. 12 Ciumbuleuit, Bandung, Jumat (28/11/2025). (Sumber: Dok. pribadi | Foto: Arini Nabila)

Bakmi OBC toping ayam madu dan panggang, Jl. Rancabentang I No. 12 Ciumbuleuit, Bandung, Jumat (28/11/2025). (Sumber: Dok. pribadi | Foto: Arini Nabila)

Di tengah hiruk pikuk kehidupan kampus, di mana mahasiswa bergegas dari kelas ke kelas, ada satu tempat yang menawarkan kelegaan bagi perut yang keroncongan. Diawali dengan aroma harum bumbu yang menggoda, Bakmi OBC (Onny Barber Center) muncul sebagai tempat pelarian bagi para pencari makanan di tengah kesibukan.

Bagi penggemar bakmi yang tak ingin menguras dompet, pilihan baru “Jajan Yuk” hadir di Jl. Rancabentang No.12, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat. Di sini, setiap suapan bakmi tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa, tetapi juga menjadi solusi praktis untuk mengisi ulang energi. Tempat ini bisa jadi rekomendasi disaat ingin makan bakmi, apalagi untuk para mahasiswa. Selain tempatnya yang dekat dengan kampus Unpar ( Universitas Katolik Parahyangan), bakmi ini sangat cocok untuk mahasiswa, karena harganya yang terjangkau.

Tempat sederhana yang dikelola oleh Nurhayati (31), ia menjual bakminya dengan harga mulai dari Rp. 20 ribu. Dengan harga tersebut sudah bisa menikmati bakmi.

“Harga bakmi disini kita jual mulai dari Rp 20 ribu untuk porsi normal dan Rp 25 ribu untuk porsi yang jumbo,” ungkap Nurhayati selaku penjual saat diwawancara langsung di OBC.

Selain bakmi, ia juga menjual makanan yang lainnya, seperti Chick Lin, Nasi ayam panggang/madu, Kwetiau ayam panggang/madu, Bihun, Soun Cabe Garam.

“Selain berjualan bakmi saya juga menjual menu lainnya, seperti chick lin, nasi ayam panggang/madu, kwetiau ayam panggang/madu, bihun, dan soun cabe garam, cuman emang yang best seller itu di bakmi ayam madu,” jelasnya saat diwawancarai langsung di OBC.

Adaptasi Terhadap Perubahan Pasar

Di era digital seperti sekarang, jika tidak mengikuti perkembangan zaman pasti para usahawan akan mengalami penurunan penjualan atau bahkan kebangkrutan. Persaingan pasar di zaman sekarang semakin ketat, pedagang UMKN di paksa harus terus berinovasi, apalagi untuk sistem penjualannya. 

Seperti hal nya dengan Nurhayani (31), seorang pedagang bakmi yang tidak hanya menggandalkan penjualan dari tempat fisiknya saja, tetapi sudah menerapkan sistem berjualan dengan platform digital, yang memungkinkan pelanggan yang membeli bakminya menjadi banyak, karena tidak hanya mengandalkan penjualan yang secara tempat fisiknya saja.

Platform digital yang ia gunakan adalah Shopee Food, selain bisa menaikan penjualannya ini juga bisa mempermudah pelanggan. Sebab jika pelanggan sedang di rumah atau bahkan tidak bisa pergi ke tempatnya langsung, bisa order lewat Shopee Food.

Apalagi untuk gen-z, ini sangat memudahkan sekali karena dari rumah pun kita bisa merasakan kenikmatan bakmi buatan Nurhayani ini dengan hanya klik saja. Jadi kalau kalian ingin mencoba bakmi ini dan malas untuk keluar rumah, pesan dari aplikasi Shopee Food ini bisa menjadi solusinya.

Respon Pembeli 

Di tengah riuhnya kehidupan kota Bandung, Bakmi OBC hadir sebagai salah satu destinasi kuliner yang menarik perhatian orang-orang. Salah satunya adalah Mahardika (19), seorang mahasiswa yang baru saja menikmati seporsi bakmi. Saat diwawancarai mengenai daya tarik yang membuatnya memilih bakmi di sini, ia dengan penuh semangat menjawab aroma bakmi di sini sangat menggoda dan memang rasanya pun enak.

Rata-rata orang yang membeli bakmi ini mendapatkan informasinya itu dari temannya.

“Tau tempat ini sih dari temen, dia ngasih tau kalo bakmi disini enak terus murah juga,” ujarnya.

Informasi dari teman memang sering menjadi rekomendasi yang terpercaya, dan pengalaman langsung ini semakin memperkuat keputusan untuk mencobanya.

Bakmi OBC tidak hanya menawarkan kenikmatan makanan, tetapi juga menciptakan pengalaman bersantap yang lengkap. Dengan aroma yang menggoda dan tampilan yang menarik, restoran ini berhasil menarik perhatian dan hati pelanggan, sehingga membuat mereka kembali lagi.

Mengawali Perjalanan: Tale of First Sale

Nurhayati (31) adalah seorang pengusaha wanita yang telah mengubah passion-nya menjadi bisnis yang sukses sejak tahun 2016. Dengan semangat yang menggebu, ia memulai usaha bakmi di tengah persaingan kuliner yang ketat.

“Saya selalu mencintai masakan, terutama bakmi. Dari situlah muncul ide untuk menjadikannya sebagai usaha saya,” ungkap Nurhayati.

Setelah menempuh banyak rintangan, Nurhayati memutuskan untuk membuka warung bakmi di sebuah lokasi strategis. Ia memulainya dengan modal terbatas, tetapi dengan tekad yang kuat.

“Awal-awal pasti gak mudah, tapi saya harus belajar banyak tentang cara mengelola usaha dan memenuhi ekspektasi pelanggan,” kenangnya. Dari mengatur bahan baku hingga menciptakan resep yang sempurna, setiap langkah diambil dengan hati-hati.

Baca Juga: Jejak Rempah di Sepiring Ayam Geprek Favorit Anak Kos

Perlahan, usaha Nurhayati mulai menunjukkan hasil. Umpan balik positif dari pelanggan yang mencicipi bakminya menjadi motivasi besar baginya.

“Saya sangat senang melihat pelanggan puas dengan makanan yang saya sajikan. Rasanya seperti kerja keras saya terbayarkan,” ujarnya. 

Salah satu best moment bagi Nurhayati ketika salah satu pelanggan mengatakan: “Bakmi di sini enak ya! Ga nyesel beli!”

Pujian ini memberikan semangat lebih untuk terus meningkatkan kualitas hidangannya. Nurhayati pun berkomitmen untuk memberikan hanya yang terbaik, baik dari segi rasa maupun penyajian.

Namun, perjalanan Nurhayati di dunia kuliner belum sepenuhnya terukir. Dengan bekal pengalaman dan keberanian, ia kini merencanakan langkah baru untuk membawa Bakmi OBC lebih jauh lagi. Akankah ia membuka cabang di tempat lain? Atau mungkin menghadirkan inovasi menu yang lebih menarik?

Satu hal yang pasti, semangat dan dedikasinya akan terus menjadi pendorong utama. Dalam dunia yang terus berubah, apa yang akan terjadi di masa depan bagi Nurhayati dan Bakmi OBC masih menjadi misteri yang menggantung, menunggu untuk diungkapkan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arini Nabila Ramadhani
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN SGD 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Feb 2026, 14:03 WIB

5 Keuntungan Menulis di Ayobandung.id lewat Kanal Ayo Netizen

Ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan penulis dengan berkontribusi secara rutin di Ayobandung.id
AYO NETIZEN merupakan kanal yang menampung tulisan para pembaca Ayobandung.id. (Sumber: Lisa from Pexels)
Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)