Mencicipi Cita Rasa Bakmi Ayam Madu di Sudut Kota Bandung

4 menit baca
Arini Nabila Ramadhani
Ditulis oleh Arini Nabila Ramadhani diterbitkan
Bakmi OBC toping ayam madu dan panggang, Jl. Rancabentang I No. 12 Ciumbuleuit, Bandung, Jumat (28/11/2025). (Sumber: Dok. pribadi | Foto: Arini Nabila)
Bakmi OBC toping ayam madu dan panggang, Jl. Rancabentang I No. 12 Ciumbuleuit, Bandung, Jumat (28/11/2025). (Sumber: Dok. pribadi | Foto: Arini Nabila)

Di tengah hiruk pikuk kehidupan kampus, di mana mahasiswa bergegas dari kelas ke kelas, ada satu tempat yang menawarkan kelegaan bagi perut yang keroncongan. Diawali dengan aroma harum bumbu yang menggoda, Bakmi OBC (Onny Barber Center) muncul sebagai tempat pelarian bagi para pencari makanan di tengah kesibukan.

Bagi penggemar bakmi yang tak ingin menguras dompet, pilihan baru “Jajan Yuk” hadir di Jl. Rancabentang No.12, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat. Di sini, setiap suapan bakmi tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa, tetapi juga menjadi solusi praktis untuk mengisi ulang energi. Tempat ini bisa jadi rekomendasi disaat ingin makan bakmi, apalagi untuk para mahasiswa. Selain tempatnya yang dekat dengan kampus Unpar ( Universitas Katolik Parahyangan), bakmi ini sangat cocok untuk mahasiswa, karena harganya yang terjangkau.

Tempat sederhana yang dikelola oleh Nurhayati (31), ia menjual bakminya dengan harga mulai dari Rp. 20 ribu. Dengan harga tersebut sudah bisa menikmati bakmi.

“Harga bakmi disini kita jual mulai dari Rp 20 ribu untuk porsi normal dan Rp 25 ribu untuk porsi yang jumbo,” ungkap Nurhayati selaku penjual saat diwawancara langsung di OBC.

Selain bakmi, ia juga menjual makanan yang lainnya, seperti Chick Lin, Nasi ayam panggang/madu, Kwetiau ayam panggang/madu, Bihun, Soun Cabe Garam.

“Selain berjualan bakmi saya juga menjual menu lainnya, seperti chick lin, nasi ayam panggang/madu, kwetiau ayam panggang/madu, bihun, dan soun cabe garam, cuman emang yang best seller itu di bakmi ayam madu,” jelasnya saat diwawancarai langsung di OBC.

Adaptasi Terhadap Perubahan Pasar

Di era digital seperti sekarang, jika tidak mengikuti perkembangan zaman pasti para usahawan akan mengalami penurunan penjualan atau bahkan kebangkrutan. Persaingan pasar di zaman sekarang semakin ketat, pedagang UMKN di paksa harus terus berinovasi, apalagi untuk sistem penjualannya. 

Seperti hal nya dengan Nurhayani (31), seorang pedagang bakmi yang tidak hanya menggandalkan penjualan dari tempat fisiknya saja, tetapi sudah menerapkan sistem berjualan dengan platform digital, yang memungkinkan pelanggan yang membeli bakminya menjadi banyak, karena tidak hanya mengandalkan penjualan yang secara tempat fisiknya saja.

Platform digital yang ia gunakan adalah Shopee Food, selain bisa menaikan penjualannya ini juga bisa mempermudah pelanggan. Sebab jika pelanggan sedang di rumah atau bahkan tidak bisa pergi ke tempatnya langsung, bisa order lewat Shopee Food.

Apalagi untuk gen-z, ini sangat memudahkan sekali karena dari rumah pun kita bisa merasakan kenikmatan bakmi buatan Nurhayani ini dengan hanya klik saja. Jadi kalau kalian ingin mencoba bakmi ini dan malas untuk keluar rumah, pesan dari aplikasi Shopee Food ini bisa menjadi solusinya.

Respon Pembeli 

Di tengah riuhnya kehidupan kota Bandung, Bakmi OBC hadir sebagai salah satu destinasi kuliner yang menarik perhatian orang-orang. Salah satunya adalah Mahardika (19), seorang mahasiswa yang baru saja menikmati seporsi bakmi. Saat diwawancarai mengenai daya tarik yang membuatnya memilih bakmi di sini, ia dengan penuh semangat menjawab aroma bakmi di sini sangat menggoda dan memang rasanya pun enak.

Rata-rata orang yang membeli bakmi ini mendapatkan informasinya itu dari temannya.

“Tau tempat ini sih dari temen, dia ngasih tau kalo bakmi disini enak terus murah juga,” ujarnya.

Informasi dari teman memang sering menjadi rekomendasi yang terpercaya, dan pengalaman langsung ini semakin memperkuat keputusan untuk mencobanya.

Bakmi OBC tidak hanya menawarkan kenikmatan makanan, tetapi juga menciptakan pengalaman bersantap yang lengkap. Dengan aroma yang menggoda dan tampilan yang menarik, restoran ini berhasil menarik perhatian dan hati pelanggan, sehingga membuat mereka kembali lagi.

Mengawali Perjalanan: Tale of First Sale

Nurhayati (31) adalah seorang pengusaha wanita yang telah mengubah passion-nya menjadi bisnis yang sukses sejak tahun 2016. Dengan semangat yang menggebu, ia memulai usaha bakmi di tengah persaingan kuliner yang ketat.

“Saya selalu mencintai masakan, terutama bakmi. Dari situlah muncul ide untuk menjadikannya sebagai usaha saya,” ungkap Nurhayati.

Setelah menempuh banyak rintangan, Nurhayati memutuskan untuk membuka warung bakmi di sebuah lokasi strategis. Ia memulainya dengan modal terbatas, tetapi dengan tekad yang kuat.

“Awal-awal pasti gak mudah, tapi saya harus belajar banyak tentang cara mengelola usaha dan memenuhi ekspektasi pelanggan,” kenangnya. Dari mengatur bahan baku hingga menciptakan resep yang sempurna, setiap langkah diambil dengan hati-hati.

Baca Juga: Jejak Rempah di Sepiring Ayam Geprek Favorit Anak Kos

Perlahan, usaha Nurhayati mulai menunjukkan hasil. Umpan balik positif dari pelanggan yang mencicipi bakminya menjadi motivasi besar baginya.

“Saya sangat senang melihat pelanggan puas dengan makanan yang saya sajikan. Rasanya seperti kerja keras saya terbayarkan,” ujarnya. 

Salah satu best moment bagi Nurhayati ketika salah satu pelanggan mengatakan: “Bakmi di sini enak ya! Ga nyesel beli!”

Pujian ini memberikan semangat lebih untuk terus meningkatkan kualitas hidangannya. Nurhayati pun berkomitmen untuk memberikan hanya yang terbaik, baik dari segi rasa maupun penyajian.

Namun, perjalanan Nurhayati di dunia kuliner belum sepenuhnya terukir. Dengan bekal pengalaman dan keberanian, ia kini merencanakan langkah baru untuk membawa Bakmi OBC lebih jauh lagi. Akankah ia membuka cabang di tempat lain? Atau mungkin menghadirkan inovasi menu yang lebih menarik?

Satu hal yang pasti, semangat dan dedikasinya akan terus menjadi pendorong utama. Dalam dunia yang terus berubah, apa yang akan terjadi di masa depan bagi Nurhayati dan Bakmi OBC masih menjadi misteri yang menggantung, menunggu untuk diungkapkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)