Di salah satu sudut Jalan Ciliwung, ada warung lomie sederhana yang setiap harinya dipadati pelanggan yang mencari semangkuk mie berkuah kental khas Bandung tempo dulu. Lomie Ciliwung ini berlokasi di Jl. Ciliwung, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan.
Ciri khas lomie di sini langsung terasa dari kuahnya: kental, gurih asin, dan beraroma umami. Sekilas tampak sederhana, namun setelah disendok, aroma ebi dan telur langsung menyeruak menjadi kombinasi yang membuat kuahnya semakin kaya tekstur.
Tekstur kuahnya cepat mengental, sehingga pembeli disarankan menikmati selagi hangat.
“Kalau kelamaan kuahnya bisa mencair, jadi enaknya langsung dimakan,” ujar Eva, salah satu pengunjung.
Bagi yang suka rasa manis, tambahan kecap khas di warung ini menjadi solusi: kecap tersebut bukan kecap manis biasa, melainkan racikan khusus yang bisa “memaniskan” lomie tanpa merusak karakter kuah aslinya.
Pemilik warung bercerita bahwa ia belajar membuat lomie secara otodidak. Bahan utamanya sederhana: telur, tepung kanji, garam, merica, gula putih, dan kecap anggur. Semua dimasukkan dengan urutan yang sudah ia kuasai bertahun-tahun: bumbu dulu, lalu telur, terakhir tepung.Prosesnya cepat, tak sampai satu menit selama air sudah mendidih dan takarannya tepat.
Warung Lomie Ciliwung berada tepat di pinggir jalan. Konsepnya terbuka, namun terasa cukup adem dan tidak terlalu bising. Pengunjung bisa melihat langsung proses memasak yang cepat dan rapi. Pelayanan pun ramah, terutama dari ibu penjual yang selalu siap menjelaskan cara menikmati lomie agar tetap nikmat sampai suapan terakhir.
Bagi yang baru pertama kali mencoba lomie, destinasi ini wajib masuk daftar. Rasa kuat kuahnya, tekstur mie kenyal, topping yang lengkap, serta kecap khas yang membedakannya dari lomie lain menjadikan Lomie Ciliwung sebagai salah satu kuliner berkesan di Bandung Wetan. (*)
