Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Minggu 01 Mar 2026, 13:33 WIB
Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)

AYOBANDUNG.ID -- Setiap tahun, begitu kalender menunjuk Ramadan, bahasa kita ikut berubah. Percakapan di grup WhatsApp mendadak penuh singkatan. Spanduk masjid berjejer akronim. Bahkan notifikasi di HP pun ikut-ikutan padat.

Dan entah kenapa, semua orang seolah sudah tahu artinya, bahkan tanpa pernah benar-benar belajar.

Tapi tunggu dulu. Sudah tahu semua belum? Yuk, kita bedah satu per satu akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Paling Sering Muncul di Grup WA

BUKBER  —  Buka Bersama

Ini ratunya akronim Ramadan. Satu kata yang otomatis bikin kamu mikir: mau pakai baju apa? Reservasi di mana? Bukber bukan sekadar makan bareng, ini ritual reuni tahunan yang punya kekuatan magis: mempertemukan orang-orang yang sudah lama tidak saling menyapa.

BUBAR  —  Buka Bareng

Saudara kembar bukber, tapi lebih santai. Kalau bukber terasa formal dan perlu booking tempat, bubar biasanya lebih spontan — mampir ke warung depan masjid atau ngumpul di teras rumah teman. Istilah ini lebih sering dipakai di kalangan tongkrongan atau komunitas yang tidak terlalu ribet soal formalitas.

SOTR  —  Sahur On The Road

Akronim yang lahir dari semangat anak muda dan komunitas sosial. Konsepnya sederhana: sahur bersama di jalanan, sambil berbagi makanan dengan orang-orang yang membutuhkan. Walau namanya 'on the road', praktiknya kini sering lebih terorganisir, ada panitia, ada koordinasi, ada dokumentasi. Intinya tetap sama: sahur sambil berbuat baik.

NGABUBURIT  —  Ngalantung bari Ngadagoan Burit-burit

Sebetulnya kata ini sudah punya arti mandiri di KBBI. Meski begitu, belakang dipopulerkan akronim khas Sundanya. Dalam Kamus Bahasa Sunda LBBs,  ngabuburit berasal dari kata 'ngalantung' (bersantai) dan 'burit' (sore/menjelang maghrib). Mulanya hanya dikenal di Jawa Barat, kini seluruh Indonesia pakai kata ini untuk menyebut aktivitas menunggu waktu buka puasa. Bukti nyata bahwa bahasa daerah bisa jadi lingua franca.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Akronim di Sekitar Masjid

KULTUM  —  Kuliah Tujuh Menit

Ceramah singkat yang biasanya mengisi jeda sebelum atau sesudah shalat tarawih. Namanya saja sudah jujur: tujuh menit. Sayangnya dalam praktik, kultum bisa melar jadi dua kali lipatnya. Tapi tidak apa-apa, isinya tetap bermanfaat, dan jamaah sudah maklum.

TARLING  —  Tarawih Keliling

Tradisi berpindah-pindah masjid saat shalat tarawih. Ada yang motivasinya ibadah murni, ada yang sekalian wisata masjid, ada pula yang ikut-ikutan teman. Apapun alasannya, tarling punya fungsi sosial yang kuat: mempererat silaturahmi antarwarga dan antarkomunitas.

SANLAT  —  Pesantren Kilat

Program Ramadan andalan di sekolah-sekolah. Dalam satu kata sudah tercakup: kajian keislaman, tadarus Al-Qur'an, lomba-lomba, dan tentu saja — menginap di aula sekolah yang jadi momen paling dikenang. Bagi banyak orang, sanlat adalah kenangan masa kecil yang tidak terlupakan.

Kajian Inspirasi Ramadhan (IRAMA) dengan tema "Generasi Cinta Quran Membangun Masa Depan" di Masjid Salman ITB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Kajian Inspirasi Ramadhan (IRAMA) dengan tema "Generasi Cinta Quran Membangun Masa Depan" di Masjid Salman ITB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Akronim Lokal yang Mulai Dikenal Luas

NGEBAKSO  —  Ngobrol Bareng Sebelum Sahur

Belum sepopuler bukber, tapi mulai sering muncul di komunitas-komunitas anak muda Bandung dan Jawa Barat. Konsepnya simpel: ngumpul ngobrol sebelum waktu sahur tiba. Kadang disertai camilan, kadang cuma duduk-duduk sambil menunggu imsak. Lebih santai dari SOTR, lebih bermakna dari sekadar rebahan.

TASBEH  —  Tarawih Sambil Begadang

Istilah informal yang beredar di kalangan remaja masjid. Menggambarkan kebiasaan menjalankan tarawih lalu lanjut begadang bareng hingga sahur. Bukan akronim resmi, tapi nyata dipakai di lapangan — bukti bahwa bahasa slang Ramadan terus berkembang dari akar komunitas.

NGAMPUNG  —  Ngaji Bareng Kampung

Akronim yang lebih sering dipakai di pedesaan Jawa Barat. Merujuk pada kegiatan mengaji bersama warga kampung, biasanya setelah isya atau tarawih. Ada yang dilaksanakan di mushola, ada pula yang bergiliran dari rumah ke rumah. Tradisi ini menjaga rasa kebersamaan yang sering hilang di kota.

Baca Juga: 13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Yang menarik dari akronim-akronim ini bukan sekadar kepraktisannya. Lebih dari itu, mereka adalah cermin bagaimana Ramadan dirayakan: penuh kebersamaan, penuh aktivitas, penuh makna sosial. Dari bukber yang melampaui batas usia, SOTR yang menyentuh sisi kemanusiaan, hingga ngabuburit yang mengangkat kearifan lokal ke panggung nasional — semua punya cerita.

Dan setiap tahun, kamus akronim ini terus bertambah. Karena selama Ramadan masih datang, bahasa kita pun akan terus bergerak mengikutinya. (*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)