Jejak Bahasa Ramadan, Harmoni Arab dan Lokal dalam Religiusitas

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Jumat 20 Feb 2026, 10:43 WIB
Masjid Al-Jabbar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Masjid Al-Jabbar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Coba perhatikan percakapan orang Indonesia selama Ramadan. Dalam satu hari saja, kita bisa mendengar kalimat seperti: “Telat lagi bangun sahur,” “Nanti ngabuburit di mana?”, “Jangan lupa bukber minggu depan,” atau “Sudah bayar zakat belum?”

Menariknya, kalimat itu mencampur dua akar bahasa sekaligus. Ada istilah yang langsung berasal dari bahasa Arab (seperti sahur, zakat, dan tarawih); dan ada juga kata yang sepenuhnya lokal, seperti ngabuburit, bukber, dan mudik. Semuanya dipakai bersamaan, tanpa terasa berbeda.

Fenomena ini menunjukkan sesuatu yang khas dari pengalaman Ramadan di Indonesia: ibadahnya bersumber dari tradisi Islam global, tetapi cara menjalankannya dibentuk oleh budaya lokal. Bahasa menjadi tempat keduanya bertemu.

Jika ditelusuri, kosakata Ramadan di Indonesia sebenarnya terbagi dalam dua arus besar, yakni istilah Arab yang membawa konsep teologis, dan istilah lokal yang menggambarkan praktik sosial sehari-hari. Ketika digabung, keduanya membentuk identitas Ramadan yang sangat Indonesia.

Bahasa Arab sebagai fondasi

Istilah Arab dalam Ramadan umumnya berkaitan langsung dengan struktur ibadah. Kata-kata ini membawa makna teologis yang relatif stabil sejak awal masuk ke Nusantara.

Salah satunya adalah sahur, dari kata Arab suḥūr, yaitu makan sebelum fajar sebagai persiapan puasa. Makna dasarnya tidak berubah, tetapi praktiknya di Indonesia berkembang menjadi tradisi sosial. Banyak daerah memiliki kebiasaan membangunkan sahur bersama, mulai dari kentongan hingga pawai keliling. Aktivitas yang awalnya personal menjadi pengalaman komunal.

Istilah lain adalah imsak, dari kata Arab imsāk, yang berarti menahan diri. Dalam praktik Indonesia, imsak berubah menjadi penanda waktu administratif dan biasanya beberapa menit sebelum azan subuh. Jadwal imsak bahkan dicetak resmi, disiarkan media, dan menjadi panduan publik. Konsep spiritual berubah menjadi sistem waktu yang terorganisasi.

Ada pula tarawih, dari kata tarāwīḥ, yang berarti istirahat. Nama ini merujuk pada jeda di antara rangkaian rakaat salat malam Ramadan. Makna literalnya jarang disadari, tetapi istilahnya tetap menjadi identitas kuat ibadah malam selama bulan puasa.

Istilah ekonomi religius juga berasal dari Arab, seperti zakat. Kata ini berarti penyucian atau pertumbuhan. Di Indonesia, zakat bukan hanya konsep spiritual, tetapi juga sistem sosial yang terorganisasi—dengan lembaga resmi, mekanisme distribusi, dan kampanye publik setiap Ramadan.

Ada pula istilah yang mengalami perubahan makna paling mencolok: takjil. Dalam bahasa Arab, ta’jīl berarti menyegerakan berbuka. Namun di Indonesia, takjil hampir selalu berarti makanan pembuka puasa. Dari tindakan menjadi benda, lalu pergeseran makna terjadi karena kebiasaan budaya.

Istilah Arab memberi kerangka religius Ramadan. Namun bagaimana kerangka itu dijalani dalam kehidupan sehari-hari, justru banyak dijelaskan oleh kata-kata lokal.

Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

Bahasa lokal adalah pengalaman sosial

Jika istilah Arab menjelaskan “apa yang harus dilakukan”, istilah lokal menggambarkan “bagaimana rasanya menjalani Ramadan”.

Contoh paling terkenal adalah ngabuburit. Kata ini berasal dari bahasa Sunda, dari akar kata burit yang berarti waktu menjelang senja. Ngabuburit berarti mengisi waktu sebelum berbuka, seperti jalan-jalan, berkumpul, atau berburu makanan.

Awalnya istilah regional, kini digunakan secara nasional. Bahasa daerah naik status menjadi kosakata Ramadan seluruh Indonesia. Ini menunjukkan bahwa praktik sosial dapat memperluas jangkauan bahasa lokal.

Istilah modern lain adalah bukber, yang merupakan singkatan dari buka bersama. Kata ini lahir dari budaya urban kontemporer. Secara linguistik, ia merupakan akronim, tetapi secara sosial mencerminkan perubahan penting: berbuka puasa menjadi aktivitas kolektif lintas komunitas, bukan hanya ritual keluarga di rumah.

Ada juga lebaran, istilah khas Indonesia untuk hari raya setelah Ramadan. Di banyak negara Muslim, istilah yang dipakai adalah Idulfitri. Namun masyarakat Indonesia lebih akrab dengan lebaran, kata yang diyakini berasal dari bahasa Jawa dan berkaitan dengan makna selesai atau tuntas.

Tradisi besar lain adalah mudik—pulang ke kampung halaman menjelang hari raya. Kata ini tidak memiliki padanan langsung dalam tradisi Arab. Ia lahir dari realitas sosial Indonesia modern: urbanisasi besar-besaran yang menciptakan kebutuhan pulang massal setiap tahun.

Bahkan ekonomi Ramadan punya istilah khas lokal, seperti THR (Tunjangan Hari Raya). Istilah administratif ini berkembang menjadi bagian dari budaya populer, yang ditunggu, dirayakan, dan menjadi simbol kegembiraan menjelang lebaran.

Bahasa lokal menjelaskan sisi manusiawi Ramadan: menunggu, berkumpul, pulang, berbagi, dan merayakan.

Baca Juga: Kosakata Khas Ramadan yang Murni Berasal dari Bahasa Arab, Memahami Makna Asli

Jika disusun berdampingan, terlihat pola yang menarik. Kata-kata Arab biasanya merujuk pada struktur ibadah (waktu, aturan, dan konsep spiritual). Kata-kata lokal menggambarkan pengalaman sosial (aktivitas, kebiasaan, dan perasaan kolektif).

Campuran istilah Arab dan lokal bukan kebetulan. Ia adalah hasil sejarah panjang penyebaran Islam di Nusantara, yang berlangsung melalui interaksi budaya, bukan penggantian budaya.

Ajaran agama membawa istilah teologis dari Timur Tengah. Masyarakat lokal mengadopsinya, lalu menambahkan pengalaman sosial mereka sendiri. Bahasa menjadi arsip hidup dari proses adaptasi itu.

Melalui kata-kata, kita bisa melihat bagaimana agama dipraktikkan, bukan hanya diajarkan. Kita bisa melihat bagaimana konsep spiritual diterjemahkan menjadi kebiasaan sehari-hari. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Seni Budaya 03 Mar 2026, 16:37

Sejarah Batik Pekalongan, Warisan Budaya dari Pantura Sejak 1802

Sejak awal 1800-an, batik di Pekalongan berkembang dari perdagangan pesisir hingga diakui UNESCO sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia.

Kain sarung motif batik Pekalongan tahun 1980-an di Museum Honolulu. (Sumber: Wikimedia)