Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Bank Sampah RESIK 04: Inisiatif Warga Pinggiran Kota di Tengah Krisis Sampah Bandung

Dadang Suhenda
Ditulis oleh Dadang Suhenda diterbitkan Kamis 19 Feb 2026, 13:37 WIB
Pengurus Bank Sampah Resik 04 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Alpian)

Pengurus Bank Sampah Resik 04 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Alpian)

Krisis sampah sejatinya berdampak luas dan menyentuh hampir seluruh wilayah Kota Bandung. Penumpukan sampah, keterlambatan pengangkutan, hingga meluapnya tempat penampungan sementara bukan lagi peristiwa insidental, melainkan pola yang berulang. Namun di balik dampaknya yang meluas itu, beban paling berat justru ditanggung oleh wilayah-wilayah yang masih berada pada kondisi ketertinggalan pembangunan.

Kawasan dengan tingkat ekonomi lemah, permukiman padat, serta RW dengan klasifikasi pertama dan muda (LACI RW, 2025) merasakan krisis sampah secara berlapis—mulai dari penurunan kualitas lingkungan, meningkatnya risiko kesehatan, hingga penguatan stigma sosial sebagai wilayah bermasalah. Di ruang-ruang seperti inilah, persoalan sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan persoalan martabat hidup.

Dari wilayah yang kerap diposisikan sebagai “pinggiran” inilah sejarah Bank Sampah Resik 04 (BSR04) bermula.

Lahir dari Kegelisahan Warga

Pertengahan 2024 menjadi titik krusial. Kota kembali berada dalam bayang-bayang krisis sampah. Anjuran pemerintah agar pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga melalui program Kang Pisman terus digaungkan. Warga RW 04 Cipadung Kulon Kecamatan Panyileukan mulai memilah sampah dari rumah masing-masing.

Namun kegelisahan muncul ketika proses itu berhenti di rumah. Setelah dipilah, sampah belum memiliki saluran yang jelas agar benar-benar bermanfaat. Di saat yang sama, persoalan ekonomi warga RW 04 juga membutuhkan perhatian. Dari kegelisahan ganda—lingkungan dan ekonomi—lahir gagasan membentuk bank sampah.

Pada Juli 2024, Ketua RW 04 periode 2024–2027 bersama pengurus RT, RW, dan Karang Taruna Semanggi Sari Unit 04 merintis pendirian Bank Sampah RESIK 04. Gagasannya sederhana, namun kontekstual: mengubah sampah dari beban menjadi nilai, dari masalah menjadi peluang kecil yang dikelola bersama.

Alamat Sekretariat BSR04: Jl. Sindangsari RT 05, RW 04 Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rika Nurhayati)
Alamat Sekretariat BSR04: Jl. Sindangsari RT 05, RW 04 Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rika Nurhayati)

Momentum penting datang menjelang perayaan Agustusan 2024. Saat itu, ingatan publik masih lekat dengan fenomena Citayam Fashion Week yang mulai viral pada pertengahan tahun 2022. Aksi peragaan busana spontan di zebra cross kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menjelma menjadi simbol ekspresi anak muda dari wilayah pinggiran yang merebut ruang kota dengan caranya sendiri. Tanpa panggung resmi, ruang publik berubah menjadi medium kreativitas, kebersamaan, dan pengakuan sosial.

Spirit inilah yang kemudian diadaptasi di RW 04 Cipadung Kulon. Jika Citayam Fashion Week memamerkan gaya, maka Bank Sampah RESIK 04 memamerkan kepedulian. Dari inspirasi tersebut lahirlah kegiatan ikonik Sindang Sari PISANS Week. PISANS merupakan akronim dari Pilah Sedekah dan Nasabah Sampah, sebuah konsep yang merangkum dua bentuk partisipasi warga dalam satu gerakan.

Dalam kegiatan mingguan ini, warga membawa sampah hasil pilahan untuk ditimbang dan dicatat. Sebagian disalurkan sebagai sedekah lingkungan, sebagian lain ditabung sebagai tabungan sampah. Ruang kampung pun berubah menjadi ruang edukasi, interaksi sosial, dan aksi kolektif yang hidup.

Donatur dan Nasabah: Dua Peran, Satu Gerakan

Bank Sampah RESIK 04 mengenal dua jenis kepesertaan. Pertama, donatur sampah—para relawan sekaligus pioner bank sampah yang memilah dan mendonasikan sampahnya tanpa imbalan. Mereka menopang operasional dan keberlanjutan program sebagai bentuk sedekah dan dukungan sosial.

Kedua, nasabah sampah—warga yang terdaftar resmi sebagai penabung. Selain membantu penyehatan dan pengelolaan lingkungan, mereka memperoleh hasil tabungan yang kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan tambahan, terutama menjelang Lebaran. Inilah manfaat ganda yang dirasakan langsung oleh warga.

Sejak beroperasi aktif pada Oktober 2024, jumlah donatur dan nasabah terus meningkat. Hingga Maret 2025, Bank Sampah RESIK 04 telah memiliki 69 nasabah aktif—angka yang mencerminkan tumbuhnya kepercayaan warga terhadap sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Perjalanan Bank Sampah RESIK 04 tidak selalu mulus. Aktivitas sempat tersendat dan hampir vakum. Namun evaluasi menjadi titik balik. Pengelolaan diperkuat melalui kolaborasi yang lebih jelas: RW berperan sebagai manajerial utama, sementara RT dan Karang Taruna bergerak lebih aktif di lapangan. Sistem pencatatan dan pelaporan pun dibangun secara transparan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Baca Juga: Gandok, Jejak Longsor Masa Lalu

Jika krisis sampah berdampak luas bagi seluruh Kota Bandung, maka kisah Bank Sampah RESIK 04 menunjukkan bahwa wilayah yang selama ini diposisikan sebagai terbelakang justru kerap menjadi ruang paling jujur untuk belajar bertahan dan berbenah. Di RW dengan klasifikasi pertama dan muda (LACI RW), di tengah keterbatasan ekonomi dan infrastruktur, warga RW 04 Cipadung Kulon memilih tidak sekadar menunggu solusi datang dari atas.

Mereka bergerak, memilah, bersedekah, dan menabung sampah—menyusun perubahan dari hal-hal paling sederhana. Dari sini kita belajar bahwa masa depan pengelolaan sampah kota tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan anggaran, tetapi oleh keberanian warga di wilayah terbelakang untuk mengambil peran. Dan justru dari sanalah, harapan kota yang lebih bersih dan berkeadilan bisa dirintis bersama. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dadang Suhenda
Peneliti demografi sosial di BRIN, menautkan riset dan pengabdian sebagai Ketua Forum RW Panyileukan serta Direktur Bank Sampah RESIK 04.

Berita Terkait

Ayo Netizen 18 Feb 2026, 17:07

Mapag Puasa

Mapag Puasa

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)