Bank Sampah RESIK 04: Inisiatif Warga Pinggiran Kota di Tengah Krisis Sampah Bandung

4 menit baca
Dadang Suhenda
Ditulis oleh Dadang Suhenda diterbitkan
Pengurus Bank Sampah Resik 04 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Alpian)
Pengurus Bank Sampah Resik 04 (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Alpian)

Krisis sampah sejatinya berdampak luas dan menyentuh hampir seluruh wilayah Kota Bandung. Penumpukan sampah, keterlambatan pengangkutan, hingga meluapnya tempat penampungan sementara bukan lagi peristiwa insidental, melainkan pola yang berulang. Namun di balik dampaknya yang meluas itu, beban paling berat justru ditanggung oleh wilayah-wilayah yang masih berada pada kondisi ketertinggalan pembangunan.

Kawasan dengan tingkat ekonomi lemah, permukiman padat, serta RW dengan klasifikasi pertama dan muda (LACI RW, 2025) merasakan krisis sampah secara berlapis—mulai dari penurunan kualitas lingkungan, meningkatnya risiko kesehatan, hingga penguatan stigma sosial sebagai wilayah bermasalah. Di ruang-ruang seperti inilah, persoalan sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan persoalan martabat hidup.

Dari wilayah yang kerap diposisikan sebagai “pinggiran” inilah sejarah Bank Sampah Resik 04 (BSR04) bermula.

Lahir dari Kegelisahan Warga

Pertengahan 2024 menjadi titik krusial. Kota kembali berada dalam bayang-bayang krisis sampah. Anjuran pemerintah agar pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga melalui program Kang Pisman terus digaungkan. Warga RW 04 Cipadung Kulon Kecamatan Panyileukan mulai memilah sampah dari rumah masing-masing.

Namun kegelisahan muncul ketika proses itu berhenti di rumah. Setelah dipilah, sampah belum memiliki saluran yang jelas agar benar-benar bermanfaat. Di saat yang sama, persoalan ekonomi warga RW 04 juga membutuhkan perhatian. Dari kegelisahan ganda—lingkungan dan ekonomi—lahir gagasan membentuk bank sampah.

Pada Juli 2024, Ketua RW 04 periode 2024–2027 bersama pengurus RT, RW, dan Karang Taruna Semanggi Sari Unit 04 merintis pendirian Bank Sampah RESIK 04. Gagasannya sederhana, namun kontekstual: mengubah sampah dari beban menjadi nilai, dari masalah menjadi peluang kecil yang dikelola bersama.

Alamat Sekretariat BSR04: Jl. Sindangsari RT 05, RW 04 Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rika Nurhayati)
Alamat Sekretariat BSR04: Jl. Sindangsari RT 05, RW 04 Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rika Nurhayati)

Momentum penting datang menjelang perayaan Agustusan 2024. Saat itu, ingatan publik masih lekat dengan fenomena Citayam Fashion Week yang mulai viral pada pertengahan tahun 2022. Aksi peragaan busana spontan di zebra cross kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menjelma menjadi simbol ekspresi anak muda dari wilayah pinggiran yang merebut ruang kota dengan caranya sendiri. Tanpa panggung resmi, ruang publik berubah menjadi medium kreativitas, kebersamaan, dan pengakuan sosial.

Spirit inilah yang kemudian diadaptasi di RW 04 Cipadung Kulon. Jika Citayam Fashion Week memamerkan gaya, maka Bank Sampah RESIK 04 memamerkan kepedulian. Dari inspirasi tersebut lahirlah kegiatan ikonik Sindang Sari PISANS Week. PISANS merupakan akronim dari Pilah Sedekah dan Nasabah Sampah, sebuah konsep yang merangkum dua bentuk partisipasi warga dalam satu gerakan.

Dalam kegiatan mingguan ini, warga membawa sampah hasil pilahan untuk ditimbang dan dicatat. Sebagian disalurkan sebagai sedekah lingkungan, sebagian lain ditabung sebagai tabungan sampah. Ruang kampung pun berubah menjadi ruang edukasi, interaksi sosial, dan aksi kolektif yang hidup.

Donatur dan Nasabah: Dua Peran, Satu Gerakan

Bank Sampah RESIK 04 mengenal dua jenis kepesertaan. Pertama, donatur sampah—para relawan sekaligus pioner bank sampah yang memilah dan mendonasikan sampahnya tanpa imbalan. Mereka menopang operasional dan keberlanjutan program sebagai bentuk sedekah dan dukungan sosial.

Kedua, nasabah sampah—warga yang terdaftar resmi sebagai penabung. Selain membantu penyehatan dan pengelolaan lingkungan, mereka memperoleh hasil tabungan yang kerap dimanfaatkan untuk kebutuhan tambahan, terutama menjelang Lebaran. Inilah manfaat ganda yang dirasakan langsung oleh warga.

Sejak beroperasi aktif pada Oktober 2024, jumlah donatur dan nasabah terus meningkat. Hingga Maret 2025, Bank Sampah RESIK 04 telah memiliki 69 nasabah aktif—angka yang mencerminkan tumbuhnya kepercayaan warga terhadap sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Perjalanan Bank Sampah RESIK 04 tidak selalu mulus. Aktivitas sempat tersendat dan hampir vakum. Namun evaluasi menjadi titik balik. Pengelolaan diperkuat melalui kolaborasi yang lebih jelas: RW berperan sebagai manajerial utama, sementara RT dan Karang Taruna bergerak lebih aktif di lapangan. Sistem pencatatan dan pelaporan pun dibangun secara transparan agar dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Baca Juga: Gandok, Jejak Longsor Masa Lalu

Jika krisis sampah berdampak luas bagi seluruh Kota Bandung, maka kisah Bank Sampah RESIK 04 menunjukkan bahwa wilayah yang selama ini diposisikan sebagai terbelakang justru kerap menjadi ruang paling jujur untuk belajar bertahan dan berbenah. Di RW dengan klasifikasi pertama dan muda (LACI RW), di tengah keterbatasan ekonomi dan infrastruktur, warga RW 04 Cipadung Kulon memilih tidak sekadar menunggu solusi datang dari atas.

Mereka bergerak, memilah, bersedekah, dan menabung sampah—menyusun perubahan dari hal-hal paling sederhana. Dari sini kita belajar bahwa masa depan pengelolaan sampah kota tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan anggaran, tetapi oleh keberanian warga di wilayah terbelakang untuk mengambil peran. Dan justru dari sanalah, harapan kota yang lebih bersih dan berkeadilan bisa dirintis bersama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dadang Suhenda
Tentang Dadang Suhenda
Peneliti demografi sosial di BRIN, menautkan riset dan pengabdian sebagai Ketua Forum RW Panyileukan serta Direktur Bank Sampah RESIK 04.

Berita Terkait

Ayo Netizen 18 Feb 2026, 17:07

Mapag Puasa

Mapag Puasa

News Update

Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 07:38

Nama, Doa, dan Ikhtiar

Yang membuat nama menjadi bermakna bukan hanya rangkaian hurufnya. Ada harapan orang tua, perjalanan hidup yang mengiringinya, dan tanggung jawab pemilik nama untuk menjadikan doa sebagai kehidupan.

Ilustrasi nama orang sunda yang sudah hampir punah. (Sumber: Pixabay by Pexels)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)