Gandok, Jejak Longsor Masa Lalu

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Terlihat jelas Lengkungan Ci Kapundung, karena adanya desakan longsor dari arah barat, yang membentuk jarikaki longsor, yang sama dengan lebar lengkungan itu. (Heritage Collection | Peta 1910 Bandoeng en omstreken/Topographische Inrichting)
Terlihat jelas Lengkungan Ci Kapundung, karena adanya desakan longsor dari arah barat, yang membentuk jarikaki longsor, yang sama dengan lebar lengkungan itu. (Heritage Collection | Peta 1910 Bandoeng en omstreken/Topographische Inrichting)

Nama geografis Gandok ada di semua Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Dalam Kamus Basa Sunda karya R Satjadibrata, gandok, imah leutik nu ditangkodkeun kana imah nu leuwih gedѐ. Rumah kecil yang ditempelkan, digendongkan pada rumah yang lebih besar.

Sebenarnya gandok itu bukan hanya berlaku untuk bangunan atau rumah, tapi juga untuk ronabumi. Bila ada sebidang tanah yang terbentuk secara alami, seperti ditempelkan, digendongkan pada bagian lahan yang lebih luas, itulah gandok. Makna ditangkodkeun, ditempelkan, digendongkan, karena bagian dari rumah kecil itu, umumnya dapur, dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan ruang, setelah rumah besar jadi. Begitu pun gandok dalam bentukan alam. 

Sangat mungkin, kejadiannya diawali dengan adanya longsor di tempat ini. Longsor terjadi ketika gaya dorong geser dari atas lebih kuat dari pada gaya tahan geser di bawah. Mengecilnya gaya tahan geser di bagian bawah karena adanya gangguan terhadap kestabilan lereng. Misalnya karena ada bagian dinding sungai yang terkikis sampai dalam oleh derasnya aliran sungai lalu ambruk. Karena ada bagian lereng yang ambruk, maka gaya tahan gesernya terus melemah, dan akan dengan kuat menarik bagian atas lereng, yang gaya dorong gesernya semakin menguat. 

Longsor di bagian atas akan berhenti bergerak turun ketika gaya dorong gesernya sama dengan gaya tahan gesernya, sehingga terjadi kestabilan lereng. Namun, bila ada pemicu lain, seperti adanya material longsoran yang ambruk ke sungai, atau turun hujan yang menyebabkan tanah gembur hasil longsoran menjadi jenuh air kemudian meluncur ke lembah atau sungai, maka lereng menjadi tidak stabil, dan longsor akan terjadi kembali. 

Longsor dapat terjadi karena lahan gembur di lereng bawah yang digarap menjadi kebun dan dibiarkan terbuka tak berpelindung pepohonan, tanah gembur yang subur itu akan berubah menjadi bubur yang meluncur ke lembah-lembah, bila air meteorik tercurah di sana. Longsor itu bisa juga terjadi ketika di bagian bawah lereng ada yang dipotong tegak lurus. Ketika lereng mencari keseimbangan baru itulah akan menarik lereng bagian atasnya. 

Ketika longsor sudah berakhir, akan terlihat mahkota longsor di bagian atas yang melengkung dengan dindingnya yang curam. Di bawahnya, di jari kaki longsor, terdapat bagian tanah yang bertumpuk, membentuk gundukan yang menyerupai bukit kecil. Aliran sungai yang tertimbun material longsoran, akan terbendung lalu bobol kembali, atau alirannya bergeser menyesuaikan ke tempat yang lebih rendah di bawah jari kaki longsor.

Karena proses waktu, lahan bekas longsor kembali stabil, dan lerengnya kembali seimbang. Tanah longsoran yang tertimbun di bawah, di bekas jari kaki longsor sudah padat menguat. Bentuk gundukannya terlihat seperti bukit kecil yang ditempelkan, seperti digendongkan ke dinding yang lebih lebar. Sementara di lembahnya, aliran sungai melengkung melingkari jari kaki longsor. 

Rona bumi seperti itu terdapat di Kampung Gandok yang berada di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Yang paling nyata terlihat saat ini adalah aliran Ci Kapundung yang melengkung di jari kaki timbunan longsor masa lalu. Bila diukur, lebar jari kaki longsor (utara – selatan) sama dengan lebar bagian Ci Kapundung yang terbelokan, yaitu sekitar 200 m. Dan, bagian Ci Kapundung tertekan oleh material longsoran ke arah timur, bergeser sekitar 150 m – 200 m.

Nama geografis atau toponim, bila ditelusuri arti namanya, dapat direkonstruksi peristiwa alam apa yang pernah terjadi di sana, seperti toponim Gandok. Peristiwa alamnya bisa menyerupai itu, atau dengan sebab yang berbeda, namun menghasilkan rona bumi yang sama, ada bentukan yang seperti digendong. Seperti di Kabupaten Bandung Barat, Kampung Gandok terdapat di Desa Cikadu dan di Desa Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta, dan Kampung Gandok di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang.

Di Kabupaten Bandung, toponim Gandok terdapat di Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek, dan Karanggandok di Desa Srirahayu, Kecamatan Cikancung. Di Kabupaten Garut Kampung Gandok terdapat di Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, di Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, dan Sedagandok di Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet. Di Kabupaten Tasikmalaya Kampung Gandok terdapat di Desa Margamulya, Kecamatan Sukaresik, di Desa Ancol, Kecamatan Cineam, di Desa Bungursari, Kecamatan Bungursari, dan di Desa Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari.

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Di Kabupaten Ciamis terdapat Pasir Gandok di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, dan Dusun Gandok di Desa Sukadana. Di Kabupaten Majalengka terdapat di Desa Kertabasuki, Kecamatan Maja. Di Kabupaten Sukabumi terdapat di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung. Di Kabupaten Bogor terdapat di Desa Rawakalong, Kecamatan Gunung Sindur, di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Di Kabupaten Bekasi terdapat di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya. Di Kabupaten Karawang ada toponim Desa Kutagandok di Kecamatan Kutawaluya. Di Kabupaten Cirebon ada Blok Gandok di Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang. Di Kabupaten Kuningan terdapat di Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung. Di Kabupaten Kuningan ada Pemakaman Kebongandok di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus. Dan di Kabupaten Indramayu, toponim Gandok terdapat di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang.

Nama geografis itu tidak sekedar nama tempat, tapi, di baliknya terdapat riwayat peristiwa alam dan budaya, bila mengetahui maknanya. Inilah nilai strategis toponim, dapat menjadi cermin, pembelajaran, dan upaya mitigasi bagi warganya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)