Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Gandok, Jejak Longsor Masa Lalu

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Kamis 19 Feb 2026, 11:17 WIB
Terlihat jelas Lengkungan Ci Kapundung, karena adanya desakan longsor dari arah barat, yang membentuk jarikaki longsor, yang sama dengan lebar lengkungan itu. (Heritage Collection | Peta 1910 Bandoeng en omstreken/Topographische Inrichting)

Terlihat jelas Lengkungan Ci Kapundung, karena adanya desakan longsor dari arah barat, yang membentuk jarikaki longsor, yang sama dengan lebar lengkungan itu. (Heritage Collection | Peta 1910 Bandoeng en omstreken/Topographische Inrichting)

Nama geografis Gandok ada di semua Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Dalam Kamus Basa Sunda karya R Satjadibrata, gandok, imah leutik nu ditangkodkeun kana imah nu leuwih gedѐ. Rumah kecil yang ditempelkan, digendongkan pada rumah yang lebih besar.

Sebenarnya gandok itu bukan hanya berlaku untuk bangunan atau rumah, tapi juga untuk ronabumi. Bila ada sebidang tanah yang terbentuk secara alami, seperti ditempelkan, digendongkan pada bagian lahan yang lebih luas, itulah gandok. Makna ditangkodkeun, ditempelkan, digendongkan, karena bagian dari rumah kecil itu, umumnya dapur, dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan ruang, setelah rumah besar jadi. Begitu pun gandok dalam bentukan alam. 

Sangat mungkin, kejadiannya diawali dengan adanya longsor di tempat ini. Longsor terjadi ketika gaya dorong geser dari atas lebih kuat dari pada gaya tahan geser di bawah. Mengecilnya gaya tahan geser di bagian bawah karena adanya gangguan terhadap kestabilan lereng. Misalnya karena ada bagian dinding sungai yang terkikis sampai dalam oleh derasnya aliran sungai lalu ambruk. Karena ada bagian lereng yang ambruk, maka gaya tahan gesernya terus melemah, dan akan dengan kuat menarik bagian atas lereng, yang gaya dorong gesernya semakin menguat. 

Longsor di bagian atas akan berhenti bergerak turun ketika gaya dorong gesernya sama dengan gaya tahan gesernya, sehingga terjadi kestabilan lereng. Namun, bila ada pemicu lain, seperti adanya material longsoran yang ambruk ke sungai, atau turun hujan yang menyebabkan tanah gembur hasil longsoran menjadi jenuh air kemudian meluncur ke lembah atau sungai, maka lereng menjadi tidak stabil, dan longsor akan terjadi kembali. 

Longsor dapat terjadi karena lahan gembur di lereng bawah yang digarap menjadi kebun dan dibiarkan terbuka tak berpelindung pepohonan, tanah gembur yang subur itu akan berubah menjadi bubur yang meluncur ke lembah-lembah, bila air meteorik tercurah di sana. Longsor itu bisa juga terjadi ketika di bagian bawah lereng ada yang dipotong tegak lurus. Ketika lereng mencari keseimbangan baru itulah akan menarik lereng bagian atasnya. 

Ketika longsor sudah berakhir, akan terlihat mahkota longsor di bagian atas yang melengkung dengan dindingnya yang curam. Di bawahnya, di jari kaki longsor, terdapat bagian tanah yang bertumpuk, membentuk gundukan yang menyerupai bukit kecil. Aliran sungai yang tertimbun material longsoran, akan terbendung lalu bobol kembali, atau alirannya bergeser menyesuaikan ke tempat yang lebih rendah di bawah jari kaki longsor.

Karena proses waktu, lahan bekas longsor kembali stabil, dan lerengnya kembali seimbang. Tanah longsoran yang tertimbun di bawah, di bekas jari kaki longsor sudah padat menguat. Bentuk gundukannya terlihat seperti bukit kecil yang ditempelkan, seperti digendongkan ke dinding yang lebih lebar. Sementara di lembahnya, aliran sungai melengkung melingkari jari kaki longsor. 

Rona bumi seperti itu terdapat di Kampung Gandok yang berada di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Yang paling nyata terlihat saat ini adalah aliran Ci Kapundung yang melengkung di jari kaki timbunan longsor masa lalu. Bila diukur, lebar jari kaki longsor (utara – selatan) sama dengan lebar bagian Ci Kapundung yang terbelokan, yaitu sekitar 200 m. Dan, bagian Ci Kapundung tertekan oleh material longsoran ke arah timur, bergeser sekitar 150 m – 200 m.

Nama geografis atau toponim, bila ditelusuri arti namanya, dapat direkonstruksi peristiwa alam apa yang pernah terjadi di sana, seperti toponim Gandok. Peristiwa alamnya bisa menyerupai itu, atau dengan sebab yang berbeda, namun menghasilkan rona bumi yang sama, ada bentukan yang seperti digendong. Seperti di Kabupaten Bandung Barat, Kampung Gandok terdapat di Desa Cikadu dan di Desa Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta, dan Kampung Gandok di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang.

Di Kabupaten Bandung, toponim Gandok terdapat di Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek, dan Karanggandok di Desa Srirahayu, Kecamatan Cikancung. Di Kabupaten Garut Kampung Gandok terdapat di Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, di Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, dan Sedagandok di Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet. Di Kabupaten Tasikmalaya Kampung Gandok terdapat di Desa Margamulya, Kecamatan Sukaresik, di Desa Ancol, Kecamatan Cineam, di Desa Bungursari, Kecamatan Bungursari, dan di Desa Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari.

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Di Kabupaten Ciamis terdapat Pasir Gandok di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, dan Dusun Gandok di Desa Sukadana. Di Kabupaten Majalengka terdapat di Desa Kertabasuki, Kecamatan Maja. Di Kabupaten Sukabumi terdapat di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung. Di Kabupaten Bogor terdapat di Desa Rawakalong, Kecamatan Gunung Sindur, di Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Di Kabupaten Bekasi terdapat di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya. Di Kabupaten Karawang ada toponim Desa Kutagandok di Kecamatan Kutawaluya. Di Kabupaten Cirebon ada Blok Gandok di Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang. Di Kabupaten Kuningan terdapat di Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung. Di Kabupaten Kuningan ada Pemakaman Kebongandok di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus. Dan di Kabupaten Indramayu, toponim Gandok terdapat di Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang.

Nama geografis itu tidak sekedar nama tempat, tapi, di baliknya terdapat riwayat peristiwa alam dan budaya, bila mengetahui maknanya. Inilah nilai strategis toponim, dapat menjadi cermin, pembelajaran, dan upaya mitigasi bagi warganya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)