Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Toponimi Gandasoli

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Jumat 24 Okt 2025, 10:54 WIB
Setidaknya terdapat tujuh nama geografis Gandasoli di Jawa Barat. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Setidaknya terdapat tujuh nama geografis Gandasoli di Jawa Barat. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Dalam menata taman-taman kota, akan ada keterhubungan dengan masyarakat setempat, bila penataannya dikaitkan dengan sejarah alam dan sejarah budaya. Misalnya pemilihan jenis tumbuhan yang dipakai dalam penataan taman kota. Sebelum penataan taman, sebaiknya dicari informasi, apakah ada tumbuhan endemik yang dapat dijadikan tumbuhan dalam penghijauan? Atau adakah toponimi di kawasan itu yang berasal dari nama tumbuhan, dan dapat dijadikan tumbuhan yang ditanam dalam penataan kawasan?

Ternyata ada dan sudah banyak dibudidayakan, seperti gandasoli. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya yang hijau indah, dan bunganya yang putih itu harum. Di beberapa daerah, gandasoli banyak dikembangkan untuk tumbuhan di taman-taman.

Bahwa tumbuhan gandasoli banyak ditanam oleh masyarakat Jawa Barat pada masa lalu, karena abadi dalam nama geografis Gandasoli, yang tersebar di beberapa Kabupaten. Tumbuhan ini berkembang dengan baik mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.900 m dpl. Seperti toponim Gandasoli di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, yang termasuk daerah Cukambuy.

Gandasoli itu jenis tumbuhan (Hedychium spec. div.), bila dipelihara dengan baik, akan berbunga sepanjang tahun. Bunganya berwarna putih bersih inilah, oleh pemberi nama tumbuhan pada masa lalu, diibaratkan putih seperti salju. Bunganya seputih salju inilah yang menjadikan alasan, mengapa tumbuhan ini diberi nama hedychium.

Di Jawa Barat, di daerah yang mempunyai tumbuhan berbunga putih dan wangi ini, namanya gandasoli. Sehingga di kawasan yang terdapat gandasoli yang tumbuh subur menarik hati, menjadi ciribumi, maka tempat itu lama-lama dinamai Gandasoli. Setidaknya terdapat tujuh nama geografis Gandasoli di Jawa Barat.

Pertama di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Kedua Kampung Gandasoli di Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Ketiga Desa Gandasoli di Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Keempat Desa Gandasoli di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Kelima Desa Gandasoli di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Keenam Kampung Gandasoli di Desa Kamurang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Dan ketujuh, Desa Gandasoli di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Di Provinsi Jawa Tengah, nama tumbuhan ini disebut gandasuli. Di kawasan yang terdapat tumbuhan gandasuli yang menjadi ciribumi, kemudian tempat itu diberi nama Gandasuli, seperti Desa Gandasuli di Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, dan Desa Gandasuli di Kecamatan Brebes.

Gandasoli, tumbuhan berbunga dari keluarga jahe (Zingiberaceae), termasuk tumbuhan menahun yang memiliki rimpang, yaitu umbi (akar) yang bercabang-cabang seperti jari kaki yang terkubur di dalam tanah. Bentuknya pipih, berwarna putih, dan lunak. Umumnya, gandasoli tumbuh setinggi antara 120 cm - 180 cm. Gandasoli tumbuh dengan baik di bawah kerindangan pohon, dan di daerah yang lembab.

Dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia (terjemahan) karya K Heyne (1987), tumbuhan gandasoli oleh masyarakat dimanfaatkan pangkal batangnya, yang dikunyah untuk pengobatan amandel, atau bengkak lainnya dengan cara dioleskan. Tangkainya yang sudah diremas-remas, kemudian digodog, dapat dimanfaatkan untuk obat kumur.

Pimpinan daerah perlu pengetahuan yang bagus tentang karakter wilayah kerja, dan bidang yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga dari pemimpin di daerah tumbuh gagasan untuk mengembangkan daerah yang sesuai dengan karakter wilayah, sejarah alam, dan sejarah budayanya. Misalnya menanam tumbuhan gandasoli, tumbuhan yang pernah menjadi ciri bumi di suatu kawasan, sehingga nama tumbuhan itu menjadi nama geografis.

Baca Juga: Maung Sélang Sudah Tak Dikenali Lagi, tapi Abadi dalam Toponimi

Sebagai percontohan, dinas yang menangani pertamanan di Kabupaten Bandung, dapat mulai menanam gandasoli di taman, di halaman kantor Bupati Kabupaten Bandung di Soreang. Cukup beralasan, karena hanya berjarak 5,7 km dari kantor Bupati Kabupaten Bandung ke arah timur laut, ada nama geografis Gandasoli.

Di taman dan di sepanjang jalan yang ada di dalam lingkungan kantor Bupati Kabupaten Bandung, pepohonannya sudah cukup tinggi, sehingga dapat memberikan perlindungan, dapat memberikan naungan, dan keteduhan bagi tumbuhan gandasoli di bawahnya. Di antara pohon-pohon di sepanjang jalan itu dan di pinggir lapangan rumput di depan kantor-kantornya, ditanam tumbuhan gandsoli. Bila sudah tumbuh, daunnya akan menghijau indah, dan berbunga putih yang harum sepanjang waktu.

Di taman-taman kota, di antara jalanraya dan rerumputan, di antara pohon pinggir jalan, gandasoli dapat ditanam di sana, menjadi pembatas antara satu peruntukan dengan peruntukan lainnya. 

Penanaman gandasoli bukan hanya di halaman kantor Bupati Kabupaten Bandung, tapi dapat menyebar lebih luas di taman-taman kota, di halaman kantor Desa, di halaman kantor Kelurahan, di halaman kantor kecamatan, dan di taman-taman kota, dan di halaman kantor kabupaten, yang di wilayahnya terdapat toponim Gandasoli, seperti di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, dan di Kabupaten Purwakarta.

Tentu, bila dianggap bagus, menjadi pewangi alami dalam kawasan yang luas, gandasoli dapat ditanam di sepanjang sempadan sungai, di sepanjang pinggir parit di permukiman, dan di tempat lainnya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)