Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Gelaran Pasar Kreatif Jawa Barat dan Tantangan Layanan Publik Kota Bandung

Rangga Dwi Rizky
Ditulis oleh Rangga Dwi Rizky diterbitkan Jumat 12 Des 2025, 19:20 WIB
Sejumlah pengunjung memadati area Pasar Kreatif Jawa Barat di Jalan Pahlawan No.70 Kota Bandung, Rabu (03/12/2025). (Foto: Rangga Dwi Rizky)

Sejumlah pengunjung memadati area Pasar Kreatif Jawa Barat di Jalan Pahlawan No.70 Kota Bandung, Rabu (03/12/2025). (Foto: Rangga Dwi Rizky)

Keramaian terjadi kembali di Kota Bandung (03/12/2025) yang disebabkan oleh Gelaran Pasar Kreatif yang bertempat di Jalan Pahlawan no.70.

Tempat tersebut disulap menjadi ruang publik yang mempertemukan ratusan masyarakat dengan para Pengusaha UMKM yang secara langsung ingin melihat berbagai produk kreatif yang dipajang sepanjang jalan, seperti makanan, baju, hingga kerajinan tangan lainnya. intensitas dan banyaknya pengunjung serta peserta menandakan bahwa ekosistem ekonomi di Kota Bandung masih sangat kuat dan terus berkembang.

Tetapi dampak dari ramainya acara tersebut perlu disoroti kembali oleh Wali Kota Bandung, M. Farhan.khususnya pada pengelolaan selama acara berlangsung dan sarana publik.

 Seperti pada saat acara berlangsung, beberapa titik lokasi terlihat cukup padat hingga mengganggu ruang gerak pengunjung yang berlalu lalang. Area jalan untuk para pengunjung pun terlihat sempit sehingga banyak yang berdesakan dan ruang gerak sangat terbatas. Tidak adanya arah petunjuk yang jelas menyebabkan pengunjung kesulitan dan persebaran pengunjung pun hanya di beberapa titik lokasi saja.

“Kita jadi kesulitan cari stand dan akhirnya mutar-mutar karena gaada penunjuk arah yang jelas,” Ucap salah satu warga Antapani, Gita.

Selain itu, kebersihan tempat juga menjadi hal yang perlu ditinjau. Kurangnya tempat sampah di beberapa titik lokasi menyebabkan sampah berserakan karena tidak tempat sampah tidak mampu menampung sampah-sampah yang sudah menumpuk. Hal ini menunjukkan kurang optimalnya pihak-pihak terkait seperti penyelenggara, dinas terkait dan petugas kebersihan.

Kendati demikian, masalah aksebilitas juga menjadi perbincangan. Tempat parkir yang tidak memadai menyebabkan banyak kendaraan parkir di tepi-tepi jalan, yang dapat menyebabkan kemacetan di sekitar area pasar. Hal ini perlu ditunjau kembali oleh pihak penyelenggara untuk memanfaatkan fasilitas gedug lain yang bisa digunakan sebagai alternatif lahan parkir.

Dalam hal inibeberapa pelaku UMKM turut menyuarakan pendapatnya. Seperti Egi, salah satu pelaku usaha kerajinan, memberi masukan terkait pasokan listrik untuk lebih di tingkatkan untuk meminimalisir gangguan listrik di beberapa stand.

“Pasokan listrik sangat penting, karena tampilan produk sangat dipengaruhi oleh pencahayaan,” ujar Egi.

Fasilitas toilet portable yang terbatas juga menimbulkan ke tidak nyamanan. Banyak pengunjung terpaksa berjalan lebih jauh untuk mencari fasilitas yang tidak terlalu penuh, karena jumlah toilet yang tersedia tidak cukup menampung membludaknya antrian.

Di luar permasalahan teknis, masyarakat menilai acara tersebut menggambarkan potensi Bandung sebagai kota kreatif. Namun, potensi itu belum didukung sepenuhnya oleh sarana publik. Pedistrian yang tidak memadai, arah petunjuk yang minim, dan tidak tersedianya akses untuk para disabilitas merupakan keluhan yang perlu ditinjau dengan baik oleh pihak terkait.

Baca Juga: Hikayat Paseh Bandung, Jejak Priangan Lama yang Diam-diam Punya Sejarah Panjang

Dari beberapa keresahan yang dirasakan masyarakat serta pelaku UMKM tersebut, diharapkan dapat menjadi pertimbangan pemerintah untuk lebih terkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya dalam menyelenggarakan acara dengan skala yang besar. 

“Kami juga berharap perlu adanya persiapan yang optimal dengan pedoman yang lebih memadai mengenai kebersihan, aturan pengunjung dan tata kelola parkir,” ujar Gita.

Dalam hal ini masyarakat secara tidak langsung memberi dorongan perbaikan fasilitas publik, seperti area pedistrian maupun sarana transportasi di sepanjang jalan menuju pasar kreatif. Sebagai kota yang identik dengan pariwisata dan kreativitas, Bandung perlu memberikan kenyamanan maksimal bagi pengunjung dan pelaku UMKM.

Pada akhirnya, pemerintahan Pasar Kreatif Jawa Barat menjadi pengingat bahwa Bandung memiliki potensi luar biasa, namun masih membutuhkan peningkatan kualitas layanan publik. Warga berharap evaluasi atas acara ini dapat diwujudkan agar kegiatan kreatif selanjutnya dapat berlangsung lebih inklusif, tertata, dan menyenangkan bagi semua pihak. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rangga Dwi Rizky
Mahasiswa Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)