Krisis Tempat Parkir di Kota Bandung Memicu Maraknya Parkir Liar

2 menit baca
Ishanna Nagi
Ditulis oleh Ishanna Nagi diterbitkan
Rambu dilarang parkir jelas terpampang, tapi kendaraan masih berhenti seenaknya. Parkir liar bukan hanya melanggar aturan, tapi merampas hak pengguna jalan, Rabu (3/12/25) Alun-Alun Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Rambu dilarang parkir jelas terpampang, tapi kendaraan masih berhenti seenaknya. Parkir liar bukan hanya melanggar aturan, tapi merampas hak pengguna jalan, Rabu (3/12/25) Alun-Alun Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)

Di sore hari, ramai kendaraan berlalu lalang dan beberapa kendaraan berhenti sembarangan ditepi jalan tanpa mempedulikan pengguna jalan yang lain. Kurangnya lahan parkir di Kota Bandung semakin terlihat dengan banyaknya kendaraan yang terparkir di bahu jalan. Hal ini sering ditemukan di pusat kota yang dipadati aktivitas warga yakni pusat perbelanjaan dan perkantoran. Wali Kota Bandung  yakni, M. Farhan harus mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan parkir yang mengganggu mobilitas masyarakat di pusat Kota Bandung.

Sri Rahayu, seorang warga Kota Bandung berbagi pengalamannya mengenai parkir liar dari para pengguna jalan yang egois. Ia mengatakan, para pengguna jalan tidak taat atau bahkan tidak peduli terhadap rambu lalu lintas yang sudah ada. Hal itu juga disebabkan karena kurangnya lahan parkir yang menyebabkan banyak pengendara parkir tidak pada tempatnya. 

Banyaknya kendaraan pribadi dan transportasi umum, memicu tekanan besar terhadap ruang publik yang padat oleh aktivitas masyarakat. Kebutuhan parkir di Kota Bandung terus meningkat sehingga fasilitas yang tersedia tidak mampu menampung seluruh kendaraan masyarakat Kota Bandung. Bahu jalan sering dijadikan tempat parkir oleh para pengguna jalan yang sedang ada keperluan dan hal tersebut mempersempit ruang lalu lintas. 

Parkir liar mengubah dan mengabaikan fungsi trotoar menjadi lahan parkir.
Jumat (28/11/25)  Jl. ABC (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Parkir liar mengubah dan mengabaikan fungsi trotoar menjadi lahan parkir. Jumat (28/11/25) Jl. ABC (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)

Ia menjelaskan para pengendara akan memanfaatkan ruang kosong ketika tempat parkir resmi telah penuh.

“Penertiban parkir liar harus dilakukan agar tidak menghambat perjalanan dan tidak merugikan pengguna jalan yang lain,” ujarnya, Rabu (3/12/25).

Parkir liar tersebut, menyebabkan kemacetan dan waktu tempuh para pengguna jalan menjadi semakin lama sehingga aktivitas masyarakat tidak efisien.

Banyak warga yang mengeluh mengenai parkir liar, karena sering memperlambat perjalanan mereka setiap harinya. Khususnya pusat kota di area Alun-Alun Bandung yang merupakan daerah pariwisata di Kota Bandung. Kondisi ini memerlukan tindakan cepat dari pemerintah agar jalur utama kota dapat berfungsi dengan optimal. 

Adanya ketidak seimbangan antara fasilitas parkir dengan semakin banyaknya kendaraan dan pendatang yang berkunjung ke Kota Bandung. Ia menilai kebijakan parkir belum terstruktur sepenuhnya dengan adanya tataruang yang terus berkembang.

“Perencanaan jangka panjang sangat dibutuhkan agar krisis parkir lebih mudah untuk ditangani,” tambahnya. 

Baca Juga: Gelaran Pasar Kreatif Jawa Barat dan Tantangan Layanan Publik Kota Bandung

Walikota Bandung yakni M. Farhan, diharapkan merencanakan pembangunan gedung parkir bertingkat untuk mengurangi kepadatan di kawasan pusat kota. Fasilitas tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang yang mampu menampung kendaraan dalam jumlah yang banyak. Sangat diharapkan agar meningkatkan kenyamanan masyarakat dan menciptakan lingkungan lalu lintas yang tertib, serta aman bagi pengguna jalan. 

Masyarakat berharap kepada M.Farhan agar dapat mempertimbangkan solusi tersebut, untuk menyelesaikan persoalan parkir liar secara berkelanjutan. Harapan tersebut muncul dikarenakan kemacetan yang disebabkan parkir liar sangat mengganggu dan menghambat aktivitas pengguna jalan.

“Kami ingin perubahan nyata yang dapat diraskan langsung setiap harinya,” tutupnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)