Balap Liar di Bandung Ancam Ketenangan Pengguna Jalan, Merusak Fasilitas Publik

3 menit baca
Muhammad Barra Alfauzan
Ditulis oleh Muhammad Barra Alfauzan diterbitkan
Sekelompok orang terlihat sedang berkumpul untuk menonton balap liar di Kota Bandung, (02/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Barra)
Sekelompok orang terlihat sedang berkumpul untuk menonton balap liar di Kota Bandung, (02/12/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Barra)

Fenomena balap liar ini telah menjadi isu krusial yang sangat meresahkan ketenagan dan keselamatan bagi pengguna jalan di kota Bandung. Kegiatan illegal ini juga tidak hanya mengancam bagi pelaku dan pengguna jalan lain,tetapi juga bisa mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum.

Pemerintah Kota Bandung harus mengambil tindakan tegas untuk memberantas kegiatan illegal ini yang semakin marak. Karena balap liar bukan hanya kenakalan remaja biasa,tetapi sudah menjadi pelanggaran yang serius yang sering di barengin dengan kegiatan kriminalitas lainnya.

Walikota Bandung  Muhammad Farhan harus menujukan komitmen yang kuat dan kepemimpinan yang efektif dalam menekankan pertumbuhan aktivitas balap liar di area vital kota Bandung. Pendekatan responsive dan juga presentif yang harus dijalankan untuk memberikan efek jera pada setiap pelaku balap liar.

Banyak warga kota Bandung yang mengeluh di karenakan setiap malam terdengar suara knalpot bising serta premotor yang ugal ugalan,yang sangat membahayakan mereka saat melintasi jalan raya dan Kawasan strategis di Kota Bandung.

Kawasan yang terdapat aktivitas balap liar/ugal ugalan yaitu di sekitaran jalan Layang BKR dan area Gedung Sate yang menjadi titik rawannya.Lingkungan kota yang aman dan tertib adalah hak setiap warga yang harus di jamin oleh pemerintah daerahnya.

Salah satu akar permasalahan balap liar ini adalah kurangnya fasilitas seperti sirkuit yang memadai untuk menyalurkan minat bakat mereka, sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dengan menggunakan jalan umum. Pemerintah daerah harus memberikan mereka fasilitas yang legal agar aman dan juga tidak membahayakan orang lain.

Sekelompok orang terlihat sedang berkumpul untuk menonton balap liar di Kota Bandung. (02/12/25) (Sumber: (Sumber:Muhammad Barra) | Foto: Barra)
Sekelompok orang terlihat sedang berkumpul untuk menonton balap liar di Kota Bandung. (02/12/25) (Sumber: (Sumber:Muhammad Barra) | Foto: Barra)

Terkadang Tindakan dari aparat kepolisian juga ternilai sangat santai dan juga tidak berkelanjutan sehingga para pelaku mengulang kegiatan yang sama. Pola patroli dan pengawasan harus di perkuat terutama pada malam hari karena mereka memulai aksinya pada saat itu.dan juga harus melakukan patroli di daerah daerah yang tersembunyi yang kerap dilakukan untuk aktivitas balap liar.

Peran orang tua dan juga Lembaga Pendidikan sangat penting untuk memberi nasehat terkait kegiatan kriminalitas tersebut.Pria asal Bogor juga dapat menginisiasi program edukasi untuk keluarga dan sekolah sekolah untuk meningkatkan kesadaran agar tidak melakukan aktivitas illegal.

Seseorang Nomor 1 di Kota Bandung juga harus memastikan bahwa hukuman untuk para pelaku balap liar dapat memberikan efek jera. Tidak hanya memberikan denda yang ringan atau hanya disuruh push up saja. Seperti setiap pelaku balap liar yang ketangkep dilakukan penyitaan pada kendaraannya dalam waktu yang lama dan juga diberikan denda yang sangat besar. Konsistensi penindakan adalah kunci agar kegiatan ilegal ini tidak ada lagi di Kota Bandung.

Pihak terkait harus mendorong kerja sama antara satpol PP, dinas perhubungan, dan juga kepolisian Kota Bandung. Kerja sama ini bertujuan agar memastikan bahwa penertiban balap liar ini dilakukan secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu di seluruh Kawasan Bandung. 

Baca Juga: Saatnya Wali Kota Bandung Evaluasi Tata Kelola Transportasi Publik

Pemanfaatan teknologi canggih seperti pemasangan kamera pengawas (CCTV) di seluruh titik titik yang sering terjadinya balap liar, agar dapat pemantauan dan identifikasi para pelaku secara realtime. Gunanya untuk menjadi barang bukti yang kuat pada saat penangkapan yang dilakukan aparat kota Bandung.

Pada akhirnya balap liar adalah bom waktu sosial yang terus mengancam keselamatan dan ketertiban umum di Kota Bandung jika tidak ditangani secara serius. Walikota Bandung harus segera mengkonsolidasikan semua sumber daya kota, baik aparatur maupun program,demi menciptakan kota yang tertib dan bebas dari segala bentuk kegiatan kriminal.

Masyarakat Kota Bandung sangat berharap agar Walikota Bandung dapat mewujudkan janji yg di keluarkan saat kampenye, untuk menciptakan Kota Bandung ini menjadi tertib dan bebas dari segala bentuk kegiatan kriminalitas yang meresahkan warga Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Barra Alfauzan
Mahasiswa S1 Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)