Hubungan Diam-Diam antara Matematika dan Menulis

6 menit baca
Caroline Jessie Winata
Ditulis oleh Caroline Jessie Winata diterbitkan
Matematika pun memerlukan penulisan sebagai jawaban formal di perkuliahan. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Caroline Jessie Winata)
Matematika pun memerlukan penulisan sebagai jawaban formal di perkuliahan. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Caroline Jessie Winata)

The mathematician entirely has freedom, within the limits of their imagination, to construct what worlds they please. (Sullivan, J. W. N. 1886-1937; Mathematics as an Art (1925). Paraphrased)

Dua kata yang tidak memiliki hubungan yang tampak adalah Matematika dan menulis. Apa yang dipikirkan oleh para pembaca tentang Matematika, menulis, serta hubungan Matematika dan menulis?

Logika memiliki hubungan yang sangat erat dengan matematika. Sama halnya dengan kreatifitas dan menulis, seorang penulis memerlukan jam terbang untuk mengembangkan sebuah tulisan. 

Lantas, bagaimana hubungan antara kedua hal tersebut meski memiliki sifat yang berkebalikan?

Mengenal untuk Mengerti

Untuk mengerti apa yang akan dibahas, mari kita cek definisi masing-masing kata. Kata “Matematika”, berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu μάθημα (máthēma) yang memiliki arti: “yang dipelajari”, “ apa yang seseorang ingin ketahui”, dan dapat disimpulkan sebagai “pengkajian” dan “ilmu pengetahuan” (Cresswell, J. 2021.) Dalam bentuk definisi, sebenarnya matematika tidak memiliki hal tersebut secara pasti dan dapat diinterpretasikan sesuai pribadi masing-masing. Albert Einstein menuliskan, “Matematika murni adalah suatu puisi dari ide logika,” sedangkan Galileo Galilei berkata, “Matematika adalah alfabet yang telah dibuat oleh Sang Pencipta bersamaan dengan alam semesta.” Jadi, terdapat banyak sekali pengertian matematika dari berbagai pandangan.

Sedangkan tulis, atau menulis menyimpan sejarah yang cukup panjang. Awalnya, tulisan tidak berupa aksara ataupun huruf-huruf seperti alfabet di zaman sekarang, melainkan berupa gambar atau simbol yang melambangkan sesuatu. Tulisan berupa coretan baru mulai muncul ke permukaan pada era 3400 SM. Saat ini, tulisan telah menjadi sesuatu yang sederhana berupa huruf-huruf atau aksara yang digunakan sebagai “alat” komunikasi atau “alat media” informasi. (The Evolution of Writing, 2014).

Dalam bentuk definisi, tulisan adalah sebuah kemampuan yang dimiliki sebagian besar manusia. Kemampuan tersebut berupa coretan di atas permukaan seperti kertas, papan kayu, dan lainnya dengan tinta atau goresan. Coretan-coretan tersebut akan menghasilkan sebuah arti berupa huruf yang akan menjadi sebuah kata. Kalimat yang berisikan kata-kata tersebut menjelaskan apa yang ada dipikiran sang penulis akan sesuatu berupa karya ilmiah maupun sastra. Tulisan yang telah dibuat akan dipublikasikan sebagai sarana informasi, hiburan, dan sebagainya.

Sesuai namanya, penulisan kreatif adalah karya sastra yang memanfaatkan menulis. Penulisan kreatif dapat dituliskan oleh siapa saja, tidak terikat oleh faktor umur. Karya sastra yang paling diminati oleh kalangan anak muda usia 13 hingga 25 adalah Novel Fiksi. Cerita yang disukai oleh anak muda adalah cerita yang memiliki happy ending, konflik ringan, dan straightforward. 

Stereotip Seorang Matematikawan

Seringkali masyarakat berpikir seperti ini: seseorang yang telah belajar atau memiliki bidang pekerjaan yang berbau matematika akan kesusahan saat menulis sesuatu yang berbau sastra. Berdasarkan pengalaman dari para guru yang mengajar di sastra, mereka setuju akan stereotype tersebut. Hanya saja, apa yang dipikirkan oleh mayoritas tidak dapat dikatakan benar meskipun terdapat mayoritas kaum yang setuju. Sekali lagi, tidak ada bukti konkret yang mengatakan bahwa seorang matematikawan tidak dapat membuat karya kreatif, terkhususnya penulisan kreatif.

Pada kenyataannya, terdapat matematikawan yang juga merupakan penulis. Contohnya adalah Lewis Carroll, seorang penulis dari Alice’s Adventures in Wonderland (1865). Selain Lewis Carroll, ada pula Rudy Rucker yang merupakan penulis dari The Ware Tetralogy (1982-2000). Dengan informasi ini, tak menutup kemungkinan bahwa seorang matematikawan dapat menulis kreatif yang fiksi maupun nonfiksi. Namun, ada saja orang-orang yang berkecimpung di permasalahan logika biasanya akan kesusahan untuk menulis dan takut untuk memulai, terlebih lagi bagi anak muda yang sedang mengampu di perkuliahan Matematika.

Menurut Caroline Yoon (2017), seorang pengajar Matematika di Universitas Auckland yang juga pernah mengambil English Literature, menuliskan di dalam esainya yang berjudulkan “The Writing Mathematician”, bahwa murid-muridnya yang ada di Program Studi Matematika merasakan tekanan saat diberikan tugas menulis sastra. Sebelum menulis apapun, mereka menyerah lebih dahulu dan menganggap diri mereka tak mampu menulis kreatif karena mereka adalah mahasiswa Program Studi Matematika. Menulis menggunakan imajinasi dalam pembuatannya, sedangkan Matematika memerlukan logika untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Kedua pernyataan tersebut adalah pemikiran yang tertanam di dalam diri mahasiswa Program Studi Matematika dan menjadi hambatan untuk mereka.

Dari pandangan pribadi sebagai seorang mahasiswa yang mengambil Program Studi Matematika, justru Matematika memerlukan kekreatifitasan dalam penyelesaian masalah-masalah yang ada. Beberapa dosen Program Studi Matematika mengatakan bahwa Matematika adalah alat untuk menyelesaikan masalah, alam semesta yang diciptakan oleh Pencipta untuk manusia, menantang imajinasi, hal kreatif, dan sebagainya. Ada juga yang mengatakan, “matematika adalah matematika”, ucap salah satu dosen Program Studi Matematika. Dengan demikian, matematika dapat menjadi alat untuk meningkatkan kekreatifitasan dalam mencari solusi. 

Kenyataan yang jarang diketahui oleh masyarakat adalah perkuliahan di Program Studi Matematika tidak hanya berbaur dengan angka-angka, tetapi juga mengakrabkan diri dengan menulis. Bagaimana cara seorang matematikawan menjelaskan solusi yang didapatkannya? Caranya adalah menuliskannya terstruktur, singkat namun jelas, dan dapat dipahami oleh orang awam. Lalu, cara penulisan tersebut diajarkan secara langsung dan tak langsung di Matematika. 

Ternyata Bisa!

Seperti yang tertuliskan sebelumnya, Matematika membutuhkan penulisan. Mahasiswa Program Studi Matematika dituntut untuk menulis solusi yang dapat dimengerti oleh seluruh kalangan. Terkadang dosen mengatakan untuk memerhatikan cara menjawabnya dan membuat style sendiri dalam menuliskannya. Oleh karena itu, terdapat mahasiswa Matematika memiliki cara menjawab yang berbeda dari yang lain dengan ciri khas masing-masing. 

Mata kuliah Program Studi Matematika pilihan yang wajib dan memiliki hubungan yang erat dengan menulis adalah Penulisan dan Penalaran Matematis dan Matematika Diskrit. Di kedua mata kuliah tersebut, penulisan untuk menjawab suatu pertanyaan sangat diperhatikan dan tidak boleh keluar jalur, serta penjelasan jawaban pun haruslah jelas. Di Universitas Katolik Parahyangan, kedua mata kuliah tersebut diajarkan di semester pertama Program Studi Matematika. 

Dalam menulis, logika juga diperlukan, sebab jika suatu informasi yang ditulis tidak berkesinambungan, maka pembaca juga akan merasa kebingungan dan tidak tertarik lagi. Cara menjawab di Matematika dapat digunakan dalam segala jenis penulisan, terlebih lagi dalam karya ilmiah seperti skripsi. Hal-hal yang dapat diterapkan pada penulisan kreatif dengan apa yang dipelajari di Program Studi Matematika ada banyak! 

Dengan kebiasaan menulis dalam menjawab di Matematika yang telah tertanam pada saat memberikan solusi jawaban formal, penjelasan cerita lebih terstruktur sama seperti salmon yang tahu tujuan arah sungai. Terkadang penulis dapat “loncat-loncat” saat menuliskan cerita yang diinginkan. Oleh karena itu, kebiasaan ini di Matematika dapat digunakan. Misalnya, penulis sedang membuat cerita latar belakang, tapi satu waktu kemudian, konflik utama lah yang dikerjakan, tetapi dengan kebiasaan di Matematika, penulis dapat lebih luwes dalam menulis. 

Baca Juga: Tekanan Biological Clock dan Ancaman Sosial bagi Generasi Mendatang

Penulis memiliki kebiasaan untuk menunda atau melakukan procrastination sehingga cerita-cerita yang telah terpikirkan menjadi “sampah” draft. Hal yang paling susah dilakukan oleh penulis adalah kedisiplinan dalam membuat cerita. Ada tugas atau keinginan untuk menulis, tapi tertunda beberapa hari, dikerjakan tapi mengerjakan hal yang lain, dan lain-lainnya. Kebiasaan mengerjakan tugas-tugas matematika dapat membantu meningkatkan kedisiplinan karena ada deadline yang mengejar. 

Berfokus pada satu cerita yang dibahas dan tidak berulang-ulang juga menjadi tantangan tersendiri bagi seorang penulis. Terkadang ada cerita yang berasa mengulang dapat membuat pembaca bingung dan merasa bosan karena perulangan cerita tersebut. Fokus pada satu titik adalah tujuan seorang matematikawan saat memberikan solusi yang didapatkan. Kebiasaan untuk fokus dalam satu masalah dapat membantu penulis untuk menuliskan cerita yang tidak berulang.

Kosakata yang susah dapat menghilangkan minat baca. Simpel dan keefektifan lah yang dicari oleh matematikawan agar pembaca dapat mengerti apa yang sedang dibahas. Seringkali penggunaan kata-kata yang susah menyebabkan pembaca merasa kehilangan arah dan tidak paham dengan apa yang dimaksudkan oleh penulis. Kebiasaan keempat adalah pemahaman yang menjadi kunci utama agar pembaca dapat mengerti ceritanya.

Jadi, belajar Matematika itu tidak akan menghambat seseorang untuk menjadi seorang penulis, melainkan membantu dalam kebiasaan menulis. Ketakutan untuk memulai menulis tidak akan membuatmu maju. Lebih baik mencoba untuk menulis daripada tidak sama sekali karena menulis dengan kebiasaan seorang matematikawan itu seru. Cobalah dari membuat jurnal singkat mengenai keseharian dan jangan lupa untuk menggunakan kebiasaannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)