Arif Budianto dari Ayobandung.id Raih Juara 1 Nasional AJP 2025, Bukti Kualitas Jurnalisme Lokal

4 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Arif Budianto, jurnalis dari Ayobandung.id, tampil gemilang dengan meraih Juara 1 Nasional Kategori Tulis Bisnis sekaligus Juara 1 Regional Jawa Bagian Barat dalam AJP 2025. (Sumber: Ayobandung.id)
Arif Budianto, jurnalis dari Ayobandung.id, tampil gemilang dengan meraih Juara 1 Nasional Kategori Tulis Bisnis sekaligus Juara 1 Regional Jawa Bagian Barat dalam AJP 2025. (Sumber: Ayobandung.id)

AYOBANDUNG.ID -- Dua jurnalis dari PT Ayo Media Network berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang bergengsi Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025. Arif Budianto, jurnalis dari Ayobandung.id, tampil gemilang dengan meraih Juara 1 Nasional Kategori Tulis Bisnis sekaligus Juara 1 Regional Jawa Bagian Barat.

Pencapaian ini menegaskan kualitas jurnalisme lokal yang mampu bersaing di panggung nasional. Selain Arif, penghargaan juga diraih oleh Arri Widiarto, jurnalis dari Ayosemarang.com yang sukses menyabet gelar Juara 1 Regional Jawa Bagian Tengah.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan 25 orang Pemenang Nasional Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025 serta Pemenang Best of The Best yang berlangsung di Grha Pertamina, Jumat (12/12) malam. Pertamina juga mengumumkan 239 Juara AJP 2025 Tahap Teritori serta 80 Juara Potensial dari 10 pembagian teritori di seluruh Indonesia.

Pengumuman pemenang dilakukan dengan sederhana dan penuh empati, serta doa dan dukungan untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Hal ini sejalan dengan tema Malam Puncak Pengumuman Pemenang AJP 2025, yakni "Energizing Indonesia: Pray for Indonesia".

Menariknya, di tengah duka, pemenang kategori tertinggi pada AJP 2025 yakni Best of The Best diraih jurnalis dari Teritori Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) Mhd Febrinanda Primada (DAAI TV Medan) dengan karya berjudul “Energi dari Balik Jeruji”.

“Penghargaan ini sekaligus pelipur lara di tengah duka. Penuh dengan rasa syukur atas penghargaan Best of The Best yang kami raih, tapi hati dan perhatian tetap tertuju pada saudara-saudara kita di Sumatra. Semoga jurnalisme selalu menjadi cahaya kecil untuk bisa saling menguatkan,” jelas Mhd Febrinanda Primada.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dalam sambutannya menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Pertamina sangat berduka dan prihatin banyak rekan-rekan, saudara-saudara kita yang kehilangan keluarga, tempat tinggal serta mata pencaharian. Pertamina bersama Pemerintah saat ini turun langsung ke daerah yang terkena musibah, untuk membantu memulihkan keadaan dengan segala tantangan, baik akses dan lainnya, yang memang harus kita hadapi bersama,” ujar Oki.

AJP, Oki menjelaskan, bukan sekadar penghargaan. Ajang ini menjadi ruang untuk merayakan karya jurnalistik yang membangkitkan energi positif di masyarakat, di mana seluruh jurnalis merupakan mitra strategis dalam mendorong transparansi dan semangat kebangsaan. Para jurnalis telah memberikan energi, memberikan informasi yang valid dan akurat serta memberi literasi bagi masyarakat.

“Karya-karya jurnalis yang ada di AJP 2025 ini sangat bermakna. Kami sangat menghargai tulisan, foto, liputan televisi, liputan radio yang dihadirkan. Rekan-rekan jurnalis juga menjadi andalan kami untuk menyebarkan informasi, menyampaikan berita-berita yang valid, untuk menghadirkan kisah-kisah di dunia energi serta cerita kemanusiaan, keberpihakan dan keadilan sosial,” ucap Oki.

Arri Widiarto, jurnalis dari Ayosemarang.com, yang sukses menyabet gelar Juara 1 Regional Jawa Bagian Tengah dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025. (Sumber: tangkapan layar)
Arri Widiarto, jurnalis dari Ayosemarang.com, yang sukses menyabet gelar Juara 1 Regional Jawa Bagian Tengah dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2025. (Sumber: tangkapan layar)

Senada, Ketua Dewan Juri AJP 2025 sekaligus Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat mengatakan, penjurian pada AJP 2025 dilakukan oleh Dewan Juri yang independen dan kredibel yang telah memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik.

“Semua peserta sebenarnya layak mendapatkan penghargaan. Kami menilai secara komprehensif, dari logika naratif hingga kedalaman pesan. AJP bukan sekadar lomba, tetapi sarana kolaborasi antara Pertamina dan pers dalam menjaga keterbukaan informasi energi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan dunia jurnalisme yang tengah mengalami disrupsi, mulai dari tekanan ekonomi hingga persaingan dengan media sosial.

“Di saat banyak media konvensional mulai tergerus perkembangan lanskap media, Pertamina hadir memberi apresiasi sekaligus edukasi. Bahkan Pertamina bisa menjadi motor penggerak terciptanya informasi sehat dengan memberi pelatihan bagi jurnalis Indonesia,” kata Komaruddin.

Pada acara pengumuman pemenang AJP, Pertamina memberikan bantuan kepada para jurnalis terdampak bencana Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh, melalui organisasi kewartawanan di daerah setempat. Secara simbolis, bantuan disampaikan kepada Jurnalis Pemenang AJP yang berasal dari Sumatra Barat dan Aceh.

Sepanjang periode pengumpulan karya, AJP 2025 mencatatkan 2.685 karya, jumlah karya ini naik dibanding tahun 2024 sebanyak 2.667 karya. Pembagian teritori terbagi dalam 10 Teritori yakni Sumatra bagian Utara, Sumatra bagian Tengah, Sumatra bagian Selatan, Jawa bagian Barat, Jawa bagian Tengah, Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara), Kalimantan, Sulawesi, Maluku – Papua, dan DKI Jakarta.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)