Opini dan Fakta dari Perspektif Jurnalistik

3 menit baca
Muhammad Imaduddin
Ditulis oleh Muhammad Imaduddin diterbitkan
Pengetahuan tentang opini dan fakta penting untuk semua orang. (Sumber: PEXELS | Foto: Judit Peter)
Pengetahuan tentang opini dan fakta penting untuk semua orang. (Sumber: PEXELS | Foto: Judit Peter)

Tsunami fakta, kebanjiran fakta, hujan fakta. Mungkin kita pernah melihat dan membaca komentar seperti itu ketika menjelajahi media sosial. Dengan angkuh warganet menyebut hampir segala sesuatu yang mereka anggap relate di internet dengan sebutan-sebutan seperti itu.

Tapi apakah hal-hal yang warganet sebut sebagai fakta itu sungguh fakta, atau sebenarnya hanya opini yang saking relate-nya hingga mereka labeli fakta? Di sini kita coba membahas opini dan fakta dari perspektif jurnalistik.

Perbedaan Opini dan Fakta

Perbedaan opini dengan fakta. (Sumber: pribadi)
Perbedaan opini dengan fakta. (Sumber: pribadi)

Sebenarnya pembahasan tentang opini dan fakta bukan ekslusif milik orang jurnalistik saja. Materi pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah juga membahas tentang perbedaan antara opini dengan fakta. Tapi untuk menyegarkan ingatan, ada baiknya membahasnya kembali.

Menurut KKBI, opini merupakan pendapat, pikiran, atau pendirian. Dalam konteks jurnalistik, opini merupakan tulisan yang menunjukkan pendapat, pikiran atau pendirian dari penulis. Karena berupa pendapat, maka opini sifatnya subjektif.

Opini bisa berupa komentar, persepsi, saran, ide, argumentasi dan hipotesis.

Karakteristik opini dalam tulisan ditandai dengan kalimat yang mengandung kata sifat, seperti banyak, kebanyakan, semua, sedikit, baik, buruk, hebat, payah, besar, kecil, mahal, murah dan sebagainya.

Contoh:

  • Di lembaga pendidikan banyak terjadi kekerasan.
  • Harga cabai kian mahal.

Dari perspektif jurnalistik, kedua contoh kalimat di atas termasuk opini karena ditandai dengan kata sifat "banyak" dan "mahal".

Sedangkan fakta, menurut KBBI hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Berbeda dengan opini yang subjektif, fakta bersifat objektif, bisa dibuktikan kebenarannya dan tidak dipengaruhi subjektivitas pribadi.

Fakta bisa berupa hasil tangkapan pancaindra atau observasi, dokumen tertulis, foto dan video serta rekaman suara.

Karakteristik fakta dalam tulisan ditandai dengan jawaban yang jelas atas pertanyaan 5W1H.

Contoh:

  • Terjadi 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan yang dilaporkan sepanjang tahun 2024.
  • Harga cabai naik Rp. 1.250 di Jogja

Kedua kalimat di atas merupakan fakta yang ditandai dengan jawaban yang jelas atas pertanyaan 5W1H.

Opini yang Didukung Argumentasi Berbasis Fakta dan Data

Ketimbang AI, kamu justru dapat mengandalkan empat alat ulik bahasa berikut ini, agar makin jago menulis. (Sumber: Pexels | Foto: Lukas)
Ketimbang AI, kamu justru dapat mengandalkan empat alat ulik bahasa berikut ini, agar makin jago menulis. (Sumber: Pexels | Foto: Lukas)

Lalu apakah kita tidak boleh menuliskan kata-kata sifat sama sekali di tulisan jurnalistik?

Nah, sebenarnya dari perspektif jurnalistik kita tetap diperkenankan menuliskan opini di dalam tulisan jurnalistik, selama opini tersebut didukung argumentasi berbasiskan fakta dan data.

Contoh:

  • Di lembaga pendidikan banyak terjadi kekerasan. Data JPPI menunjukkan 573 kasus kekerasan di sekolah hingga pesantren terjadi pada 2024. Angka ini naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Harga cabai di Jogja kian hari kian mahal. Harga cabai rawit merah misalnya, naik dari Rp. 30.250 menjadi Rp 31.500 per kg. Sebagai perbandingan, rata-rata harga cabai rawit merah di seluruh Indonesia per hari ini mencapai Rp. 39.800.

Kalimat pertama dari kedua contoh di atas menujukkan opini, yaitu masing-masing ditandai dengan kata sifat "banyak" dan "mahal". Namun, pada kalimat selanjutnya dituliskan argumentasi berbasiskan fakta dan data yang bisa dibuktikan kebenarannya untuk mendukung opini di kalimat awal.

Pentingnya Mengetahui Perbedaan Opini dan Fakta

Sebenarnya siapa pun bebas beropini A-Z atas suatu kejadian atau fenomena apa pun. Seperti dalam konsep dikotomi kendala ala filsafat stoicism, opini orang lain atas segala sesuatu termasuk diri kita tidak bisa dikendalikan.

Tapi, bukan berarti seseorang bebas melabeli suatu opini sebagai fakta. Terutama jika tidak didukung oleh fakta sungguhan atau data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Bukan berarti juga seseorang bebas melabeli sesuatu sebagai fakta hanya karena merasa relate dengan pengalaman pribadi. Hal-hal seperti ini bisa menjadi fitnah dan merugikan diri sendiri serta orang lain.

Yang cukup menyedihkan, gejala seperti ini tidak hanya terjadi pada warganet saja, melainkan pada media massanya juga. Contohnya kontroversi yang terjadi pada Trans7 kemarin sebenarnya terjadi karena ketidakmampuan mereka dalam memilah fakta dengan opini.

Kontroversi tersebut biarlah menjadi pengingat untuk lebih bijaksana dan berhati-hati kembali dalam menuliskan dan menerbitkan berita.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)