Opini dan Fakta dari Perspektif Jurnalistik

Muhammad Imaduddin
Ditulis oleh Muhammad Imaduddin diterbitkan Kamis 06 Nov 2025, 13:54 WIB
Pengetahuan tentang opini dan fakta penting untuk semua orang. (Sumber: PEXELS | Foto: Judit Peter)

Pengetahuan tentang opini dan fakta penting untuk semua orang. (Sumber: PEXELS | Foto: Judit Peter)

Tsunami fakta, kebanjiran fakta, hujan fakta. Mungkin kita pernah melihat dan membaca komentar seperti itu ketika menjelajahi media sosial. Dengan angkuh warganet menyebut hampir segala sesuatu yang mereka anggap relate di internet dengan sebutan-sebutan seperti itu.

Tapi apakah hal-hal yang warganet sebut sebagai fakta itu sungguh fakta, atau sebenarnya hanya opini yang saking relate-nya hingga mereka labeli fakta? Di sini kita coba membahas opini dan fakta dari perspektif jurnalistik.

Perbedaan Opini dan Fakta

Perbedaan opini dengan fakta. (Sumber: pribadi)
Perbedaan opini dengan fakta. (Sumber: pribadi)

Sebenarnya pembahasan tentang opini dan fakta bukan ekslusif milik orang jurnalistik saja. Materi pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah juga membahas tentang perbedaan antara opini dengan fakta. Tapi untuk menyegarkan ingatan, ada baiknya membahasnya kembali.

Menurut KKBI, opini merupakan pendapat, pikiran, atau pendirian. Dalam konteks jurnalistik, opini merupakan tulisan yang menunjukkan pendapat, pikiran atau pendirian dari penulis. Karena berupa pendapat, maka opini sifatnya subjektif.

Opini bisa berupa komentar, persepsi, saran, ide, argumentasi dan hipotesis.

Karakteristik opini dalam tulisan ditandai dengan kalimat yang mengandung kata sifat, seperti banyak, kebanyakan, semua, sedikit, baik, buruk, hebat, payah, besar, kecil, mahal, murah dan sebagainya.

Contoh:

  • Di lembaga pendidikan banyak terjadi kekerasan.
  • Harga cabai kian mahal.

Dari perspektif jurnalistik, kedua contoh kalimat di atas termasuk opini karena ditandai dengan kata sifat "banyak" dan "mahal".

Sedangkan fakta, menurut KBBI hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Berbeda dengan opini yang subjektif, fakta bersifat objektif, bisa dibuktikan kebenarannya dan tidak dipengaruhi subjektivitas pribadi.

Fakta bisa berupa hasil tangkapan pancaindra atau observasi, dokumen tertulis, foto dan video serta rekaman suara.

Karakteristik fakta dalam tulisan ditandai dengan jawaban yang jelas atas pertanyaan 5W1H.

Contoh:

  • Terjadi 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan yang dilaporkan sepanjang tahun 2024.
  • Harga cabai naik Rp. 1.250 di Jogja

Kedua kalimat di atas merupakan fakta yang ditandai dengan jawaban yang jelas atas pertanyaan 5W1H.

Opini yang Didukung Argumentasi Berbasis Fakta dan Data

Ketimbang AI, kamu justru dapat mengandalkan empat alat ulik bahasa berikut ini, agar makin jago menulis. (Sumber: Pexels | Foto: Lukas)
Ketimbang AI, kamu justru dapat mengandalkan empat alat ulik bahasa berikut ini, agar makin jago menulis. (Sumber: Pexels | Foto: Lukas)

Lalu apakah kita tidak boleh menuliskan kata-kata sifat sama sekali di tulisan jurnalistik?

Nah, sebenarnya dari perspektif jurnalistik kita tetap diperkenankan menuliskan opini di dalam tulisan jurnalistik, selama opini tersebut didukung argumentasi berbasiskan fakta dan data.

Contoh:

  • Di lembaga pendidikan banyak terjadi kekerasan. Data JPPI menunjukkan 573 kasus kekerasan di sekolah hingga pesantren terjadi pada 2024. Angka ini naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Harga cabai di Jogja kian hari kian mahal. Harga cabai rawit merah misalnya, naik dari Rp. 30.250 menjadi Rp 31.500 per kg. Sebagai perbandingan, rata-rata harga cabai rawit merah di seluruh Indonesia per hari ini mencapai Rp. 39.800.

Kalimat pertama dari kedua contoh di atas menujukkan opini, yaitu masing-masing ditandai dengan kata sifat "banyak" dan "mahal". Namun, pada kalimat selanjutnya dituliskan argumentasi berbasiskan fakta dan data yang bisa dibuktikan kebenarannya untuk mendukung opini di kalimat awal.

Pentingnya Mengetahui Perbedaan Opini dan Fakta

Sebenarnya siapa pun bebas beropini A-Z atas suatu kejadian atau fenomena apa pun. Seperti dalam konsep dikotomi kendala ala filsafat stoicism, opini orang lain atas segala sesuatu termasuk diri kita tidak bisa dikendalikan.

Tapi, bukan berarti seseorang bebas melabeli suatu opini sebagai fakta. Terutama jika tidak didukung oleh fakta sungguhan atau data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Bukan berarti juga seseorang bebas melabeli sesuatu sebagai fakta hanya karena merasa relate dengan pengalaman pribadi. Hal-hal seperti ini bisa menjadi fitnah dan merugikan diri sendiri serta orang lain.

Yang cukup menyedihkan, gejala seperti ini tidak hanya terjadi pada warganet saja, melainkan pada media massanya juga. Contohnya kontroversi yang terjadi pada Trans7 kemarin sebenarnya terjadi karena ketidakmampuan mereka dalam memilah fakta dengan opini.

Kontroversi tersebut biarlah menjadi pengingat untuk lebih bijaksana dan berhati-hati kembali dalam menuliskan dan menerbitkan berita.(*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Imaduddin
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:40 WIB

Sisi ā€˜Gelap’ Bandung di Batununggal

Keresahan masyarakat atas minimnya penerangan di area Jalan Batununggal, Kota Bandung.
Kondisi jalanan di Batununggal saat malam hari pada Rabu (3/12/25). (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:22 WIB

Farhan Vs. KDM

Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung.
Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung. (Sumber: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:15 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota Farhan: Lubang Jalan, Lubang Kepercayaan Publik

Masyarakat selalu dihantui oleh satu masalah paling klise yang tak ada habisnya yaitu jalan berlubang dimana-mana.Ā 
Salah Satu titik jalan berlubang di Jl. Lombok, Merdeka, Kec.Sumur Bandung, Kota Bandung.(3/12/2025) (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)
Ayo Biz 07 Des 2025, 20:13 WIB

Bandung Menjadi Pusat Inovasi Hotel Ramah Lingkungan Bertaraf Internasional

Bandung kini menegaskan dirinya bukan hanya sebagai kota kreatif dan kuliner, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi praktik keberlanjutan di sektor pariwisata.
The Gaia Hotel Bandung membuktikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan dapat menjadi sumber daya saing, peluang investasi, dan jalan menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya tahan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:07 WIB

Halte Bus Bandung: Wajah Buram Transportasi Publik

Halte menjadi salah satu fasilitas umum yang sangat terabaikan oleh Pemerintah Kota Bandung.
Kondisi halte yang basah dan minim pencahayaan pada malam hari di Halte Tegalgea, Jl. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tsaqifa Dhiyaul Hawa)
Ayo Jelajah 07 Des 2025, 19:54 WIB

Gunung Burangrang, Eksotisme Kaldera Tropis dalam Imajinasi Wisata Kolonial Priangan

Catatan kolonial menggambarkan Gunung Burangrang sebagai lanskap eksotik Priangan yang harus dipetakan dan ditaklukkan lewat wisata alam.
Gunung Burangrang.
Ayo Netizen 07 Des 2025, 19:46 WIB

Di Antara Ombak Buatan dan Tawa Keluarga di Bandung Barat

Wahoo Waterworld, taman air modern yang seru di Bandung Barat.
Area masuk Wahoo Waterworld yang menampilkan ikon roda kemudi besar di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Senin (10/11/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Adifa Arsyad)
Beranda 07 Des 2025, 19:44 WIB

Bencana Alam Itu Tidak Jauh, Sudah di Depan Hidung Kita

Data bencana alam BNPB tahun 2024 menyatakan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling sering mengalami bencana, yakni sebanyak 461 kejadian.
Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Biz 07 Des 2025, 19:30 WIB

Ekosistem Esports Bandung Menjadi Model Pertemuan Teknologi Komunitas dan Budaya

Industri esports Indonesia sedang berada di persimpangan penting dan tumbuh lebih besar menjadi ekosistem yang lebih dari sekadar tren hiburan.
Ilustrasi. Industri eSports telah berkembang dari sekadar hobi menjadi arena kompetitif yang melibatkan teknologi, komunitas, dan ekonomi kreatif. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 07 Des 2025, 19:02 WIB

Inklusiland 2025: Mewujudkan Indonesia Inklusif

Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia.
Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Beranda 07 Des 2025, 18:57 WIB

Braga Beken: Wajah Baru Braga yang Lebih Ramah Pejalan Kaki di Akhir Pekan

Tidak ada lagi klakson atau deru mesin kendaraan yang memecah riuh suasana. Para pejalan kaki mendominasi jalan sepanjang kurang lebih 380 meter itu
Pengunjung Jalan Braga menikmati suasana jalan yang terbebas dari kendaraan, Sabtu (6/7). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:40 WIB

Bila Gempa Terjadi Saat Berada di Mal

Apa yang akan dilakukan bila saat berada di dalam mal, di dalam stadion, di dalam gedung konser, terjadi gempa bumi?
Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:21 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota M. Farhan: Menata Arah Penanganan Pengangguran Bandung

Meningkatnya angka pengangguran di Kota Bandung dan menyoroti bagaimana ketidakseimbangan antara kebutuhan industri dan keterampilan warga.
Seorang pengendara motor melaju di jalan Kota Bandung siang hari. (29/10/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 07:27 WIB

Ketan Bakar Nurjaman: Cita Rasa Bandung ketika Malam

Di tengah dinginnya malam, ada satu kehangatan yang tetap hidup di sudut kota: Ketan Bakar Nurjaman.
Ketan Bakar Nurjaman. (Sumber: DokumentasiĀ pribadi | Foto: Fikri Akmal)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:30 WIB

Tak Ada Teja Paku Alam, Fitrah Maulana pun Jadi

Fitrah Maulana—yang didapuk mendampingi pelatih Persib, Bojan Hodak-- menangis tersedu-sedu. Suasana pun menjadi haru.Ā 
Fitrah Maulana, kiper muda Persib Bandung. (Sumber: Dok. Persib)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:06 WIB

Nasi Bakar Saparua, Hangatnya Malam Bandung dalam Sebungkus Rasa

Nasi Bakar Saparua adalah pilihan kuliner praktis di Bandung dengan cita rasa gurih pedas.
Di balik kepulan asap dan lampu kuning temaram, ada rasa yang bikin balik lagi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 06 Des 2025, 19:38 WIB

Gaya Hidup Sehat Anak Muda Bandung Tumbuh Bersama Treat a Cup

Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan.
Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 06 Des 2025, 11:45 WIB

Momentum Libur Natal dan Tahun Baru Jadi Peluang Emas Industri Hotel Bandung

Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan.
Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan. (Sumber: Four Points by Sheraton Bandung)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 21:20 WIB

Mewujudkan Asa Bandung TeknopolisĀ 

Di kawasan industri Gedebage ada entitas industri yang masih memberikan asa Bandung teknopolis.
Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 19:35 WIB

Dialog Menyentuh Kang Mus dan Kang Bahar di 'Preman Pensiun 1'

EPY KUSNANDAR alias Muslihat alias Kang Mus'i Rabu, 3 Desember 2025, lalu telah meninggalkan kita menghadap Yang Mahakuasa.
Ilustrasi Kang Mus. (Sumber: Istimewa)