Mimpi UMKM Lokal di Panggung Livin’ Fest 2025

4 menit baca
Firqotu Naajiyah
Ditulis oleh Firqotu Naajiyah diterbitkan
Antusias Pengunjung Livin' Market 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis| Foto: Firqotu Naajiyah)
Antusias Pengunjung Livin' Market 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis| Foto: Firqotu Naajiyah)

Bayangin masuk ke festival di mana setiap langkah ditemani warna-warni stan fashion, aroma kopi yang bikin penasaran, dan deretan produk limited edition yang cuma bisa di temui di Livin’ Fest 2025.

Hadir di Trans Studio Mall dan Trans Convention Center Bandung sebagai perayaan ulang tahun ke-27 Bank Mandiri, tapi lebih dari itu festival ini jadi panggung UMKM lokal, pecinta lifestyle, kreator kreatif, dan layanan publik yang memudahkan. Dari Pasmina hits yang bikin antre panjang hingga kacamata trendi yang langsung jadi favorit pengunjung, setiap sudutnya menyimpan kejutan yang bikin siapapun betah berlama-lama.

Setiap tenant hadir dengan cerita unik, berharap produknya bisa dikenal lebih luas dan dipercaya masyarakat. Dari branding hingga inovasi, setiap langkah produk lokal di festival ini adalah investasi mimpi yang nyata, yang ingin dibagikan kepada semua pengunjung.

Dari kuliner hingga fashion, dari layanan publik hingga konser musik, festival ini bukan sekadar ajang belanja atau hiburan. Fokus utamanya tetap pada pemberdayaan UMKM dan industri kreatif, mempertemukan masyarakat dengan produk lokal unggulan dan layanan finansial praktis.

Mengusung tema “Sinergi Majukan Negeri melalui Ekonomi Inklusif,” Livin’ Fest 2025 menjadi langkah nyata Bank Mandiri dalam memperkuat peran ekonomi kreatif dan UMKM di berbagai daerah. Digelar di sepuluh kota besar di Indonesia, salah satunya Bandung pada 23 hingga 26 Oktober 2025, festival ini menghadirkan beragam kegiatan mulai dari expo, konser musik, dan Fun Run yang menambah semarak suasana.

Trademark Market Livin Fest 2025 (Sumber: Dokumentasi Liputan | Foto: Firqotu Naajiyah)
Trademark Market Livin Fest 2025 (Sumber: Dokumentasi Liputan | Foto: Firqotu Naajiyah)

Di antara deretan tenant yang padat, zona fashion menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Salah satunya adalah booth Hevafsid, brand hijab lokal yang dikenal dengan koleksi pasmina bergaya gen Z yang menampilkan produk terbaiknya. Warna lembut dengan motif pasmina yang elegan membuat tenant ini tak pernah sepi pengunjung yang bahkan rela mengantre panjang demi mendapatkan pasmina limited edition yang baru dirilis khusus di Livin’ Fest 2025.

“Ikut event ini lebih ke branding supaya lebih banyak yang kenal Hevafsid, agar masyarakat tidak asing dengan brand Hevafsid,” ujar Elfa pemilik brand lokal yang mengikuti trend fashion itu. Bagi Elfa, Livin’ Fest 2025 bukan sekadar kesempatan berjualan, melainkan ruang untuk membangun kepercayaan dan memperluas kesadaran terhadap produk lokal.

“Penting banget Hevafsid ikut festival besar kaya gini,” tuturnya. “Selain menambah trust, juga mempercepat promosi mulut ke mulut, terutama di kota Bandung.” Ia percaya keikutsertaan UMKM di acara besar seperti ini menjadi langkah penting untuk menunjukkan bahwa brand lokal juga bisa berdiri sejajar dengan brand besar yang tampil berkelas dan diminati.

Sementara di sudut yang lain, booth Heykama menampilkan deretan kacamata stylish dengan sentuhan lokal yang tertata rapi dan siap dicoba. Beberapa pengunjung terlihat antusias mencoba berbagai model terbaru kacamata dari Heykama sambil berdiskusi hangat dengan tim. Tim Heykama mengatakan bahwa keikutsertaan di Livin’ Fest ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas awareness sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap brand Heykama.

“Pengunjung uda banyak yang tau heykana, jadi pas ada heykana di Livin’ Fest ini pengunjung cukup antusias ya, makanya kita selalu ikutan kalau ada Trademark, kalau ngga ikutan mungkin orang-orang pada nanyain mana nih Heykama?” ujar Nadya salah satu tim Heykama. “Penting banget ya untuk lokal brand ikut event seperti ini, dari segi marketingnya kita juga dibantu sama Event Organizer tim itu sendiri,” tambah July yang juga merupakan tim Heykama.

Bagi tim Heykama, setiap pengunjung yang tersenyum puas setelah membeli kacamata Heykama bukan sekadar transaksi biasa, tapi bukti bahwa brand lokal bisa dikenal luas, dicintai, dan menghadirkan pengalaman berbeda di tengah festival berskala besar seperti Livin’ Fest 2025.

Baca Juga: Mengubah Cokelat Jadi Gerakan, Sinergi UMKM dan Petani dalam Rantai Pangan

Lebih dari 150 tenant dari berbagai kategori membuat keragaman festival ini terasa hidup. Kolaborasi dengan Inacraft, Omo Market, Trademark Market, dan Energy of Indonesia membuat produk lokal UMKM bisa terbawa ke jangkauan pasar yang lebih luas, sekaligus menarik perhatian pengunjung yang sebelumnya belum mengenal produk lokal.

Tidak hanya belanja, pengunjung juga bisa merasakan kemudahan akses layanan publik mulai dari pembuatan paspor, SIM, edukasi sertifikat pertahanan hingga layanan perpajakan. Festival ini juga dipenuhi kegiatan hiburan dan olahraga, menjadi pelengkap kemeriahan Livin’ Fest 2025.

Livin’ Fest menegaskan satu hal: di tengah keramaian dan deretan tenant, UMKM punya kesempatan untuk bersinar, dikenali, dan meninggalkan kesan yang berbeda. Arena di mana kreativitas, kolaborasi, dan semangat lokal bertemu jangkauan yang luas. Momen yang membuat siapapun sadar kalau mendukung produk lokal bukan hanya tren, tapi pengalaman seru dan berkesan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Firqotu Naajiyah
Explorer of Impact

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 07 Jul 2026, 15:29

Jelajah Waduk Saguling, PLTA Surga Budidaya Ikan dan Wisata Favorit Pemancing

Waduk Saguling tidak hanya memasok listrik, tetapi juga menjadi sentra perikanan air tawar dengan puluhan ribu keramba jaring apung di Bandung Barat.

Waduk Saguling. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 10:49

Mengepakkan Sayap Ekonomi Kerakyatan Ketika Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Semenjak dinamakan Husein Sastranegara menjadi bandara komersial telah memberikan manfaat yang luas bagi penerbangan domestik maupun internasional.

Petugas membersihkan salahsatu fasilitas Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 07 Jul 2026, 09:06

Menjahit Harapan di Tengah Sepinya Pasar Thrifting Gedebage

Di tengah sepinya Pasar Cimol Gedebage, Dedi tetap bertahan sebagai penjahit pakaian thrifting. Feature ini mengangkat perjuangannya menghidupi keluarga sekaligus menjaga profesi warisan orang tuanya.

Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)