Di tengah gemuruh tepuk tangan yang menggema di Ibu Kota Nusantara, para anggota Telkom University Choir (TUC) berdiri dengan mata berkaca-kaca. Bagi sebagian besar dari mereka, ajang Nusantara International Choir Folk Festival (NICFF) 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan pengalaman pertama menapaki panggung nasional sebagai sebuah keluarga baru.
Sekitar 70 persen anggota yang berangkat ke Kalimantan merupakan angkatan 2024. Wajah-wajah baru yang sebelumnya hanya mengenal ruang latihan kampus, kini harus menyatu dalam harmoni di panggung kompetisi. Namun justru dari sanalah kekuatan TUC lahir.
Kebersamaan lintas angkatan yang terbangun melalui proses panjang latihan, kelelahan, dan kepercayaan satu sama lain.
“NICFF bukan hanya tentang bernyanyi dengan baik, tapi tentang bagaimana kami belajar saling menguatkan,” ujar Akhiva Jeaven, Ketua Keberangkatan TUC.
Menurutnya, kemenangan Juara I kategori Folklore dan Mixed Youth Choir adalah hasil dari solidaritas yang terjalin, bukan semata teknik vokal.
Bagi TUC, musik adalah medium pembelajaran. Latihan rutin, konser internal, hingga panggung eksternal bukan hanya ruang unjuk kemampuan, tetapi juga wadah pembentukan karakter. Anggota baru belajar disiplin, tanggung jawab, serta arti bekerja dalam tim. Sementara anggota lama berperan sebagai mentor, menjaga nilai-nilai yang telah lama menjadi identitas TUC.
Selepas keberhasilan di NICFF, langkah TUC tak berhenti. Agenda regenerasi melalui Big Audition dan Telkom Choir Academy (TCA) 2025 telah disiapkan untuk menyambut generasi berikutnya. Di sela-sela proses serius tersebut, kegiatan makrab tetap menjadi ruang penting untuk mempererat hubungan emosional antaranggotanya.
Baca Juga: Benteng Kritis Mahasiswa UNPAR dalam Menangkal Hoaks dengan Literasi Digital
Di balik jadwal latihan yang padat dan target prestasi, TUC dikenal sebagai “rumah kedua” bagi para anggotanya. Nilai kekeluargaan menjadi fondasi yang membuat mereka bertahan, bahkan di tengah tekanan kompetisi.
“TUC bukan hanya soal teknik bernyanyi, tapi tentang tumbuh bersama,” tutur Akhiva.
Ke depan, mimpi TUC semakin besar. Setelah regenerasi rampung, kompetisi internasional menjadi target berikutnya. Sebuah langkah ambisius, namun bukan tanpa persiapan. Dengan bekal pengalaman, solidaritas, dan dedikasi, TUC optimistis dapat membawa nama Telkom University ke panggung dunia.
Dalam setiap nada yang mereka lantunkan, tersimpan cerita tentang proses, perjuangan, dan persahabatan. Dan dari harmoni itulah, Telkom University Choir terus melangkah bukan hanya sebagai tim paduan suara, tetapi sebagai keluarga yang saling menguatkan. (*)
