Resolusi Mengoptimalkan Bandara Husein Sastranegara

Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Senin 05 Jan 2026, 09:40 WIB
Jumlah Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung per;lu digenjot lagi (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Arif Minardi)

Jumlah Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung per;lu digenjot lagi (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Arif Minardi)

Resolusi untuk Kota Bandung 2026 yang bisa meningkatkan perekonomian adalah mengoptimalkan peran infrastruktur bandara Husein Sastranegara. Optimasi bandara jangan setengah hati, mesti totalitas demi kepentingan pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja.

Keniscayaan, bandara Husein Sastranegara kembali berfungsi seoptimal mungkin dengan melayani penerbangan yang menggunakan mesin jet. Sebagai infrastruktur perhubungan yang sangat strategis jangan dikorbankan demi kelangsungan Bandara Kertajati. Biarkan keduanya tetap eksis dan memiliki strategi masing-masing.

Saat renovasi dan pengembangan, bandara Husein Sastranegara mengambil tema "Modern yet Traditional" dengan desain bangunan yang memakai filosofi arsitektur tradisional atap rumah khas Jawa Barat, yakni Leuit dan Julang Ngapak. Makna "Modern yet Traditional" berarti bangunan infrastruktur yang memiliki gabungan antara nilai-nilai lama (tradisional) dengan gaya atau teknologi masa kini (modern).Istilah ini menggambarkan sesuatu yang memiliki pondasi klasik atau warisan budaya, namun dikemas dengan cara yang relevan, praktis, dan estetis untuk zaman sekarang.

Langkah konkrit optimasi bandara Husein pada saat ini antara pembangunan area komersial guna meningkatkan pendapatan non-aero. Langkah ini sebaiknya melibatkan entitas industri kreatif dan pelaku seni budaya yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya. Dengan demikian berbagai ekspo atau pameran industri kreatif dan pentas seni budaya bisa berlangsung terus menerus di area komersial non-aero Bandara Husein.

Optimasi perlu merumuskan kembali dan mempertajam misi bandara sehingga bisa berdaya saing. Supaya Bandara Husein Sastranegara kembali berkontribusi signifikan terhadap ekonomi Bandung sebagai motor penggerak utama sektor pariwisata, perdagangan, dan logistik; reaktivasi penerbangan kembali membuka peluang ekonomi, meningkatkan konektivitas, dan mendukung pertumbuhan UMKM melalui arus wisatawan domestik dan internasional serta pergerakan barang,

Pada mulanya misi Bandara Husein adalah pangkalan udara militer, kemudian  bergeser fungsinya menjadi sipil dan untuk kegiatan industri kedirgantaraan, dalam hal ini PT Dirgantara Indonesia.

Sejarah menyatakan bahwa lapangan terbang Husein Sastranegara merupakan peninggalan kolonial Belanda dengan sebutan Lapangan Terbang Andir. Sesuai dengan nama daerah dimana lapangan terbang tersebut berada. Sedangkan Husein Sastranegara diambil dari nama seorang penerbang  TNI AU  yang gugur di Yogyakarta pada 1946. Sejak kemerdekaan RI, pengelolaannya diberikan kepada TNI AU dengan status lapangan terbang militer dengan sebutan Pangkalan Udara Utama Husein Sastranegara Bandung.

Renovasi terakhir bandara Husein Sastranegara dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero), disertai dengan cetak biru strategi operasional bandara untuk hadapi persaingan regional dan sinergi fungsi bandara dengan pihak TNI AU dan PT DI. Apalagi renovasi mencakup perluasan terminal penumpang dari 5.000 meter persegi menjadi 17.000 meter persegi bersinggungan dengan kepentingan kedua belah pihak diatas.

Sejak diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal juga meningkat menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 750 ribu penumpang. Sebagai catatan jumlah kunjungan penumpang di Bandara Husein pernah mencapai 300 persen melebihi kapasitas yang ada.

Bandara Husein merupakan pintu gerbang bagi Provinsi Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Bandara itu hanya mengandalkan satu landas pacu berukuran 2.500 meter x 45 meter yang bisa mengakomodasi penerbangan dengan pesawat sekelas Boeing 737-800 NG, Airbus A320, dan Boeing 737-900 ER.

Tantangan yang cukup berat pada saat ini kondisi area Bandara Husein yang dikepung rapat oleh pemukiman penduduk dan dikelilingi oleh gedung bertingkat. Hal itu merupakan masalah bagi dunia penerbangan. Potensi bahaya lainnya adalah terkait dengan landasan pacu yang terkendala kondisi geografis Gunung Bohong.  Meskipun dalam kawasan militer, kondisi landasan pacu Bandara Husein juga masih terlihat terbuka dan sangat mepet dengan perumahan elit hingga permukiman penduduk. Hal itu berpotensi terjadi bermacam gangguan.   

Perlu mengembangkan terminal dan apron yang masih terkendala oleh berbagai aspek. Jika Bandara sudah melayani secara optimal penerbangan domestik maupun regional, maka perlu pengembangan apron Bandara Husein. Karena selama ini area apron sangat sempit sehingga jarak antar wingtip belum sesuai standar regulasi dan posisi parkir pesawat nose out sehingga mendekati strip runway.

Baca Juga: Resolusi Gerakan Budaya Mutu, Menyelamatkan Masa Depan Kota Bandung

Terkait dengan potensi bahaya dan proyeksi pengembangan Bandara Husein, pentingnya melakukan audit kinerja bandara. Oleh sebab itu infrastruktur bandara termasuk peralatan pengendalian lalu lintas udara juga memerlukan penambahan untuk memenuhi permintaan diatas. Serta pentingnya sistem organisasi pengelola bandara yang andal yang didukung SDM berkompetensi tinggi yang mampu mengimplementasikan berbagai regulasi penerbangan.

Prosedur audit bandara dengan ketentuan ICAO sebaiknya menjadi agenda penting bagi otoritas Bandara Husein saat ini. Dengan adanya proses audit terhadap bandara sesuai dengan ketentuan ICAO maka berbagai infrastruktur dan peralatan penerbangan di bandara dapat terjamin dengan baik. Peralatan bandara tersebut antara lain peralatan komunikasi penerbangan, navigasi penerbangan, pengamatan penerbangan, fasilitas bantu pendaratan, fasilitas meteorologi, dan infrastruktur utama bandara seperti runway, taxiway, apron  dan lain-lain. Semua bisa berfungsi secara baik sesuai dengan standar dan regulasi penerbangan.

Selain harus memenuhi regulasi dan teknologi terkini, pengembangan Bandara Husein sebaiknya  memperhatikan karakter lokal Jawa Barat. Karakter lokal tersebut menyangkut arsitektur bangunan dan juga aspek sarana promosi dan informasi terkait potensi ekonomi dan budaya lokal. Perlu platform digital bandara yang mampu menyajikan secara menarik tentang destinasi wisata, peristiwa budaya, keanekaragaman hayati, dan produk  kriya di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)