Resolusi Mengoptimalkan Bandara Husein Sastranegara

4 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan
Jumlah Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung per;lu digenjot lagi (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Arif Minardi)
Jumlah Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung per;lu digenjot lagi (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Arif Minardi)

Resolusi untuk Kota Bandung 2026 yang bisa meningkatkan perekonomian adalah mengoptimalkan peran infrastruktur bandara Husein Sastranegara. Optimasi bandara jangan setengah hati, mesti totalitas demi kepentingan pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja.

Keniscayaan, bandara Husein Sastranegara kembali berfungsi seoptimal mungkin dengan melayani penerbangan yang menggunakan mesin jet. Sebagai infrastruktur perhubungan yang sangat strategis jangan dikorbankan demi kelangsungan Bandara Kertajati. Biarkan keduanya tetap eksis dan memiliki strategi masing-masing.

Saat renovasi dan pengembangan, bandara Husein Sastranegara mengambil tema "Modern yet Traditional" dengan desain bangunan yang memakai filosofi arsitektur tradisional atap rumah khas Jawa Barat, yakni Leuit dan Julang Ngapak. Makna "Modern yet Traditional" berarti bangunan infrastruktur yang memiliki gabungan antara nilai-nilai lama (tradisional) dengan gaya atau teknologi masa kini (modern).Istilah ini menggambarkan sesuatu yang memiliki pondasi klasik atau warisan budaya, namun dikemas dengan cara yang relevan, praktis, dan estetis untuk zaman sekarang.

Langkah konkrit optimasi bandara Husein pada saat ini antara pembangunan area komersial guna meningkatkan pendapatan non-aero. Langkah ini sebaiknya melibatkan entitas industri kreatif dan pelaku seni budaya yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya. Dengan demikian berbagai ekspo atau pameran industri kreatif dan pentas seni budaya bisa berlangsung terus menerus di area komersial non-aero Bandara Husein.

Optimasi perlu merumuskan kembali dan mempertajam misi bandara sehingga bisa berdaya saing. Supaya Bandara Husein Sastranegara kembali berkontribusi signifikan terhadap ekonomi Bandung sebagai motor penggerak utama sektor pariwisata, perdagangan, dan logistik; reaktivasi penerbangan kembali membuka peluang ekonomi, meningkatkan konektivitas, dan mendukung pertumbuhan UMKM melalui arus wisatawan domestik dan internasional serta pergerakan barang,

Pada mulanya misi Bandara Husein adalah pangkalan udara militer, kemudian  bergeser fungsinya menjadi sipil dan untuk kegiatan industri kedirgantaraan, dalam hal ini PT Dirgantara Indonesia.

Sejarah menyatakan bahwa lapangan terbang Husein Sastranegara merupakan peninggalan kolonial Belanda dengan sebutan Lapangan Terbang Andir. Sesuai dengan nama daerah dimana lapangan terbang tersebut berada. Sedangkan Husein Sastranegara diambil dari nama seorang penerbang  TNI AU  yang gugur di Yogyakarta pada 1946. Sejak kemerdekaan RI, pengelolaannya diberikan kepada TNI AU dengan status lapangan terbang militer dengan sebutan Pangkalan Udara Utama Husein Sastranegara Bandung.

Renovasi terakhir bandara Husein Sastranegara dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero), disertai dengan cetak biru strategi operasional bandara untuk hadapi persaingan regional dan sinergi fungsi bandara dengan pihak TNI AU dan PT DI. Apalagi renovasi mencakup perluasan terminal penumpang dari 5.000 meter persegi menjadi 17.000 meter persegi bersinggungan dengan kepentingan kedua belah pihak diatas.

Sejak diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal juga meningkat menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya 750 ribu penumpang. Sebagai catatan jumlah kunjungan penumpang di Bandara Husein pernah mencapai 300 persen melebihi kapasitas yang ada.

Bandara Husein merupakan pintu gerbang bagi Provinsi Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Bandara itu hanya mengandalkan satu landas pacu berukuran 2.500 meter x 45 meter yang bisa mengakomodasi penerbangan dengan pesawat sekelas Boeing 737-800 NG, Airbus A320, dan Boeing 737-900 ER.

Tantangan yang cukup berat pada saat ini kondisi area Bandara Husein yang dikepung rapat oleh pemukiman penduduk dan dikelilingi oleh gedung bertingkat. Hal itu merupakan masalah bagi dunia penerbangan. Potensi bahaya lainnya adalah terkait dengan landasan pacu yang terkendala kondisi geografis Gunung Bohong.  Meskipun dalam kawasan militer, kondisi landasan pacu Bandara Husein juga masih terlihat terbuka dan sangat mepet dengan perumahan elit hingga permukiman penduduk. Hal itu berpotensi terjadi bermacam gangguan.   

Perlu mengembangkan terminal dan apron yang masih terkendala oleh berbagai aspek. Jika Bandara sudah melayani secara optimal penerbangan domestik maupun regional, maka perlu pengembangan apron Bandara Husein. Karena selama ini area apron sangat sempit sehingga jarak antar wingtip belum sesuai standar regulasi dan posisi parkir pesawat nose out sehingga mendekati strip runway.

Baca Juga: Resolusi Gerakan Budaya Mutu, Menyelamatkan Masa Depan Kota Bandung

Terkait dengan potensi bahaya dan proyeksi pengembangan Bandara Husein, pentingnya melakukan audit kinerja bandara. Oleh sebab itu infrastruktur bandara termasuk peralatan pengendalian lalu lintas udara juga memerlukan penambahan untuk memenuhi permintaan diatas. Serta pentingnya sistem organisasi pengelola bandara yang andal yang didukung SDM berkompetensi tinggi yang mampu mengimplementasikan berbagai regulasi penerbangan.

Prosedur audit bandara dengan ketentuan ICAO sebaiknya menjadi agenda penting bagi otoritas Bandara Husein saat ini. Dengan adanya proses audit terhadap bandara sesuai dengan ketentuan ICAO maka berbagai infrastruktur dan peralatan penerbangan di bandara dapat terjamin dengan baik. Peralatan bandara tersebut antara lain peralatan komunikasi penerbangan, navigasi penerbangan, pengamatan penerbangan, fasilitas bantu pendaratan, fasilitas meteorologi, dan infrastruktur utama bandara seperti runway, taxiway, apron  dan lain-lain. Semua bisa berfungsi secara baik sesuai dengan standar dan regulasi penerbangan.

Selain harus memenuhi regulasi dan teknologi terkini, pengembangan Bandara Husein sebaiknya  memperhatikan karakter lokal Jawa Barat. Karakter lokal tersebut menyangkut arsitektur bangunan dan juga aspek sarana promosi dan informasi terkait potensi ekonomi dan budaya lokal. Perlu platform digital bandara yang mampu menyajikan secara menarik tentang destinasi wisata, peristiwa budaya, keanekaragaman hayati, dan produk  kriya di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)