Resolusi Gerakan Budaya Mutu, Menyelamatkan Masa Depan Kota Bandung

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Bandung Planning Gallery (BPG) selain menjelaskan rencana pembangunan Kota Bandung juga gerakan budaya mutu (Sumber: arsip pribadi | Foto: Sri Maryati)
Bandung Planning Gallery (BPG) selain menjelaskan rencana pembangunan Kota Bandung juga gerakan budaya mutu (Sumber: arsip pribadi | Foto: Sri Maryati)

Siapapun yang datang ke Kota Bandung, entah itu wisatawan domestik dan mancanegara, hingga para investor selayaknya mendapatkan produk dan pelayanan yang bermutu tinggi. Masa depan kota Bandung sangat ditentukan oleh kinerja pemerintahan kota dalam mewujudkan budaya mutu dalam segala lini.

Selama ini produk-produk yang berorientasi ekspor mendapatkan manajemen mutu yang lumayan. Sementara produk-produk yang dipasarkan secara lokal banyak yang mengabaikan manajemen mutu sehingga terlihat asal jadi.

Resolusi untuk Bandung 2026 yang sangat urgen adalah pelayanan bermutu tinggi. Tidak hanya diperuntukkan bagi investor yang membawa uang banyak dalam bentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pelayanan bermutu sebaiknya berlaku untuk semua lini, termasuk bagaimana memberikan layanan lingkungan yang baik kepada siapapun.

Wali Kota Bandung M Farhan, perlu mencanangkan gerakan budaya mutu di Kota Bandung. Selama ini ukuran  standar mutu, khususnya untuk produk perdagangan dinyatakan dalam bentuk Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam pasal UU Perdagangan disebutkan bahwa pelaku perdagangan atau penyedia yang tidak memenuhi SNI bisa dipidana penjara dan denda.

Pasal utama terkait mutu produk dalam UU Perdagangan (UU No. 7 Tahun 2014) adalah Pasal 65 (kewajiban label Bahasa Indonesia yang benar) serta Pasal 67 dan 68 yang melarang perdagangan barang ber-SNI jika tidak memenuhi standar tersebut, dengan sanksi pidana bagi pelanggar. UU ini mengatur pelaku usaha wajib mencantumkan label informasi benar, tidak menyesatkan, dan memenuhi standar mutu yang berlaku, terutama SNI.

Hal penting terkait mutu produk dalam UU Perdagangan dinyatakan bahwa tentang Label Produk (Pasal 65): Setiap pelaku usaha wajib mencantumkan label dalam Bahasa Indonesia pada barang dagangan yang memuat informasi benar dan tidak menyesatkan mengenai identitas produk dan keterangan lain sesuai peraturan.

Pasal tentang Standar Mutu (Pasal 67 & 68) dinyatakan barang yang diwajibkan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dilarang diperdagangkan jika tidak memenuhi SNI tersebut.Sanksi (Pasal 113): Pelaku usaha yang memperdagangkan barang tidak sesuai SNI dapat dikenai sanksi pidana penjara hingga 5 tahun.

Pengawasan mutu juga diatur dalam peraturan turunan seperti Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan serta Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), yang mengatur lebih detail tentang standardisasi dan sertifikasi mutu.

Gerakan budaya mutu di Kota Bandung juga searah dengan agenda global seperti yang diperingati setiap tahun dalam Hari Standar Dunia (World Standard Day). Dalam konteks diatas, berbagai negara di dunia berkomitmen tinggi terhadap mutu dalams egala aspek perdagangan produk dan jasa. Termasuk standar, penilaian kesesuaian, dan metrologi.

Di kalangan UMKM yang eksis di Kota Bandung, masalah manajemen mutu hingga kini masih banyak kendala. Masih banyaknya produk yang belum memperoleh SNI merupakan kondisi yang ironis. Pasalnya, Provinsi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung  terdapat sederet lembaga ristek, perguruan tinggi dan balai penelitian. Kondisi tersebut mestinya bisa menunjang gerakan budaya produk bermutu dan membantu UMKM sehingga mampu menjalankan manajemen mutu sebaik mungkin.

Gerakan budaya mutu di Kota Bandung juga terkait dengan mutu pelayanan terhadap investor yang bermaksud menanamkan modalnya. Pentingnya transformasi dan difusi inovasi terkait dengan peningkatan kinerja investasi di Kota Bandung. Yang mencakup perumusan kebijakan investasi, penyempurnaan peraturan dan regulasi, penyusunan masterplan investasi, pengembangan sistem informasi investasi, dan pengembangan partnership. Hingga kini faktor-faktor diatas belum dikembangkan secara progresif oleh Pemkot Bandung.

Bermacam tudingan bahwa kondisi Kota Bandung yang kotor karena tidak mampu mengelola sampah. Serta kondisi kota yang lalu lintasnya macet sebaiknya dijawab dengan bahasa mutu. Masalah manajemen mutu, menurut pakar manajemen mutu Deming diperlukan fokus yang mantap pada misi pemkot. Perbaikan mutu yang berlangsung terus-menerus disertai pengendalian mutu dengan statistik serta tercapainya budaya kerja untuk memberikan pelayanan yang optimal dari segenap ASN Pemkot Bandung.

Ada baiknya Pemkot Bandung menerapkan komitmen tinggi terhadap mutu yang berlaku secara global.  Bandung perlu mengikuti forum dunia yang bernama Malcolm Baldrige National Quality Award. Selama ini penghargaan Baldrige untuk memberi penghargaan kepada entitas bisnis, industri dan organisasi yang telah memberikan kontribusi menonjol lewat upaya mutu yang mereka lakukan.

Baca Juga: Tradisi Munggahan Jadi Momen Silaturahmi Masyarakat Sunda Jelang Ramadan

Terkait dengan mutu pelayanan, selama ini pemerintah menekankan tentang Enterprise Resources Planning (ERP) atau disebut Government Resources Planning, yaitu sistem untuk meningkatkan efisiensi operasional dari birokrasi, antara lain sistem untuk keuangan daerah.  Kemudian ada juga Supply Chain Management, yang pengertiannya cukup luas namun sering disimplifikasi dengan e-Procurement. Tujuannya adalah menurunkan biaya, transparansi pengadaan, dan meminimalkan peluang KKN dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa.

Kemudian juga ada penerapan Product Lifecycle Management (PLM), adalah sistem untuk mendukung atau mendorong kegiatan inovasi dan kreativitas operasional investasi pemerintah daerah. Antara lain berupa sistem Geographical Information System untuk membantu penyusunan tata ruang dan data spasial.

Sayangnya, praktek dan teori di atas selama ini sangat elitis dan kurang menyentuh dengan kelompok sasaran. Sehingga belum efektif untuk mewujudkan gerakan budaya mutu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)