Pendidikan Matematika dalam Revolusi Digital: Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia dari Jepang?

6 menit baca
Keysha Shayla
Ditulis oleh Keysha Shayla diterbitkan
Pendidikan matematika. (Sumber: Unsplash | Foto: ThisisEngineering)
Pendidikan matematika. (Sumber: Unsplash | Foto: ThisisEngineering)

Perkembangan era digital merupakan suatu kondisi dimana dunia mengalami kemajuan atau berkembang cukup pesat dan menjadikan segala hal dalam bentuk digital, perkembangan ini tidak dapat dihentikan oleh manusia dan juga teknologi terus mengalami perkembangan yang lebih baik lagi.

Menurut seorang pakar transformasi digital yaitu Don Tapscott, menyebutkan bahwa era digital sebagai masa ketika teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi menjadi bagian inti dari kehidupan manusia, teknologi menciptakan ekosistem baru dalam ekonomi, pendidikan, dan komunikasi, contohnya seperti adanya platfrom Tokopedia, Google Classroom, Instagram, dan masih banyak lagi. Perkembangan era digital ini juga sangat mempengaruhi pendidikan Matematika, di mana semakin banyak model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pendidikan matematika. 

Pendidikan Matematika pada era digital di Indonesia masih terbilang berkualitas rendah dibandingkan dengan negara-negara maju, salah satunya Jepang. Jepang menggunakan perkembangan era digital ini dengan baik dalam aspek pendidikan, khususnya Matematika dimana Jepang sangat bisa memanfaatkan era digital dengan baik dalam dunia pendidikan, seperti menyediakan satu perangkat untuk satu siswa dan memastikan internet yang stabil agar mereka mempunyai keterampilan digital. Hal ini yang perlu dipelajari oleh Indonesia jika ingin kecanggihan di era sekarang tidak tersia-siakan dalam aspek pendidikan dan menjadikan pendidikan di Indonesia lebih berkualitas. 

Sistem Pendidikan Matematika di Indonesia

Menurut PISA (Programme for International Student Assessment) mengenai survei sistem pendidikan menengah di dunia tahun 2018, Indonesia berada di posisi ke-74 dari 79 negara yang artinya Indonesia berada di posisi ke-6 terakhir. Dengan kata lain sistem pendidikan di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, termasuk pada pendidikan Matematika.

Sistem pendidikan matematika di Indonesia masih bersifat abstrak dan didominasi oleh metode konvensional seperti pengajaran melalui buku teks dan latihan soal hafalan. Padahal Matematika pada kenyataannya sangat realita dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti saat kita akan bepergian ke suatu tempat, dimana kita harus memperkirakan pukul berapa kita berangkat agar sampai ke tujuan tepat waktu. Ketika kita berbelanja terdapat potongan harga, kita dapat mengetahui bahwa barang tersebut diskon berapa persen dan masih banyak lagi.

Dalam perkembangan yang terjadi, Indonesia masih tidak bisa memanfaatkan hal itu dengan baik yang membuat pendidikan matematika ini dianggap susah, membosankan, pusing bagi kebanyakan siswa. Lalu apa yang dilakukan mereka saat kesulitan dalam soal-soal matematika? Dengan era sekarang yang serba digital membuat siswa menggunakan AI untuk membantu menjawab soal-soal matematika dibandingkan berpikir sendiri dengan tujuan mengasah kemampuan, hal ini membuat siswa menjadi malas literasi, mudah menyerah dengan soal-soal yang diberikan, dan mereka akan selalu bergantung terhadap AI saat menemukan kesulitan yang dihadapinya. 

Menurut dua orang kolaborator penulis artikel jurnal ilmiah yaitu Apriadi dan Sihotang pada tahun 2023, mereka mengatakan bahwa dengan kemampuan AI yang sangat canggih maka AI dapat membantu para guru dan lembaga pendidikan untuk menyusun kurikulum yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Guru di Indonesia pun seharusnya lebih bisa membimbing, mengajar, memberikan motivasi dalam pendidikan matematika dan AI hanya sebagai pendukung yang membantu meningkatkan efisien dan efektivitas pembelajaran. 

Sistem Pendidikan Matematika di Jepang

Pelajar di Jepang. (Sumber: Unsplash | Foto: Stephanie Hau)
Pelajar di Jepang. (Sumber: Unsplash | Foto: Stephanie Hau)

Kurikulum di Jepang, yang terpenting bukan perubahan mata pelajaran atau metode mengajar melainkan ditekankan pada sistem pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, Jepang sudah diakui sebagai sistem pendidikan matematika yang sukses oleh dunia global karena Jepang fokus terhadap pemecahan masalah yang logis dan kreatif.

Pengembangan kurikulum Pendidikan Matematika di Jepang dikembangkan atas dasar filosofi dan dilaksanakan sesuai teori-teori pembelajaran Matematika pada zaman sekarang dan bergantung pada 5 komponen, yaitu konsep, keterampilan, proses, sikap, metakognisi dan pemecahan masalah. Di mana guru di sana menyajikan beberapa masalah yang nyata pada kehidupan sehari-hari dan siswa diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara pola pikir mereka sendiri. 

Menurut Nakamura pada tahun 2019, di Jepang telah menerapkan metode Lesson Study, di mana semua guru saling berkolaborasi untuk mengembangkan dan menguji teori belajar  yang mereka miliki. Dalam pendidikan matematika, mereka tidak menargetkan siswa untuk menguasai semua materi namun lebih mengutamakan proses pembelajarannya. Menurut Isoda Masami pada tahun 2011, terdapat 2 teori mengajar dari hasil pengembangan Lesson Study, yaitu:

1. Pendekatan pemecahan masalah (problem solving): Teori ini disajikan untuk mengembangkan siswa yang belajar Matematika oleh dan untuk mereka sendiri. Yang berarti Matematika muncul dalam diri siswa dan untuk siswa sendiri ilmu tersebut dikembangkan,

2. Teori kurikulum: Kurikulum nasional di Jepang mempeluas dan menggabungkan prinsip dari kurikulum yang ada untuk mengembangkan siswa dalam belajar Matematika oleh dan untuk dirinya sendiri. Peran guru di Jepang adalah sebagai fasilitator dengan

3 prinsip mengajar, yaitu: 1. Menurut Tanoshii jugyou, kelas harus menyenangkan, 2. Menurut Wakaru ko, siswa harus mengerti, 3. Menurut Dekiru ko, siswa harus bisa. 

Selain metode Lesson Study, Jepang juga menerapkan Metode Sakamoto yang diciptakan oleh Dr. Hideo Sakamoto. Metode ini menekankan pada pendekatan dengan pemecahan masalah, pemecahan persoalan cerita, runtut dan teratur dalam menganalisis permasalahan yang logis. Tujuan dari metode ini adalah diharapkan siswa dapat menumbuhkan keahlian dalam memecahkan persoalan dan khususnya soal cerita. 

Pada era digital, Jepang telah mengintegrasikan teknologi secara masif melalui inisiatif GIGA School (sejak 2021), yang menyediakan satu perangkat digital (seperti tablet atau laptop) untuk setiap siswa dan guru, ditambah akses internet berkecepatan tinggi di hampir semua sekolah. Jepang memastikan semua siswa dan guru mendapatkan akses internet yang bagus dan  stabil untuk memudahkan pembelajaran antara siswa dan guru.

Hal yang Perlu Indonesia Teladani dari Jepang 

Jepang merupakan negara maju yang konsisten menempati posisi di atas pada studi internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment) dan juga pada TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study). Dimana Jepang merupakan salah satu negara terbaik dalam dunia pendidikan termasuk pada Pendidikan Matematika dan Sains. Sehingga Indonesia dapat belajar dari keunggulan Jepang dalam Pendidikan Matematika untuk memperbaiki sistemnya sendiri dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Dengan perkembangan kurikulum yang dilakukan di Indonesia, hal itu bertujuan untuk  adanya peningkatan mengenai pemahaman Matematika pada seluruh siswa dan juga keterampilan berpikir logis dan pemecahan masalah dapat meningkat, namun nyatanya tidak berjalan sesuai yang diharapkan. 

Baca Juga: AI Pengganti atau Amunisi bagi Pedagang UMKM?

Secara keseluruhan, Indonesia jelas memiliki peluang yang besar untuk memperbaiki Pendidikan Matematika di era digital seperti sekarang. Dengan berkaca dari negara Jepang, seharusnya Indonesia belajar banyak dari negara tersebut. Seperti mengenai proses pembelajar Matematika, di mana Jepang mengajarkan Matematika lebih mengarahkan siswa kepada pemecahan masalah yang logis dan kreatif berdasarkan dengan kehidupan sehari-hari yang dapat membantu siswa dalam memahami relevansi dan kegunaan Matematika dibandingkan harus menghafal rumus yang begitu banyaknya. Pelatihan antar guru pun diperlukan, agar guru-guru mendapatkan teori mengajar yang lebih inovatif dan tidak tertinggal dengan perkembangan era digital yang berkembang dengan pesat.

Diperlukannya infrastruktur yang merata di semua daerah, dimana Jepang memberikan satu perangkat digital untuk setiap siswa dan guru seperti satu buah laptop untuk setiap siswa dan guru. Dan Jepang juga memastikan semua daerah  mendapatkan akses internet yang bagus dan stabil. Sedangkan di Indonesia masih terdapat daerah pedesaan atau terpencil yang membuat siswa dan guru di sana tidak mempunyai teknologi yang canggih seperti di perkotaan. Daerah pedesaan dan terpencil pun masih kesulitan mendapatkan akses internet yang bagus dan stabil untuk melakukan pembelajaran dari teknologi yang mereka punyai.

Setelah berkaca terhadap pengalaman Jepang, Indonesia seharusnya dapat menyusun rencana yang inovatif untuk mewujudkan Pendidikan Matematika lebih kreatif dan adaptif di tengah-tengah era digital ini. Apabila rencana ini terwujudkan, maka Pendidikan Matematika tidak akan tertinggal jauh oleh negara-negara lain termasuk Jepang juga menciptakan Pendidikan Matematika yang berkualitas baik dan juga dapat mendorong pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik dan disiplin lagi untuk masa depan yang akan datang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Keysha Shayla
Tentang Keysha Shayla
Mahasiswa S1 Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)