Pendidikan Matematika dalam Revolusi Digital: Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia dari Jepang?

Keysha Shayla
Ditulis oleh Keysha Shayla diterbitkan Minggu 04 Jan 2026, 16:39 WIB
Pendidikan matematika. (Sumber: Unsplash | Foto: ThisisEngineering)

Pendidikan matematika. (Sumber: Unsplash | Foto: ThisisEngineering)

Perkembangan era digital merupakan suatu kondisi dimana dunia mengalami kemajuan atau berkembang cukup pesat dan menjadikan segala hal dalam bentuk digital, perkembangan ini tidak dapat dihentikan oleh manusia dan juga teknologi terus mengalami perkembangan yang lebih baik lagi.

Menurut seorang pakar transformasi digital yaitu Don Tapscott, menyebutkan bahwa era digital sebagai masa ketika teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi menjadi bagian inti dari kehidupan manusia, teknologi menciptakan ekosistem baru dalam ekonomi, pendidikan, dan komunikasi, contohnya seperti adanya platfrom Tokopedia, Google Classroom, Instagram, dan masih banyak lagi. Perkembangan era digital ini juga sangat mempengaruhi pendidikan Matematika, di mana semakin banyak model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pendidikan matematika. 

Pendidikan Matematika pada era digital di Indonesia masih terbilang berkualitas rendah dibandingkan dengan negara-negara maju, salah satunya Jepang. Jepang menggunakan perkembangan era digital ini dengan baik dalam aspek pendidikan, khususnya Matematika dimana Jepang sangat bisa memanfaatkan era digital dengan baik dalam dunia pendidikan, seperti menyediakan satu perangkat untuk satu siswa dan memastikan internet yang stabil agar mereka mempunyai keterampilan digital. Hal ini yang perlu dipelajari oleh Indonesia jika ingin kecanggihan di era sekarang tidak tersia-siakan dalam aspek pendidikan dan menjadikan pendidikan di Indonesia lebih berkualitas. 

Sistem Pendidikan Matematika di Indonesia

Menurut PISA (Programme for International Student Assessment) mengenai survei sistem pendidikan menengah di dunia tahun 2018, Indonesia berada di posisi ke-74 dari 79 negara yang artinya Indonesia berada di posisi ke-6 terakhir. Dengan kata lain sistem pendidikan di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, termasuk pada pendidikan Matematika.

Sistem pendidikan matematika di Indonesia masih bersifat abstrak dan didominasi oleh metode konvensional seperti pengajaran melalui buku teks dan latihan soal hafalan. Padahal Matematika pada kenyataannya sangat realita dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti saat kita akan bepergian ke suatu tempat, dimana kita harus memperkirakan pukul berapa kita berangkat agar sampai ke tujuan tepat waktu. Ketika kita berbelanja terdapat potongan harga, kita dapat mengetahui bahwa barang tersebut diskon berapa persen dan masih banyak lagi.

Dalam perkembangan yang terjadi, Indonesia masih tidak bisa memanfaatkan hal itu dengan baik yang membuat pendidikan matematika ini dianggap susah, membosankan, pusing bagi kebanyakan siswa. Lalu apa yang dilakukan mereka saat kesulitan dalam soal-soal matematika? Dengan era sekarang yang serba digital membuat siswa menggunakan AI untuk membantu menjawab soal-soal matematika dibandingkan berpikir sendiri dengan tujuan mengasah kemampuan, hal ini membuat siswa menjadi malas literasi, mudah menyerah dengan soal-soal yang diberikan, dan mereka akan selalu bergantung terhadap AI saat menemukan kesulitan yang dihadapinya. 

Menurut dua orang kolaborator penulis artikel jurnal ilmiah yaitu Apriadi dan Sihotang pada tahun 2023, mereka mengatakan bahwa dengan kemampuan AI yang sangat canggih maka AI dapat membantu para guru dan lembaga pendidikan untuk menyusun kurikulum yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Guru di Indonesia pun seharusnya lebih bisa membimbing, mengajar, memberikan motivasi dalam pendidikan matematika dan AI hanya sebagai pendukung yang membantu meningkatkan efisien dan efektivitas pembelajaran. 

Sistem Pendidikan Matematika di Jepang

Pelajar di Jepang. (Sumber: Unsplash | Foto: Stephanie Hau)
Pelajar di Jepang. (Sumber: Unsplash | Foto: Stephanie Hau)

Kurikulum di Jepang, yang terpenting bukan perubahan mata pelajaran atau metode mengajar melainkan ditekankan pada sistem pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, Jepang sudah diakui sebagai sistem pendidikan matematika yang sukses oleh dunia global karena Jepang fokus terhadap pemecahan masalah yang logis dan kreatif.

Pengembangan kurikulum Pendidikan Matematika di Jepang dikembangkan atas dasar filosofi dan dilaksanakan sesuai teori-teori pembelajaran Matematika pada zaman sekarang dan bergantung pada 5 komponen, yaitu konsep, keterampilan, proses, sikap, metakognisi dan pemecahan masalah. Di mana guru di sana menyajikan beberapa masalah yang nyata pada kehidupan sehari-hari dan siswa diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara pola pikir mereka sendiri. 

Menurut Nakamura pada tahun 2019, di Jepang telah menerapkan metode Lesson Study, di mana semua guru saling berkolaborasi untuk mengembangkan dan menguji teori belajar  yang mereka miliki. Dalam pendidikan matematika, mereka tidak menargetkan siswa untuk menguasai semua materi namun lebih mengutamakan proses pembelajarannya. Menurut Isoda Masami pada tahun 2011, terdapat 2 teori mengajar dari hasil pengembangan Lesson Study, yaitu:

1. Pendekatan pemecahan masalah (problem solving): Teori ini disajikan untuk mengembangkan siswa yang belajar Matematika oleh dan untuk mereka sendiri. Yang berarti Matematika muncul dalam diri siswa dan untuk siswa sendiri ilmu tersebut dikembangkan,

2. Teori kurikulum: Kurikulum nasional di Jepang mempeluas dan menggabungkan prinsip dari kurikulum yang ada untuk mengembangkan siswa dalam belajar Matematika oleh dan untuk dirinya sendiri. Peran guru di Jepang adalah sebagai fasilitator dengan

3 prinsip mengajar, yaitu: 1. Menurut Tanoshii jugyou, kelas harus menyenangkan, 2. Menurut Wakaru ko, siswa harus mengerti, 3. Menurut Dekiru ko, siswa harus bisa. 

Selain metode Lesson Study, Jepang juga menerapkan Metode Sakamoto yang diciptakan oleh Dr. Hideo Sakamoto. Metode ini menekankan pada pendekatan dengan pemecahan masalah, pemecahan persoalan cerita, runtut dan teratur dalam menganalisis permasalahan yang logis. Tujuan dari metode ini adalah diharapkan siswa dapat menumbuhkan keahlian dalam memecahkan persoalan dan khususnya soal cerita. 

Pada era digital, Jepang telah mengintegrasikan teknologi secara masif melalui inisiatif GIGA School (sejak 2021), yang menyediakan satu perangkat digital (seperti tablet atau laptop) untuk setiap siswa dan guru, ditambah akses internet berkecepatan tinggi di hampir semua sekolah. Jepang memastikan semua siswa dan guru mendapatkan akses internet yang bagus dan  stabil untuk memudahkan pembelajaran antara siswa dan guru.

Hal yang Perlu Indonesia Teladani dari Jepang 

Jepang merupakan negara maju yang konsisten menempati posisi di atas pada studi internasional seperti PISA (Programme for International Student Assessment) dan juga pada TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study). Dimana Jepang merupakan salah satu negara terbaik dalam dunia pendidikan termasuk pada Pendidikan Matematika dan Sains. Sehingga Indonesia dapat belajar dari keunggulan Jepang dalam Pendidikan Matematika untuk memperbaiki sistemnya sendiri dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Dengan perkembangan kurikulum yang dilakukan di Indonesia, hal itu bertujuan untuk  adanya peningkatan mengenai pemahaman Matematika pada seluruh siswa dan juga keterampilan berpikir logis dan pemecahan masalah dapat meningkat, namun nyatanya tidak berjalan sesuai yang diharapkan. 

Baca Juga: AI Pengganti atau Amunisi bagi Pedagang UMKM?

Secara keseluruhan, Indonesia jelas memiliki peluang yang besar untuk memperbaiki Pendidikan Matematika di era digital seperti sekarang. Dengan berkaca dari negara Jepang, seharusnya Indonesia belajar banyak dari negara tersebut. Seperti mengenai proses pembelajar Matematika, di mana Jepang mengajarkan Matematika lebih mengarahkan siswa kepada pemecahan masalah yang logis dan kreatif berdasarkan dengan kehidupan sehari-hari yang dapat membantu siswa dalam memahami relevansi dan kegunaan Matematika dibandingkan harus menghafal rumus yang begitu banyaknya. Pelatihan antar guru pun diperlukan, agar guru-guru mendapatkan teori mengajar yang lebih inovatif dan tidak tertinggal dengan perkembangan era digital yang berkembang dengan pesat.

Diperlukannya infrastruktur yang merata di semua daerah, dimana Jepang memberikan satu perangkat digital untuk setiap siswa dan guru seperti satu buah laptop untuk setiap siswa dan guru. Dan Jepang juga memastikan semua daerah  mendapatkan akses internet yang bagus dan stabil. Sedangkan di Indonesia masih terdapat daerah pedesaan atau terpencil yang membuat siswa dan guru di sana tidak mempunyai teknologi yang canggih seperti di perkotaan. Daerah pedesaan dan terpencil pun masih kesulitan mendapatkan akses internet yang bagus dan stabil untuk melakukan pembelajaran dari teknologi yang mereka punyai.

Setelah berkaca terhadap pengalaman Jepang, Indonesia seharusnya dapat menyusun rencana yang inovatif untuk mewujudkan Pendidikan Matematika lebih kreatif dan adaptif di tengah-tengah era digital ini. Apabila rencana ini terwujudkan, maka Pendidikan Matematika tidak akan tertinggal jauh oleh negara-negara lain termasuk Jepang juga menciptakan Pendidikan Matematika yang berkualitas baik dan juga dapat mendorong pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik dan disiplin lagi untuk masa depan yang akan datang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Keysha Shayla
Tentang Keysha Shayla
Mahasiswa S1 Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)