Jalan Baru Literasi dan Numerasi di Indonesia: Berkaca pada Pendidikan Finlandia

Rianti Hana Nathalia Here
Ditulis oleh Rianti Hana Nathalia Here diterbitkan Senin 15 Des 2025, 14:36 WIB
Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)

Kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia tergolong ke dalam kategori rendah dengan menempati peringkat ke-69 dari 80 negara. Data ini diambil dari hasil PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2022 yang dilakukan untuk mengukur kemampuan matematika, sains, dan literasi siswa secara global. Indonesia mencapai skor 1.108, dengan rincian skor matematika 366, skor sains 383 dan skor membaca 359. Jika dibandingkan dengan Singapura, negara tetangga, yang memperoleh skor 1.679, dengan rincian skor matematika 575, skor sains 561, dan skor membaca 543, maka perolehan skor Indonesia masih sangat jauh.

Rendahnya perolehan skor literasi dan numerasi ini berdampak pada keterampilan siswa untuk mengolah informasi, mengambil keputusan dan memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu menjadi permasalahan mengingat pentingnya kemampuan literasi dan numerasi yang dibutuhkan oleh siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi telah terbukti lewat program PINTAR yang dibentuk oleh Tanoto Foundation dengan pelatihan guru terstruktur yang dilakukan selama tiga tahun. Pelatihan guru terstruktur tersebut memberikan dampak pada performa siswa dalam kemampuan membaca meningkat sebesar 9.6%, menulis meningkat sebesar 5.3%, matematika meningkat sebesar 7.5% dan sains meningkat sebesar 5.4%. Melihat kenyataan tersebut sebagai salah satu kesuksesan yang telah berhasil dilakukan, maka Indonesia dapat memperbaiki kualitas literasi dan numerasi siswa di Indonesia dengan lebih meningkatkan kualitas tenaga pendidik untuk menginovasikan proses pembelajaran khususnya di bidang membaca menulis serta berhitung dengan logika matematika.

Esensi Literasi dan Numerasi

Publikasi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk PISA 2022, menyatakan bahwa literasi membaca memiliki definisi memahami, memanfaatkan, merenungkan, mempertimbangkan, dan terlibat dengan materi tertulis untuk mencapai tujuan, menumbuhkan pemahaman dan kemampuan, dan secara aktif terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.

Sedangkan literasi matematika atau numerasi adalah kemampuan individu untuk terlibat dalam penalaran matematis, menerapkan  konsep,  teknik,  dan  alat  matematika  untuk  mengatasi  tantangan dalam  beragam  situasi  kehidupan  nyata. Sehingga dapat disimpulkan bahwa literasi dan numerasi merupakan dua kemampuan penting yang diperlukan seseorang untuk membantu memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. 

Kemampuan literasi dan numerasi dianggap penting karena keduanya digunakan untuk menghadapi persoalan yang akan dihadapi seiring berjalannya waktu. Dua kemampuan ini merupakan bekal dan fondasi bagi seseorang agar dapat beradaptasi berposes ke aspek kehidupan yang lebih kompleks. Selain itu, kemampuan literasi dan numerasi memungkinkan seseorang untuk membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi dan data yang telah diolah dan dikelola dengan baik.

Menindaklanjuti pelaksanaan revitalisasi sekolah, yang merupakan prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)
Menindaklanjuti pelaksanaan revitalisasi sekolah, yang merupakan prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)

Sistem pendidikan berperan besar dalam melatih serta membiasakan siswa untuk gemar membaca, menulis, dan berpikir logis. Kualitas siswa tercermin dari bagaimana kualitas sistem pendidikan yang diterapkan di negaranya. Sistem pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan ini diikuti dengan kurikulum yang berubah mengikuti perubahan zaman. Setiap kurikulum yang dibentuk tentunya memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar semakin baik setiap harinya. Seperti di saat ini, Indonesia sedang dalam era Kurikulum Merdeka yang telah ditetapkan sejak tahun 2021. Namun, apakah pergantian kurikulum sudah menjadi solusi yang efektif untuk peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di Indonesia? 

Melalui data, Amelia (2024) menganalisis rendahnya peringkat literasi dan numerasi disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti kurang optimalnya kualitas kurikulum di Indonesia, kesenjangan pendidikan di berbagai daerah dan kurang terlatihnya tenaga kependidikan. Oleh karena itu, negara Indonesia sebaiknya mencoba dan menerapkan metode pendidikan di beberapa negara untuk meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswa. Metode pendidikan yang paling cocok adalah dengan mengaplikasikan metode pendidikan Finlandia yang fleksibel dan berpusat pada siswa.

Belajar dari Finlandia

Pada tahun 2000 sampai 2009, Finlandia menduduki peringkat pertama dalam literasi membaca berdasarkan hasil tes PISA. Hasil ini kemudian menjadi perhatian dunia dan sistem pendidikan Finlandia dinilai sebagai sistem pendidikan terbaik di dunia. Finlandia menerapkan prinsip bahwa semua siswa memiliki hak yang sama untuk mendapat pendidikan yang layak, tanpa memandang perbedaan yang dimiliki setiap siswa. Kesetaraan ini didukung oleh upaya pemerintah yang turut serta memberikan dukungan terhadap sekolah dan siswa lewat fasilitas yang memadai. Selain itu, sistem pendidikan di Finlandia juga membebaskan tugas sekolah (PR) dan ujian dengan tujuan agar para siswa dapat lebih mengeksplorasi diri mereka di luar jam sekolah. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Finlandia memang memfokuskan pada peningkatan kualitas siswanya.

Lantas apa perbedaan sistem pendidikan Indonesia dengan Finlandia? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Afif, Mislaini, dan Zainiansyah (2025), terhadap analisis inovasi pendidikan di Finlandia, beberapa aspek yang membedakannya dapat dilihat antara lain dari prinsip sistem pendidikan, manajemen sumber daya manusia, dan kurikulum. Pertama, prinsip sistem pendidikan. Di Indonesia, pendidik mengarahkan siswa untuk berorientasi pada demokrasi dan keadilan dengan kompetisi untuk mendorong sikap kompetitif antar siswa.

Di Finlandia, pendidik mengajak siswa untuk meningkatkan rasa kerja sama dan tanggung jawab terhadap satu dengan yang lain. Kedua, manajemen sumber daya manusia. Tenaga pendidik di Indonesia, khususnya guru, hanya memiliki persyaratan minimal bergelar sarjana terapan (D4). Sedangkan di Finlandia, profesi guru saja memiliki persyaratan minimal bergelar master (S2). Ketiga, kurikulum. Sistem tinggal kelas dan peringkat masih diterapkan di Indonesia, membuat suasana aspek kompetitif semakin terasa. Jam belajar juga mencapai 40 jam per minggu dengan tugas yang banyak. Finlandia tidak memakai sistem tinggal kelas dan peringkat karena mereka memiliki sistem kesetaraan. Jam belajar di Finlandia juga hanya mencapai 30 jam per minggu dan tidak adanya beban tambahan berupa tugas yang banyak.

Baca Juga: Polemik Penerapan Restorative Justice di Indonesia sebagai Upaya Penyelesaian Perkara

Apa Inovasi yang dapat Indonesia terapkan?

Sistem pendidikan di Finlandia dapat dijadikan sebagai sebuah contoh untuk diterapkan di Indonesia. Beberapa inovasi yang dapat dicoba untuk diadaptasi: Pertama, peningkatan kualitas dan hak tenaga kependidikan. Guru tidak hanya sebagai orang yang mengajarkan materi kepada siswa, tetapi juga sebagai perancang pembelajaran yang menarik untuk mendukung kemampuan literasi dan numerasi siwa. Kerja keras guru juga sebaiknya diikuti dengan penghargaan kepada mereka dengan memberikan gaji yang layak. Kedua, adanya metode pembelajaran yang fleksibel.

Fleksibilitas yang diterapkan di Finlandia membuat berkurangnya beban dan stres pada siswa sehingga setiap siswa dapat menikmati setiap proses pembelajaran dengan baik. Kondisi psikologis yang lebih stabil ini terbukti mendukung kemampuan literasi dan numerasi karena siswa dapat memproses informasi tanpa tekanan berlebihan dan mampu mengembangkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan. Ketiga, penekanan terhadap pemahaman konsep, bukan sekedar hafalan. Siswa sebaiknya diberikan ruang agar dapat memahami konsep materi dari dasar agar dapat memperbaiki kemampuan literasi, yang membutuhkan pemahaman, penalaran, dan refleksi, serta numerasi, yang menuntut penerapan konsep dan penalaran matematis dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Proses adaptasi pendidikan Indonesia tidak dapat terjadi dan berhasil tanpa kerja sama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga/instansi sekolah, siswa dan orang tua siswa. Untuk memulai proses adaptasi ini diperlukan tahap sosialisasi terhadap seluruh pihak agar semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama sehingga tidak ada miskonsepsi. Kerja sama yang baik akan memberikan dampak bagi para siswa dalam mereka belajar beradaptasi dengan metode pendidikan yang baru. Tanpa mengurangi rasa semangat siswa, kiranya proses adaptasi ini dapat terus diperbaharui dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Dengan pemahaman serta pendalaman konsep literasi dan numerasi melalui adaptasi metode pendidikan, siswa tidak hanya akan menganggap literasi sebagai sekedar kemampuan membaca serta menulis, tetapi juga kemampuan seseorang untuk memahami dan menguasai bahasa tertulis untuk memahami serta mengelola informasi dengan baik. Para siswa juga akan mampu memahami kemampuan numerasi sebagai kemampuan berpikir logis menggunakan konsep serta logika matematika untuk memecahkan masalah.

Melalui cerminan metode pendidikan Finlandia yang sukses menciptakan kualitas literasi dan numerasi yang terbaik, Indonesia juga diharapkan dapat semakin maju seiring berjalannya waktu. Adaptasi metode pendidikan ini tentu perlu dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan berbagai situasi dan kondisi siswa di Indonesia. Jika hal ini diperkuat dengan pembiasaan bernalar, evaluasi yang mendukung proses, dan pemerataan fasilitas, maka kemampuan literasi dan numerasi siswa dapat meningkat secara berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengejar ketertinggalan skor, tetapi juga membangun budaya belajar yang kokoh untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rianti Hana Nathalia Here
Mahasiswi Jurusan Matematika Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)