Jalan Baru Literasi dan Numerasi di Indonesia: Berkaca pada Pendidikan Finlandia

6 menit baca
Rianti Hana Nathalia Here
Ditulis oleh Rianti Hana Nathalia Here diterbitkan
Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)

Kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia tergolong ke dalam kategori rendah dengan menempati peringkat ke-69 dari 80 negara. Data ini diambil dari hasil PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2022 yang dilakukan untuk mengukur kemampuan matematika, sains, dan literasi siswa secara global. Indonesia mencapai skor 1.108, dengan rincian skor matematika 366, skor sains 383 dan skor membaca 359. Jika dibandingkan dengan Singapura, negara tetangga, yang memperoleh skor 1.679, dengan rincian skor matematika 575, skor sains 561, dan skor membaca 543, maka perolehan skor Indonesia masih sangat jauh.

Rendahnya perolehan skor literasi dan numerasi ini berdampak pada keterampilan siswa untuk mengolah informasi, mengambil keputusan dan memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu menjadi permasalahan mengingat pentingnya kemampuan literasi dan numerasi yang dibutuhkan oleh siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi telah terbukti lewat program PINTAR yang dibentuk oleh Tanoto Foundation dengan pelatihan guru terstruktur yang dilakukan selama tiga tahun. Pelatihan guru terstruktur tersebut memberikan dampak pada performa siswa dalam kemampuan membaca meningkat sebesar 9.6%, menulis meningkat sebesar 5.3%, matematika meningkat sebesar 7.5% dan sains meningkat sebesar 5.4%. Melihat kenyataan tersebut sebagai salah satu kesuksesan yang telah berhasil dilakukan, maka Indonesia dapat memperbaiki kualitas literasi dan numerasi siswa di Indonesia dengan lebih meningkatkan kualitas tenaga pendidik untuk menginovasikan proses pembelajaran khususnya di bidang membaca menulis serta berhitung dengan logika matematika.

Esensi Literasi dan Numerasi

Publikasi OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) untuk PISA 2022, menyatakan bahwa literasi membaca memiliki definisi memahami, memanfaatkan, merenungkan, mempertimbangkan, dan terlibat dengan materi tertulis untuk mencapai tujuan, menumbuhkan pemahaman dan kemampuan, dan secara aktif terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.

Sedangkan literasi matematika atau numerasi adalah kemampuan individu untuk terlibat dalam penalaran matematis, menerapkan  konsep,  teknik,  dan  alat  matematika  untuk  mengatasi  tantangan dalam  beragam  situasi  kehidupan  nyata. Sehingga dapat disimpulkan bahwa literasi dan numerasi merupakan dua kemampuan penting yang diperlukan seseorang untuk membantu memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. 

Kemampuan literasi dan numerasi dianggap penting karena keduanya digunakan untuk menghadapi persoalan yang akan dihadapi seiring berjalannya waktu. Dua kemampuan ini merupakan bekal dan fondasi bagi seseorang agar dapat beradaptasi berposes ke aspek kehidupan yang lebih kompleks. Selain itu, kemampuan literasi dan numerasi memungkinkan seseorang untuk membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi dan data yang telah diolah dan dikelola dengan baik.

Menindaklanjuti pelaksanaan revitalisasi sekolah, yang merupakan prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)
Menindaklanjuti pelaksanaan revitalisasi sekolah, yang merupakan prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Sumber: Unsplash/Husniati Salma)

Sistem pendidikan berperan besar dalam melatih serta membiasakan siswa untuk gemar membaca, menulis, dan berpikir logis. Kualitas siswa tercermin dari bagaimana kualitas sistem pendidikan yang diterapkan di negaranya. Sistem pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan ini diikuti dengan kurikulum yang berubah mengikuti perubahan zaman. Setiap kurikulum yang dibentuk tentunya memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar semakin baik setiap harinya. Seperti di saat ini, Indonesia sedang dalam era Kurikulum Merdeka yang telah ditetapkan sejak tahun 2021. Namun, apakah pergantian kurikulum sudah menjadi solusi yang efektif untuk peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di Indonesia? 

Melalui data, Amelia (2024) menganalisis rendahnya peringkat literasi dan numerasi disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti kurang optimalnya kualitas kurikulum di Indonesia, kesenjangan pendidikan di berbagai daerah dan kurang terlatihnya tenaga kependidikan. Oleh karena itu, negara Indonesia sebaiknya mencoba dan menerapkan metode pendidikan di beberapa negara untuk meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswa. Metode pendidikan yang paling cocok adalah dengan mengaplikasikan metode pendidikan Finlandia yang fleksibel dan berpusat pada siswa.

Belajar dari Finlandia

Pada tahun 2000 sampai 2009, Finlandia menduduki peringkat pertama dalam literasi membaca berdasarkan hasil tes PISA. Hasil ini kemudian menjadi perhatian dunia dan sistem pendidikan Finlandia dinilai sebagai sistem pendidikan terbaik di dunia. Finlandia menerapkan prinsip bahwa semua siswa memiliki hak yang sama untuk mendapat pendidikan yang layak, tanpa memandang perbedaan yang dimiliki setiap siswa. Kesetaraan ini didukung oleh upaya pemerintah yang turut serta memberikan dukungan terhadap sekolah dan siswa lewat fasilitas yang memadai. Selain itu, sistem pendidikan di Finlandia juga membebaskan tugas sekolah (PR) dan ujian dengan tujuan agar para siswa dapat lebih mengeksplorasi diri mereka di luar jam sekolah. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Finlandia memang memfokuskan pada peningkatan kualitas siswanya.

Lantas apa perbedaan sistem pendidikan Indonesia dengan Finlandia? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Afif, Mislaini, dan Zainiansyah (2025), terhadap analisis inovasi pendidikan di Finlandia, beberapa aspek yang membedakannya dapat dilihat antara lain dari prinsip sistem pendidikan, manajemen sumber daya manusia, dan kurikulum. Pertama, prinsip sistem pendidikan. Di Indonesia, pendidik mengarahkan siswa untuk berorientasi pada demokrasi dan keadilan dengan kompetisi untuk mendorong sikap kompetitif antar siswa.

Di Finlandia, pendidik mengajak siswa untuk meningkatkan rasa kerja sama dan tanggung jawab terhadap satu dengan yang lain. Kedua, manajemen sumber daya manusia. Tenaga pendidik di Indonesia, khususnya guru, hanya memiliki persyaratan minimal bergelar sarjana terapan (D4). Sedangkan di Finlandia, profesi guru saja memiliki persyaratan minimal bergelar master (S2). Ketiga, kurikulum. Sistem tinggal kelas dan peringkat masih diterapkan di Indonesia, membuat suasana aspek kompetitif semakin terasa. Jam belajar juga mencapai 40 jam per minggu dengan tugas yang banyak. Finlandia tidak memakai sistem tinggal kelas dan peringkat karena mereka memiliki sistem kesetaraan. Jam belajar di Finlandia juga hanya mencapai 30 jam per minggu dan tidak adanya beban tambahan berupa tugas yang banyak.

Baca Juga: Polemik Penerapan Restorative Justice di Indonesia sebagai Upaya Penyelesaian Perkara

Apa Inovasi yang dapat Indonesia terapkan?

Sistem pendidikan di Finlandia dapat dijadikan sebagai sebuah contoh untuk diterapkan di Indonesia. Beberapa inovasi yang dapat dicoba untuk diadaptasi: Pertama, peningkatan kualitas dan hak tenaga kependidikan. Guru tidak hanya sebagai orang yang mengajarkan materi kepada siswa, tetapi juga sebagai perancang pembelajaran yang menarik untuk mendukung kemampuan literasi dan numerasi siwa. Kerja keras guru juga sebaiknya diikuti dengan penghargaan kepada mereka dengan memberikan gaji yang layak. Kedua, adanya metode pembelajaran yang fleksibel.

Fleksibilitas yang diterapkan di Finlandia membuat berkurangnya beban dan stres pada siswa sehingga setiap siswa dapat menikmati setiap proses pembelajaran dengan baik. Kondisi psikologis yang lebih stabil ini terbukti mendukung kemampuan literasi dan numerasi karena siswa dapat memproses informasi tanpa tekanan berlebihan dan mampu mengembangkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan. Ketiga, penekanan terhadap pemahaman konsep, bukan sekedar hafalan. Siswa sebaiknya diberikan ruang agar dapat memahami konsep materi dari dasar agar dapat memperbaiki kemampuan literasi, yang membutuhkan pemahaman, penalaran, dan refleksi, serta numerasi, yang menuntut penerapan konsep dan penalaran matematis dalam berbagai konteks kehidupan nyata.

Proses adaptasi pendidikan Indonesia tidak dapat terjadi dan berhasil tanpa kerja sama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga/instansi sekolah, siswa dan orang tua siswa. Untuk memulai proses adaptasi ini diperlukan tahap sosialisasi terhadap seluruh pihak agar semua pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama sehingga tidak ada miskonsepsi. Kerja sama yang baik akan memberikan dampak bagi para siswa dalam mereka belajar beradaptasi dengan metode pendidikan yang baru. Tanpa mengurangi rasa semangat siswa, kiranya proses adaptasi ini dapat terus diperbaharui dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Dengan pemahaman serta pendalaman konsep literasi dan numerasi melalui adaptasi metode pendidikan, siswa tidak hanya akan menganggap literasi sebagai sekedar kemampuan membaca serta menulis, tetapi juga kemampuan seseorang untuk memahami dan menguasai bahasa tertulis untuk memahami serta mengelola informasi dengan baik. Para siswa juga akan mampu memahami kemampuan numerasi sebagai kemampuan berpikir logis menggunakan konsep serta logika matematika untuk memecahkan masalah.

Melalui cerminan metode pendidikan Finlandia yang sukses menciptakan kualitas literasi dan numerasi yang terbaik, Indonesia juga diharapkan dapat semakin maju seiring berjalannya waktu. Adaptasi metode pendidikan ini tentu perlu dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan berbagai situasi dan kondisi siswa di Indonesia. Jika hal ini diperkuat dengan pembiasaan bernalar, evaluasi yang mendukung proses, dan pemerataan fasilitas, maka kemampuan literasi dan numerasi siswa dapat meningkat secara berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengejar ketertinggalan skor, tetapi juga membangun budaya belajar yang kokoh untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rianti Hana Nathalia Here
Mahasiswi Jurusan Matematika Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)