Kunci 'Strong Governance' Bandung

4 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Suasana permukiman padat penduduk di pinggir Sungai Cikapundung, Tamansari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Suasana permukiman padat penduduk di pinggir Sungai Cikapundung, Tamansari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)

BANDUNG senantiasa punya pesona sendiri. Dari mulai udara sejuk, jalanan berliku, sampai kreativitas para warganya yang tak pernah kehabisan ide. 

Tapi, khusus soal tata kelola (governance), tantangannya tampaknya lebih kompleks. Dan strong governance adalah salah satu kebutuhan nyata Bandung kiwari.

Banyak orang berpikir bahwa tata kelola kota yang kuat hanya soal membangun infrastruktur dan fasilitas publik. Padahal, tata kelola yang kuat juga menuntut transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi warga. Semua bergerak bersama, bukan hanya satu pihak yang memutuskan.

Membangun kota itu seperti menata taman. Kalau satu sisi dibiarkan liar, keseimbangan hilang. Begitu juga governance, kalau satu aspek lemah, seluruh sistem mudah goyah.

Kapasitas birokrasi

Salah satu fondasi strong governance adalah kapasitas birokrasi. Aparatur sipil negara yang kompeten, mau belajar, dan tidak terjebak rutinitas membuat roda pemerintahan bergulir mulus. Tanpa kapasitas ini, kebijakan terbaik pun bisa gagal di implementasi.

Bandung sudah punya modal sosial yang kuat. Warga kreatif, beragam komunitas aktif, dan media lokal yang peduli. Modal sosial ini bisa menjadi energi positif untuk membangun strong governance, asal dikelola dengan benar.

Contohnya dalam hal transparansi. Transparansi bukan sekadar menempelkan dokumen di website. Ini soal akses warga terhadap informasi yang benar-benar dibutuhkan. Misal, data pembangunan, anggaran, atau proyek yang sedang berjalan.

Akuntabilitas datang ketika semua orang siap mempertanggungjawabkan keputusan dan hasilnya. Partisipasi warga tak kalah penting. Kota ini punya potensi luar biasa jika warga diajak berbicara, bukan hanya diundang di seminar atau konsultasi formal. Obrolan di warung kopi, forum komunitas, bahkan media sosial bisa sebagai bahan masukan yang berguna dan signifikan.

Teori Elinor Ostrom tentang pengelolaan sumber daya bersama mungkin bisa diterapkan. Ostrom menekankan bahwa warga yang dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan aset bersama cenderung lebih menjaga, lebih bertanggung jawab, dan lebih berinovasi. 

Digitalisasi layanan publik

Kawasan padat penduduk di Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Kawasan padat penduduk di Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Inovasi dalam birokrasi juga bagian dari strong governance. Digitalisasi layanan publik, misalnya, tidak hanya memudahkan warga, tetapi juga membuat sistem lebih transparan dan akuntabel.

Tapi, teknologi saja tidak cukup. Tanpa budaya integritas, sistem digital bisa menjadi alat manipulasi. Maka, budaya integritas harus dibangun dari bawah hingga puncak.

Salah satu contoh yang bisa dicontoh adalah program pengaduan warga berbasis aplikasi. Jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, ini bisa menjadi jendela kota untuk mendengar suara rakyat secara langsung.

Kebijakan berbasis bukti turut menjadi kunci. Data harus jadi teman, bukan musuh. Jangan sampai keputusan penting dibuat hanya karena persepsi atau kepentingan sesaat.

Bandung punya banyak sumber daya manusia kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk analisis data kota. Kolaborasi antara pemerintah dan akademisi bisa menelurkan kebijakan lebih tepat sasaran.

Regulasi juga harus adaptif. Kota dinamis seperti Bandung memerlukan aturan yang bisa mengikuti perubahan zaman, bukan yang kaku dan membelenggu inovasi.

Soal ketahanan kota

Strong governance juga soal ketahanan kota. Bagaimana menghadapi bencana, perubahan iklim, dan dinamika sosial tanpa kehilangan ritme pembangunan.

Kepercayaan publik menjadi indikator penting. Warga yang percaya pemerintah akan lebih patuh aturan, lebih mau terlibat, dan lebih kritis dengan cara yang konstruktif.

Akan tetapi, membangun kepercayaan bukan hal instan. Perlu konsistensi, keterbukaan, dan komunikasi yang jelas. Setiap kebijakan kecil pun bakal memengaruhi persepsi warga.

Strong governance bukan sekadar soal pemerintah yang kuat, tapi juga masyarakat yang tangguh. Sinergi pemerintah dan masyarakat membuat kota lebih tahan guncangan dan lebih inovatif dalam menghadapi tantangan.

Kepemimpinan, jelas, menjadi faktor penentu. Pemimpin kota yang visioner dan rendah hati akan mendorong birokrasi bekerja optimal tanpa perlu menakut-nakuti.

Pelatihan dan pengembangan kapasitas pegawai juga menjadi investasi jangka panjang. Bukan sekadar seminar sekali-dua kali, tapi pembelajaran berkelanjutan yang bisa diaplikasikan di lapangan.

Di sisi lain, kolaborasi antarsektor tak kalah penting. Pemerintah, sektor privat, akademisi, dan masyarakat sipil harus memiliki ruang komunikasi yang rutin dan konstruktif.

Budaya evaluasi internal wajib pula ditanamkan. Setiap proyek, setiap program, harus ada refleksi ihwal apa yang berhasil, apa yang gagal, dan bagaimana memperbaikinya di masa depan.

Bandung juga bisa belajar dari kota-kota lain di dunia yang berhasil membangun governance kuat tanpa kehilangan karakter lokalnya. Inspirasi boleh, meniru mentah-mentah sebaiknya jangan.

Baca Juga: Benarkah Budidaya Maggot dalam Program 'Buruan Sae' Jadi Solusi Efektif Sampah Kota Bandung?

Salah satu tantangan klasik adalah birokrasi yang terlalu lamban. Inilah yang membuat warga kadang frustrasi. Proses harus dipercepat tanpa mengorbankan kualitas keputusan.

Kota dengan strong governance tidak melulu tentang aturan kaku. Ia juga soal fleksibilitas, empati terhadap warga, dan keberanian mengambil keputusan berisiko demi kebaikan bersama.

Bandung menuju strong governance bukan mimpi. Dengan kapasitas birokrasi, partisipasi warga, transparansi, akuntabilitas, dan pemimpin yang visioner, kota ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Kuncinya semua mau bergerak bersama, bukan sendiri-sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Djoko Subinarto
Tentang Djoko Subinarto
Penulis lepas, blogger

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)