Benarkah Budidaya Maggot dalam Program 'Buruan Sae' Jadi Solusi Efektif Sampah Kota Bandung?

Ismi Asita
Ditulis oleh Ismi Asita diterbitkan Senin 15 Des 2025, 08:31 WIB
Budidaya maggot di RW 9 Lebakgede menjadi upaya warga mengolah sampah organik agar bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Budidaya maggot di RW 9 Lebakgede menjadi upaya warga mengolah sampah organik agar bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Setiap hari, Kota Bandung bergulat dengan persoalan sampah yang kian menumpuk. Di balik hiruk pikuk aktivitas warganya, sekitar 60 persen timbulan sampah harian ternyata berasal dari limbah organik—sisa dapur, dedaunan, dan bahan mudah terurai lainnya.

Angka ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tak selalu hadir dari sesuatu yang jauh, melainkan dari rutinitas paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Persoalan sampah organik di Kota Bandung sejatinya tidak hanya terletak pada volumenya yang besar, tetapi juga pada minimnya kesadaran warga untuk memilah dan memilih sampah sejak dari rumah.

Banyak limbah organik yang seharusnya dapat diolah justru tercampur dengan sampah anorganik, sehingga menyulitkan proses pengelolaan lanjutan dan memperpanjang persoalan di hilir.

Rumah maggot di branghang RW 9, Kelurahan Lebakgede. Kasgot yang dihasilkan dari budidaya ini digunakan untuk pupuk tanaman hidpronik di sekitarnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Rumah maggot di branghang RW 9, Kelurahan Lebakgede. Kasgot yang dihasilkan dari budidaya ini digunakan untuk pupuk tanaman hidpronik di sekitarnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Melalui Program Buruan Sae, Pemerintah Kota Bandung mengintegrasikan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai bagian dari strategi pengelolaan limbah. Program yang digagas oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung ini sejatinya merupakan model urban farming berbasis pekarangan, yang kini berkembang menjadi lebih dari sekadar gerakan menanam.

Padahal, ketika warga tergerak secara serentak untuk melakukan pemilahan sederhana—memisahkan sisa makanan dan limbah dapur dari sampah lainnya—rantai solusi dapat berjalan jauh lebih efektif. Sampah organik yang bersih dan terpilah menjadi bahan baku ideal bagi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), sebuah metode pengolahan yang cepat, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.

Di titik inilah, budidaya maggot tidak lagi sekadar menjadi solusi teknis pengolahan sampah, melainkan gerakan kolektif berbasis kesadaran. Ketika warga berperan aktif, limbah organik dapat diubah menjadi sumber daya baru—menghasilkan pakan ternak, mengurangi beban TPA, sekaligus membuka peluang ekonomi di tingkat komunitas.

"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Upaya membangun kesadaran pengelolaan sampah berbasis komunitas juga tumbuh di tingkat kelurahan. Di Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, budidaya maggot kini menjadi bagian dari ikhtiar warga dalam menghadapi persoalan limbah organik sehari-hari. Di balik gerakan ini, ada sosok Bapak Azun, seorang aktivis lingkungan yang konsisten mengajak warga untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing.

Pada sesi wawancara ia mengungkapkan bahwa ketika warga sadar dan tergerak untuk memilah dan memilih sampah di rumahnya masing-masing, itu akan sangat membantu dalam mengatasi krisis sampah yang ada di Kota Bandung khususnya. 

“Kalau masyarakat memilah memilih, maka sampah bisa dikirimkan langsung supaya sampah di masing-masing rumah tidak menumpuk dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan dan tidak bau intinya tidak menjadi sarang penyakit.” Tuturnya.

Jika dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, pola ini akan membentuk ekonomi sirkular, di mana sampah tidak berhenti sebagai residu, melainkan kembali ke siklus produksi dan konsumsi. Dengan demikian, kunci keberhasilan budidaya maggot bukan hanya terletak pada teknologi atau fasilitas, tetapi pada perubahan perilaku warga dalam memandang dan mengelola sampah dari sumbernya.

Integrasi budidaya maggot dalam Program Buruan Sae menjadi penegasan bahwa pengelolaan sampah dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Hingga kini, program ini telah memfasilitasi pembangunan sarana budidaya maggot di 51 titik Buruan Sae. Dampaknya meluas, menginspirasi hadirnya 149 hanggar maggot yang kini tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung.

Lebih dari sekadar inovasi teknis, Buruan Sae menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat lahir dari pekarangan rumah. Dari sana, kesadaran kolektif tumbuh—bahwa sampah bukan akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari nilai baru yang diciptakan bersama.

Baca Juga: Pembangunan untuk Siapa? Kisah Perempuan di Tengah Perebutan Ruang Hidup

Kehadiran tempat budidaya maggot di Cipadung Kulon menjadi contoh nyata bahwa solusi pengelolaan sampah tidak selalu harus berskala besar. Dengan kesadaran, konsistensi, dan keterlibatan masyarakat, perubahan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil—dan perlahan membentuk ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Kota Bandung.

Di akhir wawancara, Azun mengajak masyarakat untuk lebih peka akan kebersihan lingkungan untuk dampak yang berkelanjutan dengan mulai memilah dan memilih sampah di masing-masing rumah guna menciptakan lingkungan bersih dan terhindar dari penyakit.

“Mari kita sama-sama membantu pemerintah untuk melaksanakan program maggotnisasi agar sampah yang ada menjadi lebih terkelola dengan baik.” Pungkasnya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ismi Asita
Tentang Ismi Asita
Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang gemar menulis tentang lifestyle, kuliner, buku, dan berbagai hal menarik lainnya.

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)