Rendahnya Pemilahan Sampah Menjadi PR Besar bagi Pemerintah Kota Bandung

3 menit baca
Nadhifa mudrika
Ditulis oleh Nadhifa mudrika diterbitkan
Sampah pasar yang tidak terpilah menumpuk di belakang Pasar Induk Caringin dan mencemari lingkungan pada 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nadhifa Mudrika)
Sampah pasar yang tidak terpilah menumpuk di belakang Pasar Induk Caringin dan mencemari lingkungan pada 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nadhifa Mudrika)

Kota Bandung masih menghadapi persoalan serius karena warga belum konsisten memilah sampah organik dan anorganik baik di lingkungan permukiman maupun di TPS. Kondisi ini membuat proses pengelolaan menjadi jauh lebih berat dan sering berujung pada penumpukan yang terus terjadi setiap harinya.

Saya melihat langsung kondisi tersebut ketika melintas ke TPS dekat tempat tinggal saya pada suatu waktu tertentu. Sampah makanan dan dedaunan bercampur dengan plastik, botol, kardus, serta sampah elektronik kecil yang menumpuk tanpa pemilahan jelas.

Bau menyengat muncul dari pembusukan sampah organik sementara sampah kering yang seharusnya dapat didaur ulang menjadi tidak layak karena tercampur. Padahal pemilahan sampah adalah langkah paling dasar dalam pengelolaan sampah yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat sejak dari rumah.

Jika warga mulai memilah sejak dari rumah, proses daur ulang akan lebih mudah dilakukan dan TPS tidak cepat penuh setiap harinya. Banyak laporan menunjukkan bahwa sebagian besar sampah yang masuk ke TPS Bandung adalah sampah organik yang sebenarnya bisa diolah secara mandiri.

Kebiasaan masyarakat yang buruk merupakan faktor utama yang menyebabkan kurangnya pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang masih percaya bahwa sampah cukup dikumpulkan dalam satu kantong lalu dibuang begitu saja tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Selain itu, kebiasaan ini belum menjadi bagian budaya yang kuat karena banyak warga yang tidak tahu cara memilah sampah dengan benar. Karena kondisi masyarakat yang tidak merata dan tidak berkelanjutan, tidak semua kelompok masyarakat memiliki akses ke pendidikan tentang pemilahan sampah.

Karena tidak ada tempat sampah terpilah di ruang publik, orang tidak terbiasa memilah sampah dengan benar di luar rumah.Tidak jarang taman atau jalan umum hanya menyediakan satu tempat sampah besar tanpa pemisahan jenis sampah yang jelas.

Campuran sampah organik dan anorganik menimbulkan dampak lingkungan nyata terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi TPS. Sampah organik yang membusuk menghasilkan bau tidak sedap dan mengundang serangga sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar setiap hari.

Petugas kebersihan menjadi pihak yang paling terdampak karena mereka harus memilah sampah secara manual dalam kondisi campuran tersebut. Tugas mereka menjadi jauh lebih berat karena sampah campuran lebih sulit diolah dibandingkan sampah yang sudah dipilah sejak awal.

Sampah anorganik yang seharusnya bisa didaur ulang pun sering tidak dapat diproses lagi ketika sudah tercampur sisa makanan atau minyak. Plastik yang kotor menjadi tidak layak jual meskipun sebenarnya masih memiliki nilai apabila dibersihkan dan dipilah sejak awal.

Untuk memperbaiki keadaan ini, pendidikan lingkungan harus diberikan dengan cara lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Melalui kampanye komunitas, program sekolah, dan sosialisasi publik, warga dapat mengembangkan kebiasaan lebih ramah lingkungan.

Perbaikan fasilitas juga diperlukan dengan memastikan sampah organik dan anorganik disimpan di tempat berbeda baik di TPS maupun lingkungan umum. Diperlukan juga lebih banyak bank sampah agar masyarakat dapat menyetorkan sampah yang dapat didaur ulang.

Pada akhirnya, kesadaran masyarakat dan fasilitas yang disediakan pemerintah kota sangat berhubungan dengan masalah pemilahan sampah. Warga harus memahami bahwa memilah sampah adalah tindakan kecil dengan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.

Catatan untuk Wali Kota Bandung, M. Farhan. Pemerintah perlu memastikan sarana dan prasarana pengelolaan sampah benar-benar memadai, terutama di TPS. Pemkot juga harus memperkuat edukasi berkelanjutan karena keberhasilan pemilahan sampah hanya dapat tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)