Rendahnya Pemilahan Sampah Menjadi PR Besar bagi Pemerintah Kota Bandung

Nadhifa mudrika
Ditulis oleh Nadhifa mudrika diterbitkan Selasa 09 Des 2025, 19:00 WIB
Sampah pasar yang tidak terpilah menumpuk di belakang Pasar Induk Caringin dan mencemari lingkungan pada 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nadhifa Mudrika)

Sampah pasar yang tidak terpilah menumpuk di belakang Pasar Induk Caringin dan mencemari lingkungan pada 4 Desember 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nadhifa Mudrika)

Kota Bandung masih menghadapi persoalan serius karena warga belum konsisten memilah sampah organik dan anorganik baik di lingkungan permukiman maupun di TPS. Kondisi ini membuat proses pengelolaan menjadi jauh lebih berat dan sering berujung pada penumpukan yang terus terjadi setiap harinya.

Saya melihat langsung kondisi tersebut ketika melintas ke TPS dekat tempat tinggal saya pada suatu waktu tertentu. Sampah makanan dan dedaunan bercampur dengan plastik, botol, kardus, serta sampah elektronik kecil yang menumpuk tanpa pemilahan jelas.

Bau menyengat muncul dari pembusukan sampah organik sementara sampah kering yang seharusnya dapat didaur ulang menjadi tidak layak karena tercampur. Padahal pemilahan sampah adalah langkah paling dasar dalam pengelolaan sampah yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat sejak dari rumah.

Jika warga mulai memilah sejak dari rumah, proses daur ulang akan lebih mudah dilakukan dan TPS tidak cepat penuh setiap harinya. Banyak laporan menunjukkan bahwa sebagian besar sampah yang masuk ke TPS Bandung adalah sampah organik yang sebenarnya bisa diolah secara mandiri.

Kebiasaan masyarakat yang buruk merupakan faktor utama yang menyebabkan kurangnya pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang masih percaya bahwa sampah cukup dikumpulkan dalam satu kantong lalu dibuang begitu saja tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Selain itu, kebiasaan ini belum menjadi bagian budaya yang kuat karena banyak warga yang tidak tahu cara memilah sampah dengan benar. Karena kondisi masyarakat yang tidak merata dan tidak berkelanjutan, tidak semua kelompok masyarakat memiliki akses ke pendidikan tentang pemilahan sampah.

Karena tidak ada tempat sampah terpilah di ruang publik, orang tidak terbiasa memilah sampah dengan benar di luar rumah.Tidak jarang taman atau jalan umum hanya menyediakan satu tempat sampah besar tanpa pemisahan jenis sampah yang jelas.

Campuran sampah organik dan anorganik menimbulkan dampak lingkungan nyata terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi TPS. Sampah organik yang membusuk menghasilkan bau tidak sedap dan mengundang serangga sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar setiap hari.

Petugas kebersihan menjadi pihak yang paling terdampak karena mereka harus memilah sampah secara manual dalam kondisi campuran tersebut. Tugas mereka menjadi jauh lebih berat karena sampah campuran lebih sulit diolah dibandingkan sampah yang sudah dipilah sejak awal.

Sampah anorganik yang seharusnya bisa didaur ulang pun sering tidak dapat diproses lagi ketika sudah tercampur sisa makanan atau minyak. Plastik yang kotor menjadi tidak layak jual meskipun sebenarnya masih memiliki nilai apabila dibersihkan dan dipilah sejak awal.

Untuk memperbaiki keadaan ini, pendidikan lingkungan harus diberikan dengan cara lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Melalui kampanye komunitas, program sekolah, dan sosialisasi publik, warga dapat mengembangkan kebiasaan lebih ramah lingkungan.

Perbaikan fasilitas juga diperlukan dengan memastikan sampah organik dan anorganik disimpan di tempat berbeda baik di TPS maupun lingkungan umum. Diperlukan juga lebih banyak bank sampah agar masyarakat dapat menyetorkan sampah yang dapat didaur ulang.

Pada akhirnya, kesadaran masyarakat dan fasilitas yang disediakan pemerintah kota sangat berhubungan dengan masalah pemilahan sampah. Warga harus memahami bahwa memilah sampah adalah tindakan kecil dengan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.

Catatan untuk Wali Kota Bandung, M. Farhan. Pemerintah perlu memastikan sarana dan prasarana pengelolaan sampah benar-benar memadai, terutama di TPS. Pemkot juga harus memperkuat edukasi berkelanjutan karena keberhasilan pemilahan sampah hanya dapat tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nadhifa mudrika
Mahasisiwi Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 18:15 WIB

Mencintai Kota seperti Kekasih: Kota Bandung, Konferensi Asia Afrika, dan Tanggung Jawab Kita

Bagaimana rasanya mencintai kota seperti kekasih? Dari Bandung yang terasa asing di kening hingga Bandung yang asyik untuk dikenang.
Bangku yang terduduk di Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Koleksi Pribadi Penulis | Foto: Penulis)
Ayo Jelajah 25 Jan 2026, 17:21 WIB

Sejarah Pasar Cimol Gedebage Bandung, Surga Thrifting Kota Kembang di Ujung Jalan

Jejak sejarah Pasar Cimol Gedebage bermula dari Cibadak hingga menjadi pusat pakaian bekas terbesar di Bandung.
Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 16:13 WIB

Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Bila makna kata berputar-putar dikaitkan dengan toponimi Kampung Muril, sangat mungkin, penduduk di sana pada masa lalu pernah merasakannya.
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB

Gali Potensi, Raih Prestasi

Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)