Ketika Gending Sriwijaya Menemukan Rumah di Tanah Pasundan

3 menit baca
miftahul jannah
Ditulis oleh miftahul jannah diterbitkan
Potret tiga mahasiswa yang membawakan tari gending sriwijaya diacara titian carieer ITB. (Istimewa)
Potret tiga mahasiswa yang membawakan tari gending sriwijaya diacara titian carieer ITB. (Istimewa)

Bandung siang itu dipenuhi lalu-lalang mahasiswa yang memenuhi area Integrated Careers Days ITB. Di antara booth perusahaan, deretan stan inovasi, dan percakapan tentang masa depan karier, tiba-tiba terdengar denting gamelan yang terasa asing namun memikat. Suara itu mengalun halus, memecah keramaian, membawa suasana yang berbeda ke jantung kampus teknologi ternama di Bumi Pasundan.

Dari ujung panggung, sekelompok mahasiswa berjalan perlahan dengan songket berkilau dan aesan gede yang memantulkan cahaya. Mereka bukan bagian dari panitia resmi, bukan pula pengisi acara komersial, tetapi hadir dengan misi yang lebih dalam yakni membawa sepotong Palembang ke Bandung, memperkenalkan identitas mereka di tengah ruang akademik yang serba modern.

Mereka adalah mahasiswa perantau asal Palembang dari Telkom University, UIN Bandung, dan UNPAS. Berbeda kampus, berbeda aktivitas harian, namun mereka dipertemukan oleh keinginan yang sama melestarikan Gending Sriwijaya di mana pun mereka berada. Undangan untuk tampil di panggung ITB mereka anggap sebagai peluang langka, kesempatan menunjukkan bahwa budaya tidak mengenal tembok fakultas ataupun batas geografis.

“Rasanya seperti bicara dengan masa lalu di tengah masa depan,” ujar Nia, salah satu penari dari UNPAS, sambil membetulkan songketnya sebelum naik panggung.

Ia mengaku bangga sekaligus gugup. Di acara sebesar ini, orang-orang datang membawa CV dan portofolio. Siapa sangka mereka akan disuguhkan tarian tradisi yang berasal ratusan kilometer dari Bandung?

Ketika musik mulai mengalun, suasana berubah drastis. Keramaian mereda. Para pengunjung berhenti sejenak, untuk melihat barisan penari. Gerakan tangan yang lembut, langkah kaki yang teratur, serta senyum ramah khas penyambutan Gending Sriwijaya membuat mereka terhipnotis. Di panggung ITB yang biasanya dipenuhi presentasi teknologi, kini hadir kehormatan budaya yang dipentaskan dengan penuh penghayatan.

Bagi para penari, tampil di acara Integrated Careers Days bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah ruang untuk menegaskan bahwa generasi muda Palembang tidak hanya mengejar pendidikan di tanah orang, tetapi juga menjaga warisan yang mereka bawa dari rumah. Latihan yang mereka jalani pun tidak mudah. Mereka harus berbagi waktu di antara jadwal kuliah, menyewa ruang latihan seadanya, dan saling meminjam perlengkapan. Namun setiap kesulitan terlihat sepadan ketika mereka melihat wajah-wajah penonton yang terpukau.

Penampilan itu menjadi salah satu momen paling hangat di tengah acara karier yang serba formal. Banyak pengunjung mendekat setelah pementasan, bertanya tentang makna gerakan, simbol pada kostum, hingga sejarah Sriwijaya itu sendiri. Beberapa mahasiswa Sunda mengatakan mereka baru pertama kali menyaksikan Gending Sriwijaya secara langsung. Ada rasa ingin tahu, rasa kagum, dan rasa hormat yang muncul begitu alami.

Di tanah perantauan, tarian ini menemukan fungsinya yang baru. Ia bukan lagi sekadar penyambutan tamu istimewa, tetapi menjadi penghubung antara budaya, menjadi pengingat bahwa identitas tidak pernah benar-benar jauh meski para pemiliknya menjejak tanah yang berbeda. Integrated Careers Days ITB mewadahi banyak mimpi masa depan, dan di antara mimpi-mimpi itu, Gending Sriwijaya hadir sebagai pengingat bahwa masa depan yang kuat selalu berakar pada masa lalu yang dijaga.

Dan sore itu, ketika panggung kembali dipenuhi agenda presentasi dan diskusi karier, kilau songket para penari perlahan meredup di balik tirai. Tapi kehangatan yang mereka tinggalkan bertahan lebih lama sebuah bukti bahwa budaya dapat hidup di mana pun, selama ada generasi muda yang bersedia membawanya pulang lewat setiap gerakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

miftahul jannah
Tentang miftahul jannah
Penulis muda sekaligus pelajar yang percaya setiap hal layak diceritakan.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)