Jejak Peninggalan Sejarah Freemason di Bandung, dari Kampus ITB hingga Loji Sint Jan

4 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Kegiatan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THB), yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). (Sumber: ITB)
Kegiatan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THB), yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). (Sumber: ITB)

AYOBANDUNG.ID - Jejak masa lalu Bandung tidak hanya berbicara soal arsitektur art deco atau perlawanan rakyat Priangan terhadap kolonial Belanda. Ada kisah yang lebih tersembunyi, terbungkus dalam catatan sejarah dan bangunan tua: kehadiran Freemason. Kelompok persaudaraan internasional ini masuk ke Hindia Belanda sejak 1736, dibawa oleh Jacobus Cornelis Mattheus. Dari Batavia, gerakan ini menjalar ke Semarang, Surabaya, lalu ke kota-kota yang tengah berkembang, termasuk Bandung.

Freemason atau Vrijmetselarij tidak menampilkan diri sebagai organisasi politik, melainkan komunitas yang menghimpun anggota lintas agama dan bangsa dengan semangat persaudaraan serta pengetahuan. Namun citranya sering memicu kecurigaan. Sebagian menyebutnya gerakan rahasia yang mengancam tatanan, sebagian lagi melihatnya sebagai pusat gagasan modern.

Di Hindia Belanda, Bandung menjadi salah satu pusat aktivitas mereka, terutama sejak akhir abad ke-19 ketika kota ini ditetapkan sebagai ibu kota Priangan dan berkembang pesat dengan hadirnya jalur kereta serta permukiman pejabat Eropa.

Seluruh aktivitas Freemason sempat terhenti saat Jepang menduduki Indonesia pada 1942. Negeri Matahari Terbit yang menjadi sekutu Jerman Nazi melarang organisasi tersebut.

Baca Juga: Jejak Sejarah Kelahiran Partai Faisis Indonesia di Bandung, Supremasi ala Pribumi yang Bikin Heboh Wangsa Kolonial

Setelah proklamasi kemerdekaan, Soekarno mengambil sikap tegas. Lewat Keputusan Presiden No. 264 tahun 1962, ia melarang seluruh kegiatan Freemason di Indonesia. Namun meski dilarang, sisa-sisa peninggalannya masih tampak hingga kini di Bandung.

Di Jalan Wastukencana, berdiri Masjid Al Ukhuwah yang megah. Sebelum masjid itu diresmikan pada 1961, di atas tanah tersebut berdiri sebuah bangunan penting bagi Freemason: Loji Sint Jan. Didirikan pada 1896, Sint Jan menjadi loji paling aktif di Hindia Belanda. Di dalamnya terdapat aula besar, simbol-simbol masonik, serta perpustakaan dengan ribuan koleksi buku. Nama jalan itu pun dulunya adalah Logeweg, merujuk pada keberadaan loji.

Simbol khas Freemason, yakni mata satu, sempat menghiasi interior loji. Namun sekitar 1920, simbol itu diganti dengan jangka dan penggaris segitiga, menekankan nilai moralitas dan kedisiplinan. Bagi para mason, loji bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan pusat gagasan tentang ilmu pengetahuan dan kemajuan sosial. Bahkan di Bandung, mereka sempat menggelar diskusi teosofi dan pendidikan yang memengaruhi perkembangan kota.

Takdir Sint Jan pungkas ketika Presiden Soekarno memerintahkan pembongkarannya. Gedung sempat beralih fungsi menjadi Graha Pancasila, disewakan untuk acara pernikahan, sebelum akhirnya digantikan oleh Masjid Al Ukhuwah. Menariknya, makna nama “Sint Jan” yang berarti tali persaudaraan seolah berkelindan dengan “Al Ukhuwah” yang berarti persahabatan, meski berdiri pada landasan yang berbeda.

Loji Sint Jan (Sumber: Ayobandung)
Loji Sint Jan (Sumber: Ayobandung)

Bandung juga menyimpan jejak Freemason dalam dunia pendidikan tinggi. Pada 1920 berdiri Technische Hoogeschool te Bandoeng (THB), cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB). Inisiator utamanya adalah Jan Willem Ijzerman, insinyur minyak sekaligus anggota Freemason. Ia mendorong pendirian sekolah teknik ini karena Hindia Belanda membutuhkan tenaga insinyur lokal.

THS berdiri di atas semangat Freemason yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Lambang awal sekolah ini memperlihatkan kemiripan dengan simbol masonik: jangka dan segitiga.

Baca Juga: Sejarah Gelap KAA Bandung, Konspirasi CIA Bunuh Zhou Enlai via Bom Kashmir Princess

Dari kampus inilah lahir generasi insinyur pribumi, termasuk Soekarno yang kelak menjadi Presiden RI. Ironi pun tercipta: institusi yang lahir dari gagasan seorang mason justru melahirkan tokoh yang menutup gerakan itu di Indonesia.

Ijzerman sempat diabadikan sebagai nama taman di depan gerbang THS. Namun sejak 1950, namanya diganti menjadi Taman Ganesha, menandai pergeseran simbol kolonial menuju identitas lokal.

Sebelum Loji Sint Jan berdiri, aktivitas mason di Bandung berlangsung di Gedung Kweekschool, sekolah guru dengan empat pilar simetris di fasadnya, ciri khas arsitektur bergaya empire style. Gedung ini menjadi pusat pertemuan hingga 1884, sekaligus menyimpan perpustakaan berisi 2.500 buku. Kini bangunan itu berubah fungsi menjadi Markas Polrestabes Bandung, tetapi pilar-pilar kokohnya masih mengingatkan pada masa lalu.

Freemason juga menaruh perhatian pada pendidikan anak. Pada 1898 mereka mendirikan Frobbelschool, taman kanak-kanak pertama di Bandung. Lokasinya berada di depan Bandung Planning Gallery, yang dalam rencana akan menjadi Museum Kota Bandung. Meski sekolah itu tak lagi ada, gagasan bahwa pendidikan dini penting bagi pembentukan karakter meninggalkan warisan tersendiri bagi kota ini.

Selain dunia pendidikan, Freemason juga berperan dalam peredaran pengetahuan melalui percetakan dan toko buku. Salah satu yang terkenal adalah Toko Buku Van Dorp di Jalan Braga, berdiri di gedung rancangan arsitek Wolff Schoemaker. Pemiliknya, Van Eck dan Krayenbrink, tercatat sebagai anggota Freemason.

Baca Juga: Sejarah Bandung dari Paradise in Exile Sampai jadi Kota Impian Daendels

Van Dorp bukan sekadar toko buku, melainkan pusat intelektual. Dari sini diterbitkan pula Indisch Maconnek Tijdschrift, majalah masonik Hindia yang beredar sejak 1805. Toko ini menjelma sebagai ruang pertemuan kaum cendekiawan, pejabat, dan pelajar yang mencari bahan bacaan modern. Kini, bangunannya dikenal sebagai Landmark Braga, menjadi ikon yang tetap menyimpan gema sejarah Freemason.

Dari loji di Wastukencana, sekolah teknik di Ganesha, gedung guru di Jalan Merdeka, hingga toko buku di Braga, semua menyingkap lapisan-lapisan sejarah Bandung yang jarang dibicarakan. Freemason memang sudah lama lenyap dari kehidupan publik Indonesia, tetapi peninggalan mereka masih tegak berdiri, menyatu dalam wajah kota.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)