Jejak Pembunuhan Sadis Sisca Yofie, Tragedi Brutal yang Gegerkan Bandung

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Ilustrasi. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID - Sore itu, 5 Agustus 2013, langit Bandung mulai menggelap. Udara menjelang berbuka puasa membawa aroma gerimis dan suara kendaraan yang bersahut di Jalan Setra Indah Utara, Sukajadi. Di balik pagar kos sederhana, seorang perempuan muda baru saja memarkir mobilnya. Ia adalah Sisca Yofie, 34 tahun, manajer cabang PT Venera Multi Finance, yang dikenal rajin dan hidup mandiri di kota kelahirannya itu.

Tak ada yang menyangka, beberapa menit kemudian, jalanan yang biasa tenang itu akan menjadi saksi dari salah satu pembunuhan paling kejam dalam sejarah kriminal Bandung.

Sekitar pukul 18.30 WIB, dua pria melintas dengan sepeda motor. Mereka adalah Wawan alias Awing dan keponakannya, Ade Ismayadi alias Epul. Menurut pengakuan mereka di kemudian hari, keduanya baru saja berbuka puasa di Masjid Baiturahman, Jalan Sukamulya. Wawan datang menjemput Ade dengan alasan mengambil proposal dana perayaan 17 Agustus. Tapi begitu keluar dari masjid, arah pembicaraan berubah. Wawan kemudian malah mengajak Ade melakukan penjambretan.

Baca Juga: Hikayat Pembunuhan Subang yang Bikin Geger, Baru Terungkap Setelah 2 Tahun

Kemudian, Ade menuruti ajakan pamannya. Sebelum berangkat, mereka singgah di Pos Kamling RW 03 Sukamulya. Di sana, Wawan memberikan sebotol bir yang sudah dicampur pil merkuri. Mereka menenggaknya bersama—entah untuk menambah keberanian, atau sekadar menghapus keraguan.

Lima belas menit kemudian, mereka berdua berkeliling mencari sasaran. Di Jalan Setra Indah Utara, mereka melihat Sisca keluar dari mobilnya untuk membuka pagar kos, sementara mesin kendaraan masih menyala. Tas wanita itu menggantung di bahunya.

Wawan memberi kode. Motor diarahkan ke arah Sisca. Dalam hitungan detik, mereka menarik tas itu dengan kasar. Tapi Sisca melawan—ia mengejar motor pelaku dan sempat meraih pundak Wawan. Dari situ, malapetaka dimulai.

Dalam kekacauan itu, rambut panjang Sisca tersangkut di gear motor. Ia terjatuh, dan tubuhnya terseret ketika motor melaju kencang di jalan sempit itu. Ade mengaku panik. Tapi Wawan terus memacu kendaraan, menyeret tubuh Sisca sejauh setengah kilometer.

Ketika motor berhenti karena rambut korban benar-benar terlilit gear, Wawan turun, mengeluarkan golok, dan membacok kepala Sisca tiga kali. Mereka kemudian memotong rambut yang tersangkut, meninggalkan tubuh perempuan itu di jalanan sepi, dan kabur ke arah Cipedes.

Sekitar pukul 19.15 WIB, warga menemukan tubuh Sisca tergeletak penuh luka. Nafasnya masih tersisa, tapi lemah. Polisi dan warga segera membawa korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Di tengah perjalanan, jantungnya berhenti berdetak.

Sedangkan mobil milik Sisca ditemukan di depan rumah kos, masih menyala, dengan pintu depan terbuka. Di kursi penumpang, terdapat berkas kerja dan tas kantor yang tertinggal.

Baca Juga: Geger Bandung 1934, Pembunuhan Berdarah di Rumah Asep Berlian

Keesokan harinya, 6 Agustus 2013, dr. Noorman Herryadi, ahli forensik RSHS, melakukan autopsi. Hasilnya mencengangkan: tubuh Sisca penuh luka lecet dari dada hingga kaki, tulang rusuk retak, luka terbuka 8 cm di dahi kanan, serta tiga luka bacokan di belakang kepala. Rambut bagian belakangnya dipotong rata, dan ada pendarahan subkutan akibat trauma berat di kepala.

Dokter menambahkan rambut korban bisa saja cukup kuat untuk menarik tubuh seberat 47 kilogram sejauh hampir satu kilometer tanpa terkelupas dari kulit kepala.

Penyebab kematian Sisca dipastikan karena kehabisan darah dan trauma kepala berat.

Potret mendiang Sisca Yofie.
Potret mendiang Sisca Yofie.

Hukuman Berat untuk Para Pelaku

Setelah membuang tubuh Sisca, kedua pelaku berusaha menghapus jejak. Di Jalan Sukamulya Baru, Ade mematikan iPhone korban, membuang helm di depan rumah nomor 9, serta menyingkirkan jaket dan tas korban ke selokan. Golok yang digunakan untuk membacok Sisca dibuang ke kali di Gang Sukawarna Baru.

Wawan sempat mengatur langkah untuk kabur. Ia menyuruh Ade mengantarkan istrinya ke Padalarang menggunakan taksi, sementara dirinya melarikan diri ke Cianjur. Di sana, ia bersembunyi di daerah Salajambe, berpindah-pindah tempat. Pada 8 Agustus, ia membuang iPhone dan tiga kartu ATM Sisca ke Danau Saguling, dan dua hari kemudian, membakar bodi motor untuk menghapus identitasnya.

Tapi rasa bersalah mengejar keponakannya. Pada Sabtu pagi, 10 Agustus 2013, Ade menyerahkan diri ke Polsek Sukajadi, ditemani kakek dan pamannya yang lain. Dari pengakuan Ade, polisi segera memburu Wawan. Keesokan harinya, 11 Agustus, Wawan ditangkap di Ciranjang, Cianjur, saat berusaha menjual motor bekas pembunuhan. Ia tidak melawan, hanya menunduk ketika borgol dikunci di tangannya.

Kasus ini cepat mencuat di media nasional. Rekaman CCTV di sekitar lokasi memperlihatkan detik-detik Sisca diseret di jalanan, sebuah tayangan yang kemudian viral di televisi dan internet. Publik tersentak oleh tingkat kekerasan yang nyaris tak masuk akal.

Baca Juga: Tragedi AACC Bandung 2008, Sabtu Kelabu Konser Beside

Polisi menyebut aksi itu sebagai torture murder—pembunuhan dengan kekerasan ekstrem. Meski kedua pelaku mengaku hanya ingin menjambret, polisi menilai tindakan mereka melampaui batas kelalaian atau spontanitas.

Sidang pertama digelar pada 2 Desember 2013 di Pengadilan Negeri Bandung. Jaksa menjerat keduanya dengan pasal pembunuhan berencana. Ade terlihat menunduk selama pembacaan dakwaan. Keluarga Sisca yang hadir di ruang sidang tak kuasa menahan air mata.

Semuanya, terutama kakak korban, menolak percaya bahwa pembunuhan sekejam itu dilakukan hanya karena penjambretan. Rumor pun bermunculan. Salah satunya menyebut adanya keterlibatan mantan kekasih Sisca, seorang perwira polisi bernama Kompol Albertus Eko, yang bahkan harus menggelar konferensi pers untuk membantah tuduhan tersebut.

Kompolnas turun tangan pada 16 Agustus 2013, memeriksa kinerja polisi Bandung untuk memastikan tidak ada rekayasa dalam penyelidikan. Tapi hasil akhirnya tetap sama: dua pelaku, satu motif—penjambretan yang berujung maut.

Vonis dijatuhkan. Wawan dihukum mati, sementara Ade dijatuhi hukuman seumur hidup. Di tingkat banding, hukuman Ade diringankan menjadi 20 tahun penjara karena dianggap lebih kooperatif dan masih muda.

Wawan mencoba melawan takdir hukum. Ia mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung, namun ditolak pada Desember 2022. Sebelumnya, pada 2021, ia juga sempat meminta grasi kepada Presiden Joko Widodo. Semuanya kandas.

Walaupun pelaku sudah dijatuhi hukuman, banyak pertanyaan tetap menggantung. Indonesia Police Watch (IPW) menyebut ada lima kejanggalan dalam kasus ini, terutama soal kesaksian pelaku tentang rambut korban yang tersangkut gear motor—detail yang dianggap tak logis tanpa ada niat tertentu. Keluarga Sisca juga mendesak agar polisi membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain. Namun, bukti tak pernah mengarah ke sana.

Baca Juga: Tragedi Longsor Sampah Leuwigajah 2005: Terburuk di Indonesia, Terparah Kedua di Dunia

Kini, lebih dari satu dekade berlalu, nama Sisca Yofie masih menjadi luka kolektif warga Bandung. Kasusnya menjadi pengingat betapa tipisnya jarak antara niat jahat dan tragedi yang menghapus nyawa seseorang dalam sekejap.

Di jalan yang dulu menjadi lintasan maut itu, lalu lintas kini kembali normal. Tapi di ingatan publik, senja berdarah 5 Agustus 2013 itu tak pernah benar-benar padam.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)