Jejak Pembunuhan Sadis Sisca Yofie, Tragedi Brutal yang Gegerkan Bandung

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan Jumat 10 Okt 2025, 11:44 WIB
Ilustrasi. (Sumber: Freepik)

Ilustrasi. (Sumber: Freepik)

AYOBANDUNG.ID - Sore itu, 5 Agustus 2013, langit Bandung mulai menggelap. Udara menjelang berbuka puasa membawa aroma gerimis dan suara kendaraan yang bersahut di Jalan Setra Indah Utara, Sukajadi. Di balik pagar kos sederhana, seorang perempuan muda baru saja memarkir mobilnya. Ia adalah Sisca Yofie, 34 tahun, manajer cabang PT Venera Multi Finance, yang dikenal rajin dan hidup mandiri di kota kelahirannya itu.

Tak ada yang menyangka, beberapa menit kemudian, jalanan yang biasa tenang itu akan menjadi saksi dari salah satu pembunuhan paling kejam dalam sejarah kriminal Bandung.

Sekitar pukul 18.30 WIB, dua pria melintas dengan sepeda motor. Mereka adalah Wawan alias Awing dan keponakannya, Ade Ismayadi alias Epul. Menurut pengakuan mereka di kemudian hari, keduanya baru saja berbuka puasa di Masjid Baiturahman, Jalan Sukamulya. Wawan datang menjemput Ade dengan alasan mengambil proposal dana perayaan 17 Agustus. Tapi begitu keluar dari masjid, arah pembicaraan berubah. Wawan kemudian malah mengajak Ade melakukan penjambretan.

Baca Juga: Hikayat Pembunuhan Subang yang Bikin Geger, Baru Terungkap Setelah 2 Tahun

Kemudian, Ade menuruti ajakan pamannya. Sebelum berangkat, mereka singgah di Pos Kamling RW 03 Sukamulya. Di sana, Wawan memberikan sebotol bir yang sudah dicampur pil merkuri. Mereka menenggaknya bersama—entah untuk menambah keberanian, atau sekadar menghapus keraguan.

Lima belas menit kemudian, mereka berdua berkeliling mencari sasaran. Di Jalan Setra Indah Utara, mereka melihat Sisca keluar dari mobilnya untuk membuka pagar kos, sementara mesin kendaraan masih menyala. Tas wanita itu menggantung di bahunya.

Wawan memberi kode. Motor diarahkan ke arah Sisca. Dalam hitungan detik, mereka menarik tas itu dengan kasar. Tapi Sisca melawan—ia mengejar motor pelaku dan sempat meraih pundak Wawan. Dari situ, malapetaka dimulai.

Dalam kekacauan itu, rambut panjang Sisca tersangkut di gear motor. Ia terjatuh, dan tubuhnya terseret ketika motor melaju kencang di jalan sempit itu. Ade mengaku panik. Tapi Wawan terus memacu kendaraan, menyeret tubuh Sisca sejauh setengah kilometer.

Ketika motor berhenti karena rambut korban benar-benar terlilit gear, Wawan turun, mengeluarkan golok, dan membacok kepala Sisca tiga kali. Mereka kemudian memotong rambut yang tersangkut, meninggalkan tubuh perempuan itu di jalanan sepi, dan kabur ke arah Cipedes.

Sekitar pukul 19.15 WIB, warga menemukan tubuh Sisca tergeletak penuh luka. Nafasnya masih tersisa, tapi lemah. Polisi dan warga segera membawa korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Di tengah perjalanan, jantungnya berhenti berdetak.

Sedangkan mobil milik Sisca ditemukan di depan rumah kos, masih menyala, dengan pintu depan terbuka. Di kursi penumpang, terdapat berkas kerja dan tas kantor yang tertinggal.

Baca Juga: Geger Bandung 1934, Pembunuhan Berdarah di Rumah Asep Berlian

Keesokan harinya, 6 Agustus 2013, dr. Noorman Herryadi, ahli forensik RSHS, melakukan autopsi. Hasilnya mencengangkan: tubuh Sisca penuh luka lecet dari dada hingga kaki, tulang rusuk retak, luka terbuka 8 cm di dahi kanan, serta tiga luka bacokan di belakang kepala. Rambut bagian belakangnya dipotong rata, dan ada pendarahan subkutan akibat trauma berat di kepala.

Dokter menambahkan rambut korban bisa saja cukup kuat untuk menarik tubuh seberat 47 kilogram sejauh hampir satu kilometer tanpa terkelupas dari kulit kepala.

Penyebab kematian Sisca dipastikan karena kehabisan darah dan trauma kepala berat.

Potret mendiang Sisca Yofie.
Potret mendiang Sisca Yofie.

Hukuman Berat untuk Para Pelaku

Setelah membuang tubuh Sisca, kedua pelaku berusaha menghapus jejak. Di Jalan Sukamulya Baru, Ade mematikan iPhone korban, membuang helm di depan rumah nomor 9, serta menyingkirkan jaket dan tas korban ke selokan. Golok yang digunakan untuk membacok Sisca dibuang ke kali di Gang Sukawarna Baru.

Wawan sempat mengatur langkah untuk kabur. Ia menyuruh Ade mengantarkan istrinya ke Padalarang menggunakan taksi, sementara dirinya melarikan diri ke Cianjur. Di sana, ia bersembunyi di daerah Salajambe, berpindah-pindah tempat. Pada 8 Agustus, ia membuang iPhone dan tiga kartu ATM Sisca ke Danau Saguling, dan dua hari kemudian, membakar bodi motor untuk menghapus identitasnya.

Tapi rasa bersalah mengejar keponakannya. Pada Sabtu pagi, 10 Agustus 2013, Ade menyerahkan diri ke Polsek Sukajadi, ditemani kakek dan pamannya yang lain. Dari pengakuan Ade, polisi segera memburu Wawan. Keesokan harinya, 11 Agustus, Wawan ditangkap di Ciranjang, Cianjur, saat berusaha menjual motor bekas pembunuhan. Ia tidak melawan, hanya menunduk ketika borgol dikunci di tangannya.

Kasus ini cepat mencuat di media nasional. Rekaman CCTV di sekitar lokasi memperlihatkan detik-detik Sisca diseret di jalanan, sebuah tayangan yang kemudian viral di televisi dan internet. Publik tersentak oleh tingkat kekerasan yang nyaris tak masuk akal.

Baca Juga: Tragedi AACC Bandung 2008, Sabtu Kelabu Konser Beside

Polisi menyebut aksi itu sebagai torture murder—pembunuhan dengan kekerasan ekstrem. Meski kedua pelaku mengaku hanya ingin menjambret, polisi menilai tindakan mereka melampaui batas kelalaian atau spontanitas.

Sidang pertama digelar pada 2 Desember 2013 di Pengadilan Negeri Bandung. Jaksa menjerat keduanya dengan pasal pembunuhan berencana. Ade terlihat menunduk selama pembacaan dakwaan. Keluarga Sisca yang hadir di ruang sidang tak kuasa menahan air mata.

Semuanya, terutama kakak korban, menolak percaya bahwa pembunuhan sekejam itu dilakukan hanya karena penjambretan. Rumor pun bermunculan. Salah satunya menyebut adanya keterlibatan mantan kekasih Sisca, seorang perwira polisi bernama Kompol Albertus Eko, yang bahkan harus menggelar konferensi pers untuk membantah tuduhan tersebut.

Kompolnas turun tangan pada 16 Agustus 2013, memeriksa kinerja polisi Bandung untuk memastikan tidak ada rekayasa dalam penyelidikan. Tapi hasil akhirnya tetap sama: dua pelaku, satu motif—penjambretan yang berujung maut.

Vonis dijatuhkan. Wawan dihukum mati, sementara Ade dijatuhi hukuman seumur hidup. Di tingkat banding, hukuman Ade diringankan menjadi 20 tahun penjara karena dianggap lebih kooperatif dan masih muda.

Wawan mencoba melawan takdir hukum. Ia mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung, namun ditolak pada Desember 2022. Sebelumnya, pada 2021, ia juga sempat meminta grasi kepada Presiden Joko Widodo. Semuanya kandas.

Walaupun pelaku sudah dijatuhi hukuman, banyak pertanyaan tetap menggantung. Indonesia Police Watch (IPW) menyebut ada lima kejanggalan dalam kasus ini, terutama soal kesaksian pelaku tentang rambut korban yang tersangkut gear motor—detail yang dianggap tak logis tanpa ada niat tertentu. Keluarga Sisca juga mendesak agar polisi membuka kemungkinan keterlibatan pihak lain. Namun, bukti tak pernah mengarah ke sana.

Baca Juga: Tragedi Longsor Sampah Leuwigajah 2005: Terburuk di Indonesia, Terparah Kedua di Dunia

Kini, lebih dari satu dekade berlalu, nama Sisca Yofie masih menjadi luka kolektif warga Bandung. Kasusnya menjadi pengingat betapa tipisnya jarak antara niat jahat dan tragedi yang menghapus nyawa seseorang dalam sekejap.

Di jalan yang dulu menjadi lintasan maut itu, lalu lintas kini kembali normal. Tapi di ingatan publik, senja berdarah 5 Agustus 2013 itu tak pernah benar-benar padam.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)