Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Jumat 09 Jan 2026, 16:37 WIB
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

AYOBANDUNG.ID - Suara nyaring tak-tok-tak-tok yang berirama menjadi ciri khas tapal kuda saat bergesekan dengan aspal. Bunyi itu kerap terdengar di sekeliling Gedung Sate—ikon sekaligus jantung Kota Bandung—yang hingga kini masih menjadi magnet wisatawan dari luar kota.

Di tengah laju perkembangan zaman, delman hadir sebagai potongan nostalgia. Kehadirannya seolah membawa ingatan pada masa ketika alat transportasi tradisional masih mendominasi, jauh sebelum teknologi mengambil alih hampir seluruh aspek kehidupan.

Kini, delman lebih sering dijumpai saat momentum liburan, di kawasan wisata atau landmark kota, hingga menjelang sore hari. Salah satu momen yang kerap dinanti ialah waktu puasa, ketika anak muda melakukan ritual “ngabuburit.” Perubahan fungsi ini semakin terasa: dari alat transportasi utama, delman bergeser menjadi pelengkap ruang kota yang menawarkan sensasi pengalaman bagi wisatawan.

Di sisi lain, delman justru menjadi penopang hidup bagi sebagian orang. Salah satunya Ade (48), kusir delman yang setiap hari mangkal di sekitar Gedung Sate. Lelaki paruh baya ini telah akrab dengan kuda dan delman sejak usia 12 tahun. Terbilang masih sangat belia ketika ia mulai menekuni profesi kusir—sebuah pilihan yang juga dipengaruhi tuntutan keluarga secara turun-temurun, dari kakek, orang tua, hingga dirinya sendiri.

Meski begitu, Ade mengakui profesi inilah yang menghidupinya selama puluhan tahun. Dari hasil menjadi kusir delman, ia mampu membesarkan anak hingga memiliki cucu, bahkan membangun rumah. Tak hanya menarik delman, Ade juga menambah penghasilan melalui jual beli kuda dan keterlibatannya dalam perayaan khitanan anak dengan kesenian kuda renggong, yang masih ia tekuni hingga kini.

Dalam kondisi apa pun, Ade berusaha tetap bersyukur. Padahal, secara realistis, bisnis delman semakin tergerus zaman—terutama sejak beragam moda transportasi modern hadir berkat kolaborasi inovasi dan teknologi di Kota Kembang.

“Ya, perbedaan sih ada. Sebelum ada alat transportasi mesin mah, ya lumayan bawa kuda tuh. Cuman, semenjak ada bandros ya mungkin agak berkurang pendapatan bawa delman-nya. Tapi ya, walaupun sedikit tetap Alhamdulillah,” ujarnya.

“Paling kalau lagi liburan gini, ya 200 ribu mah dapet. Kadang lebih, kalau usaha kuda kan nggak tentu, kadang dapet kadang nggak gitu,” tambah Ade sambil menghela napas sejenak.

Menurut Ade, pesanan memang meningkat saat musim liburan dibanding hari biasa. Namun, sistem pembayaran delman tidak dihitung per orang, melainkan berdasarkan paket—misalnya Rp50 ribu untuk satu rombongan berisi lima hingga enam orang.

Meski pendapatan tak menentu, Ade berusaha tetap optimistis dan pantang menyerah dalam urusan rezeki.

"Kesejahteraan Kuda"

Di balik profesi yang telah ia jalani sejak remaja, Ade juga memahami kekhawatiran publik, khususnya dari kalangan dokter hewan, terkait "kesejahteraan" dan kesehatan kuda. Berbagai perawatan rutin ia lakukan agar kudanya tetap sehat, bugar, dan sejahtera.

“Biasanya, ada pengawasan dari salah satu dokter hewan. Suka ditanya, udah divaksin atau belum, akhirnya kami vaksin. Terus kalau pulang kerja dari sini saya mandikan pakai air hangat, pakai air jahe khususnya kalau kondisinya dia habis kehujanan di jalan,” tuturnya.

“Sambil badan kudanya dipijat supaya dia juga rileks, supaya badannya segar lagi,” jelas Ade.

Namun, ada tantangan lain yang kerap ia hadapi. Tidak semua kuda bisa tetap tenang saat harus berdampingan dengan kendaraan roda dua dan roda empat di jalanan Kota Bandung yang padat.

Pada situasi tertentu, Ade memilih berhenti sejenak hingga kudanya kembali tenang—misalnya setelah mendengar klakson mendadak, terjebak kemacetan, atau disalip kendaraan dengan kecepatan tinggi. Baginya, keselamatan penumpang dan ketenangan kuda selalu menjadi prioritas utama, bahkan di atas kepentingannya sendiri.

Dari sudut pandang penumpang, Rizman Faturahman (14) mengaku sensasi naik delman sulit tergantikan oleh kendaraan bermesin. Ia kerap menaiki delman pada momen tertentu.

Semilir angin sore hari dan suara tapal kuda, menurut Rizman, kerap membangkitkan suasana kampung halaman. “Saya suka denger tapal kudanya, satisfying,” ujarnya. Meski begitu, ia tetap merasa khawatir jika delman dinaiki terlalu banyak penumpang saat lalu lintas Bandung sedang macet.

Rizman juga mengaku sering memperhatikan kondisi kuda. “Kalau kelihatan capek, suka kepikiran, kasihan juga sama kudanya,” lanjutnya.

Di titik inilah dilema penumpang muncul: antara menikmati pengalaman dan romantisme budaya lama, dengan kesadaran akan beban kerja kuda yang harus menghadapi panas dan ramainya lalu lintas kota.

Meski demikian, Rizman menyadari bahwa posisi delman di masa kini lebih sebagai transportasi alternatif—daya tarik wisata sekaligus pengingat nostalgia—bukan lagi alat transportasi utama, khususnya di Kota Bandung.

Perlindungan Satwa

Seiring derasnya arus informasi dan meningkatnya literasi publik, kepedulian masyarakat terhadap isu perlindungan satwa pun kian menguat. Penumpang seperti Rizman berharap ada perbaikan sistem ke depan—baik melalui regulasi pemerintah, inovasi teknis, maupun alternatif kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan kuda dan keberlangsungan hidup kusir delman.

Secara regulasi, perlindungan hewan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 sebagai amandemen dari UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Aturan ini menegaskan bahwa segala aktivitas manusia yang melibatkan hewan harus bebas dari penyakit, luka, serta tekanan fisik maupun mental, dan tidak masuk dalam ranah eksploitasi.

Artinya, delman tidak sepenuhnya dilarang. Namun, negara memiliki kewenangan untuk mengatur, membina, dan mengawasi praktiknya.

Contoh konkret dapat dilihat di DKI Jakarta, di mana jam dan lokasi operasional delman dibatasi. Kebijakan serupa juga diterapkan di Garut, dengan penyesuaian operasional pada momen tertentu demi menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama. Regulasi ini bukan untuk menyingkirkan delman dari peradaban, melainkan mengaturnya secara jelas dan terarah.

Sementara di Kota Bandung, delman masih hadir dan menjadi pilihan favorit masyarakat, terutama saat musim liburan. Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.

Delman bukan sekadar romantisme nostalgia. Ia merupakan perwujudan relasi antara manusia, hewan, dan ruang kota—serta cerminan kehadiran negara dalam memandang budaya dan kesejahteraan satwa. Bukan untuk dimusnahkan atau disingkirkan, melainkan dirangkul agar tetap eksis di tengah derasnya arus peradaban.

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)