Pensiun Jadi Pemburu THR: Selamat Datang Gen Z di Fase 'Berbagi Berkah' demi Senyum Keponakan

3 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan
Ilustrasi amplop THR lucu (Sumber: Koleksi pribadi)
Ilustrasi amplop THR lucu (Sumber: Koleksi pribadi)

Ramai di sosial media dengan konten "Gen Z lebih butuh THR". Terkesan memaksakan, tapi sebagai salah satu bagian dari Gen Z, saya merasa ada benarnya juga. Mencoba flashback pada saat saya masih menjadi 'penerima' THR tetap dari saudara. Dulu, Lebaran adalah ajang panen raya. Ritualnya sederhana: pakai baju baru (meskipun sudah dicobain berkali-kali semalam sebelum Lebaran), ziarah, hingga keliling rumah saudara.

Kami sudah ancang-ancang memasang wajah paling lucu agar dinotice saudara, lalu pulang dengan tas kecil yang tebal berisi amplop warna-warni. Bagi kita para Gen Z, itulah masa keemasan di mana status "anak kecil" adalah aset finansial paling berharga.

Namun, waktu berputar lebih cepat. Memasuki Lebaran 2026, tiba-tiba ada pergeseran status yang tidak diumumkan di grup WhatsApp keluarga. Saya—dan mungkin bagi jutaan Gen Z lainnya—resmi dinyatakan pensiun dini dari dunia per-THR-an.

Tidak ada lagi amplop yang mendarat di tangan; yang ada justru tangan-tangan mungil keponakan yang menengadah sambil melempar pertanyaan horor: "Teh, mana THR-na? Hoyong sapuluh rebu." Lucu, sepertinya pertanyaan itu jauh lebih baik dibanding pertanyaan horor lain yang lazim di hari itu: "Tos damel di mana? Gajih sabaraha? Bade iraha nikah?"  Sungguh sebuah simalakama; rentetan pertanyaan yang sanggup membuat ketupat di piring mendadak terasa hambar dan sulit ditelan.

Diplomasi Amplop Estetik dan Siasat Saldo Pas-pasan

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanjaya)
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanjaya)

Selamat datang di fase 'Berbagi Berkah'. Sebuah fase di mana kita belajar bahwa kebahagiaan Idulfitri ternyata tidak lagi diukur dari berapa banyak kita dapat THR, melainkan dari seberapa banyak saldo yang ikhlas kita hibahkan demi melihat senyum keponakan.

Di sinilah letak ujian sesungguhnya, ketika bingung berapa nominal yang harus dikasih kepada keponakan dengan melihat situasi dan kondisi keuangan. Namun, Gen Z tak pernah kehabisan jalan. Karena paling jago kalau urusan estetika, maka senjata utama kami adalah amplop. Kita bakal cari amplop dengan desain paling lucu, paling estetik, atau yang ada tulisan-tulisan humorisnya. Harapannya sih cuma satu: semoga si keponakan lebih fokus mengagumi tulisan atau gambarnya dibanding meratapi nominal uang di dalamnya.

Meskipun jarang dari mereka yang benar-benar hanya mengagumi luar dibanding isi amplop, ini adalah salah satu usaha diplomasi finansial paling halus yang bisa Gen Z lakukan. Bagi Gen Z, isi dompet boleh kritis, tapi tampilan luar harus tetap estetik—termasuk urusan amplop.

Saat Saldo Berkurang, Status Meningkat

Secara tidak sadar, momen ketika kita mulai membagikan amplop untuk keponakan adalah seremoni pelantikan menjadi dewasa yang paling nyata di keluarga. Tanpa perlu ikrar atau surat pengumuman resmi, saat kita memberi, di situlah keluarga besar akan menganggap kita sudah 'jadi orang'.

Mungkin akan ada rasa bangga yang terselip di antara rasa nyesek saat melihat saldo berkurang. Namun, melihat mata mereka berbinar persis seperti kita sepuluh tahun lalu, menyadarkan saya bahwa peran ini memang harus bergulir. Dulu kita yang disubsidi, sekarang kita yang menyubsidi kebahagiaan.

Baca Juga: Jalan Rusak dan Tambal Sulam, Tingkat Kepuasan Pemudik Bisa Merosot

Menjadi Gen Z di hari Lebaran memang sebuah dilema besar. Di satu sisi, batin kita mungkin masih menjerit butuh subsidi, namun di sisi lain, status sosial menuntut kita untuk mulai menjadi donatur.

Tapi, di balik drama pencarian amplop estetik dan saldo m-banking yang kian menipis, ada satu pelajaran berharga yang akhirnya kita bawa: kedewasaan ternyata bukan soal seberapa banyak yang kita kantongi, melainkan seberapa mampu kita membuat orang lain tersenyum dengan apa yang kita miliki.

Selamat pensiun bagi para pemburu THR. Selamat datang di dunia nyata, di mana tangan di atas ternyata jauh lebih melegakan daripada sekadar tangan yang menengadah. Percayalah, apa yang keluar hari ini akan diganti dengan yang lebih baik secepatnya. Sebab, di balik amplop lucu yang kita bagikan, ada doa-doa tulus yang ikut menyertai. Tenang, Tuhan bersama Gen Z. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)