Mempertanyakan Thrift, Tren Fesyen Hemat yang Tidak Adil untuk UMKM?

3 menit baca
Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan
Thrifting adalah bagian dari gaya hidup yang tidak hanya modis, tetapi juga beretika. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Thrifting adalah bagian dari gaya hidup yang tidak hanya modis, tetapi juga beretika. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Ditulis oleh Syarah Setiyani

AYOBANDUNG.ID Belanja pakaian bekas atau biasa disebut thrift menjadi tren yang belakangan ini populer di kalangan anak muda. 

Bagi sebagian orang, belanja pakaian bekas mungkin terdengar agak asing atau bahkan kurang menarik. Tapi, tren ini sekarang justru digemari dan berkembang pesat. 

Jika kamu aktif di media sosial, pasti sering melihat story atau reels yang pamer barang vintage dari thrift. Dari jaket denim jadul sampai kemeja motif retro, semuanya terlihat aesthetic dan unik. 

Tapi di balik gaya yang keren dan anti-mainstream, ada cerita lain yang perlu kita perhatikan.

Apa sebenarnya yang membuat belanja thrift ini begitu diminati? Salah satu alasan utamanya tentu harga yang terjangkau daripada membeli yang baru. Namun, di balik itu, ada sensasi unik dalam proses hunting barang-barang langka. 

Berbeda dengan berbelanja di gerai fast fashion yang serba instan, thrifting membutuhkan kesabaran untuk menelusuri tumpukan pakaian dan barang hingga menemukan hidden gems yang tak tersedia di pasaran umum. 

Rasanya seperti menemukan harta karun, apalagi jika barang yang didapatkan tersebut benar-benar satu-satunya.

Bagi generasi yang sudah lelah dengan fast fashion yang seragam, thrifting menjelma menjadi sarana ekspresi diri. Blazer kulit vintage dari era 1980-an, atau dress floral ala tahun 1970-an membawa nuansa nostalgia sekaligus keunikan sulit ditiru. 

Barang-barang seperti itu dapat ditemukan platform online, komunitas thrift juga kerap menggelar bazar fisik di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Solo, hingga Yogyakarta.

Selain soal estetika dan identitas, salah satu narasi yang sering dikaitkan dengan thrifting adalah kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan. 

Baca Juga: Persib Juara Divisi Utama 1986, Tiga Pemain Diberi Beasiswa

Pada akhirnya, fenomena thrifting mengajarkan bahwa setiap pilihan konsumsi memiliki konsekuensi multidimensi. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Memberi "kehidupan kedua" pada pakaian bekas. Aktivitas ini dianggap dapat mengurangi volume limbah tekstil yang mencapai 92 juta ton per tahun secara global. Namun, realitas di Indonesia tidak sesederhana itu, tidak semua pihak sepakat dengan narasi positif ini.

Berbagai kritik muncul ketika mayoritas barang thrift di Indonesia ternyata diimpor dari luar negeri, seakan menjadi “sampah” negara maju yang dipindahkan ke pasar lokal. Proses pengiriman massal dan kemasan ganda tak pelak menambah jejak karbon, menimbulkan pertanyaan apakah keuntungan lingkungan yang ditawarkan thrifting benar-benar sebanding dengan biaya emisi yang dihasilkannya.

Sektor ekonomi lokal pun ikut terdampak. Para pelaku UMKM tekstil dalam negeri sering merasakan gigitan persaingan, ketika harga barang impor bekas begitu murah sehingga sulit ditandingi. Sementara penjual lokal yang berupaya memproduksi pakaian dengan kualitas dan desain orisinil harus berjuang lebih keras mempertahankan konsumen. 

Baca Juga: Menulis di Ayobandung.id seperti Melukis, Kamu Tak Perlu Dituliskan oleh AI

Ketika konsumen lebih tertarik dengan potongan luar negeri yang hemat biaya, ekosistem usaha kecil dalam negeri kehilangan panggungnya. 

Inilah dilema yang muncul. Di satu sisi, thrifting memperpanjang umur pakai pakaian dan mengurangi limbah, namun di sisi lain, kecanduan barang impor bekas dapat melemahkan industri tekstil lokal yang tengah berupaya tumbuh. 

Di titik inilah konsumen memiliki peran penting dalam mencari keseimbangan. Memilih thrifting yang bertanggung jawab berarti memperhatikan asal barang, kualitas, dan dampaknya bagi lingkungan serta ekonomi rumah tangga.

Pada akhirnya, fenomena thrifting mengajarkan bahwa setiap pilihan konsumsi memiliki konsekuensi multidimensi. Di balik harga murah dan estetika vintage, terdapat dampak lingkungan dan ekonomi yang perlu dipertimbangkan. 

Baca Juga: Kontroversi Vasektomi sebagai Syarat Bantuan Sosial, Solusi atau Pelanggaran Hak?

Sebagai konsumen, langkah paling bijak adalah meningkatkan kesadaran akan asal-usul produk, mempertanyakan jejak ekologisnya, dan tetap memberi ruang bagi produk lokal untuk berkembang.

Tren boleh datang dan pergi, tetapi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi nasional adalah tujuan jangka panjang yang harus diutamakan. Thrifting adalah bagian dari gaya hidup yang tidak hanya modis, tetapi juga beretika. (*)

Penulis, Syarah Setiyani, adalah mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Universitas Sebelas Maret

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)