Kota Bandung Termacet tapi Tak Pernah 'Gedebur' Klakson

4 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Kemacetan di Flyover Antapani. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Kemacetan di Flyover Antapani. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

TomTom Traffic Index tahun ini mencatat Kota Bandung sebagai kota termacet di Indonesia. Jalan-jalan utama sering dipadati kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Di beberapa titik, kemacetan berlangsung puluhan menit bahkan jam.

Namun ada satu hal yang menarik perhatian siapa pun yang baru pertama kali berkendara di Kota Bandung. Di tengah padatnya lalu lintas, suasana relatif tenang dari sisi bunyi klakson. Tidak ada hiruk-pikuk suara nyaring yang saling bersahutan seperti yang sering terdengar di kota-kota besar lain.

Fenomena ini bukan berarti pengemudi di Kota Bandung tidak menghadapi situasi yang menjengkelkan di jalan. Mereka juga berhadapan lampu merah lama, kendaraan memotong jalur, atau pengendara mendadak berhenti di depan. Namun, klakson tidak menjadi pilihan utama untuk bereaksi. Di sini, kesabaran dan komunikasi nonverbal tampaknya lebih dominan.

Klakson sebenarnya adalah alat komunikasi penting berkendara. Ia memberi peringatan pada kendaraan lain, mengingatkan pejalan kaki, atau menandakan keberadaan kendaraan di titik buta. Dalam situasi darurat, bunyinya bisa menyelamatkan nyawa.

Tetapi klakson juga dapat berubah fungsi menjadi saluran emosi. Ketika digunakan berlebihan atau dengan nada marah, ia menjadi bentuk protes atau tekanan psikologis kepada orang lain di jalan.

Di Kota Bandung, komunikasi di jalan cenderung mengambil bentuk lebih halus. Banyak pengemudi memilih melambat, memberi isyarat lampu sein, atau sekadar menunggu momen tepat untuk bergerak.

Tidak sedikit lebih memilih menatap singkat atau tersenyum sebagai tanda terima kasih setelah diberi jalan. Budaya seperti ini menunjukkan bahwa komunikasi tidak selalu harus berupa suara keras. Kesopanan dan bahasa tubuh bisa lebih efektif menyampaikan maksud.

Kajian Jathla A. Mahmood dari Al Iraqia University (2021) menunjukkan, klakson sesungguhnya memiliki makna jauh lebih luas daripada sekadar tanda bahaya/ekspresi kemarahan di jalan. Dalam penelitiannya yang memotret kebiasaan pengemudi di sepuluh negara, Mahmood menemukan bahwa bunyi klakson di banyak tempat justru telah menjadi fenomena budaya.

Ia digunakan layaknya bahasa atau kode morse, sebuah medium komunikasi yang mampu menyampaikan berbagai maksud, termasuk mempererat hubungan sosial di antara para pengguna jalan.

Dari sudut pandang ilmu komunikasi, penelitian tersebut mengingatkan bahwa klakson seharusnya dipandang sebagai saluran komunikasi nonverbal yang sah. Ia tidak melulu bersifat konfrontatif, melainkan bisa menjadi isyarat membantu koordinasi dan menciptakan rasa saling pengertian di jalan.

Dengan perspektif ini, kebiasaan warga Kota Bandung yang memilih untuk jarang membunyikan klakson dapat dimaknai sebagai pilihan budaya komunikasi yang lebih menekankan toleransi dan kesadaran akan harmoni, tanpa menghilangkan fungsi klakson sebagai alat peringatan ketika benar-benar diperlukan.

Budaya Lokal

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 5 April 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 5 April 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kebiasaan jarang membunyikan klakson ini bisa dibaca pula dari sudut pandang budaya lokal. Masyarakat Kota Bandung dikenal dengan sifat santai dan menjunjung nilai kesopanan dalam interaksi sehari-hari. Dalam percakapan, nada bicara yang lembut lebih dihargai dibanding intonasi tinggi, dan sikap ini tampaknya terbawa hingga ke perilaku di jalan.

Berbeda dengan Jakarta, misalnya, yang lalu lintasnya cenderung lebih agresif, Kota Bandung memiliki ritme interaksi jalan yang lebih lambat dan terukur. Jakarta sering digambarkan sebagai kota yang bergerak cepat dan kompetitif, sehingga bunyi klakson menjadi bagian pola komunikasi sehari-hari di jalan.

Di Bandung, ritme ini lebih tenang meskipun volume kendaraan tidak kalah padat. Ada semacam kesepahaman tidak tertulis bahwa jalan adalah ruang bersama yang harus diisi dengan saling mengerti, bukan saling mendesak.

Fenomena ini juga menunjukkan peran norma sosial kuat. Ketika sebagian besar orang memilih untuk tidak membunyikan klakson kecuali mendesak, perilaku itu menjadi standar yang diikuti orang lain.

Pengemudi baru, termasuk pendatang, secara perlahan akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan ini. Norma sosial bekerja seperti pengatur lalu lintas tak terlihat yang membentuk cara orang berinteraksi di jalan.

Menariknya, ketenangan dari minimnya klakson tidak berarti pengemudi di Kota Bandung pasif. Mereka tetap tanggap kondisi sekitar.

Misal, jika ada anak yang tiba-tiba menyeberang atau kendaraan yang mundur tanpa melihat spion, klakson tetap digunakan. Namun, bunyinya singkat dan tepat sasaran. Fungsi komunikasi keselamatan tetap terjaga, sementara unsur agresi diminimalkan.

Dari sisi komunikasi publik, perilaku ini menjadi contoh bahwa pesan dapat tersampaikan tanpa harus menimbulkan gesekan emosional. Jalan raya adalah ruang interaksi yang unik karena penggunanya berasal dari latar belakang beragam.

Bahasa tubuh, kecepatan kendaraan, dan isyarat lampu bisa membentuk percakapan yang terjadi tanpa kata-kata. Selain itu, suasana jalan dan cuaca yang relatif adem juga memiliki dampak psikologis.

Kemacetan memang tetap menimbulkan stres, tetapi tanpa suara klakson yang saling bersahutan, tingkat ketegangan berkurang. Pengemudi punya peluang lebih besar untuk mengatur emosi dan mengambil keputusan dengan kepala dingin, sehingga menunjang efek positif pada keselamatan berkendara.

Namun, budaya ini tidak serta-merta bebas tantangan. Perilaku santun di jalan bisa saja dimanfaatkan pengemudi yang kurang disiplin, misalnya memotong antrean atau berhenti sembarangan.

Dalam situasi seperti ini, komunikasi tetap penting agar ketertiban terjaga. Pengemudi yang jarang menggunakan klakson perlu memastikan bahwa isyarat lain yang mereka berikan cukup jelas dipahami pengguna jalan lain.

Fenomena jarang membunyikan klakson di Kota Bandung adalah cermin interaksi sosial yang lebih luas. Ia menunjukkan bagaimana budaya mempengaruhi cara kita menggunakan alat komunikasi, bahkan dalam konteks sesingkat lalu lintas.

Kota ini mengajarkan bahwa menjaga ketenangan bersama tidak selalu berarti mengorbankan keselamatan. Justru dengan komunikasi yang lebih terkendali, perjalanan bisa terasa lebih aman dan nyaman bagi semua.

Pada akhirnya, bagi penulis, jalan raya adalah salah satu panggung terbesar komunikasi publik. Di sana, setiap tindakan adalah pesan, setiap isyarat adalah bagian percakapan yang menentukan keamanan dan kenyamanan bersama.

Masyarakat Kota Bandung telah menunjukkan bahwa kesopanan dan kesabaran dapat menjadi bahasa bersama efektif, sekalipun kemacetan kok malah makin parah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Sufyan Abdurrahman
Peminat komunikasi publik & digital religion (Comm&Researcher di CDICS). Berkhidmat di Digital PR Telkom University serta MUI/IPHI/Pemuda ICMI Jawa Barat

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)