Solusi Kemacetan, Batasi Konsumtif Kendaraan Roda Dua atau Pelebaran Jalan Raya?

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kondisi Jalan Cupu Rancamanyar, Kamis, 31 Juli 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Kondisi Jalan Cupu Rancamanyar, Kamis, 31 Juli 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Jauh sebelum kota Bandung mendapat predikat sebagai kota termacet nomor 1 di Indonesia. Rancamanyar-Cibaduyut sudah mengalami permasalahan pelik ini sejak lama.

Akses jalan yang kecil, hilir-mudik masyarakat yang memiliki aktivitas atau pekerjaan di luar kabupaten bandung hingga peningkatan penggunaan kendaraan roda dua.

Sepanjang ingatan penulis sekitar tahun 2010, sepanjang jalan Cibaduyut-Rancamanyar selalu mengalami perbaikan jalan menjelang ramadhan hingga lebaran. Kondisi jalan yang kerap kali rusak dan berlubang karena genangan air hujan menjadi salah satu penyebab kemacetan.

Dulu kondisi jalan berada di bawah bangunan dan toko-toko yang berjejer sepanjang jalan. Namun karena seringnya mendapat perbaikan, hari ini jalan sudah rata tingginya dengan toko-toko tersebut.

Kemacetan tak terhindarkan karena seringkali akses buka- tutup membuat masyarakat semakin tidak sabar untuk melintasi jalan yang sedang diperbaiki. Beberapa kendaraan ada yang memilih trabas akses jalan yang belum sepenuhnya kering dan masih tertutup plastik atau triplek.

Belum lagi kondisi ramadhan yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat keluar di jam rawan untuk war takjil atau hanya sekedar jalan-jalan. Karyawan pabrik pun ikut serta meramaikan situasi jalanan karena saatnya jam pulang menuju rumah.

Bisa dibayangkan bagaimana kondisi haus, lapar, panasnya knalpot kendaraan serta pergumulan orang tak sabar yang ingin segera sampai tujuan. Menghela napas untuk meredam amarah tidak keluar dari jalannya.

Menjadi ciri khas tersendiri selain stigma tentang banjir, kawasan Cibaduyut - Rancamanyar adalah zona merah kemacetan. Kemacetan pun biasanya bisa terurai jika sudah melewati waktu shalat tarawih.

Meski demikian kawasan Cibaduyut-Rancamanyar tidak pernah kehilangan peminatnya bagi mereka yang memilih pindah dari kota untuk mendapatkan harga perumahan yang sangat murah.

Tahun berjalan, makin banyak kawasan perumahan yang berdiri. Bahkan hari ini , sawah-sawah yang dulunya tampak asri sudah hilang tinggal kenangan. Menambah masalah baru akan ketersediaan oksigen yang berkurang.

Suasana dingin cenderung sejuk, tetesan embun yang hadir pada setiap daun perlahan berubah menjadi sedikit lebih gersang.

Pembatasan Konsumtif Kendaraan Roda Dua

Kemacetan di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Kemacetan di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Indonesia merupakan negara yang cukup konsumtif dalam membeli kendaraan. Bukan hanya untuk kebutuhan yang bersifat primer tapi ada alasan lain dibalik itu semua.

Pertama, tak dapat dipungkiri jika status sosial yang bisa ditunjukkan dengan seberapa banyak jumlah atau mewahnya kendaraan membuat masyarakat berlomba-lomba untuk memenuhi rasa validasi itu.

Mirisnya apapun siap dilakukan , termasuk berhutang. Hutang dulu, masalah bayar urusan kemudian. Kebutuhan masyarakat yang ditangkap oleh penyedia jasa jual beli kendaraan, menjadikan sasaran baru hadirnya dealer motor yang semakin menjamur.

Brosur-brosur penawaran dengan angsuran dan down payment yang murah tersebar di sepanjang perjalanan. Tak peduli jangka panjang pembayaran, yang penting harga motor bisa dicicil semurah-murahnya.

Kedua, selain pemenuhan status sosial, sebagain masyarakat indonesia juga termasuk yang malas untuk berjalan kaki.

Pergi ke warung yang hanya berjarak 300-500 meter menggunakan motor, jalan bertemu teman yang masih satu kampung untuk nongkrong menggunakan motor juga, kadang dengan sengaja menghabiskan bensin untuk menunjukkan eksistensi motor yang sudah di modif dengan jalan hilir-mudik tanpa tujuan.

Sudahlah Indonesia merupakan negara dengan tingkat konsumsi karbohidrat yang cukup beragam, di tambah rasa malas untuk bergerak menjadi penyumbang terbesar angka diabetes untuk datang.

Ketiga, penggunaan kendaraan bermotor tidak pada usia yang tepat. Banyak anak-anak dibawah umur yang sudah dengan percaya diri mengendarai motor bak seperti Valentino Rossi yang bertanding di sirkuit.

Tak mengindahkan kendaraan yang berada di lawan arah, tak mempertimbangkan kondisi jalanan yang berbahaya, tak dimarahi pula oleh orang tua yang melihatnya. Kecelakaan bukan lagi sebuah kejadian yang bisa dihindari atau diantisipasi. Tapi kecelakaan menjadi pertaruhan nyawa yang di undang untuk datang dengan suka cita.

Rasanya sampai kapanpun kemacetan tidak akan berhenti, selama pembatasan penggunaan dan pembelian kendaraan roda dua tidak diatur oleh regulasi. Pentingnya menyediakan transportasi umum yang bisa menjangkau daerah pedalaman pun harusnya segera dirancang kan.

Pembenahan fasilitas dan rute kendaraan umum makin disebarluaskan. Indonesia seharusnya Belajar dari negara maju yang mampu mengkoordinasikan penggunaan transportasi umum sebagai pilihan utama dalam mobilisasi.

Mereka saja yang memproduksi kendaraan seperti motor sangat membatasi dan enggan menggunakan produknya dan lebih memilih sepeda , lantas kenapa mau saja menjadi korban pasar para produsen di sana.

Pelebaran Jalan Raya

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)

Solusi ini kelihatannya cukup efektif tapi akan menimbulkan dampak lain setelahnya. Kawasan Cibaduyut- Rancamanyar merupakan salah satu jalan dengan kondisi yang tidak terlalu lebar tapi cukup menjadi alternatif banyak kendaraan dari berbagai macam daerah.

Kondisi ini akan diperparah ketika banjir datang melanda. Masyarakat dari daerah Dayeuh kolot, Baleendah, Pameungpeuk , Banjaran berkumpul menjadi satu melintasi jalan yang tidak mampu menampung ribuan kendaraan.

Belum lagi saat melintasi kawasan jembatan Citarum 2 yang tidak jauh dari SDN Rancamanyar. Pengendara saling berebut untuk segera terbebas dari kemacetan. Ada pengendara dari kawasan Cupu menuju Cibaduyut, Cupu menuju Banjaran, Cupu menuju Katapang , Dayeuh kolot- Baleendah-Banjaran menuju Rancamanyar dan sebaliknya. Tidak adanya lampu lalu lintas yang mengatur kondisi jalan makin memperparah kondisi kemacetan.

Kendaraan dengan muatan besar seperti truk pun turut serta meramaikan kemacetan. Peraturan jam keluar kendaraan tersebut seringkali tidak ditaati. Bukan lagi macet bahkan kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali saking tidak adanya celah untuk maju. Semua kendaraan terjebak dengan penuh perasaan yang dongkol.

Pelebaran jalan menjadi opsi kedua yang bisa dipilih jika pertambahan kendaraan roda dua tidak bisa dikendalikan. Meski hal ini bisa memicu masalah baru yaitu penggusuran pemukiman yang akan menjadi relokasi pelebaran jalan baru.

Demikian sebetulnya masih ada jalan bagi masyarakat yang terdampak untuk berpindah lokasi ke tempat yang masih sedikit jumlah penduduknya. Misalnya saja Bojong kunci, Cikambuy, Bojong buah, Suka mukti, Patrol dan daerah sekitarnya.

Meski demikian ini juga bukan solusi yang mudah, terlebih bagi para toko yang akan ikut terusir tidak hanya tempat tapi kesempatan dan peluang usahanya pun bisa saja terancam hulang.

Bagaimanapun daerah terpencil yang disebutkan diatas memang menjadi suatu kondisi gambling. Belum bisa digambarkan secara nyata apakah masyarakat yang terusir akan tetap bisa bertahan dan mengembangkan usahanya atau justru sebaliknya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)