Kemacetan Jalan Braga: Antara Daya Tarik dan Keterbatasan Parkir

Wardah Alhumairah
Ditulis oleh Wardah Alhumairah diterbitkan Selasa 30 Des 2025, 17:44 WIB
Suasana malam di Jalan Braga dipenuhi kendaraan beroda, Senin (1/12/2025). (Foto: Wardah Alhumairah)

Suasana malam di Jalan Braga dipenuhi kendaraan beroda, Senin (1/12/2025). (Foto: Wardah Alhumairah)

Kawasan Braga merupakan hal populer di kota Bandung dengan nuansa jadul, terdapat beberapa kafe, restoran, dan tempat hiburan lainnya. Tidak jarang tempat ini dikunjungi banyak orang dari dalam daerah, luar daerah, hingga wisatawan mancanegara, khususnya saat liburan atau akhir pekan, hal ini yang mengakibatkan keterbatasan mobilisasi di Jalan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, (1/12/25).

Kemacetan di Jalan Braga ini cukup mengganggu dan hal ini juga yang tidak diinginkan oleh para pengunjung. Meskipun demikian, destinasi ini akan tetap ramai pengunjung terutama saat liburan atau ada acara tertentu. Banyak orang yang tidak ingin ketinggalan untuk menikmati tempat-tempat populer dan baru, seperti kafe lucu, tempat oleh-oleh, photobooth, dan tempat lainnya.

Sela Rika, warga bandung, mengatakan bahwa penyebab utama dari kemacetan Jalan Braga yaitu lahan parkir yang kurang dan jumlah pengguna kendaraan roda empat atau roda dua yang banyak. “Lahan parkirnya sih yang masih kurang karena kan banyak motor juga biasanya parkir di pinggir jalan, ini yang membuat kemacetan sih,” ujarnya

Kurangnya lahan parkir membuat kendaraan bermotor parkir dipinggir jalan sehingga jalanan menjadi padat, Senin (1/12/2025). (Foto: Wardah Alhumairah)
Kurangnya lahan parkir membuat kendaraan bermotor parkir dipinggir jalan sehingga jalanan menjadi padat, Senin (1/12/2025). (Foto: Wardah Alhumairah)

Kemacetan ini cenderung paling parah pada saat liburan, long weekend, dan acara besar. Hari-hari biasa-pun tetap mengalami kemacetan, tetapi umumnya terkendali dan tidak sampai memblokir beberapa arus jalan. Meskipun begitu, tidak mengurangi rasa penasaran orang-orang yang ingin berkunjung ke Jalan Braga, karena datang ke tempat ini merupakan hal wajib bagi beberapa orang saat ke Bandung.

Menurut pengamatan, ketersediaan dan pengelolaan lahan parkir di sekitar Jalan Braga masih kurang memadai, “Kebanyakan pengunjung yang datang seperti warga lokal atau luar kota, mengalami kesulitan dalam menemukan tempat parkir yang cukup, sehingga mereka parkir sembarangan,” ujar wanita berbaju hitam.

Dampak dari kemacetan ini cukup dirasakan oleh para pengunjung yang datang ingin liburan, aktivitas jadi terganggu karena waktu yang terbuang hanya untuk mengantre dan stuck di jalan. Bahkan, hal ini juga dirasakan bagi pengguna kendaraan roda dua yang harus menghadapi arus jalan dan kesulitan dalam mencari parkir.

Baca Juga: Perundungan Siber pada Remaja dan Perlindungan Hukum bagi Korban

Program penutupan Jalan Braga saat akhir pekan yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan masih kurang efektif. “Masih macet karena sepengalaman saya orang-orang suka lupa kalo jalannya di tutup dan akses parkirnya juga masih kurang, hal ini masih menghambat, karena jumlah pengunjungnya juga yang banyak, jadi mungkin susah untuk diatur,” ujar Sela Rika.

Peran Walikota Bandung M.Farhan dalam mengatasi kemacetan di Jalan Braga dinilai masih kurang optimal, terutama dalam pengelolaan lahan parkir. Tempat ini merupakan destinasi wisata, sehingga harus memprioritaskan kenyamanan pengunjung dan juga orang sekitar yang melalui tempat ini.

Pengguna jalan dan pengunjung berharap adanya solusi yang lebih terorganisir, seperti pembangunan lahan parkir bagi kendaraan seperti mobil, motor, ataupun kendaraan besar seperti, bus pariwisata. Disarankan juga agar Walikota Bandung M.Farhan meningkatkan pengelolaan dan fasilitas lahan parkir yang memadai. Pengunjung berharap adanya solusi nyata dalam pengelolaan dan ketersediaan lahan parkir, hal ini bertujuan agar tempat ini menjadi destinasi yang nyaman dan aman. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Wardah Alhumairah
Mahasiwa aktif program studi S1 Digital Public Relations di Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)