Di antara aroma kopi dan derap langkah wisatawan di Jalan Braga, berdiri sebuah gedung tua berusia puluhan tahun. Dari dalamnya, terdengar jeritan bercampur tawa yang menjadi tanda bahwa rasa takut kadang bisa menjadi hiburan.
Wahana ini bernama Rumah Hantu Braga, menempati sebuah gedung tua yang telah berdiri lebih dari tiga dekade. Berlokasi di Jl. Braga No. 18, Kelurahan Sumur Bandung, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025).
Koordinator Rumah Hantu Braga, yang akrab disapa Bang Juna, mengatakan ide ini muncul karena belum ada wahana hiburan serupa di kawasan tersebut karena jalan Braga terkenal dengan berbagai macam kuliner yang memadati sisi kiri dan kanan jalan.
“Kita lihat di Braga semuanya kuliner. Jadi kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda untuk warga Bandung dan wisatawan yang berkunjung di jalan braga,” ujar pria berbaju hitam itu saat ditemui di Bandung
Bang Juna menuturkan, konsep utama wahana ini bukan hanya menakuti pengunjung, tetapi juga memberi pesan bahwa rasa takut sebenarnya berasal dari pikiran manusia sendiri.
“Kami memiliki beberapa konsep yang membedakan wahana rumah hantu kita tuh berbeda dengan rumah hantu lainnya kayak yang Rumah Hantu Braga itu sendiri berdiri di gedung yang kosong hampir 30 tahun yang membuat nilai daya tarik tersendiri dari Rumah Hantu Braga kemudian kita juga meyakinkan visitor untuk langsung mencoba langsung wahana kami dengan menjelaskan jika yang menakuti kita itu bukan hantu, tapi mindset kita sendiri,” ujarnya.
Untuk menjaga pengalaman tetap segar, Rumah Hantu Braga rutin mengganti tema setiap tiga bulan. Salah satu tema yang diangkat adalah kisah Chika.
Konon, Chika adalah seorang gadis muda, putri dari pemilik gedung tua yang kini menjadi lokasi Rumah Hantu Braga. Ia dikabarkan menghilang secara misterius dan tak pernah terlihat keluar dari bangunan tersebut. Hingga kini, banyak yang percaya arwah Chika masih bersemayam di dalam gedung itu, menjelma menjadi simbol mistis yang menambah nuansa mencekam di setiap sudut wahana.
Pria yang juga menjadi kreator dari wahana ini juga menjelaskan jika menjaga kualitas pengalaman horor bagi setiap pengunjung bukan perkara mudah. Beliau mengakui ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan setiap orang mendapatkan sensasi yang seru sekaligus aman.
Hingga kini, Rumah Hantu Braga telah memiliki sekitar 36 cabang di berbagai kota di Indonesia. Namun, cabang di Braga bersifat permanen, sedangkan cabang lainnya hanya bersifat event bulanan.

Bang Juna sebagai koordinator Rumah Hantu Braga berharap kehadiran wahana ini dapat memperkuat wisata tematik Kota Bandung, khususnya di kawasan Braga yang kini semakin hidup dengan perpaduan kuliner dan hiburan.
Menutup perbincangan sore itu, Pria ramah itu menyampaikan pesan menarik bagi siapa pun yang berencana mengunjungi Rumah Hantu Braga untuk pertama kalinya. Ia tersenyum, lalu berkata pelan namun tegas,
“Yang merasa takut, justru wajib masuk.” Pesannya dengan tegas.
Dengan pesan itu, wawancara berakhir dalam suasana hangat. Di luar, langit Braga mulai temaram. Lampu-lampu jalan menyala, sementara dari dalam gedung tua itu, kembali terdengar jeritan bercampur tawa, menjadi pertanda bahwa ketakutan memang bisa jadi hiburan, asalkan kita berani melangkah masuk ke dalam. (*)
