Mengulik Gedung Kosong 30 Tahun yang Disulap Jadi Rumah Hantu Braga

2 menit baca
Muhammad Amril
Ditulis oleh Muhammad Amril diterbitkan
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)
Tampak depan Rumah Hantu Braga di Jalan Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery)

Di antara aroma kopi dan derap langkah wisatawan di Jalan Braga, berdiri sebuah gedung tua berusia puluhan tahun. Dari dalamnya, terdengar jeritan bercampur tawa yang menjadi tanda bahwa rasa takut kadang bisa menjadi hiburan.

Wahana ini bernama Rumah Hantu Braga, menempati sebuah gedung tua yang telah berdiri lebih dari tiga dekade. Berlokasi di Jl. Braga No. 18, Kelurahan Sumur Bandung, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025).

Koordinator Rumah Hantu Braga, yang akrab disapa Bang Juna, mengatakan ide ini muncul karena belum ada wahana hiburan serupa di kawasan tersebut karena jalan Braga terkenal dengan berbagai macam kuliner yang memadati sisi kiri dan kanan jalan. 

“Kita lihat di Braga semuanya kuliner. Jadi kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda untuk warga Bandung dan wisatawan yang berkunjung di jalan braga,” ujar pria berbaju hitam itu saat ditemui di Bandung

Bang Juna menuturkan, konsep utama wahana ini bukan hanya menakuti pengunjung, tetapi juga memberi pesan bahwa rasa takut sebenarnya berasal dari pikiran manusia sendiri.

“Kami memiliki beberapa konsep yang membedakan wahana rumah hantu kita tuh berbeda dengan rumah hantu lainnya kayak yang Rumah Hantu Braga itu sendiri berdiri di gedung yang kosong hampir 30 tahun yang membuat nilai daya tarik tersendiri dari Rumah Hantu Braga kemudian kita juga meyakinkan visitor untuk langsung mencoba langsung wahana kami dengan menjelaskan jika yang menakuti kita itu bukan hantu, tapi mindset kita sendiri,” ujarnya.

Untuk menjaga pengalaman tetap segar, Rumah Hantu Braga rutin mengganti tema setiap tiga bulan. Salah satu tema yang diangkat adalah kisah Chika.

Konon, Chika adalah seorang gadis muda, putri dari pemilik gedung tua yang kini menjadi lokasi Rumah Hantu Braga. Ia dikabarkan menghilang secara misterius dan tak pernah terlihat keluar dari bangunan tersebut. Hingga kini, banyak yang percaya arwah Chika masih bersemayam di dalam gedung itu, menjelma menjadi simbol mistis yang menambah nuansa mencekam di setiap sudut wahana.

Pria yang juga menjadi kreator dari wahana ini juga menjelaskan jika menjaga kualitas pengalaman horor bagi setiap pengunjung bukan perkara mudah. Beliau mengakui ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan setiap orang mendapatkan sensasi yang seru sekaligus aman.

Hingga kini, Rumah Hantu Braga telah memiliki sekitar 36 cabang di berbagai kota di Indonesia. Namun, cabang di Braga bersifat permanen, sedangkan cabang lainnya hanya bersifat event bulanan.

Suasana di dalam Rumah Hantu Braga, Kota Bandung, Rabu 29 September 2025. (Foto : @RumahHantuBraga) (Sumber: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery} | Foto: (Sumber: Dokumentasi Penulis | foto: Muhammad Amril Fathurrahman Rovery})

Bang Juna sebagai koordinator Rumah Hantu Braga berharap kehadiran wahana ini dapat memperkuat wisata tematik Kota Bandung, khususnya di kawasan Braga yang kini semakin hidup dengan perpaduan kuliner dan hiburan.

Menutup perbincangan sore itu, Pria ramah itu menyampaikan pesan menarik bagi siapa pun yang berencana mengunjungi Rumah Hantu Braga untuk pertama kalinya. Ia tersenyum, lalu berkata pelan namun tegas,

“Yang merasa takut, justru wajib masuk.” Pesannya dengan tegas.

Dengan pesan itu, wawancara berakhir dalam suasana hangat. Di luar, langit Braga mulai temaram. Lampu-lampu jalan menyala, sementara dari dalam gedung tua itu, kembali terdengar jeritan bercampur tawa, menjadi pertanda bahwa ketakutan memang bisa jadi hiburan, asalkan kita berani melangkah masuk ke dalam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)