Kritik Sosial, Ubah Rasa Takut lewat Mengubah Mindset 'Manfaatin Hantu'

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Senin 22 Sep 2025, 18:16 WIB
Indonesia sendiri merupakan negara yang masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik. (Sumber: Freepik)

Indonesia sendiri merupakan negara yang masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik. (Sumber: Freepik)

Saya selalu kagum dengan mereka yang bisa berpikir all out of the box. Kagum dengan mereka yang bisa mengemas kritik lewat narasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Ketika berselancar di media sosial terkadang banyak hal-hal menarik dan menggelitik sanubari, membawa banyak pertanyaan dalam benak yang sayang jika tidak dituliskan dan berlalu begitu saja.

Seperti salah satu video yang dibagikan oleh konten kreator tiktok bernama @andrepuu. Video pertama yang muncul di fyp saya adalah sudut pandangnya perihal memanfaatkan hantu di Indonesia sebagai sumber energi listrik. Saya tertawa dengan pernyataannya sekaligus memantik nalar untuk berpikir lebih kritis, "Apa iyah bisa?".

Video tersebut membawa diri saya untuk berpikir tentang merubah rasa takut dari hal-hal mistis juga pertanyaan tentang sains mengenai energi suara yang bisa dirubah menjadi energi listrik.

Indonesia sendiri merupakan negara yang masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik. Urband legend yang hingga hari ini tidak pernah kehilangan eksistensinya di tengah kepercayaan masyarakat. Meski zaman sudah semakin modern, masih banyak masyarakat yang mengamini keberadaan mereka di muka bumi ini.

Fenomena ini diperkuat dengan lahirnya konten kreator yang berfokus pada penulusuran hal-hal mistik contohnya kreator Jurnal Risa. Di Bandung sendiri cerita tentang urban legend tahun '90-an lahir dari siaran radio ardan yang saat itu tayang setiap malam jumat. Setiap narasi yang dibuat berhasil membangkitkan rasa takut pada setiap pendengarnya. Tagline seperti "Jangan pernah dengerin nightmare side sendirian" berhasil melahirkan sugesti pada setiap pendengar.

Ketakutan tersebut bertambah ketika radio ardan menceritakan sebuah kasus tentang pendengar ardan yang tidak percaya dengan tagline tersebut. Dirinya yakin kalau hantu hanyalah imajinasi dan tagline yang diberikan hanya stimulus yang bisa merangsang sugesti seolah hantu itu benar-benar berwujud di hadapan mata.

Cerita yang tayang di radio seolah mematahkan stigma bagi para pendengar yang skeptis terhadap kisah horor. Sehingga para pendengar yang mempercayai hal tersebut semakin takut dengan sosok yang disebut sebagai hantu. Cerita ardan berhasil membuat kengerian para pendengarnya untuk menahan panggilan alam ketika malam.

Cerita ardan berhasil membuat pendengar takut ketika melewati sebuah jalan yang dianggap mistis dan melakukan hal-hal konyol yang dipercaya bisa menangkal gangguan mahluk halus tersebut.

Begitu pun dengan penelusuran yang dilakukan oleh Jurnal Risa hingga hari ini masih digandrungi beberapa penggemar setianya. Meski banyak narasi yang mengatakan bahwa aksi kesurupan yang dialami tim Jurnal Risa adalah rekayasa tapi sebagian masyarakat masih ada yang mempercayai secara penuh konten tersebut.

Kembali pada konteks video di atas tentang memanfaatkan suara hantu sebagai sumber energi listrik. Dalam video tersebut kreator mengungkapkan keresahannya terhadap hantu indonesia yaitu kuntilanak yang sering mengganggu manusia dengan cara menakut-nakuti. Gangguannya beragam mulai dari mematikan ac, tv, listrik atau menjatuhkan dan memindahkan barang-barang.

Dari keresahan tersebut timbul sebuah ide menggelitik dari kreator untuk memanfaatkan suara kuntilanak, energi pocong yang melompat-lompat, hantu-hantu yang menangis, tertawa dan bersenandung. Kreator menganalogikan jika dalam satu shift malam ada sekitar 5.000 hantu mungkin outputnya bisa menyalakan listrik satu kabupaten.

Menurutnya ini merupakan solusi yang bisa ditawarkan kepada pemerintah sebagai alternatif energi yang underestimate dan tidak perlu menggunakan teknologi ciptaan luar negeri yang sangat mahal.

Terdengar nyeleneh tapi setelah saya cari tahu tentang potensi suara yang bisa dikonversi menjadi energi listrik ternyata bukan bualan semata. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnakan, energi hanya berubah bentuk. Meninjau dari hukum tersebut berarti suara memiliki potensi untuk dikonversi menjadi energi listrik yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut sebuah penelitian yang berjudul "Pegujian Sistem Konversi Energi Suara menjadi Energi Listrik menggunakan Piezoelektrik karya Eddy Wijanto, dkk disimpulkan bahwa, suara dalam frekuensi yang besar dapat dirubah menjadi energi listrik melalui teknologi piezoelektrik.

Dengan memanfaatkan kebisingan pada Sound-Driven Piezoelectric Nanowire, di mana penelitian tersebut sudah pernah dilakukan di Korea Selatan.

Pertama, memanfaatkan suara yang dihasilkan dari percakapan melalui sebuah telepon atau suara lain seperti kebisingan yang dihasilkan dari kendaraan yang melintas.

Kedua, memanfaatkan energi suara yang berasal dari udara. Prosesnya dilakukan dengan sebuah silinder yang ditempatkan di antara hot heat exchanger dan cold heat exchanger. Frekuensi yang dihasilkan bisa mendorong silinder bergerak dan menekan piezoelektrik sehingga dapat menghasilkan energi listrik.

Selain memanfaatkan energi suara untuk dikonversi menjadi energi listrik, kreator tersebut juga memberikan ide alternatif dengan contoh kasus hantu. Bahkan ada beberapa videonya yang merupakan kritik sosial terhadap pemerintah melalui hantu.

Misalnya genderowo yang selama ini ditakuti oleh manusia karena wajahnya jelek kemungkinan karena stres seringkali dijadikan patner gelap untuk mendapatkan kekayaan secara instan oleh sebagian manusia. Peringatan bagi para hantu yang membayar ongkos menggunakan daun kepada driver ojol di tengah "In this economy". Hantu nenek gayung yang mungkin bukan berniat menakuti tapi mengingatkan kepada manusia bahwa kehidupan tidak kekal adanya.

Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)
Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)

Perihal hantu-hantu Indonesia yang sering kali diskriminasi karena hanya mengikuti, mengganggu dan merasuki seseorang yang buang air kecil sembarangan di pepohonan.

Sementara ketika ada pihak pemerintah yang membuka lahan, penggundulan hutan dan penambangan nikel tidak pernah terjadi peristiwa kerasukan saat momen peresmian dilaksanakan. Kemudian perihal kuyang yang dilarang untuk datang ke Jakarta karena polusi udara yang sangat kotor dan bisa mempengaruhi kesehatan kuyang.

Menurut saya ini bukan sekedar ocehan tapi kritik yang dibungkus melalui cara yang unik. Konten tersebut menjadi kritik sosial bagi masyarakat yang masih mempercayai hal-hal mistis dan mengindahkan logika berpikirnya. Kreator ingin menunjukkan bahwa kalaupun eksistensi keberadaan hantu itu ada maka seharusnya mereka bisa dimanfaatkan untuk kebaikan hidup manusia salah satunya dengan alternatif konversi energi suara menjadi listrik.

Bahkan sekali pun terlihat tidak masuk akal, ternyata berdasarkan sains energi suara memang bisa dikoversi menjadi energi listrik. Membuat saya yang menulis artikel ini pun berpikir

Oh iya, kenapa ga coba aja ya buat alat yang bisa menyerap frekuensi suara kemudian di pasang di sejumlah titik kebisingan. Suara knalpot racing yang saya benci bisa saja menjadi sumbangsih energi listrik yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar di kemudian hari

Meski terkesan seperti candaan tapi "Memanfaatkan Hantu" lebih dari sekedar istilah, dia mampu menembus ruang-ruang kritis pada masyarakat yang masih dibelenggu dengan pemahaman mistik yang membuat logika berpikir mereka tetap "stagnan". Membuat sebagian masyarakat mudah untuk dibohongi dengan membayar sejumlah uang kepada para penipu yang berkedok sebagai "Orang Pintar".

Lewat "Memanfaatkan Hantu" juga mampu menelisik sejumlah orasi yang dibungkus dengan cara yang ciamik. Tanpa perlu kampanye tentang climate change, istilah hantu menjadi sindiran halus yang bisa menembus sisi humanis untuk berkesadaran terhadap isu lingkungan.

Lewat tulisan ini menjadi bukti bahwa kegiatan menulis tidak semenakutkan yang dibayangkan. Sesederhana bahwa tulisan ini terinspirasi dari video yang dianggap receh tapi mampu menelusuri sisi rasa penasaran saya untuk mengonfirmasi sekaligus mengeksplorasi fenomena tersebut. Bahkan saya tidak menyangka bisa menulis 23 paragraf, menyusun 8255 karakter menjadi 1113 kata ini hanya untuk membahas sejumlah hantu yang ada di Indonesia.

Ayo menulis !, karena begitu banyak hal ajaib yang bisa kita selami kedalamannya melalui tulisan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)