Kritik Sosial, Ubah Rasa Takut lewat Mengubah Mindset 'Manfaatin Hantu'

6 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Indonesia sendiri merupakan negara yang masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik. (Sumber: Freepik)
Indonesia sendiri merupakan negara yang masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik. (Sumber: Freepik)

Saya selalu kagum dengan mereka yang bisa berpikir all out of the box. Kagum dengan mereka yang bisa mengemas kritik lewat narasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Ketika berselancar di media sosial terkadang banyak hal-hal menarik dan menggelitik sanubari, membawa banyak pertanyaan dalam benak yang sayang jika tidak dituliskan dan berlalu begitu saja.

Seperti salah satu video yang dibagikan oleh konten kreator tiktok bernama @andrepuu. Video pertama yang muncul di fyp saya adalah sudut pandangnya perihal memanfaatkan hantu di Indonesia sebagai sumber energi listrik. Saya tertawa dengan pernyataannya sekaligus memantik nalar untuk berpikir lebih kritis, "Apa iyah bisa?".

Video tersebut membawa diri saya untuk berpikir tentang merubah rasa takut dari hal-hal mistis juga pertanyaan tentang sains mengenai energi suara yang bisa dirubah menjadi energi listrik.

Indonesia sendiri merupakan negara yang masih kental dengan hal-hal yang berbau mistik. Urband legend yang hingga hari ini tidak pernah kehilangan eksistensinya di tengah kepercayaan masyarakat. Meski zaman sudah semakin modern, masih banyak masyarakat yang mengamini keberadaan mereka di muka bumi ini.

Fenomena ini diperkuat dengan lahirnya konten kreator yang berfokus pada penulusuran hal-hal mistik contohnya kreator Jurnal Risa. Di Bandung sendiri cerita tentang urban legend tahun '90-an lahir dari siaran radio ardan yang saat itu tayang setiap malam jumat. Setiap narasi yang dibuat berhasil membangkitkan rasa takut pada setiap pendengarnya. Tagline seperti "Jangan pernah dengerin nightmare side sendirian" berhasil melahirkan sugesti pada setiap pendengar.

Ketakutan tersebut bertambah ketika radio ardan menceritakan sebuah kasus tentang pendengar ardan yang tidak percaya dengan tagline tersebut. Dirinya yakin kalau hantu hanyalah imajinasi dan tagline yang diberikan hanya stimulus yang bisa merangsang sugesti seolah hantu itu benar-benar berwujud di hadapan mata.

Cerita yang tayang di radio seolah mematahkan stigma bagi para pendengar yang skeptis terhadap kisah horor. Sehingga para pendengar yang mempercayai hal tersebut semakin takut dengan sosok yang disebut sebagai hantu. Cerita ardan berhasil membuat kengerian para pendengarnya untuk menahan panggilan alam ketika malam.

Cerita ardan berhasil membuat pendengar takut ketika melewati sebuah jalan yang dianggap mistis dan melakukan hal-hal konyol yang dipercaya bisa menangkal gangguan mahluk halus tersebut.

Begitu pun dengan penelusuran yang dilakukan oleh Jurnal Risa hingga hari ini masih digandrungi beberapa penggemar setianya. Meski banyak narasi yang mengatakan bahwa aksi kesurupan yang dialami tim Jurnal Risa adalah rekayasa tapi sebagian masyarakat masih ada yang mempercayai secara penuh konten tersebut.

Kembali pada konteks video di atas tentang memanfaatkan suara hantu sebagai sumber energi listrik. Dalam video tersebut kreator mengungkapkan keresahannya terhadap hantu indonesia yaitu kuntilanak yang sering mengganggu manusia dengan cara menakut-nakuti. Gangguannya beragam mulai dari mematikan ac, tv, listrik atau menjatuhkan dan memindahkan barang-barang.

Dari keresahan tersebut timbul sebuah ide menggelitik dari kreator untuk memanfaatkan suara kuntilanak, energi pocong yang melompat-lompat, hantu-hantu yang menangis, tertawa dan bersenandung. Kreator menganalogikan jika dalam satu shift malam ada sekitar 5.000 hantu mungkin outputnya bisa menyalakan listrik satu kabupaten.

Menurutnya ini merupakan solusi yang bisa ditawarkan kepada pemerintah sebagai alternatif energi yang underestimate dan tidak perlu menggunakan teknologi ciptaan luar negeri yang sangat mahal.

Terdengar nyeleneh tapi setelah saya cari tahu tentang potensi suara yang bisa dikonversi menjadi energi listrik ternyata bukan bualan semata. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnakan, energi hanya berubah bentuk. Meninjau dari hukum tersebut berarti suara memiliki potensi untuk dikonversi menjadi energi listrik yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut sebuah penelitian yang berjudul "Pegujian Sistem Konversi Energi Suara menjadi Energi Listrik menggunakan Piezoelektrik karya Eddy Wijanto, dkk disimpulkan bahwa, suara dalam frekuensi yang besar dapat dirubah menjadi energi listrik melalui teknologi piezoelektrik.

Dengan memanfaatkan kebisingan pada Sound-Driven Piezoelectric Nanowire, di mana penelitian tersebut sudah pernah dilakukan di Korea Selatan.

Pertama, memanfaatkan suara yang dihasilkan dari percakapan melalui sebuah telepon atau suara lain seperti kebisingan yang dihasilkan dari kendaraan yang melintas.

Kedua, memanfaatkan energi suara yang berasal dari udara. Prosesnya dilakukan dengan sebuah silinder yang ditempatkan di antara hot heat exchanger dan cold heat exchanger. Frekuensi yang dihasilkan bisa mendorong silinder bergerak dan menekan piezoelektrik sehingga dapat menghasilkan energi listrik.

Selain memanfaatkan energi suara untuk dikonversi menjadi energi listrik, kreator tersebut juga memberikan ide alternatif dengan contoh kasus hantu. Bahkan ada beberapa videonya yang merupakan kritik sosial terhadap pemerintah melalui hantu.

Misalnya genderowo yang selama ini ditakuti oleh manusia karena wajahnya jelek kemungkinan karena stres seringkali dijadikan patner gelap untuk mendapatkan kekayaan secara instan oleh sebagian manusia. Peringatan bagi para hantu yang membayar ongkos menggunakan daun kepada driver ojol di tengah "In this economy". Hantu nenek gayung yang mungkin bukan berniat menakuti tapi mengingatkan kepada manusia bahwa kehidupan tidak kekal adanya.

Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)
Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)

Perihal hantu-hantu Indonesia yang sering kali diskriminasi karena hanya mengikuti, mengganggu dan merasuki seseorang yang buang air kecil sembarangan di pepohonan.

Sementara ketika ada pihak pemerintah yang membuka lahan, penggundulan hutan dan penambangan nikel tidak pernah terjadi peristiwa kerasukan saat momen peresmian dilaksanakan. Kemudian perihal kuyang yang dilarang untuk datang ke Jakarta karena polusi udara yang sangat kotor dan bisa mempengaruhi kesehatan kuyang.

Menurut saya ini bukan sekedar ocehan tapi kritik yang dibungkus melalui cara yang unik. Konten tersebut menjadi kritik sosial bagi masyarakat yang masih mempercayai hal-hal mistis dan mengindahkan logika berpikirnya. Kreator ingin menunjukkan bahwa kalaupun eksistensi keberadaan hantu itu ada maka seharusnya mereka bisa dimanfaatkan untuk kebaikan hidup manusia salah satunya dengan alternatif konversi energi suara menjadi listrik.

Bahkan sekali pun terlihat tidak masuk akal, ternyata berdasarkan sains energi suara memang bisa dikoversi menjadi energi listrik. Membuat saya yang menulis artikel ini pun berpikir

Oh iya, kenapa ga coba aja ya buat alat yang bisa menyerap frekuensi suara kemudian di pasang di sejumlah titik kebisingan. Suara knalpot racing yang saya benci bisa saja menjadi sumbangsih energi listrik yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar di kemudian hari

Meski terkesan seperti candaan tapi "Memanfaatkan Hantu" lebih dari sekedar istilah, dia mampu menembus ruang-ruang kritis pada masyarakat yang masih dibelenggu dengan pemahaman mistik yang membuat logika berpikir mereka tetap "stagnan". Membuat sebagian masyarakat mudah untuk dibohongi dengan membayar sejumlah uang kepada para penipu yang berkedok sebagai "Orang Pintar".

Lewat "Memanfaatkan Hantu" juga mampu menelisik sejumlah orasi yang dibungkus dengan cara yang ciamik. Tanpa perlu kampanye tentang climate change, istilah hantu menjadi sindiran halus yang bisa menembus sisi humanis untuk berkesadaran terhadap isu lingkungan.

Lewat tulisan ini menjadi bukti bahwa kegiatan menulis tidak semenakutkan yang dibayangkan. Sesederhana bahwa tulisan ini terinspirasi dari video yang dianggap receh tapi mampu menelusuri sisi rasa penasaran saya untuk mengonfirmasi sekaligus mengeksplorasi fenomena tersebut. Bahkan saya tidak menyangka bisa menulis 23 paragraf, menyusun 8255 karakter menjadi 1113 kata ini hanya untuk membahas sejumlah hantu yang ada di Indonesia.

Ayo menulis !, karena begitu banyak hal ajaib yang bisa kita selami kedalamannya melalui tulisan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)