Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Minggu 11 Jan 2026, 11:01 WIB
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)

Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)

Ketika berwisata seperti layaknya wisata yang banyak diselenggarakan secara masal, bersifat umum, saat ini ada kecenderungan para wisatawan nyaris mencapai titik jenuh, bahkan muak, karena banyak hal terlalu diada-adakan, yang dikiranya itulah yang menjadi daya tarik.

Di tengah alam yang megah dibuat panggung-panggungan untuk berfoto, yang bahan dan gaya bangunannya terasa asing, tidak melumer dengan keadaan lingkungannya. Atau dicat warna-warni seperti pagar sekolah taman kanak-kanak. Tempat berfoto dibentuk sayap burung, sayap kupu-kupu, atau lengkungan simbol kasih sayang. Dan di mana-mana, diberi label besar-besar nama lokasi, yang sering kali menutupi daya tariknya itu sendiri.

Wisatawan kini mulai bergeser untuk mengunjungi keasrian alam, kemegahan alam, menyaksikan bagaimana kabut berarak, embun menetes, persawahan berundak-undak seperti tangga menuju langit.

Para wisatawan kini rela mengunjungi tempat-tempat yang mengandung kisah, legenda, cerita, ada tinggalan budaya dan budaya yang hidup di masyarakatnya, dan tempat-tempat yang mengandung ilmu pengetahuan yang tersimpan dengan baik dalam tanah, dalam bebatuan, dalam pohon, dalam artefak, dalam fosil, dalam patahan atau sesar, dalam endapan, dalam lipatan bumi, dalam alunan dan derasnya jeram sungai, serta tempat-tempat yang ditulis dalam catatan para kelana dan para peziarah. 

Itulah perjalanan untuk menyigi, untuk menafsir keragaman bumi, keragaman hayati, dan keragaman budaya masyarakatnya. Berwisata yang diwadahi dalam geowisata atau geotrek. Genre wisata yang yang menyeluruh, berusaha memberikan tafsiran kepada pesertanya, tentang bagaimana hubungan timbal-balik antara sejarah bumi, hayati, dan budaya masyarakatnya.

Bagaimana bentang alam di suatu wilayah terbentuk, seperti tebing yang curam, tentang gunungapi, danau kawah, danau kaldera, goa kapur, bentukan-bentukan pantai, bagaimana batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan terbentuk, tentang fosil, dan mineral. Semua dirangkai dalam narasi yang disampaikan di lokasinya, dapat melihat wujudnya, dijelaskan namanya, bagaimana terbentuknya, kapan terjadinya, berapa kekuatannya, apa dampaknya pada masa lalu dan apa manfaatnya pada masa kini dan nanti, sehingga menciptakan pengalaman nyata yang yang bermuatan pendidikan, konservasi, dan berdampak ekonomi dan pemberdayaan.

Geowisata menjadi cara, bagaimana wisata berkelanjutan, bagaimana wisata yang berdampak langsung itu dipraktekan secara nyata. Karena ada unsur wisatanya, maka dalam memilih destinasinya perlu dipikirkan dengan dengan matang, karena beragam pilihan tersaji, dan dapat dipilih dengan sukahati.

Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi banyak kriteria untuk menjadi destinasi geowisata. Bahkan, saking banyaknya destinasi yang mengandung beragam keilmuan, Kabupaten Brebes dapat dikategorikan sebagai Pasar Raya Geowisata. Pasar raya geowisata itu pasar yang besar, yang menawarkan beragam pilihan situs bumi, hayati, dan budaya, yang tersebar di berbagai tempat. 

Dari catatan Bujangga Manik, misalnya, toponim Brebes sudah ditulis, dan sejak tahun 1920-an, para peneliti zaman Belanda di Nusantara, datang ke Bumiayu, ke tempat yang cantik, ke mandala yang indah. Mereka datang silih berganti, berganti orang, berganti tahun, semuanya berusaha untuk menyingkapkan tabir kehidupan masa lalu secara nyata dan rasional.

Baca Juga: Maung Sélang Sudah Tak Dikenali Lagi, tapi Abadi dalam Toponimi

Sejak awal abad ke-20, Bumiayu sudah mendunia, dicatat dalam jurnal-jurnal ilmiah. Toponimnya oleh para ahli geologi dijadikan nama formasi batuan, seperti: Formasi Kalibiuk, Formasi Kaliglagah, dan Formasi Gintung. Para peneliti paleontologi menemukan fosil yang tersingkap di Formasi Kaliglagah dan Formasi Gintung, sehingga dapat direkonstruksi umur dan lingkungan ketika satwa itu menjelajah di kawasan tersebut sejak 2,4 juta hingga 0,125 juta tahun yang lalu.

Nama dukuh dijadikan nama kelompok fauna: Fauna Satir, merupakan hewan besar penghuni awal Brebes, seperti: moyangnya gajah, kudanil, kerbau atau banteng, buaya muara, rusa, dan kura-kura raksasa. Fauna Cisaat: gajah purba, kuda nil, kerbau atau banteng, buaya muara, rusa, dll. Fauna Gintung: gajah purba, kuda nil, kerbau atau banteng, rusa, dll.

Di Situs Bumiayu pun ditemukan artefak kapak genggam, serpih, kapak penetak, bola batu, dan batu inti, merupakan artefak yang digunakan oleh Homo erectus. Setelah ditemukan fragmen Homo erectus yang berumur 1,8 juta tahun yang lalu, semakin mengukuhkan Situs Bumiayu menjadi situs kelas dunia. 

Hal lain yang menarik untuk ditafsir bersama peserta geowisata adalah destinasi rembesan minyak bumi, yang memberikan indikasi telah berjalannya petroleum system di sini. Brebes Selatan akan menjadi daya tarik untuk hal ini. 

Baca Juga: Toponimi Gandasoli

Yang berkaitan dengan energi terbarukan, di Kabupaten Brebes terdapat manifestasi panas bumi, ditandai dengan munculnya panas bumi alami di permukaan, seperti mata air panas, geiser, fumarol (uap), solfatara (gas belerang), kolam lumpur panas, tanah beruap/hangat, yang menunjukkan adanya sistem energi panas bumi di bawah permukaan. Mataair panas sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti dijadikan pemandian air panas.

Kabupaten Brebes pun dilintasi jalur sesar Baribis – Kendeng. Jalur sesar segmen Brebes ini panjangnya sekitar 22 kilometer, berarah barat-timur, dan memiliki kekuatan 6,5. Sejarah kegempaan di jalur sesar segmen Brebes ini sudah terjadi sejak awal abad ke-19 hingga kini, seperti yang terjadi pada tahun 1971, dan tahun 1992.

Itulah beberapa pilihan untuk belajar bersama di bumi Brebes, dengan gejala kebumian, hayati, dan budaya yang kaya. Sehingga Brebes bukan hanya menjadi pusat riset, tetapi juga menjadi kawasan yang sangat menjadi kelas atau laboratorium ilmu-ilmu kebumian, hayati, dan humaniora, yang dipadukan dengan wisata dalam geowisata. (*)

Berita Terkait

News Update

Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 15:00

Ketika Lema Arab Menjadi Milik Indonesia: Perjalanan Kosakata Ramadan

Mayoritas kosakata khas Ramadan yang digunakan masyarakat Indonesia berasal dari bahasa Arab dan telah mengalami penyesuaian.

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 25 Feb 2026, 13:33

Di Balik Kilau Manusia Silver: Lendir Hitam dari Hidung, Kulit Memerah, dan Panas yang Harus Ditahan

Teguh mengatakan bahwa setiap kali kehujanan, dari hidungnya kerap keluar lendir berwarna hitam. Ia juga mengaku penglihatannya menjadi buram ketika matanya kemasukan cat.

Erwin melumuri badanya mengggunakan tinta sablon plastik berbahan kimia yang dicampur minyak goreng. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 25 Feb 2026, 11:18

Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa backlog perumahan nasional mencapai 9,9 juta unit.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)