Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)

Ketika berwisata seperti layaknya wisata yang banyak diselenggarakan secara masal, bersifat umum, saat ini ada kecenderungan para wisatawan nyaris mencapai titik jenuh, bahkan muak, karena banyak hal terlalu diada-adakan, yang dikiranya itulah yang menjadi daya tarik.

Di tengah alam yang megah dibuat panggung-panggungan untuk berfoto, yang bahan dan gaya bangunannya terasa asing, tidak melumer dengan keadaan lingkungannya. Atau dicat warna-warni seperti pagar sekolah taman kanak-kanak. Tempat berfoto dibentuk sayap burung, sayap kupu-kupu, atau lengkungan simbol kasih sayang. Dan di mana-mana, diberi label besar-besar nama lokasi, yang sering kali menutupi daya tariknya itu sendiri.

Wisatawan kini mulai bergeser untuk mengunjungi keasrian alam, kemegahan alam, menyaksikan bagaimana kabut berarak, embun menetes, persawahan berundak-undak seperti tangga menuju langit.

Para wisatawan kini rela mengunjungi tempat-tempat yang mengandung kisah, legenda, cerita, ada tinggalan budaya dan budaya yang hidup di masyarakatnya, dan tempat-tempat yang mengandung ilmu pengetahuan yang tersimpan dengan baik dalam tanah, dalam bebatuan, dalam pohon, dalam artefak, dalam fosil, dalam patahan atau sesar, dalam endapan, dalam lipatan bumi, dalam alunan dan derasnya jeram sungai, serta tempat-tempat yang ditulis dalam catatan para kelana dan para peziarah. 

Itulah perjalanan untuk menyigi, untuk menafsir keragaman bumi, keragaman hayati, dan keragaman budaya masyarakatnya. Berwisata yang diwadahi dalam geowisata atau geotrek. Genre wisata yang yang menyeluruh, berusaha memberikan tafsiran kepada pesertanya, tentang bagaimana hubungan timbal-balik antara sejarah bumi, hayati, dan budaya masyarakatnya.

Bagaimana bentang alam di suatu wilayah terbentuk, seperti tebing yang curam, tentang gunungapi, danau kawah, danau kaldera, goa kapur, bentukan-bentukan pantai, bagaimana batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan terbentuk, tentang fosil, dan mineral. Semua dirangkai dalam narasi yang disampaikan di lokasinya, dapat melihat wujudnya, dijelaskan namanya, bagaimana terbentuknya, kapan terjadinya, berapa kekuatannya, apa dampaknya pada masa lalu dan apa manfaatnya pada masa kini dan nanti, sehingga menciptakan pengalaman nyata yang yang bermuatan pendidikan, konservasi, dan berdampak ekonomi dan pemberdayaan.

Geowisata menjadi cara, bagaimana wisata berkelanjutan, bagaimana wisata yang berdampak langsung itu dipraktekan secara nyata. Karena ada unsur wisatanya, maka dalam memilih destinasinya perlu dipikirkan dengan dengan matang, karena beragam pilihan tersaji, dan dapat dipilih dengan sukahati.

Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi banyak kriteria untuk menjadi destinasi geowisata. Bahkan, saking banyaknya destinasi yang mengandung beragam keilmuan, Kabupaten Brebes dapat dikategorikan sebagai Pasar Raya Geowisata. Pasar raya geowisata itu pasar yang besar, yang menawarkan beragam pilihan situs bumi, hayati, dan budaya, yang tersebar di berbagai tempat. 

Dari catatan Bujangga Manik, misalnya, toponim Brebes sudah ditulis, dan sejak tahun 1920-an, para peneliti zaman Belanda di Nusantara, datang ke Bumiayu, ke tempat yang cantik, ke mandala yang indah. Mereka datang silih berganti, berganti orang, berganti tahun, semuanya berusaha untuk menyingkapkan tabir kehidupan masa lalu secara nyata dan rasional.

Baca Juga: Maung Sélang Sudah Tak Dikenali Lagi, tapi Abadi dalam Toponimi

Sejak awal abad ke-20, Bumiayu sudah mendunia, dicatat dalam jurnal-jurnal ilmiah. Toponimnya oleh para ahli geologi dijadikan nama formasi batuan, seperti: Formasi Kalibiuk, Formasi Kaliglagah, dan Formasi Gintung. Para peneliti paleontologi menemukan fosil yang tersingkap di Formasi Kaliglagah dan Formasi Gintung, sehingga dapat direkonstruksi umur dan lingkungan ketika satwa itu menjelajah di kawasan tersebut sejak 2,4 juta hingga 0,125 juta tahun yang lalu.

Nama dukuh dijadikan nama kelompok fauna: Fauna Satir, merupakan hewan besar penghuni awal Brebes, seperti: moyangnya gajah, kudanil, kerbau atau banteng, buaya muara, rusa, dan kura-kura raksasa. Fauna Cisaat: gajah purba, kuda nil, kerbau atau banteng, buaya muara, rusa, dll. Fauna Gintung: gajah purba, kuda nil, kerbau atau banteng, rusa, dll.

Di Situs Bumiayu pun ditemukan artefak kapak genggam, serpih, kapak penetak, bola batu, dan batu inti, merupakan artefak yang digunakan oleh Homo erectus. Setelah ditemukan fragmen Homo erectus yang berumur 1,8 juta tahun yang lalu, semakin mengukuhkan Situs Bumiayu menjadi situs kelas dunia. 

Hal lain yang menarik untuk ditafsir bersama peserta geowisata adalah destinasi rembesan minyak bumi, yang memberikan indikasi telah berjalannya petroleum system di sini. Brebes Selatan akan menjadi daya tarik untuk hal ini. 

Baca Juga: Toponimi Gandasoli

Yang berkaitan dengan energi terbarukan, di Kabupaten Brebes terdapat manifestasi panas bumi, ditandai dengan munculnya panas bumi alami di permukaan, seperti mata air panas, geiser, fumarol (uap), solfatara (gas belerang), kolam lumpur panas, tanah beruap/hangat, yang menunjukkan adanya sistem energi panas bumi di bawah permukaan. Mataair panas sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti dijadikan pemandian air panas.

Kabupaten Brebes pun dilintasi jalur sesar Baribis – Kendeng. Jalur sesar segmen Brebes ini panjangnya sekitar 22 kilometer, berarah barat-timur, dan memiliki kekuatan 6,5. Sejarah kegempaan di jalur sesar segmen Brebes ini sudah terjadi sejak awal abad ke-19 hingga kini, seperti yang terjadi pada tahun 1971, dan tahun 1992.

Itulah beberapa pilihan untuk belajar bersama di bumi Brebes, dengan gejala kebumian, hayati, dan budaya yang kaya. Sehingga Brebes bukan hanya menjadi pusat riset, tetapi juga menjadi kawasan yang sangat menjadi kelas atau laboratorium ilmu-ilmu kebumian, hayati, dan humaniora, yang dipadukan dengan wisata dalam geowisata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)