Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Rabu 27 Mei 2026, 15:17 WIB
Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID — Di antara tiga unit usaha unggulan BUMDes Marga Makmur, satu di antaranya tidak menghasilkan buah atau daging. Tidak ada lahan yang perlu disiram seperti melon premium, tidak ada ternak yang perlu diberi pakan seperti ayam kampung. Akan tetapi unit inilah yang bekerja di momen krusial, melayani kebutuhan warga yang paling mendasar: akses terhadap layanan keuangan.

Berkat keberadaan BRILink BUMDes Marga Makmur, alhasil kantor Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, bukan sekadar tempat mengurus administrasi kependudukan. Tempat ini juga menjadi titik perputaran ekonomi bagi warganya, lebih juga dari transaksi keuangan.

Untuk memahami mengapa BRILink di Margamukti bekerja dengan cara yang berbeda, perlu dipahami dulu bagaimana BUMDes Marga Makmur membangun dirinya dari dalam.

Iman Romansyah, Kaur Tata Usaha dan Umum sekaligus Koordinator BUMDes Marga Makmur, menjelaskan bahwa rekrutmen karyawan BUMDes bukan perkara nepotisme atau kedekatan personal.

"BUMDes ini karyawan yang diambil berdasarkan desil, berdasarkan tingkatan ekonomi. Kecuali untuk jabatan strategis, kebanyakan karyawannya diambil secara level teknis berasal dari kategori sangat miskin, yang aktif, dan punya jiwa usaha, tetapi dia belum punya akses permodalan. Jadi tidak serta hanya karena kenal atau saudara jadi pegawai di sini, itu tidak terjadi," buka Iman kepada Ayobandung.id, (22/5/2026).

Sistem rekrutmen ini bukan tanpa perhitungan. Ada KPI desa yang menjadi landasan keputusan tersebut.

"Pertimbangan merekrut karyawan berdasarkan desil itu salah satu tujuannya untuk KPI desa, terkhusus Indeks Desa Membangun. Otomatis kami harus mengurangi taraf hidup masyarakat, harus mengurangi jumlah masyarakat tidak mampu, misal dari yang sebelumnya sangat miskin, setelah bekerja, menjadi naik ke level di atasnya. Karena mereka jadi punya penghasilan yang nyata," sambungnya.

Dan hasilnya bukan sekadar klaim. Berkat metode perekrutan yang brilian itu, Desa Margamukti mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

"Keberhasilan kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini sudah terbukti selama tiga tahun dan dibuktikan dengan mendapatkan penghargaan SAKIP empat kali berturut-turut. SAKIP ini merupakan penghargaan yang penilaiannya kompleks dengan berbagai penilaian yang nyata dan bukan sekadar seremoni sesaat. Lelahnya memang lebih terasa untuk mendapatkan penghargaan ini, tetapi semua itu terbayar karena kesejahteraan masyarakat juga memang mengalami peningkatan," kata Iman.

Konteks SAKIP di Kabupaten Sumedang memang bukan penghargaan ringan. Implementasi SAKIP Desa yang dilakukan secara elektronik memacu pengelolaan anggaran desa menjadi berbasis kinerja dan berorientasi hasil, diberlakukan di seluruh 270 desa se-Kabupaten Sumedang, dengan tiga indikator utama: penurunan angka kemiskinan, penurunan stunting, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Meraihnya empat kali berturut-turut bukan hal yang mudah.

BRILink, Syarat yang Menjadi Berkah

Menjadi Agen BRILink adalah salah satu kewajiban administratif dalam program Desa BRILiaN. Di Margamukti pun demikian.

"Untuk BRILink ada di bawah naungan BUMDes, tempatnya pun ada di kantor desa. Karena Margamukti merupakan Desa BRILiaN, keberadaan BRILink pun menjadi syarat bagi kami," jelas Iman.

Hal itu sesuai ketentuan resmi program. Salah satu syarat wajib untuk mengikuti Program Desa BRILiaN adalah BUMDesa dan/atau Koperasi Desa Merah Putih memiliki unit usaha yang aktif dan produktif serta bersedia menjadi Agen BRILink.

Namun yang membedakan Margamukti adalah kesadaran bahwa BUMDes tidak boleh mematikan ruang hidup warganya sendiri. Inilah yang membuat eksistensi BRILink jadi punya perbedaan, ada peran yang saling melengkapi antara kantor desa dan warga. 

"Meskipun secara fungsi BRILink di BUMDes Marga Makmur ini punya fitur-fitur yang sama sebagaimana BRILink lain, tetapi kami menetapkan aturan yang jangan sampai menyaingi apalagi mematikan usaha warga. Oleh karena itu, BRILink di bawah naungan BUMDes ini berfokus pada transaksi besar dalam penyaluran dana sosial untuk warga, seperti PKH dan BPNT," lanjut Iman.

Pembagian peran itu diterapkan secara sadar dan konsisten, agar kantor desa punya peran saling melengkapi dengan warga. 

"Karena warga di sini juga ada yang mengelola BRILink, nah untuk transaksi kecil harian biar jadi rezeki mereka. Sementara kami fokus pada transaksi besar, seperti program pemerintah, yang tidak mungkin dikelola oleh warga," imbuhnya.

Fokus BRILink BUMDes Marga Makmur pada penyaluran PKH dan BPNT bukan pilihan yang sembarangan. Di desa dengan populasi sekitar 216 jiwa ini, akses terhadap bantuan sosial adalah kebutuhan nyata; dan kehadiran agen di kantor desa memangkas jarak yang selama ini menjadi hambatan bagi kelompok paling rentan.

Berkat BRILink berada di kantor desa dan dikelola langsung oleh BUMDes, penyaluran bantuan sosial menjadi lebih terkontrol, tercatat, dan mudah diakses. Terutama bagi warga lansia dan keluarga prasejahtera yang menjadi penerima manfaat utama program PKH dan BPNT.

Kantor Desa Margamukti, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Kantor Desa Margamukti, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Dewi Hestiningrum S., Regional CEO BRI Regional Office Bandung (Region 9), menggambarkan filosofi yang mendasari kehadiran BRILink di titik-titik seperti ini.

"Agen BRILink adalah garda terdepan inklusi keuangan BRI. Mereka hadir di titik-titik yang belum terjangkau kantor cabang konvensional, atau yang kerap kami sebut sebagai blank spot layanan perbankan. Kekuatan model ini terletak pada kedekatan: Agen BRILink umumnya adalah warga setempat yang dikenal komunitasnya, sehingga edukasi keuangan dapat berlangsung secara alami sebagai bagian dari interaksi sehari-hari," papar dewi dalam pernyataan resminya.

Sinergi Saling Menguatkan

Di balik keberhasilan yang sudah terukur, Iman tidak menyembunyikan harapannya untuk langkah yang lebih jauh, termasuk terhadap BRI.

"Program Desa BRILiaN ini bagus sekali sebetulnya, dengan syarat kami harus mengelola BRILink juga banyak manfaatnya bagi warga desa, seperti disebutkan tadi bersinergi dengan penyaluran bantuan sosial. Oleh karena itu kami berharap program-program ini bisa mengajak BRI untuk lebih aktif bekerja sama dengan kami, apalagi di masa efisiensi saat ini, kehadiran BUMN yang ada di atas BUMD dan BUMDes akan sangat berarti jika lebih sering memberikan aksi nyata secara berkelanjutan," harap Iman

Harapan itu sejatinya selaras dengan visi yang sudah dicanangkan BRI sendiri. Dewi Hestiningrum menegaskan bahwa keberlanjutan adalah inti dari program ini.

"Kunci keberlanjutan ada pada pendampingan yang konsisten. Kami menugaskan Mantri BRI sebagai pendamping yang secara rutin mendampingi desa dalam pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, dan literasi perbankan. Selain itu, kami menyediakan pelatihan lanjutan, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta menghubungkan produk unggulan desa ke pasar yang lebih luas, baik melalui pameran, platform digital, maupun jaringan mitra BRI. Dengan begitu, Desa BRILian tidak berhenti pada level binaan, tetapi bertumbuh menjadi sentra ekonomi yang mandiri," sambung Dewi.

Pernyataan Dewi dan harapan Iman menunjuk ke arah yang sama: program yang baik membutuhkan kehadiran yang konsisten, bukan hanya pada saat kompetisi berlangsung.

***

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan: tidak tamak, tidak kompetitif terhadap sesama warga, dan selalu mempertanyakan “siapa yang paling membutuhkan, dan bagaimana kita bisa melayaninya tanpa merugikan yang lain?”.

Melon dijual ke pasar modern. Ayam kampung diminati konsumen lokal hingga luar desa. Lantas BRILink? Memastikan uang bantuan pemerintah sampai ke tangan yang tepat, di tempat yang paling mudah dijangkau.

"Kami ingin desa tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang aktif, produktif, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat," pungkas Dewi.

Di Margamukti, kalimat tersebut bukanlah retorika. Programnya sedang dikerjakan. Bersinergi. (*)

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)