Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID — Di antara tiga unit usaha unggulan BUMDes Marga Makmur, satu di antaranya tidak menghasilkan buah atau daging. Tidak ada lahan yang perlu disiram seperti melon premium, tidak ada ternak yang perlu diberi pakan seperti ayam kampung. Akan tetapi unit inilah yang bekerja di momen krusial, melayani kebutuhan warga yang paling mendasar: akses terhadap layanan keuangan.

Berkat keberadaan BRILink BUMDes Marga Makmur, alhasil kantor Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, bukan sekadar tempat mengurus administrasi kependudukan. Tempat ini juga menjadi titik perputaran ekonomi bagi warganya, lebih juga dari transaksi keuangan.

Untuk memahami mengapa BRILink di Margamukti bekerja dengan cara yang berbeda, perlu dipahami dulu bagaimana BUMDes Marga Makmur membangun dirinya dari dalam.

Iman Romansyah, Kaur Tata Usaha dan Umum sekaligus Koordinator BUMDes Marga Makmur, menjelaskan bahwa rekrutmen karyawan BUMDes bukan perkara nepotisme atau kedekatan personal.

"BUMDes ini karyawan yang diambil berdasarkan desil, berdasarkan tingkatan ekonomi. Kecuali untuk jabatan strategis, kebanyakan karyawannya diambil secara level teknis berasal dari kategori sangat miskin, yang aktif, dan punya jiwa usaha, tetapi dia belum punya akses permodalan. Jadi tidak serta hanya karena kenal atau saudara jadi pegawai di sini, itu tidak terjadi," buka Iman kepada Ayobandung.id, (22/5/2026).

Sistem rekrutmen ini bukan tanpa perhitungan. Ada KPI desa yang menjadi landasan keputusan tersebut.

"Pertimbangan merekrut karyawan berdasarkan desil itu salah satu tujuannya untuk KPI desa, terkhusus Indeks Desa Membangun. Otomatis kami harus mengurangi taraf hidup masyarakat, harus mengurangi jumlah masyarakat tidak mampu, misal dari yang sebelumnya sangat miskin, setelah bekerja, menjadi naik ke level di atasnya. Karena mereka jadi punya penghasilan yang nyata," sambungnya.

Dan hasilnya bukan sekadar klaim. Berkat metode perekrutan yang brilian itu, Desa Margamukti mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

"Keberhasilan kami meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini sudah terbukti selama tiga tahun dan dibuktikan dengan mendapatkan penghargaan SAKIP empat kali berturut-turut. SAKIP ini merupakan penghargaan yang penilaiannya kompleks dengan berbagai penilaian yang nyata dan bukan sekadar seremoni sesaat. Lelahnya memang lebih terasa untuk mendapatkan penghargaan ini, tetapi semua itu terbayar karena kesejahteraan masyarakat juga memang mengalami peningkatan," kata Iman.

Konteks SAKIP di Kabupaten Sumedang memang bukan penghargaan ringan. Implementasi SAKIP Desa yang dilakukan secara elektronik memacu pengelolaan anggaran desa menjadi berbasis kinerja dan berorientasi hasil, diberlakukan di seluruh 270 desa se-Kabupaten Sumedang, dengan tiga indikator utama: penurunan angka kemiskinan, penurunan stunting, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Meraihnya empat kali berturut-turut bukan hal yang mudah.

BRILink, Syarat yang Menjadi Berkah

Menjadi Agen BRILink adalah salah satu kewajiban administratif dalam program Desa BRILiaN. Di Margamukti pun demikian.

"Untuk BRILink ada di bawah naungan BUMDes, tempatnya pun ada di kantor desa. Karena Margamukti merupakan Desa BRILiaN, keberadaan BRILink pun menjadi syarat bagi kami," jelas Iman.

Hal itu sesuai ketentuan resmi program. Salah satu syarat wajib untuk mengikuti Program Desa BRILiaN adalah BUMDesa dan/atau Koperasi Desa Merah Putih memiliki unit usaha yang aktif dan produktif serta bersedia menjadi Agen BRILink.

Namun yang membedakan Margamukti adalah kesadaran bahwa BUMDes tidak boleh mematikan ruang hidup warganya sendiri. Inilah yang membuat eksistensi BRILink jadi punya perbedaan, ada peran yang saling melengkapi antara kantor desa dan warga. 

"Meskipun secara fungsi BRILink di BUMDes Marga Makmur ini punya fitur-fitur yang sama sebagaimana BRILink lain, tetapi kami menetapkan aturan yang jangan sampai menyaingi apalagi mematikan usaha warga. Oleh karena itu, BRILink di bawah naungan BUMDes ini berfokus pada transaksi besar dalam penyaluran dana sosial untuk warga, seperti PKH dan BPNT," lanjut Iman.

Pembagian peran itu diterapkan secara sadar dan konsisten, agar kantor desa punya peran saling melengkapi dengan warga. 

"Karena warga di sini juga ada yang mengelola BRILink, nah untuk transaksi kecil harian biar jadi rezeki mereka. Sementara kami fokus pada transaksi besar, seperti program pemerintah, yang tidak mungkin dikelola oleh warga," imbuhnya.

Fokus BRILink BUMDes Marga Makmur pada penyaluran PKH dan BPNT bukan pilihan yang sembarangan. Di desa dengan populasi sekitar 25.028 jiwa ini, akses terhadap bantuan sosial adalah kebutuhan nyata; dan kehadiran agen di kantor desa memangkas jarak yang selama ini menjadi hambatan bagi kelompok paling rentan.

Berkat BRILink berada di kantor desa dan dikelola langsung oleh BUMDes, penyaluran bantuan sosial menjadi lebih terkontrol, tercatat, dan mudah diakses. Terutama bagi warga lansia dan keluarga prasejahtera yang menjadi penerima manfaat utama program PKH dan BPNT.

Kantor Desa Margamukti, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Kantor Desa Margamukti, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Dewi Hestiningrum S., Regional CEO BRI Regional Office Bandung (Region 9), menggambarkan filosofi yang mendasari kehadiran BRILink di titik-titik seperti ini.

"Agen BRILink adalah garda terdepan inklusi keuangan BRI. Mereka hadir di titik-titik yang belum terjangkau kantor cabang konvensional, atau yang kerap kami sebut sebagai blank spot layanan perbankan. Kekuatan model ini terletak pada kedekatan: Agen BRILink umumnya adalah warga setempat yang dikenal komunitasnya, sehingga edukasi keuangan dapat berlangsung secara alami sebagai bagian dari interaksi sehari-hari," papar dewi dalam pernyataan resminya.

Sinergi Saling Menguatkan

Di balik keberhasilan yang sudah terukur, Iman tidak menyembunyikan harapannya untuk langkah yang lebih jauh, termasuk terhadap BRI.

"Program Desa BRILiaN ini bagus sekali sebetulnya, dengan syarat kami harus mengelola BRILink juga banyak manfaatnya bagi warga desa, seperti disebutkan tadi bersinergi dengan penyaluran bantuan sosial. Oleh karena itu kami berharap program-program ini bisa mengajak BRI untuk lebih aktif bekerja sama dengan kami, apalagi di masa efisiensi saat ini, kehadiran BUMN yang ada di atas BUMD dan BUMDes akan sangat berarti jika lebih sering memberikan aksi nyata secara berkelanjutan," harap Iman

Harapan itu sejatinya selaras dengan visi yang sudah dicanangkan BRI sendiri. Dewi Hestiningrum menegaskan bahwa keberlanjutan adalah inti dari program ini.

"Kunci keberlanjutan ada pada pendampingan yang konsisten. Kami menugaskan Mantri BRI sebagai pendamping yang secara rutin mendampingi desa dalam pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, dan literasi perbankan. Selain itu, kami menyediakan pelatihan lanjutan, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta menghubungkan produk unggulan desa ke pasar yang lebih luas, baik melalui pameran, platform digital, maupun jaringan mitra BRI. Dengan begitu, Desa BRILian tidak berhenti pada level binaan, tetapi bertumbuh menjadi sentra ekonomi yang mandiri," sambung Dewi.

Pernyataan Dewi dan harapan Iman menunjuk ke arah yang sama: program yang baik membutuhkan kehadiran yang konsisten, bukan hanya pada saat kompetisi berlangsung.

***

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan: tidak tamak, tidak kompetitif terhadap sesama warga, dan selalu mempertanyakan “siapa yang paling membutuhkan, dan bagaimana kita bisa melayaninya tanpa merugikan yang lain?”.

Melon dijual ke pasar modern. Ayam kampung diminati konsumen lokal hingga luar desa. Lantas BRILink? Memastikan uang bantuan pemerintah sampai ke tangan yang tepat, di tempat yang paling mudah dijangkau.

"Kami ingin desa tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang aktif, produktif, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat," pungkas Dewi.

Di Margamukti, kalimat tersebut bukanlah retorika. Programnya sedang dikerjakan. Bersinergi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)