Pengembangan stadion olahraga di berbagai kota sedang dilakukan. Begitu juga dengan tahap pengembangan dan renovasi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk musim kompetisi 2026/2027. Difokuskan pada perbaikan total rumput lapangan utama serta rencana pembangunan kawasan terpadu "Kampung Persib".
Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga dengan skema usaha bersama dalam bentuk koperasi. Saatnya membentuk koperasi produksi peralatan olahraga dan produk support untuk lapangan olahraga seperti net, jaring, rumput stadion, dan perangkat lainnya eksis di lingkungan sekitar stadion olahraga.
Apalagi prospek bisnis merchandise, kaos, dan atribut Persib Bandung dinilai sangat cerah dan memiliki potensi keuntungan yang luar biasa tinggi. Sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia dengan basis suporter (Bobotoh) fanatik yang mencapai jutaan orang, atribut Persib bukan lagi sekadar pakaian olahraga, melainkan sudah menjadi identitas budaya dan gaya hidup (lifestyle) di Jawa Barat.
Rencana PT Persib Bandung Bermartabat untuk melantai di bursa saham (IPO) semakin memperkuat citra Persib sebagai klub modern profesional. Hal ini otomatis meningkatkan brand value produk turunan mereka di pasar retail. Adanya pusat koperasi alat olahraga di sekitar Stadion GBLA memiliki prospek yang tinggi.
Terlebih manajemen Persib Bandung tengah mempersiapkan empat kompetisi besar sekaligus, termasuk kompetisi Asia AFC Champions League Two (ACL 2) dan ASEAN Club Championship (ACC).

Pengembangan Stadion GBLA untuk musim 2026/2027 perlu melibatkan usaha rakyat. Seperti misalnya proyek pembenahan rumput lama yang sebelumnya terjangkit kontaminasi beberapa jenis rumput liar dan memiliki visual kurang merata. Pembaruan media tanam, dimana lapisan media tanam diganti dengan pasir baru standar profesional setebal kurang lebih 30 cm untuk mengoptimalkan sistem drainase lapangan. Penggunaan jenis rumput hibrida setara stadion elit Eropa mestinya juga bisa dikerjakan oleh usaha rakyat.
Kegiatan perawatan intensif yang dilakukan melalui tahap sodding (penggantian area rusak), mowing (pemotongan berkala), top dressing (perataan permukaan), dan pemupukan intensif membutuhkan cukup banyak pekerja.
Keniscayaan ring luar kawasan GBLA perlu dikelola terintegrasi langsung dengan jalur BRT Bandung Raya lengkap dengan halte khusus. Untuk mewujudkan kawasan wisata olahraga atau Sport Tourism, area sekitar GBLA dirancang menjadi pusat wisata olahraga terpadu yang menyediakan toko koperasi peralatan olah raga, tempat kuliner, area jogging, tempat nongkrong bobotoh, hingga fasilitas training center modern yang hidup setiap hari
Jagat sepak bola di tanah air mulai menggeliat kembali. Kini klub dari berbagai daerah sangat sibuk mempersiapkan Liga 1 2026-2027. Persib akan kembali menggunakan GBLA sebagai homebase.
Bergulirnya Liga merupakan momentum untuk membenahi ekosistem GBLA. Sejak selesai dibangun, stadion ini tak putus dirundung malang. Salah satu sudut konstruksi utama pernah ambles dan menjadi persoalan hukum. Stadion yang berdiri diatas tanah rawa itu merupakan aset rakyat Jawa Barat yang perlu dikelola lebih baik. Pihak pengelola perlu mewujudkan ekosistem stadion menjadi pusat pengembangan cabang-cabang olahraga dan ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik.
Keniscayaan, kini sepak bola menjadi sihir sosial yang punya dampak sosial dan ekonomi yang luar biasa. Sepak bola menjadi cermin sosial dan indikator perilaku masyarakat. Tak kurang dari pakar psikologi massa Antonio Gramsci menyatakan bahwa sepak bola merupakan model masa depan masyarakat yang sangat membutuhkan infrastruktur stadion, platform bisnis, pembiayaan klub, penegakan hukum fair play dan budaya sportivitas suporter.
Ekosistem stadion GBLA juga ditentukan oleh sistem keamanan dan profesionalitas aparat keamanan. Sehingga tidak terjadi kesalahan prosedur seperti halnya penggunaan gas air untuk menghalau penonton. Ekosistem membutuhkan teknologi yang bisa menyempurnakan tingkat kepuasan penonton dalam stadion. Bahkan, stadion olimpiade di beberapa negara maju telah dirancang dengan teknologi yang memungkinkan penonton melakukan wisata virtual.
Ekosistem stadion juga tergantung skema pembiayaan infrastruktur olahraga, khususnya stadion sepak bola yang lebih efektif dan menguntungkan. Baik dalam bentuk kerjasama dengan pihak swasta dengan skema joint ventures maupun build operate and transfer agreement. Selama ini pihak swasta juga kurang tertarik dalam manajemen operasional. Padahal dengan melibatkan pihak swasta bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan jika birokrasi pemerintah yang mengelola.

Warga Jabar berharap ekosistem Stadion GBLA terus dikembangkan hingga menjadi stadion yang modern dengan infrastruktur yang canggih. Perlu pengembangan dan inovasi yang seluas-luasnya untuk seluruh ruang dan bangunan stadion.
Dalam jangka pendek pihak pengelola mesti berkoordinasi dan bersinergi dengan eselon lain. Seperti Kementerian Perhubungan dan BUMN untuk mewujudkan sistem transportasi yang mudah dan nyaman bagi penonton. Akses pintu jalan tol Gedebage dan stasiun KA Cimekar perlu dilengkapi dengan fasilitas jalan penghubung menuju stadion. Halaman Stasiun Cimekar perlu diperluas untuk menampung kedatangan bobotoh dan suporter tamu.
Stadion GBLA yang terletak di Gedebage Bandung dibangun di atas lahan seluas 24,5 hektare. Pengelolaan Stadion GBLA masih belum optimal padahal dibangun susah payah dengan uang rakyat. Kondisi sekitar stadion tidak boleh lagi terlihat kotor, gersang dan penuh semak belukar. Masalah penerangan malam yang masih kurang dan fasilitas WC yang tidak memadai juga harus segera diatasi.

Saatnya pemerintah pusat dan daerah menata event olahraga agar kembali menjadi daya ungkit ekonomi untuk mensejahterakan rakyat. Olahraga sudah menjadi entitas ekonomi dan industri yang melibatkan partisipasi masyarakat luas dengan effort dan dana yang luar biasa.
Olahraga menjadi sarana padat karya produktif. Padat karya produktif terkait dengan industri peralatan olahraga, atribut, kaos, souvenir, hingga media massa, media iklan dan promosi pertandingan.
Publik berharap Stadion GBLA terus dikembangkan hingga menjadi stadion yang modern dengan infrastruktur yang canggih. Perlu pengembangan dan inovasi yang seluas-luasnya untuk seluruh ruang dan bangunan stadion. Seperti misalnya penerapan teknologi Dassault Systemes yang bisa untuk meningkatkan kinerja atlet sekaligus meningkatkan tingkat kepuasan penonton dalam stadion. (*)