Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Pengembangan stadion olahraga di berbagai kota sedang dilakukan. Begitu juga dengan tahap pengembangan dan renovasi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk musim kompetisi 2026/2027. Difokuskan pada perbaikan total rumput lapangan utama serta rencana pembangunan kawasan terpadu "Kampung Persib".

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga dengan skema usaha bersama dalam bentuk koperasi. Saatnya membentuk koperasi produksi peralatan olahraga dan produk support untuk lapangan olahraga seperti net, jaring, rumput stadion, dan perangkat lainnya eksis di lingkungan sekitar stadion olahraga.

Apalagi prospek bisnis merchandise, kaos, dan atribut Persib Bandung dinilai sangat cerah dan memiliki potensi keuntungan yang luar biasa tinggi. Sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di Indonesia dengan basis suporter (Bobotoh) fanatik yang mencapai jutaan orang, atribut Persib bukan lagi sekadar pakaian olahraga, melainkan sudah menjadi identitas budaya dan gaya hidup (lifestyle) di Jawa Barat.

Rencana PT Persib Bandung Bermartabat untuk melantai di bursa saham (IPO) semakin memperkuat citra Persib sebagai klub modern profesional. Hal ini otomatis meningkatkan brand value produk turunan mereka di pasar retail. Adanya pusat koperasi alat olahraga di sekitar Stadion GBLA memiliki prospek yang tinggi.

Terlebih manajemen Persib Bandung tengah mempersiapkan empat kompetisi besar sekaligus, termasuk kompetisi Asia AFC Champions League Two (ACL 2) dan ASEAN Club Championship (ACC).

Gelora semangat penonton di dalam Stadion GBLA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Gelora semangat penonton di dalam Stadion GBLA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Pengembangan Stadion GBLA untuk musim 2026/2027 perlu melibatkan usaha rakyat. Seperti misalnya proyek pembenahan rumput lama yang sebelumnya terjangkit kontaminasi beberapa jenis rumput liar dan memiliki visual kurang merata. Pembaruan media tanam, dimana lapisan media tanam diganti dengan pasir baru standar profesional setebal kurang lebih 30 cm untuk mengoptimalkan sistem drainase lapangan. Penggunaan jenis rumput hibrida setara stadion elit Eropa mestinya juga bisa dikerjakan oleh usaha rakyat.

Kegiatan perawatan intensif yang dilakukan melalui tahap sodding (penggantian area rusak), mowing (pemotongan berkala), top dressing (perataan permukaan), dan pemupukan intensif membutuhkan cukup banyak pekerja.

Keniscayaan ring luar kawasan GBLA perlu dikelola terintegrasi langsung dengan jalur BRT Bandung Raya lengkap dengan halte khusus. Untuk mewujudkan kawasan wisata olahraga atau Sport Tourism, area sekitar GBLA dirancang menjadi pusat wisata olahraga terpadu yang menyediakan toko koperasi peralatan olah raga, tempat kuliner, area jogging, tempat nongkrong bobotoh, hingga fasilitas training center modern yang hidup setiap hari

Jagat sepak bola di tanah air mulai menggeliat kembali. Kini klub dari berbagai daerah sangat sibuk mempersiapkan Liga 1 2026-2027. Persib akan kembali menggunakan GBLA sebagai homebase.

Bergulirnya Liga merupakan momentum untuk membenahi ekosistem GBLA. Sejak selesai dibangun, stadion ini tak putus dirundung malang. Salah satu sudut konstruksi utama pernah ambles dan menjadi persoalan hukum. Stadion yang berdiri diatas tanah rawa itu merupakan aset rakyat Jawa Barat yang perlu dikelola lebih baik. Pihak pengelola perlu mewujudkan ekosistem stadion menjadi pusat pengembangan cabang-cabang olahraga dan ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik.

Keniscayaan, kini sepak bola menjadi sihir sosial yang punya dampak sosial dan ekonomi yang luar biasa. Sepak bola menjadi cermin sosial dan indikator perilaku masyarakat. Tak kurang dari pakar psikologi massa Antonio Gramsci menyatakan bahwa sepak bola merupakan model masa depan masyarakat yang sangat membutuhkan infrastruktur stadion, platform bisnis, pembiayaan klub, penegakan hukum fair play dan budaya sportivitas suporter.

Ekosistem stadion GBLA juga ditentukan oleh sistem keamanan dan profesionalitas aparat keamanan. Sehingga tidak terjadi kesalahan prosedur seperti halnya penggunaan gas air untuk menghalau penonton. Ekosistem membutuhkan teknologi yang bisa menyempurnakan tingkat kepuasan penonton dalam stadion. Bahkan, stadion olimpiade di beberapa negara maju telah dirancang dengan teknologi yang memungkinkan penonton melakukan wisata virtual.

Ekosistem stadion juga tergantung skema pembiayaan infrastruktur olahraga, khususnya stadion sepak bola yang lebih efektif dan menguntungkan. Baik dalam bentuk kerjasama dengan pihak swasta dengan skema joint ventures maupun build operate and transfer agreement. Selama ini pihak swasta juga kurang tertarik dalam manajemen operasional. Padahal dengan melibatkan pihak swasta bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan jika birokrasi pemerintah yang mengelola.

Suasana pertandingan Liga 1 di Stadion GBLA (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Suasana pertandingan Liga 1 di Stadion GBLA (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Warga Jabar berharap ekosistem Stadion GBLA terus dikembangkan hingga menjadi stadion yang modern dengan infrastruktur yang canggih. Perlu pengembangan dan inovasi yang seluas-luasnya untuk seluruh ruang dan bangunan stadion.

Dalam jangka pendek pihak pengelola mesti berkoordinasi dan bersinergi dengan eselon lain. Seperti Kementerian Perhubungan dan BUMN untuk mewujudkan sistem transportasi yang mudah dan nyaman bagi penonton. Akses pintu jalan tol Gedebage dan stasiun KA Cimekar perlu dilengkapi dengan fasilitas jalan penghubung menuju stadion. Halaman Stasiun Cimekar perlu diperluas untuk menampung kedatangan bobotoh dan suporter tamu.

Stadion GBLA yang terletak di Gedebage Bandung dibangun di atas lahan seluas 24,5 hektare. Pengelolaan Stadion GBLA masih belum optimal padahal dibangun susah payah dengan uang rakyat. Kondisi sekitar stadion tidak boleh lagi terlihat kotor, gersang dan penuh semak belukar. Masalah penerangan malam yang masih kurang dan fasilitas WC yang tidak memadai juga harus segera diatasi.

Saatnya pemerintah pusat dan daerah menata event olahraga agar kembali menjadi daya ungkit ekonomi untuk mensejahterakan rakyat. Olahraga sudah menjadi entitas ekonomi dan industri yang melibatkan partisipasi masyarakat luas dengan effort dan dana yang luar biasa.

Olahraga menjadi sarana padat karya produktif. Padat karya produktif terkait dengan industri peralatan olahraga, atribut, kaos, souvenir, hingga media massa, media iklan dan promosi pertandingan.

Publik berharap Stadion GBLA terus dikembangkan hingga menjadi stadion yang modern dengan infrastruktur yang canggih. Perlu pengembangan dan inovasi yang seluas-luasnya untuk seluruh ruang dan bangunan stadion. Seperti misalnya penerapan teknologi Dassault Systemes yang bisa untuk meningkatkan kinerja atlet sekaligus meningkatkan tingkat kepuasan penonton dalam stadion. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)